Bab 19

"Axel biasanya suka apa lagi? Baso dia suka atau tidak?", tanya Mama Raisa

"Suka"

"Raya?"

Mama Raisa dan Raya menoleh, didepan mereka ada Ida dan Sintia, "Kalian belanja juga?"

"Iya"

"Kebetulan sekali ya. Saya juga belanja sama mantu saya"

Sintia tampak tersenyum canggung, "Apa kabar Tante, Ray?"

"Baik" sahut Raya singkat

"Maaf sebelumnya, kemarin foto yang viral itu, katanya suami kamu ya?"

Raya menatap Ida dan Sintia dengan malas,

"Semoga saja berita itu tidak benar ya", imbuh Ida

"Ma" Sintia menegur mertuanya

"Sebagai sesama perempuan, Mama hanya khawatir. Raya itu perempuan baik-"

"Terima kasih sudah khawatir dengan putri saya, Nyonya. Tapi tenang saja, berita itu hanya gosip. Maklum lah, menantu saya selain tampan juga mapan jadi wajar kalau banyak yang ngincar. Tapi kalau masalah kesetiaan, Axel tidak perlu diragukan lagi. Selain setia dia juga orang yang jujur!"

Wajah Ida tampak canggung, "Syukurlah kalau begitu"

"Oh ya, selamat atas pernikahannya ya Sin. Maaf tidak bisa datang. Sahabatku menikah di hari yang sama soalnya. Dia memintaku jadi pendamping di hari pernikahannya"

Sintia tersenyum sendu, "Tidak masalah. Aku ngerti kok"

"Kalau begitu, kami duluan ya. Sudah mau sore. Biasa, persiapan buat masak makan malam. Suaminya Raya itu selalu makan dirumah soalnya"

"Iya Jeng, silahkan"

Raya dan Mama Raisa pergi lebih dulu.

"Enak aja bicara sembarangan! Belum tahu dia siapa lawannya!"

Raya tergelak, "Jangan marah - marah, Ma. Gitu aja kok ngambek"

"Kamu dengar sendiri kan dia bilang apa? Enak saja mau nuduh - nuduh. Nggak mikir apa kelakuan anaknya kayak apa. Untuk kamu nggak jadi sama Haidar"

"Ya udah, kita bayar aja belanjaannya. Katanya keburu sore"

"Padahal Mama masih pengen beli es durian viral"

"Nanti Raya belikan"

"Gitu dong yang peka. Ayo bayar!"

Raya menggelengkan kepala melihat tingkah Mamanya. Mereka berjalan menuju ke kasir untuk membayar belanjaan. Setelah mengantri dua orang, Raya selesai membayar belanjaannya.

"Sudah?"

"Beres"

"Ya sudah, ayo cari es nya"

"Aku mau taruh belanjaannya dulu. Mama mau duluan atau nunggu?"

"Mama tunggu disini aja deh, capek kalau harus bolak - balik"

Raya mengangguk, dia membawa belanjaannya menuju ke best ment. Beruntung mobilnya diparkir tidak terlalu jauh dari pintu masuk. Setelah memasukkan belanjaannya kedalam mobil Raya berniat kembali ke dalam.

"Ternyata benar, ini memang kamu"

Raya berdecak, didalam tadi dia bertemu dengan Mamanya Haidar dan Sintia, sekarang malah bertemu dengan Haidar. Kenapa rasanya hari ini sial sekali

"Bagaimana rumah tanggamu? Bahagia?"

Raya menatap tajam mantan kekasihnya, "Tentu saja aku bahagia!"

Haidar tertawa, "Pernikahanmu baru seumur jagung, tapi suamimu sudah mesra dengan wanita lain? Itu yang kamu sebut bahagia?"

"Sebagai seorang istri, aku tahu belum apa yang terjadi"

Haidar mengangguk, "Seberapa besar kamu mengenal suamimu? Apa kamu tahu seperti apa watak aslinya? Kalian bahkan menikah hanya dalam waktu sebulan. Apa benar Axel pria yang setia?"

Raya mengepalkan tangan. "Tidak perlu mengkhawatirkanku, Dar. Aku sudah bahagia bersama suamiku"

"Aku tahu semua itu hanya palsu!"

"Mau palsu atau tidak, semua tidak ada hubungannya denganmu. Sebaiknya urus saja rumah tanggamu sendiri. Atau ... Kamu belum bisa move on dariku hingga begitu khawatir padaku?"

Haidar melangkah mendekati Raya, membuat perempuan itu memundurkan langkah, "Kalau aku katakan aku masih mencintaimu, apa kamu akan meninggalkan pria ba*ingan itu?"

"Brengsek"

Bug

Bug

"Beraninya kamu mengatakan hal itu!"

Axel memukul Haidar berkali - kali, Raya yang terkejut hanya bisa mematung. Hingga sedetik kemudian, dia langsung berusaha memisahkan suami dan mantan kekasihnya

"Mas, sudah!"

Tak mau kalah, Haidar juga membalas pukulan Axel

"Mas Axel. Aku mohon hentikan!!"

Keduanya tidak ada yang mau berhenti, hingga petugas keamanan datang dan memisahkan keduanya.

"Kalau mau berkelahi, ke ring tinju! Jangan di sini!"

Baik Axel maupun Haidar tidak ada yang menggubris perkataan satpam

"Pria baj*ngan sepertimu tidak pantas untuk Raya!"

