EPISODE 4 David menculik Adang

    Sayang..anak Papa Rangga...kamu dimana sekarang nak?Pasti kamu sudah besar..Maafin Papa yah sayang...Papa terpaksa melakukan semua itu.Karena mamamu gak mau berubah hidup,malah minta cerai..Hati Papa sudah terlanjur hancur Nak.." 

Air mata David terurai pedih.Disaat-saat sendiri,bayangan anaknya Rangga terlintas di matanya.

"Kak?Kakak nangis lagi?Sudahlah kak..Yang sudah berlalu gak usah ditangisi lagi"

Ujar Dani seraya membuka bungkusan nasi padang berisi daging.

"Lebih baik kakak makan dulu"

"Hati ini terasa disayat..Dimana anak aku Rangga sekarang...Aku sedih sekali tidak bisa mengetahui keberadaannya..Dan.." Kembali air mata David luruh.

Tangis David semakin keras.

"Yah sudahlah Kak.Jangan di ingat-ingat terus.Nanti sakit.Sekarang makan dulu yah.Setelah itu kita cari rumah sewaan"

Dani menepuk-nepuk punggung kakaknya.David mengangguk pelan dan melahap nasi padang yang di beli Dani.

"Berita hari ini,kemarin pagi terjadi gempa di cianjur Kak...Berdekatan dengan villa kita"

"Lantas?" David mengernyitkan keningnya.

"Kita harus kesana.Aku mau lihat villa,siapa tahu ada yang rusak akibat gempa bumi"

"Kebetulan villa kita sudah lama kosong gak ada yang tempati.Beberapa hari kakak disana dulu.Disana ada motor sudah lama gak di pakai,Kakak pakai saja." Ujar Dani ikut melahap makanannya.

"Yah..boleh..boleh...Aku perlu menenangkan pikiran yang kalut selama belasan tahun..Kenapa tidak sekarang saja kita berangkat ke villa..Sudah lama sekali aku tidak melihat pemandangan indah disana"

"Kakak mau sekarang?"

"Yah..Aku mau sekarang" Jawab David menghabiskan makanannya.

"Oke.oke...Habiskan dulu makanannya kak" Ujar Dani

*****

Mobil Dani melaju melewati jalan tol menuju puncak.Melewati panorama yang indah dengan penghijauan pegunungan di kelilingi tebing-tebing berbatuan.

Akhirnya mobil tiba di villa milik orang tua mereka.David lebih dulu turun dari mobil.

"Waw..Sudah lama sekali gak merasakan udara pegunungan.Sungguh sejuk luar biasa" Gumam David merentangkan kedua tangannya ke atas.

Sedangkan Dani membuka kunci pintu.

"Hati Kakak senang?" Tanya Dani tersenyum sumringah.

"Senang banget dong..Oh iyah Dan..Bagaimana keadaan Mama?"

"Mama sudah gak ada kak.."

"Maksudnya Mama meninggal?"

"Yah..Mama meninggal karena fisiknya sudah lemah.Sejak kejadian itu mama jadi sakit sakitan"

"Astaga..Aku yang menyebabkan mama meninggal?Benar-benar aku ini tolol..Tolol...Aaaargh..."

David meninju dinding di hadapannya.Ia langsung menangis menyesali kejadian lalu.

Tidak usah di sesali kak..Semua sudah jalannya.."

"Oh iya,Aku pergi dulu.Pakai saja motor kalau mau pergi-pergian.Ini ponsel kak David pake aja"

Dani menepuk-nepuk punggung David dan meninggalkan villa.

*****

Pagi pun tiba di iringi hujan deras dengan suara angin berdesing,Dan gempa susulan.3 hari David si villa ini sudah puluhan kali merasakan adanya gempa.

David menyibak selimut merasakan dingin di pagi hari.Membuatnya bermalas-malasan.

Grrrrt....Grrrrrt...Grrrrrt

Gempa lagi?Kenapa terus-terusan terjadi gempa?Gumamnya.

Lebih baik mandi air panas dulu,setelah itu cari sarapan di luar...

David melangkah ke kamar mandi membersihkan dirinya.

Setelah mandi ia melangkah keluar rumah menyalahkan mesin motornya.

Cari sarapan dimana yah?Yah sudah,cari-cari aja di luar sana...

