"Antar kami pulang,"
"Baik," jawab Rudi kemudian segera masuk kedalam mobil.
Ia kemudian melesatkan mobilnya menuju ke kediaman sang mertua.
"Sudah sampai Pah," ucap Rudi membangunkan ayah mertuanya yang terlelap
Lelaki itu terbangun dan langsung mengambil kunci mobilnya.
"Sekarang kamu boleh pulang," ucap pria itu
Rudi pun bergegas pergi meninggalkan rumah mewah yang terlihat seperti istana itu.
Dalam perjalanan pulang, Rudi bertemu dengan seorang teman Tri.
"Halo Bro, kebetulan kita bertemu di sini, kalau kau ada waktu mampirlah ke tempat latihanku. Aku sedang butuh coach untuk pertarungan tinju besok, apa kau mau jadi pelatih ku?" tanya pria itu membuat Rudi tercengang
"Pelatih tinju??"
"Petinju??"
Rudi kembali membuka buku agenda biru milik Tri. Ia membolak-balik buku tebal itu untuk mencari tahu apakah benar jika ia seorang pelatih tinju.
Di halaman awal buku Rudi menemukan beberapa cerita yang berhubungan dengan Tinju.
Ia juga baru tahu jika Tri menikahi istrinya karena ia yang sudah membuat wanita itu kehilangan dia kakinya. Bukan hanya itu, demi menikahi Risa ia bahkan harus meninggalkan profesinya sebagai seorang petinju.
Tentu saja itu karena sang ayah mertua tak mau memiliki menantu seorang petinju. Ia malah menginginkan seorang menantu yang berprofesi sebagai seorang guru. Tri kemudian dikuliahkan oleh ayah mertuanya dan mengajar di sebuah sekolah internasional.
Rudi merenung cukup lama sambil termangu menatap sebuah surat yang ia temukan di buku agenda tersebut.
"Hmm, jika memang dia meninggal karena bunuh diri, maka cara menolongnya adalah dengan mencegahnya untuk tidak bunuh diri,"
Keesokan harinya Rudi bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Hari itu ia berjanji untuk menjalani kehidupan Tri dengan sebaik-baiknya.
Seorang siswa menghampirinya di ruang BK.
"Gawat Pak, Rehan ... Rehan .... bisa mati pak!" seru siswa itu dengan wajah panik
"Dimana dia?"
"Di gudang,"
Rudi segera bergegas pergi mengikuti siswa itu menuju ke Gudang. Ia menghentikan langkahnya saat melihat Rehan tengah di tutup kepalanya dengan plastik hitam. Sementara itu Edward tengah bersiap untuk melepaskan tendangan mautnya.
Rudi sedang mencari cara bagaimna menyelamatkan Rehan tanpa harus berurusan dengan Edward.
Ia pun buru-buru bergegas menghampiri mereka saat Edward mulai melepaskan tendangannya.
Rudi buru-buru menepis tendangan Edward dan menarik Rehan.
"Sorry, bapak buru-buru ingin menemui kepala sekolah. Maaf kalau sudah membuat lengan mu terkilir," ucap Rudi
"Ah sial, dasar guru brengsek, bisa gak sih kalau gak ganggu!" seru Edward
"Sekali lagi maaf," jawab Rudi kemudian meninggalkan tempat tersebut
Dalam hati ia merasa senang karena bisa membalas perbuatan Edward.
Saat jam pulang sekolah Rudi mendapatkan telepon dari temannya.
"Bagaimana, apa jawaban mu untuk tawaran yang ku berikan tempo hari!?" tanya sahabatnya
Tanpa pikir panjang Rudi langsung menjawab Ok.
"Ok, kapan kita berlatih?" tanya Rudi
"Sore ini,"
"Siap bos!" jawab Rudi begitu senang
Saat ia hendak pulang kepala sekolah memintanya untuk membelikannya makanan.
"Jangan lupa gak pakai daun bawang,"
"Sip,"
Saat Rudi akan pergi, teman-teman guru lain juga menitip makanan padanya. Rudi baru tahu jika ia selama ini selalu menjadi jongos bagi teman-temannya. Mereka memperlakukan Tri seperti seorang OB. Mereka melakukan semua itu karena Tri merupakan guru baru dan belum memiliki pengalaman mengajar sebelumnya. Begitupun statusnya yang masih guru kontrak.
"Sial, ternyata mereka menjadikan aku sebagai jongos, lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti!" Rudi buru-buru keluar untuk membeli makanan
Selesai membelikan makanan, ia bergegas menuju ke sebuah arena tinju. Di Sana ia bertemu dengan seorang pria yang memintanya untuk melatihnya.
Meskipun sedikit canggung, namun dengan ingatan dan skill Tri, Rudi mampu melatih temannya itu dengan baik. Selesai latihan ia melihat Edward dan teman-temannya sedang ribut dengan anak sekolah lain. Saat itulah Rudi berpikir untuk membalas semua perbuatan Rehan yang selalu merendahkannya.
Ia memakai hodie dan menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya. Ia kemudian merangsek maju kedalam perkelahian anak SMA tersebut.
Sasarannya tentu saja Edward. Kali ini Rudi benar-benar ingin memberikan pelajaran kepada Edward. Edward seakan tak percaya saat mengetahui ada seseorang yang hendak menganiaya dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
hadeh ngenes seakli hidup nya si tri yah kasihan
2024-02-15
0
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
kasihan rudi
2024-02-14
0
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
ciiiiiiiieeeeee ciiiiiiiieeeeee Rudi menyamar sebagai anak SMU toooooh
hanya untuk memberi pelajaran pada Edward 🫣🫣🫣
2024-02-14
0