Semua siswa tampak menangis saat melihat Rudi bersimbah darah. Bahkan seorang siswa perempuan segera berlari memasang badan saat Edward melepaskan tendangan keras kearah Rudi.
*Buughhh!!
"Mati lo!" seru Rudi tersenyum saat melihat gadis itu tersungkur di tanah.
Edward mengangkat kembali kakinya, kali ini ia ingin menunjukkan tak ada seorangpun yang bisa menghalangi keinginannya.
"Bersiaplah untuk pergi ke Neraka!" seru Edward
Rudi mengepalkan tangannya saat melihat Edward yang tak kenal ampun memukuli siswa perempuan itu.
Aku tidak boleh kalah dengan anak ingusan ini. Bagaimanapun aku harus menang, aku tidak boleh mati agar bisa memenangkan game ini. Demi kesempatan kedua ku, demi keluarga ku,
Rudi mencoba bangun dan melepaskan pukulan terbaiknya hingga membuat Edward terhempas menghantam tiang listrik.
*Buughhh!!
"Yeaay!!" suara gemuruh para siswa bersorak gembira saat mengetahui Rudi berhasil menghajar Edward hingga jatuh pingsan.
Saat puluhan siswa merangsek maju hendak menghajar Edward, Hasan segera maju dan mengamankannya. Pria itu kemudian meminta seorang guru untuk memanggil ambulance.
Tidak lama terdengar suara sirine mobil ambulance membuat semua orang langsung menyingkir memberikan jalan.
Beberapa orang tenaga medis segera membawa Edward dan teman-temannya yang terluka ke rumah sakit. Tidak terkecuali Rudi dan seorang siswa perempuan yang menjadi korban bullying Edward.
Hasan dan beberapa orang guru bahkan ikut mengawal mobil ambulance hingga sampai ke rumah sakit.
Satu jam berselang, seorang wanita kaya tampak terburu-buru menuju ruang UGD. Dia adalah ibu Edward. Wanita itu berteriak histeris saat melihat kondisi putra semata wayangnya.
Ia bahkan langsung menampar wajah Hasan yang ada di sana dan memakinya.
"Sebenarnya kamu bisa kerja gak sih, masa sih kamu membiarkan seorang guru menganiaya muridnya, kalau seperti ini aku bisa menuntut mu dan juga semua guru-guru yang hanya jadi penonton tanpa berbuat apa-apa. Awas saja jika sampai terjadi sesuatu dengan putraku, maka bersiaplah kalian semua untuk mendekam di penjara. Terutama kau!" seru Melin menunjuk kearah Hasan
Wanita itu kemudian mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Rudi.
"Dimana bajing*n itu?" tanya wanita itu kepada Razman
"Dia ada di ruang operasi Nyonya," jawab Razman
"Aku harap dia mati saja di ruang operasi, manusia sampah sepertinya tidak pantas hidup!" sahut Melin kemudian menghampiri Edward
"Kasian sekali kamu nak. Wajah tampan mu kenapa jadi seperti ini," keluhnya saat melihat banyaknya luka di wajah Ed
Ia kemudian menemui Dokter yang merawat Edward dan memintanya untuk segera memindahkan putranya ke ruang perawatan VIP.
Ia juga langsung memesan dokter spesialis terbaik untuk merawat putranya secara intensif.
"Aku gak mau tahu, pokoknya putraku harus kembali lagi seperti semula. Dia harus tampan dan jangan sampai ada bekas luka secuil pun tertinggal di wajah dan tubuhnya. Kalau masalah uang jangan di ragukan lagi. Keluarga Natakusuma akan membayar berapapun biayanya!" ujar Melin dengan angkuh
Wanita itu juga mencari tahu tentang Rudi yang di rawat di sana. Ia bahkan langsung memerintahkan pengacaranya untuk menyingkirkan Rudi.
"Aku mau kamu singkirkan si brengsek Rudi, aku gak mau tahu caranya, yang penting aku mau dia hilang dari bumi ini!"
"Tidak bisa Nyoya. Polisi menjaga ketat bangsal perawatannya. Bukan hanya itu, gara-gara banyak beredar video Tuan muda yang melakukan kekerasan di sekolah berbedar di medsos putra anda mungkin akan segera dipanggil oleh pihak kepolisian," jawab pengacara Melin
Pria itu kemudian menunjukkan sebuah video kepada Melin. Wanita itu seketika meradang melihat banyaknya komentar netizen yang mengecam tindakan anarkis putra semata wayangnya.
"Aku tidak mau tahu, kamu harus membersihkan nama baik Ed bagaimanapun caranya. Bila perlu bungkam semua saksi dan korban dengan segepok uang, apapun itu aku tahu kau tahu apa yang aku inginkan," jawab Melin kemudian meninggalkan rumah sakit
Sementara itu semenjak banyak beredar video pembullyan yang dilakukan oleh Edward di media sosial, SMA GEMILANG pun menjadi semakin terkenal.