David melajukan motornya ke jalan raya.Setelah mencari-cari cukup jauh,ia melihat warteg yang menjual sarapan pagi.

David mampir di warteg tersebut dan memesan makanan disitu.Namun setelah ia melahap makanannya yang terakhir,Matanya melihat ke warung makan di sebrang.Disitu adanya sosok balita sedang merangkak sambil tertawa-tawa.

Ingatan David melayang ke masa lalu,dimana Rangga merangkak dan David langsung mengangkatnya, dan menciumnya.

"Bu,Jadi berapa?" Tanya David

"25 ribu Pak.."

Setelah membayar sarapannya,ia melangkah ke warung makan seberang yang masih sepi tidak ada seorang pun.

Terdengar suara wanita menghampiri si bayi.

"Adang...Kamu main-main dulu disini yah..Bibi mau masak dulu" Ucapan wanita bernama ceu Imah membuat si bayi Adang tertawa-tawa.Ceu Imah langsung berjalan ke dalam meningalkan Adang sendirian.

"Kok sendirian sayang?" Tanya David seraya mengusap rambut si bayi

"Gendong yuk" Si bayi malah tertawa-tawa minta di gendong.David pun mengangkatnya dan membawanya ke motor,Lalu langsung membawanya pergi.

Motor David berhenti di villa nya dengan menggendong Adang.Membawanya masuk ke dalam.

"Nama kamu Adang yah sayang..Kamu lucu seperti Rangga..?Aku ganti yah nama kamu...jadi siapa yah?"Otak David berputar-putar mencari-cari nama.Tak lama kemudian ia menemukan nama untuk anak pria.

"Mulai sekarang kamu yang akan menggantikan Rangga.Dan nama kamu sekarang adalah Darren.Hahahaha..Kasihan tangan kaki kamu kenapa sayang?kok pada luka gini?Seperti bekas air panas"Ujar David seraya mengambil ponselnya menelpon Dani.

"Halo.." Ujar Dani di seberang telpon.

"Halo Dan..Sudah ketemu rumah sewaan belum?"

"Sudah Vid..Tapi gak tau kamu suka atau gaknya.Nanti aku jemput kamu yah"

"Oke Dan..Jemput aku sekarang aja"

"Whats?Sekarang?Waduh" Dani terkejut.

"Ok,Oke..Kalau begitu aku naik taksi online.Karena aku ada keperluan mendadak"Ujar David.

"Keperluan apa Vid?"Tanya Dani bingung.

" Nanti aku ceritakan.Sekarang share lokasinya.Aku mau kesana sekarang"

"Oke oke...Di tunggu yah.." Dani memutuskan sambungan telponnya.Mengirim lokasi rumah sewa yang baru saja di dapat.

David langsung memesan taksi online.Lalu berkemas bersama bayi curiannya.

TIN TIN TIN

Suara taksi di luar halaman tiba.David bergegas keluar dengan menggendong bayi Adang masuk ke dalam mobil.

"Sesuai titik yah pak.." Ujar David.

"Baik Pak.."

Mobil pun meluncur ke jalan raya menuju titik yang di tentukan.

Setengah perjalanan,bayi Adang menjadi rewel menangis terus menerus.

"Pak..berhenti dulu di mini market sebentar yah"

"Baik Pak.."

David melangkah masuk ke mini market,ia berniat membeli botol dan susu bayi.

"Kamu pasti haus yah sayang..Aku beli susu dulu yah..Nah..ini aja susu untuk kamu" Gumamnya mengambil sekaleng susu,berikut botolnya.Lalu melangkah ke kasir.

Setelah membayar susu bayi,ia melanjutkan naik ke taksi berhenti di warung nasi untuk membeli air panas.Membuat susu untuk bayi Adang.Setelah selesai, melanjutkan kembali perjalanannya naik ke taksi menuju Jakarta.Sepanjang perjalanan bayi Adang melahap susunya dan tertidur.Membuat David menghela nafas lapang.

"Anaknya Pak?" Tanya si supir taksi kepo.

"I..i..iyah Pak..Anak saya" Jawab David terbata.

"Ibu nya kemana Pak?"

"Ada di rumah" David memaksakan senyumnya.Si supir manggut-manggut.

Perjalanan membutuhkan waktu 4 jam untuk sampai di tempat tujuan.

Terpopuler

Comments

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

oh orgil yang culik si Adang ternyata si David 😂

2024-02-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!