Di kantor polisi terlihat Kalisa memasuki ruang penyidik dengan mengenakan masker hitam.
"Selamat siang..Permisi Pak..." Sapa Kalisa.
seorang polisi berpakaian serba coklat menoleh ke arah kalisa membalas sapaannya.
"Iyah selamat siang Nona..Ada yang bisa saya bantu?Tanya seorang polisi.
"Apakah saya dapat menemui seseorang bernama Darren pak?Yaitu kasus tabrakan?"
"Oh iya..yang tabrakan yah?sebentar yah Bu..Saya panggilkan"
Polisi masuk ke dalam.Tak lama kemudian polisi keluar dengan membawa Darren yang masih dengan tangan di borgol.
"Maaf,Ini siapa yah?" Tanya Darren merasa tidak kenal karena tertutup masker
"Ooow...Rupanya kau orang yang sudah menghilangkan nyawa saudara saya.Kurang ajar!"
BBRUUUK
Tangan Kalisa melayang ke wajah Darren.Membuat Darren jatuh tersungkur dengan serangan mendadak dari tangan Kalisa.Membuat wajahnya langsung memar.
Di susul lagi serangan berikutnya.Kaki Kalisa menyerang dengan tendangan taekwondo nya yang di sebut Yeop chagi.Tapi dengan cepat Darren menangkis dengan sebutan Are Makki tapi dengan kedua tangannya karena masih dalam keadaan terborgol.Dan baru saja Kalisa ingin menyerang lagi dengan tendangannya,Namun Polisi menghadangnya.
"Ibu jangan buat keributan disini..Tolong kooperatif.Atau Ibu kami tahan juga.Karena menyerang lebih dulu" Ujar polisi yang tadi membawa Darren.
"Saya mau balas dendam atas apa yang ia lakukan Pak.Saya tidak Terima dia sudah merenggut nyawa adik saya!" Seru Kalisa.
"Tapi anda tidak boleh semena-mena disini.Ada peraturannya Bu...Silahkan Anda keluar.." Polisi mengusir Kalisa.
"Awas kau yah..kalau bertemu di luar,Akan aku habisi kau" Seru Kalisa menunjuk ke wajah Darren yang hanya diam terpaku.
Darren yang tidak ingin membalas keributan di kantor polisi.Selain dengan tangannya di borgol,ia tidak mau menambah masalah yang berakibat menambah nya masa hukuman di dalam tahanan.
"Huuuh..Beraninya di kantor polisi.Dasar perempuan gila..Datang-datang main serang saja"
Gerutu Darren mengibas-ibas kan tangannya yang kotor.
"Saudara Darren,kami baru saja mendapat laporan.Silakan Anda duduk" Tukas seorang polisi.
"Kami sudah mengumpulkan bukti-bukti hasil dari CCTV.Dan semua bukti menyatakan kalau anda tidak bersalah.Maka dari itu,kami harus membebaskan anda sekarang"
Ucapan Polisi membut Darren terlonjak kaget bercampur senang.Bagaimana tidak,Ia di tahan atas dasar fitnah.Padahal ia tidak bersalah.Dan beberapa keluarga korban meninjunya.Warga yang main asal tebak membawanya ke kantor polisi ini.Padahal ia sendiri korban.
"Beneran Pak, saya bebas" Tanya Darren senang.
"Yah..Anda kami bebaskan" Tutur Polisi tersenyum.
"Darren...?" Dani sudah berdiri di belakang Darren.
"Om..Om Dani..?Aku bebas Om..Aku bebas"
Mata Darren berkaca-kaca dan memeluk Dani lalu menangis di dekapan Dani.
" Aku bebas Om..Aku bebas"
Ucapannya berulang-ulang karena rasa terharu dan bahagia.Dani mengangguk-angguk.
"Syukurlah kamu bebas Darren.."
"Surat pembebasannya di pegang yah Pak.." Polisi memberikan amplop putih surat bebas.
"Terima kasih Pak.."Ujar Darren.
"Ya sudah sekarang kita pulang"Ajak Dani melangkah keluar kantor polisi,dan masuk ke dalam mobil.
Sepanjang perjalanan mereka bincang-bincang.Dani menceritakan siapa Rangga sebenarnya.Dan siapa Darren sebenarnya.
"Jadi aku anak yang di culik Papa?Kejam sekali Papa kalau begitu Om.."
Hahaha..Darren..Darren...Papamu itu pada dasarnya orang baik.Mungkin karena saat itu dia sedang rindu pada anaknya dan juga mental yang terganggu dengan perlakuan para napi di dalam penjara.Yah kamu pun sudah seharusnya mengerti masalah ini"
"Om....Aku mau cari orang tua saya Om..Dimana Papa culik Aku waktu itu.kasih tau ke Aku Om..Aku mau kesana"Darren mulai gelisah.