"Kamu tidak tahu apa - apa!"

"Sejak awal aku sudah yakin kalau kamu memang bukan pria baik - baik! Aku pastikan akan merebut Raya kembali!"

Axel tertawa, sementara Raya langsung menegang. Di belakang Haidar ada Ida dan Sintia.

"Lihat kan, seperti apa suamimu sebenarnya?"

Deg

Haidar berbalik, ditatapnya wajah Bunda dan Sintia yang terlihat sendu

"B-bunda"

"Bunda kecewa padamu"

Perempuan itu segera memasuki mobil, diikuti Sintia dibelakangnya.

"Urusan kita belum selesai!"

Axel mengedikkan bahu dan tertawa mengejek ke arah Haidar.

"Argg!!", Axel memekik saat Raya menekan luka di bibirnya. "Kenapa kamu menekannya? Sakit!!"

"Bagaimana bisa kamu ada disini?"

"Kenapa? Kamu keberatan? Kalau aku tidak datang, pecundang itu pasti sudah melukaimu!"

"Bukan begitu. Akupun tidak berharap bertemu dengan Haidar. Tapi sepertinya hari ini adalah hari sial bagiku!"

"Lain kali, jangan pergi sendirian. Aku tidak memberimu izin!"

"Loh, wajah kamu kenapa Xel?" Mama Raisa datang membawa es durian. Dia segera turun setelah menunggu Raya tak kunjung datang. Tadi Mama Raisa sempat bertemu dengan Axel dan Axel langsung menyusul istrinya saat Mama Raisa mengatakan bahwa Raya menaruh barang belanjaannya di mobil.

"Ada insiden kecil, Ma"

"Duh, kok sampai memar begitu? Ayo cepetan pulang. Luka kamu harus segera di obati"

"Cuma luka kecil kok, Ma"

"Jangan meremehkan hal kecil. Ayo Ray, kamu bawa mobilnya"

"Aku saja, Ma. Lukanya cuma di muka, tanganku nggak sakit kok"

Mama Raisa menghela nafas, "Baiklah"

🌿🌿🌿

"Loh, muka kamu kenapa Xel?" tanya Papa Danu saat melihat wajah menantunya memar

"Tadi ada insiden kecil, Pa"

"Semua gara - gara Haidar! Sial sekali ketemu mereka hari ini. Sudah Mamanya bikin kesal, anank nya malah bikin ulah!", ucap Mama Raisa kesal

"Kamu berantem dengan Haidar?"

Axel hanya mengangguk,

"Ray, cepat obati luka suamimu. Jangan diam saja kayak patung Monas!"

Raya mendengus, sejak ia menceritakan kronologi Axel dan Haidar berkelahi, Mamanya terus saja mengomelinya.

"Sayang, ayo ke kamar. Kita obati dulu luka kamu. Biar kanjeng Ratu nggak ngomel terus"

"Kamu yang sopan sama Mama! Kalau bukan ulah mantan begajulan kamu, mantu Mama nggak akan luka begini!"

Raya kembali mendengus, sebelum Mamanya kembali mengomel, Raya membawa suaminya ke kamar.

"Raya!!"

"Sudahlah, Ma. Katanya suruh ngobati Axel. Sebaiknya jangan marah - marah. Lebih baik Mama masak buat makan malam"

Mama Raisa menatap suaminya kesal, "Iya!"

Papa Danu hanya menggelengkan kepala.

Didalam kamar, Raya langsung mengambil kota obat. Axel duduk di tepi ranjang, mengamati istrinya yang sibuk mengoleskan obat pada kapas

"Arrg. Pelan - pelan, Sayang"

Raya memutar bola matanya malas, "Cuma luka segini doang. Jangan lebay"

Gemas dengan omelan Raya, Axel justru melumat bibir istrinya itu.

"Katanya sakit. Giliran ngemut gesit sekali!"

Axel tergelak, "Karena kamu selalu bikin aku candu!"

"Ck. Gombal"

Axel menatap wajah istrinya lekat, "Aku rindu"

"Aku masih datang bulan"

Axel tersenyum, "Apa ada orang datang bulan sholat?". Melihat Raya yang diam saja, Axel merasa menang. Bagaimana bisa dia tahu? Tadi siang Axel sempat menelpon mertuanya karena Raya tak mengangkat ponselnya. Dan Mama Raisa menjawab jika Raya sedang sholat

Raya sendiri tidak bisa mengelak lagi. Dirinya memang sudah selesai masa periode bulanan. Jika biasanya satu minggu, bulan ini hanya lima hari saja.

"Karena kamu sudah membuatku terluka, jadi kamu juga harus mengobati lukaku"

"Bukannya sudah aku obati?"

"Bukan luka ini", Axel mengusap sudut bibirnya, "Tapi hati aku yang terluka karena terlalu merindukan kamu"

Raya menganga, darimana Axel mendapat kalimat seperti itu coba.

"Ayo kita buat baby yang lucu - lucu"

🌿🌿🌿

Sampai bab ini gimana komentarnya?

Terpopuler

Comments

Kosong

Kosong

Axel bangkeeeeee

2024-05-21

0

Nur Hayati

Nur Hayati

menggemaskan ..suka axel

2024-04-16

0

Royani Arofat

Royani Arofat

hukuman sebulan blm kelar

2024-04-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!