Banyaknya para awak medis yang silih berganti mengadakan peliputan bahkan investigasi membuat para guru dan kepala sekolah disibukkan dengan menjawab pertanyaan para pencari berita tersebut.
Tidak terkecuali dengan Rudi. Semenjak kejadian itu nama Rudi semakin melambung bak seorang superhero dalam serial Avenger. Orang-orang mulai mengidolakan guru honorer tersebut. Bahkan mertuanya yang biasa merendahkannya kini bangga dengan prestasi menantunya yang berhasil menguak sebuah konspirasi kasus bullying di sekolah elite Jakarta.
Bukan hanya itu karir Rudi seketika meroket hingga ia diangkat menjadi guru tetap. Kini ia tak lagi mengalami kekurangan ekonomi, karena sudah memiliki penghasilan yang layak untuk menghidupi keluarganya.
Rudi bahkan mendapat penghargaan dari menteri pendidikan karena keberaniannya mengungkapkan bullying di sekolahnya.
Meskipun ia masih belum sembuh total namun, rasa rindunya dengan murid-muridnya membuat ia memutuskan untuk kembali mengajar.
Mengetahui Rudi akan kembali mengajar para siswa pun begitu antusias menyambut kedatangan guru mereka. Pagi itu semua siswa berdiri di depan gerbang dengan membawa kalungan bunga dan buket mawar khusus untuk pahlawan mereka yang sudah membebaskan mereka dari seorang monster bernama Edward.
"Selamat pagi Pak Tri!" seru semua siswa serentak saat melihat kedatangan Rudi
Rudi begitu terharu saat melihat antusias para siswa menyambutnya.
Dua orang siswa segera maju mengalungkan bunga dan memberikan buket mawar kepadanya.
"Selamat datang kembali Pak, semoga hari anda menyenangkan," ucap seorang siswa menyalaminya
"Terimakasih," jawab Rudi terharu
Suara tepuk tangan menggema membuat suasana pagi semakin meriah. Hasan pun melangkah maju untuk menyalami Rudi.
"Selamat mengajar kembali Tri, terimakasih atas apa yang sudah kau lakukan untuk sekolah ini. Aku bangga padamu," tandas Hasan kemudian memeluknya
"Terimakasih Pak," jawab Rudi tersenyum senang
Hasan kemudian mengantar Rudi ke ruangannya. Ia begitu bangga saat melihat ruangannya sudah jauh berubah. Para siswa sengaja mendekor ruangannya hingga terlihat lebih indah dan nyaman.
"Bagaimana keadaan Ed?" tanya Rudi
"Ed sudah pindah dari sini, ada yang bilang dia akan melanjutkan sekolahnya di luar negeri. Mungkin ia malu atau keluarganya memang sengaja menginginkan dia untuk pergi ke luar negeri demi menjaga nama baik mereka," jawab Hasan
"Lalu bagaimana dengan teman-temannya?" tanya Rudi lagi
"Semua orang yang terlibat dalam bullying di sekolah bersama Ed dikeluarkan dari sekolah ini. Sebagian dari mereka ada yang pindah ke kampung halaman ada yang juga tetap tinggal di Jakarta dan melanjutkan sekolahnya di pinggiran kota,"
"Syukurlah kalau mereka masih tetap sekolah, setidaknya mereka tidak putus semangat dan menjadi gelandangan. Semoga dengan pembinaan dari pihak kepolisian mereka bisa menjalani hidup ini dengan lebih baik,"
Rudi begitu senang karena bisa melalui game kali ini dengan ending yang menggembirakan. Setidaknya ia sudah berhasil membuat Tri tidak bunuh diri dan memberikan hukuman kepada Edward si pembully.
"Semoga ini adalah awal dari kemenangan ku," pungkasnya
Bunyi bel panjang membuat Rudi segera bergegas membereskan meja kerjanya. Rudi bersiap-siap untuk pulang.
Karena hari ini adalah hari ulang tahun istrinya Rudi berniat membelikan hadiah untuknya.
Ia pun mampir kesebuah florist untuk membeli bunga kesukaan sang istri.
Setelah mendapatkan apa yang ia cari ia pun kembali melajukan sepeda motornya.
Sementara itu diam-diam seseorang tengah mengamatinya dari kejauhan. Saat melihat motor Rudi keluar dari gang dengan cepat pria itu mempercepat laju kendaraannya dan menabrak sepeda motor Rudi hingga terhempas ke selokan.
*Brakkk!!
Rudi pun tewas seketika.
"Mati kau!" pekik pria itu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Kustri
halah!!!
2024-06-07
0
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
tewas lagi aja si rudi ....kasihan...
2024-03-14
0
Heri Wibowo
Iya gagal lagi
2024-02-22
0