9 Nyawa 10

Edward dan teman-temannya tampak menyeret dua orang siswa ke sebuah gang. Mereka kemudian memukuli keduanya dan menjadikannya sebagai bulan-bulanan mereka.

Rudi yang tak sengaja melintas seketika menghentikan motornya saat melihat mereka. Ia pun berpikir untuk kembali memberikan pelajaran kepada Edward dan kawan-kawannya.

"Sekarang saatnya membalas dendam,"

Rudi memarkirkan motornya agak jauh dari gang. Seperti sebelumnya kali ini Rudi juga menggunakan Hodie dan penutup wajah untuk menutupi identitasnya.

"Kali ini bersiaplah untuk menerima balasan dari orang-orang yang telah kau sakiti!" ucap Rudi mengepalkan tangannya

Ia pun berjalan mendekati Edward dan teman-temannya.

"Hei lihat, bukankah dia si cowok bertopeng yang kemarin membuat Ed babak belur!" seru salah seorang teman Edward

Edward seketika berhenti memukul dan menatap sinis kearah Rudi.

"Berani juga kau datang ke sekolah ku!" tutur Edward mendekati Rudi

Semua teman-teman Edward mengerubungi Rudi. Mereka pun menyerangnya rame-rame. Dengan sigap Rudi menghindari setiap serangan dari Mereka dan membalas setiap serangan dengan cepat. Pertarungan semakin sengit, apalagi saat semua teman-teman Edward dibuat tumbang olehnya.

Edward begitu berang hingga mengambil sebuah belati dan menyerang Rudi hingga membabi buta.

Perkelahian keduanya kini menjadi tontonan orang-orang yang lewat. Meskipun begitu tak satupun dari mereka yang berani melerai pertarungan itu.

Bahkan pertarungan Rudi dan Edward bak sebuah laga tinju yang disaksikan semua siswa SMA GEMILANG yang berbondong-bondong keluar untuk menyaksikan sang pembully melawan Rudi yang dianggap pahlawan oleh mereka karena berani melawan Edward. Mereka bahkan ramai-ramai memberikan semangat kepada Rudi hingga membuat yel-yel yang menyudutkan Edward.

Bukan hanya itu dukungan dari Mereka pun di tuangkan dalam sebuah kertas yang berisi sebuah dukungan dan kecaman untuk si pembully Edward.

Melihat hampir 90 persen siswa mendukung Rudi Edward pun semakin geram. Ia bahkan sengaja mengambil sebuah batu dan menghantamnya ke kepala Rudi hingga darah mengucur deras.

Semua orang tampak terdiam melihat Rudi yang ambruk sambil memegangi kepalanya yang berlumuran darah.

"Sampai kapanpun tidak akan pernah ada yang bisa mengalahkan Edward. Dan bagi kalian semua yang telah mengelu-elukan pecundang ini, bersiaplah untuk hengkang dari sekolah kita tercinta atau menjadi jongos setiaku!" Pekik Edward dengan sombongnya

Saat ia hendak melepaskan tendangan kearah Rudi, dengan cepat Rudi lebih dulu memutar kakinya hingga menghantam wajah Rudi.

*Blaaakk!

Edward jatuh terkapar dan saat itu juga Rudi mendekati pemuda itu dan menghajarnya bertubi-tubi.

Suara gemuruh para siswa membuat Rudi semakin berambisi untuk menghabisi Edward.

"Habisi, habisi, habisi!"

Melihat keributan di luar sekolah membuat para guru dan Kepala sekolah buru-buru keluar untuk melihat apa yang terjadi.

Mereka begitu terkejut saat melihat Edward yang babak belur di hajar oleh sosok pria bertopeng.

"Bagaimana ini pak Kepsek, apa yang harus kita lakukan??" ucap Razman wakil kepala sekolah yang selalu membela Edward

"Biarkan saja, toh selama ini kita tidak boleh ikut campur setiap ia melakukan aksi anarkis," jawab Hasan

"Tapi ini sudah kelewatan, Ed bisa mati jika kita membiarkannya,"

"Tidak mungkin," jawab Hasan

Karena merasa tak Sepahan dengan kepala sekolah, Razman pun bergegas mendekati mereka untuk melerai pertikaian dua pria itu.

"Berhenti, sudah berhenti, atau aku akan memanggil polisi!" ancam Razman menarik Rudi

Namun bukannya berhasil memisahkan mereka, Razman malah terkena pukulan Edward yang hendak membalas perlakuan Rudi.

*Buughhh!!

Razman pun terhuyung-huyung hingga hampir tumbang ke tanah.

"Minggir!" seru Edward mendorong pria itu hingga tersungkur ke jalanan.

Kali ini Edward sengaja menarik penutup kepala Rudi. Edward penasaran dengan wajah pria bertopeng yang berhasil membuatnya babak belur itu.

