Hubungan Axel dan Raya semakin romantis sejak hari dimana Raya mengutarakan isi hatinya. Tidak terasa, pernikahan mereka sudah berjalan satu bulan. Axel sudah kembali bekerja. Sedangkan Raya, dia memutuskan untuk mempercayakan usahanya pada anak buahnya. Dia akan mengecek pekerjaannya dari rumah. Dan sesekali saja datang ke store miliknya. Raya benar - benar menjadi ibu rumah tangga. Menjalani kesehariannya mengurus rumah dan suami.
"Sudah, Mas. Kapan mau berangkat kalau meluk terus"
Axel masih menyandarkan dagunya di bahu Raya, "Mas malas. Boleh nggak kalau nggak usah kerja?"
"Kenapa drama banget sih setiap mau kerja. Manja banget suamiku"
"Mas lebih suka dirumah. Kekepin kamu"
"Tapi Mas harus kerja. Mas punya tanggung jawab besar loh. Banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya sama Mas"
Axel menghela nafas geli karena diceramahi sang istri, "Iya, Sayang. Mas tahu. Mas hanya nggak rela ninggalin kamu dirumah sendirian kok"
Raya tersenyum, "Aku bisa jaga diri kok. Nanti siang, aku akan ke kantor Mas untuk bawain makan siang"
"Beneran?" ucap Axel senang. Ini pertama kalinya Raya akan mengunjungi kantornya. Beberapa waktu kemarin, Raya sibuk mengurus usahanya sebelum dipercayakan pada anak buahnya.
"Iya. Mas mau dimasakin apa?"
"Apa saja asal kamu yang masak, Mas akan makan"
"Kalau gitu, sekarang Mas berangkat. Masak kalah sama Papa, Papa udah berangkat dari tadi"
"Iya Sayang. Mas berangkat dulu ya. Mas tunggu makan siangnya"
Raya mencium tangan Axel yang dibalas kecupan sekilas dibibirnya. Usai mengantar kepergian Axel, Raya kembali ke dalam. Dia akan mengecek pekerjaannya sebentar sebelum memasak makan siang nanti.
🌿🌿🌿
Pekerjaannya sudah selesai, masih jam sembilan. Raya memutuskan untuk membuat beberapa cemilan. Perempuan itu segera turun ke dapur.
"Non Raya butuh sesuatu?"
"Enggan Bi. Saya cuma mau buat cemilan. Bibi sudah selesai?"
"Sudah Non"
"Tunggu sebentar ya", Raya naik lagi ke lantai atas. Tak lama istri Axel itu sudah kembali. "Ini ada sedikit rejeki untuk Bibi"
"Loh, jangan Non. Kemarin Den Axel sudah ngasih Bibi", tolak Bi Irma saat Raya hendak memberinya uang.
"Nggak papa, Bi. Kemarin kan dari Mas Axel, sekarang dari saya. Diterima ya, Bi. Semoga bisa sedikit membantu"
"T-terima kasih banyak, Non. Semoga Non Raya sama Den Axel selalu dilimpahi keberkahan"
"Amin"
Bi Irma segera pulang. Sebenarnya Papa Brama menyuruhnya libur karena beberapa hari lalu, suaminya jatuh di kamar mandi dan sempat dirawat dirumah sakit. Namun karena segan dengan kebaikan sang majikan, Bi Irma tetap masuk kerja.
Raya mengeluarkan beberapa bahan untuk membuat cemilan kesukaan Axel. Suaminya itu menyukai stik kentang. Masih ada waktu untuk membuatnya sebelum membuat makan siang.
Terbiasa membantu Mamanya dirumah, keahlian memasak Raya tak perlu diragukan lagi. Dengan cekatan, tangan mungilnya mengolah setiap bahan menjadi masakan lezat. Selesai dengan stik kentang, Raya lanjut memasak beberapa menu makan siang. Perempuan itu tampak bersemangat. Ini pertama kalinya Raya akan ke kantor Axel.
Jam sebelas kurang sepuluh menit, Raya sudah selesai mengemas masakannya. Raya sengaja membuat dua karena yang satu akan ia kirimkan untuk Papa Brama.
Raya bergegas ke kamar untuk membersihkan diri. Ia memilih dress warna dongker lengan pendek, tak lupa mengoles make up tipis untuk mempercantik diri.
"Oke selesai"
Raya segera berangkat menuju kantor Axel, sebelumnya dia akan mampir ke kantor Papa Brama yang kebetulan searah dengan kantor suaminya.
Mengendarai mobil sendiri, Raya mengemudi dengan kecepatan sedang. Jalanan lumayan macet, dan semoga ia tidak terlambat. Sesekali ia melirik jam tangan. Hampir jam dua belas, waktu istirahat makan siang segera tiba. Begitu tiba di kantor Papa Brama, Raya menitipkan makan siangnya pada satpam, tak lupa mengirim pesan pada sang mertua. Ia melanjutkan perjalanan menuju ke kantor sang suami.
