9 Nyawa 3

Suara ambulance terdengar nyaring membuat para pengguna jalan minggir untuk memberinya jalan.

Rudi tampak mengerjapkan matanya saat ia mendengar beberapa orang memperbincangkannya.

"Dimana ini?"

Rudi menyipitkan matanya mencoba menebak dimana ia berada. Seorang pria yang begitu familiar bergegas mendekatinya.

"Syukurlah kamu sudah sadar, tunggu sebentar biar aku panggilkan dokter dulu," ucap pria itu kemudian meninggalkannya

Tidak lama ia kembali bersama seorang dokter. Ia kemudian memeriksa kondisinya.

"Syukurlah, racun yang diminumnya belum menyebar jadi ia masih bisa diselamatkan," ucap sang dokter

"Racun??" Rudi tampak membelalakkan matanya saat mendengar ia baru saja meminum racun.

"Jadi minuman yang aku minum mengandung racun??" pekiknya dalam hati

"Benar, tapi anda tidak perlu khawatir para dokter ahli sudah turun tangan untuk membantu kesembuhan anda," jawab sang dokter

Tidak lama dua orang perawat datang dan membawanya untuk melakukan pemeriksaan intensif. Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif dengan menggunakan peralatan canggih, Rudi pun diizinkan pulang karena sudah sembuh.

"Sepertinya ada yang tidak suka dengan pengangkatan mu menjadi CEO Mahadaya Group, makanya mereka berusaha meracuni mu," ucap pria yang selalu menemaninya

"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Rudi dengan wajah terkejut menatap sang kakak

"Aku sudah malang melintang di dunia bisnis, jadi hal seperti ini sudah sering aku temui. Sebaiknya mulai sekarang kau harus lebih hati-hati lagi, bila perlu gunakan jasa bodyguard untuk menjaga keselamatan mu," ucap pria itu kemudian membukakan pintu mobil untuknya

"Maaf aku masih ada urusan jadi tidak bisa mengantarmu," ucap pria itu kemudian menutup pintu mobil dan bergegas pergi

"Hari ini jadwal bapak adalah menemui klien untuk negosiasi produk baru. Bagaimana, apa akan dilanjutkan atau di cancel saja?" tanya sekretaris Rudi

"Lanjutkan saja, lagipula aku sudah baikan, jadi tidak masalah," jawab Rudi penuh semangat

"Baik,"

Sang sekretaris segera memerintahkan kepada sopir untuk menuju tempat pertemuan. Selama perjalanan wanita itu memberikan sejumlah dokumen kepada Rudi untuk dipelajari. Meskipun Rudi agak canggung saat menjadi seorang Richard Austin, namun berbekal ingatan dan kemampuan pria itu, Rudi mampu beradaptasi dengan cepat.

Karena perjalanan cukup jauh Rudi bisa mempelajari tentang klien yang akan ditemuinya.

"Aku harus bisa memanfaatkan kesempatan kedua ini dengan baik, setidaknya aku bisa memperbaiki hidupku jika aku berhasil," gumam Rudi

Ia sempat berpikir untuk menemui istri dan anaknya jika urusannya sudah selesai. Menjadi seorang miliarder di kehidupan Rudi membuatnya ingin membahagiakan keluarga kecilnya, dimulainya dengan membayar hutang-hutangnya, membeli rumah, dan lain-lain.

Rudi tersenyum simpul membayangkan kebahagiaan keluarga kecilnya saat ia bisa merealisasikan semua keinginannya itu.

"Tidak ada yang mustahil sekarang, apalagi saat ini aku punya segalanya,"

Namun baru saja ia terhanyut dalam angan-angan indahnya. Tiba-tiba saja ia merasakan mobil yang ditumpanginya oleng.

"Ada apa ini?" tanya Rudi kaget

"Maaf pak sepertinya rem mobilnya oleng!" seru sang sopir

Rudi melotot saat mendengar ucapan sang sopir. Ia tak menyangka jika mobil mewah yang ditumpanginya mengalami rem blong.

"Bagaimana bisa, apa kau tidak mengeceknya dulu sebelum memakainya!" bentak Rudi

"Sudah pak, semuanya baik-baik saja saat dicek oleh tim teknisi." jawab sang sopir

Saat mereka sedang panik tiba-tiba, terdengar sebuah alarm yang memperingatkan jika bom akan meledak dalam waktu sepuluh detik.

"Sial!" seru Rudi buru-buru melepaskan sabuk pengamannya dan membuka pintu mobil.

Namun belum sempat ia menyelamatkan diri, mobil itu sudah meledak.

*Duaarrr!!