"Kalau lo benar-benar gentleman maka buka topeng lo, dan jangan pernah menyembunyikan wajah pengecut lo di balik topeng!" seru Edward

Tanpa banyak bicara Rudi kembali menyerang Edward. Kali ini sebuah Tinju keras berhasil membuat darah segar menyembur dari bibir Edward.

Edward yang muak karena selalu gagal menyerang Rudi pun mengayunkan belatinya ke wajah Rudi.

Kini topeng yang dipakai Rudi terbelah dua, darah segar mengucur dari wajah pria itu. Rudi tak mau tinggal diam, kali ini ia bertekad untuk menghabisi Edward apapun yang terjadi.

*Buughh!!

Edward seketika tumbang ke tanah saat tendangan keras Rudi berhasil menghantam tubuhnya.

Sementara Razman yang melihat Edward kalah telak pun segera menghubungi orang tua Edward. Namun dengan cepat Hasan merebut ponselnya.

"Jangan pernah ikut campur urusan Ed, atau kau akan dapat masalah!" seru Hasan

Rudi menginjak tengkuk Edward saat pemuda itu hendak bangun.

"Sebenarnya aku ingin sekali menghabisi mu di tempat ini, tapi aku lupa jika aku memiliki janji kepada seseorang. Jadi aku akan mengampuni mu dengan syarat kau meminta maaf kepada orang-orang yang kau bully!" seru Rudi

"Sorry, dalam hidupku tidak akan pernah aku meminta maaf, jadi jangan terlalu berharap!" sahut Edward menyeringai

Rudi benar-benar geram dengan sikap arogan Edward. Ia bahkan tak bisa menahan emosinya hingga semakin kuat menginjak tengkuk Edward hingga pemuda itu kesulitan bernafas.

"Terserah kau saja, kalau kau masih tetap bersikeras dengan prinsip arogan mu itu maka bersiaplah untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan mu di Neraka!" ancam Rudi

"Argghh!"

Wajah Edward memerah seketika kini ia memukul-mukulkan tangannya ke tanah sebagai pertanda ia sudah menyerah.

"Habisi!"

"Habisi!"

Semua orang tampak begitu senang saat melihat wajah menyedihkan Edward. Tidak terkecuali dengan Hasan. Meskipun selama ini ia selalu membiarkan Edward bersikap anarkis di sekolah namun tetap saja hati nuraninya begitu membenci pemuda itu.

Namun kemarahannya kini terbayarkan saat melihat seseorang yang berhasil memberikan pelajaran kepada Edward.

"Aku mau minta maaf!" seru Edward membuat Rudi kemudian mengangkat kakinya

Rudi kemudian menyeret Edward dan menjatuhkannya tepat di depan 4 orang siswa yang telah dibully nya.

"Berlutut dan minta maaflah!" seru Rudi

Edward kemudian berlutut dan meminta maaf. Setelah melihat Edward meminta maaf kepada keempat siswa yang baru saja dibull olehnya. Ia pun buru-buru meninggalkan tempat itu. Semua orang langsung memberikan jalan kepadanya dan menatapnya dengan tatapan takjub.

Edward yang tak terima karena merasa dipermalukan olehnya, segera bangun dan mengejarnya.

Ia pun menikam Rudi dengan belatinya.

Semua orang langsung menjerit histeris saat melihat Edward menikam Rudi.

"Sekarang matilah kau!" seru Edward menarik belatinya

Rudi pun jatuh tersungkur. Kini giliran Edward membuka topeng yang dipakai oleh Rudi. Semua orang kembali terkesiap saat mengetahui siapa sosok dibalik topeng yang berhasil membalaskan dendam mereka kepada Edward.

Semua siswa tampak menangis saat melihat Rudi bersimbah darah. Bahkan seorang siswa perempuan segera berlari memasang badan saat Edward melepaskan tendangan keras kearah Rudi.

Rudi mengepalkan tangannya saat melihat Edward yang tak kenal ampun memukuli siswa perempuan itu. Ia pun mencoba bangun dan melepaskan pukulan terbaiknya hingga membuat Edward terhempas menghantam tiang listrik.

*Buughhh!!

Terpopuler

Comments

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

waduh Rudi kena tusukan lagi

2024-03-13

0

THE END.MD

THE END.MD

kejam banget sih Ed masik sekolah loh kamu kalo keluar sekola mau jadi apa jadi preman anarkis semoga rudi selamet ya 😇😇😇😇😇semangat Thor jaga kesehatan juga👍👍👍👍👍👍👍

2024-02-20

0

☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈

☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈

maaaampooooos looooeee Ed.....
ketendang hingga tubuhnya Edward kena tiang listrik apa gak mooodyaaaar tuuuuuh si Edward

2024-02-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!