"Semoga Mas Axel sabar menunggu"
Usai memarkirkan mobilnya, Raya masuk kedalam lobi. Suasana begitu ramai karena para karyawan berlalu lalang untuk istirahat. Raya yang sudah diberi tahu dimana ruangan suaminya berada segera memasuki lift.
"Gila! Pak Axel makin keren aja ya? Habis nikah makin menarik. Jadi penasaran seperti apa istrinya"
"Bener banget. Beruntung banget sih istrinya. Definisi suami idaman ada semua sama doi. Seandainya dia buka lowongan istri kedua, gue daftar nomor satu!"
"Emangnya loe siapa? Remahan perkedel kayak loe udah pasti di sembur sama Pak Axel"
"Ye! Awas aja kalo sampai Pak Axel beneran suka sama Gue. Loe bakal gue tendang dari sini"
"Ngimpi!"
Raya tersenyum mendengar gibahan mereka. Siapa sangka, Axel begitu populer di kalangan karyawan. Jelas saja, suaminya memang paket lengkap.
Ting
Pintu lift terbuka, bukannya keluar, dua karyawan yang berada di depan Raya langsung menggeser tubuhnya. Keduanya saling sikut.
"Sayang"
Itu suara Axel, pria itu tersenyum ke arahnya. Senyum yang membuat siapa saja akan terpana. Raya belum beranjak. Dia lihat kedua karyawan di depannya saling berpadangan. Mereka senyum - senyum malu, khususnya karyawan yang tadi dengan percaya diri ingin menjadi istri kedua Axel.
"Permisi"
Tak mau suaminya lama menunggu, Raya berjalan keluar lift lebih dulu.
"Akhirnya kamu datang juga", Axel mengecup kening istrinya
Raya menatap wajah karyawan tadi. Mereka mematung. Lebih tepatnya menahan malu.
"Aku sudah menunggumu, ayo ke ruanganku"
Raya mengikuti suaminya. Meninggalkan karyawan tadi dengan wajah cengonya.
"Gila! Kita gibahin Pak Axel langsung didepan istrinya"
"Matilah aku! Semoga Bu Axel nggak ngaduin omonganku tadi sama si bos"
"Hahah. Makanya, mulutnya di jaga. Modelan kayak loe nggak bakal dilirik sama bos. Noh liat istrinya, spek bidadari. Loh mah upilnya doang!"
"Berisik!!"
🌿🌿🌿
Begitu tiba diruangan Axel, Raya tak mampu menahan tawa lagi. Perempuan itu tergelak membuat Axel bertanya - tanya.
"Sayang, apa ada yang lucu. Kenapa kamu ketawa, hm?"
"Aku hanya inget dua karyawan kamu tadi. Mereka gibahin kamu loh. Bahkan yang satunya mau daftar jadi istri kedua kamu kalau kamu buka lowongan"
"Hahah. Dia pasti kena mental lihat kamu yang sesempurna ini"
"Kamu nggak mau buka lowongan istri kedua?", goda Raya
"Jangan ngawur!! Itu tidak akan pernah terjadi!"
Raya memekik saat Axel menarik pinggangnya, "Kamu udah bikin aku kesal!"
"Loh, aku hanya menyampaikan fakta. Ternyata suamiku ini begitu populer di kalangan karyawan wanita"
"Kamu harus diberi hukuman karena sudah berani menggodaku"
Raya tertawa geli, "Makan dulu, Mas. Menghukumku butuh banyak tenaga"
Axel tergelak, "Kamu sudah mulai berani rupanya. Oke, bersiaplah untuk menerima hukumanku nanti"
Raya menata box makan diatas meja. Semua menu adalah makanan kesukaan Axel. Hal itu jelas membuatnya bersemangat. Raya menyuapi bayi besarnya dengan telaten.
"Karyawan kamu pasti nggak nyangka kalau bos mereka semanja ini"
"Manja dengan istri sendiri tidak berdosa", Raya hanya tertawa.
Usai makan siang bersama, rencananya Raya akan langsung pulang. Namun Axel melarangnya. Raya pun mengiyakan permintaan sang suami. Karena ada meeting, jadilah Raya menunggu sendirian di ruang kerja Axel.
"Ini minumannya Nona"
"Terima kasih, Do"
"Sama - sama"
"Eh, kamu tidak ikut meeting? Bukankah kamu asistennya Mas Axel?"
Edo tersenyum, "Pak Axel selalu meeting berdua saja kalau dengan Nona Regina" jawab Edo jujur
"Regina? Rekan kerjanya?"
"Selebgram yang jadi BA di B'Store"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Susanty
sapa lagi tuh rengginang eeeh salah regina🤭, ada ajah yang ganggu💆
2024-03-13
1