"Arggghh!" Rudi berteriak histeris saat merasakan kobaran api melahap tubuhnya diikuti oleh serpihan metal yang menacap di sekujur tubuhnya. Rasanya begitu ngilu hingga membuatnya harus merasakan kesakitan yang luar biasa hingga maut menjemputnya.

"Hah!"

Tiba-tiba Rudi kembali terkejut saat ia mendapati dirinya hidup kembali.

"Dimana aku, apa aku berada di Neraka sekarang?" ucapnya sambil menatap ke sekelilingnya.

Seorang pria tiba-tiba muncul di depannya dengan senyuman sinis sambil bertepuk tangan.

"Bagaimana rasanya saat kau ingin hidup selamanya tapi maut justru menjemput mu?" tanya pria itu dengan nada sinis

"Jadi sekarang aku sudah mati lagi?" tanya Rudi dengan wajah kecewa

"Sayang sekali kau harus kalah di Race pertama. Padahal kalau kau bisa menang di Race ini, maka kau bisa hidup sebagai seorang miliarder seperti keinginan mu. Tapi sayangnya kau begitu bodoh hingga harus kehilangan kesempatan ini, dan kehilangan satu nyawa dalam game ini," ucap pria itu seolah merendahkannya

"Game, apa aku sedang bermain game sekarang??" tanya Rudi menyipitkan matanya

"Benar, sebagai hukuman karena telah melakukan bunuh diri maka kau akan mengalami 9 kali kematian yang begitu tragis. Dalam Game ini kau akan memulai game dengan hidup lagi sebagai seseorang yang berbeda yang memang sudah di takdirkan mengalami kematian yang tragis. Tergantung usahamu jika kau berhasil menyelamatkan mereka dari kematian maka sebagai imbalannya kau akan diberikan kesempatan kedua, yaitu kehidupan baru untuk mu,"

"Itu mustahil, bagaimana bisa aku mencegah kematian seseorang yang sudah mati. Bagaimana mungkin aku bisa bertahan hidup di dalam mobil yang sudah di pasang bom waktu yang sudah siap meledak!" sahut Rudi

"Itulah yang harus kau pikirkan, bagaimana caranya kau bisa lolos dari kematian?" ejek pria itu

"Lalu bagaimana jika aku gagal dalam misi ini?" tanya Rudi

"Maka bersiaplah untuk masuk Neraka!" sahut pria itu menyeringai. Ia kemudian menjentikkan jarinya membuat netra Rudi seketika membulat sempurna saat melihat sekelilingnya berubah memerah. Kini ia berada di tengah-tengah kobaran api dengan lava mendidih yang siap merebus tubuhnya. Wajahnya begitu ketakutan saat melihat pemandangan mengerikan didepannya.

Ia menangis tersedu-sedu kemudian bersujud meminta ampun.

"Kau pernah bilang jika hidupmu seperti di Neraka bukan?. Lalu bagaimana kesanmu setelah melihat Neraka yang asli?" tanya pria itu

"Apa kau bisa bertahan hidup di sana seperti dulu kau bertahan hidup, di kehidupan mu yang bak neraka?" tanya pria itu lagi

Rudi menggelengkan kepalanya.

"Tapi kau harus bertahan, kau harus bertahan dalam tubuh orang lain jika kau tidak ingin masuk kedalam Neraka?"

"Untuk apa, toh pada akhirnya aku akan gagal dan masuk Neraka," sangkal Rudi pesimis

"Siapa yang tahu jika kau bisa punya akhir yang berbeda dalam game ini?"

"Apa itu mungkin, apa aku bisa memenangkan game ini?" tanya Rudi

"Tentu saja, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Kau bisa menghindari masuk Neraka dengan bertahan hidup di dalam tubuh orang lain dan menyelamatkan nyawanya, " jawab pria itu membuat kepercayaan Rudi kembali tumbuh

"Benar, ini kesempatan bagus bagiku untuk memperbaiki semuanya. Aku tidak mau berakhir di Neraka, bagaimanapun juga aku harus bertahan hidup, apapun yang terjadi!" tandas Rudi

"Baiklah kalau begitu kita mulai Race kedua game ini!"

*Jrasshh!!

Terpopuler

Comments

🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈

🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈

kira2 gmn yah apakah nnti mati lg apa gmn dan gmn nasib anak istri ya yah

2024-02-15

0

🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈

🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈

oalah begitu ceitanya ini adalah game yg mana rudi mau bunuh diri tp mlh ada yg lewt dan masuklah dlm game. .

2024-02-15

0

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

kasihan Rudi baru mau ngerasain jadi miliarder udah mati 2x pertama di racun kedua di ledakan bersama mobil mewahnya🤭

2024-02-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!