Rudi kembali membuka matanya dan segera bangun. Saat ia menyadari jika ia sudah kembali mati kahi
"Bagaimana, kenapa bisa gagal lagi?" tanya o
Seorang pria menghampirinya.
"I..i tu karena aku belum siap, bagaimana kalau kita mulai lagi permainan ke empatnya. Aku yakin kali ini aku pasti bisa untuk menyelamatkan nyawa pemain ke tiga," jawab Rudi
Pria itu kemudian mengeluarkan sebuah pistol dan menodongkannya kepada Rudi.
"Baiklah, kalau begitu mari Kita lihat siapa dirimu, apa kau bisa berhasil memenangkan race ke tiga ini," tandasnya kemudian menarik pelatuk pistolnya.
"Tapi ingat, ini bukankah babak bonus, tapi sebuah hukuman,"
"Iya," jawab Rudi pasrah
Suara tembakan terdengar melengking, dan Rudi pun seketika tewas.
"Dimana aku?" Rudi berusaha menebak dimana dirinya berada.
"Kenapa ramai sekali?, apa aku berada di sebuah sekolah, apa aku menjadi seorang siswa?"
"Siang Pak," sapa seorang siswa
"Siang," jawab Rudi gugup
Jadi, aku seorang guru sekarang?
Rudi buru-buru mencari handphone di saku celananya. Ia buru-buru menekan angka satu untuk dapat mengetahui identitas orang yang ia rasuki.
Nama : Tri Handoko, SPd
Usia : 35 tahun
Pekerjaan: Guru Bk
Tidak lupa Rudi menekan angka dua untuk mengaktifkan ingatan dan skill pemain.
"Pak Tri, ada yang berantem lagi!" seru salah seorang siswa memberitahunya
Rudi pun bergegas mengikuti siswa tersebut kesebuah kelas untuk memisahkan siswa yang berkelahi seperti laporan siswa.
Siswa itu segera berlari dan pergi setelah mengantarnya ke tempat dimana beberapa siswa sedang membully siswa lainnya.
"Berhenti!" seru Rudi
Namun bukannya berhenti mereka malah semakin menjadi-jadi memukuli hingga menendang siswa yang sudah tak berdaya.
Melihat siswa yang tak mendengar ucapannya, Rudi pun berinisiatif untuk ,menghentikan siswa itu.
"Berhenti, atau bapak akan mengambil tindakan tegas kepada mu!" serunya
Namun bukannya berhenti siswa itu justru menantangnya.
"Sepertinya ada yang ingin jadi pahlawan kesiangan," ejek salah seorang siswa seolah merendahkan Rudi
Rudi berjalan menghampiri mereka dan menarik siswa yang menjadi korban bully.
Rudi hanya menghela nafas saat melihat luka yang dialami korban.
"Ini sudah masuk ranah kriminal dan tak bisa dibiarkan, aku harus memanggil orang tua kalian!"
"Silakan saja kalau berani," tantang siswa itu membuat Rudi seketika mengepalkan tangannya dan melesatkan tinju kearahnya.
"Pak Tri, Kepala sekolah mencari anda!" seru guru lain membuat Rudi menghentikan tangannya yang hampir meninju siswa di depannya.
"Kenapa berhenti, takut ya?" ejek siswa itu membuat Rudi semakin geram
"Pak Rudi ayo, anda sudah di tunggu. Jangan sampai pak kepsek menunggu terlalu lama," ucap guru wanita itu
Rudi pun mengurungkan niatnya dan bergegas mengikuti wanita itu menuju ruang kepala sekolah.
Seorang pria paruh baya sudah menunggunya dengan wajah tegang.
"Sekarang apa lagi yang ingin kau lakukan, mau jadi pahlawan kesiangan!" seru pria itu
"Jangan sampai nama baik sekolah kita hancur dan kau dikeluarkan dari sekolah ini. Ingat Tri kamu masuk ke sekolah ini karena ayahmu. Tapi jika kelakuan mu seperti ini tentunya akan merusak nama baik ayah kamu. Jadi jangan terlalu ikut campur dalam urusan anak-anak, biarkan saja mereka!" ucap kepala sekolah
Rudi hanya terdiam mendengar ucapan pria itu. Ia kemudian kembali ke ruangannya.
Bel pulang pun berdering semua siswa berhamburan keluar kelas meninggalkan sekolah. Sementara itu seorang siswa tampak lesu berjalan pelan meninggalkan kelasnya dengan luka di wajah dan sekujur tubuhnya.
Saat ia berpapasan dengannya, Rudi begitu trenyuh melihatnya. Bahkan yang membuatnya sakit adalah tatapannya yang seolah-olah menyalahkan dirinya atas apa yang menimpanya.
"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan?" ucap Rudi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
hahhhh ada yg smpe di bulyy segitunya kasihan sekali
2024-02-15
0
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan? ucap Eusi --> Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan? ucap Rudi
2024-02-11
0
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
innalilahi....kasian siswa yang jadi korban jotosan temannya itu 🥺🥺🥺
kok jadi curiga dengan peraturan di sekolah itu yaaa....
ada siswanya yang berkelahi kok malah di diamkan aja dan gak ada yang mau melerai seeeeh
apakah anak/siswa yang sedang bikin ulah itu adalah anak dari pemilik yayasan atau anak konglomerat kelas kakap yang uangnya gak ada nomor serinya sangking banyaknya uang yang dimiliki
2024-02-11
1