"Oke..Akan kita tanya itu ke Papamu..semoga saja papamu masih mengingatnya"
Sesampai mereka di rumah,Terlihat David berbaring di kamar.Dani dan Darren menghampiri.
"Pa.." Darren memeluk David.
"kamu dari mana aja Darren?" Suara David lirih.
"Akan aku ceritakan nanti saja yah Pa..panjang ceritanya pa.." Ucap Darren
"Obatnya sudah di minum kak?" Tanya Dani.
"Sudah...Baru saja aku minum"
"Kak..Kakak kalau sudah sehat,Aku mau bicara kak.."
"Kenapa harus nunggu sehat..Sekarang aja kamu bicara.Aku sudah sehat kok" David terkekeh seraya beranjak bangun dan melangkah ke ruang tamu dengan di tuntun Darren.
"Sebenarnya kalian mau bicara apa?" Tanya David
"Pa,Aku mau tanya..Apa betul..A..Aku adalah a..anak hasil culikan?" Tanya Darren,Sontak saja David terkejut.
"Dani?Jadi kamu?Kamu sudah membuka semuanya?" Tanya David.
"Iyah Kak..Karena Darren sudah besar.Dan sudah dewasa.Dia pun tidak mempermasalahkannya.Kasihan juga kalau kita terus menutupinya."Jawab Dani.
" Iyah Pa..Aku tetap sayang sama Papa..Karena Papa yang sudah membesarkan aku..Jadi aku harus berterima kasih sama Papa.Aku cuma mau tau dimana orang tua aku Pa.."
Sebenarnya berat untuk David membongkar rahasia yang cukup lama di simpan nya.Karena takut Darren marah atau kasih sayangnya beralih ke orang tua kandungnya.
"Memang betul..Papa menculik kamu.Karena apa yang papa rasakan saat itu,Semuanya hancur.Selain mental yang terganggu,Papa juga merasakan hidup sepi tanpa anak dan istri.Suatu hari papa menemukanmu sedang bermain.kamu begitu menggemaskan.Tanpa pikir panjang,Papa membawamu pergi dari warung nasi itu"
"Warung nasi?Warung nasi yang mana Pa?" Tanya Darren memicingkan sebelah matanya.
"Di daerah puncak Nak.."
"Pa..boleh gak nanti Papa anterin Darren kesana?"
"Yah..Nanti kita kesana" Ucapan David menjadikan senyum sumringah di bibir Darren dan memeluk David.
"Terima kasih yah Pa..."
"Oke..Aku mau ke rumah sakit lihat Rangga"Ucap Dani
"Rangga?Kenapa dengan Rangga?"
"Itulah vid..Rangga sedang di rumah sakit karena tabrakan.Sekarang masih di ruang icu karena belum sadarkan diri"
"Astaga?"
"Iyah Kak..Kebetulan dia yang menabrak Darren.Jadi Darren yang kesalahan dan membuat salah paham warga.Akhirnya Darren yang di tahan di kantor polisi Untung saja ada CCTV.Kalau Rangga lah yang nabrak Darren.
" Astaga...kenapa dia bisa nabrak Darren?"
"Iya Pa..Dia bawa motornya kencang sekali.Jadinya Darren lompat dari motor untuk menghindari tabrakan.Motor Darren hancur di tabrak.Kekasihnya Rangga juga meninggal"
"Yah ampun...segitu parahnya?Terus kamu di tahan di kantor polisi nggak apa-apa kan?gak ada yang pukul kamu atau di jahatin orang dalam?"
"Yah syukurlah pa..Darren gak apa-apa.Tapi keluarga korban sempat melampiaskan kemarahannya ke Darren.Tapi yah maklumlah.namanya juga mereka sedang berduka"
"Dia pukul kamu?Biar nanti Papa yang balas..Papa hajar dia!" Geram David.
"Eeeeiiiist...Papa lagi sakit.Papa mendingan istirahat.Gak usah macam-macam..Darren gak apa-apa kok.Buktinya Darren baik-baik saja.Tuh lihat..Gak ada kekurangan atau ada yang hilang" Ujar Darren tersenyum.
Walau hatinya sempat kesal dengan tinju dari keluarga korban yang bertubi-tubi.Namun Darren berusaha sabar tidak ingin membalasnya.Karena ia memaklumi akan kesedihan yang menimpa keluarga korban.
"Yah sudah..sudah..Bagaimana habis ini kita makan dulu di luar..setelah itu jenguk Rangga di rumah sakit" Ujar Dani.
"Yes Oke..Gak masalah...hehehe" Jawab David.
Mereka bergegas keluar rumah naik ke dalam mobil meluncur ke rumah makan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments