"Haidar!"
Pria itu tersenyum, tanpa diminta Haidar duduk didepan Raya. Tentu saja hal itu membuat Axel kesal
"Kurang kerjaan sekali pagi - pagi sudah jadi penguntit!", cibir Axel
Haidar tertawa, "Tidak ada yang mengikuti kalian. Kita hanya kebetulan saja bertemu"
Suasana mendadak canggung. Jujur Raya merasa tidak nyaman, "Mas, aku ke toilet dulu ya"
"Mau diantar?"
"Nggak usah"
Raya meninggalkan dua pria itu disana. Lebih tepatnya menghindar karena malas bertemu dengan mantannya itu. Raya percaya, Axel bisa mengatasinya.
"Terima kasih", ucap Axel pada mantan kekasih istrinya
"Aku tidak menerima ucapan terima kasihmu!", sahut Haidar dingin
"Tidak masalah. Aku hanya ingin mengucapkannya padamu. Terima kasih sudah menjaga Rayaku dengan baik. Aku akui, kamu pria yang hebat karena menjaga Raya tetap utuh. Tapi sekarang, Raya adalah milikku. Dan aku tidak suka kamu terus mengganggunya"
Wajah Haidar terlihat tidak bersahabat, "Kamu bangga karena bisa memiliki Raya, tidak masalah bagiku. Tapi asal kamu tahu, Raya bukanlah wanita yang mudah berpindah hati. Kamu hanya dijadikan pelarian atas kekecewaannya padaku. Jadi, jangan berbahagia dulu karena aku yakin, Raya masih sangat mencintaiku"
Axel tertawa, "Perasaan bisa berubah kapan saja. Bukankah Allah maha membolak - balikkan hati?"
"Haha, yakin sekali! Kamu terlalu percaya diri bung!"
"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, Haidar. Aku dan Raya sudah memutuskan memulai dari awal cerita bahagia kami. Aku sarankan kamu juga melakukan hal yang sama. Berbahagialah dengan wanita pilihan orang tuamu"
Tangan Haidar mengepal, "Jangan mengguruiku! Sampai kapanpun hanya Raya yang aku inginkan!"
Axel tertawa sinis, "Kamu pikir aku akan membiarkan itu terjadi?! Raya milikku! Hanya milikku! Dan aku paling tidak suka ada yang mengusik milikku!"
"Sejak awal Raya milikku!"
"Kamu hanya masa lalu yang sudah menjadi kenangan! Kenangan yang tidak akan pernah Raya ingat karena sekarang akulah masa depannya!"
"Omong kosong!"
"Pada kenyataannya, akulah yang dia pilih. Aku yang menjadi suaminya! Akulah belahan jiwanya! Dan aku juga calon ayah dari anak - anaknya"
"Brengsek!! Raya tidak mungkin-"
"Apanya yang tidak mungkin?", tanya Axel dengan senyum mengejek, "Kamu pikir untuk apa kami menikah? Bermain rumah - rumahan? Oh ayolah! Kamu bukan remaja yang tidak tahu apa yang akan terjadi pada pria dan wanita yang sudah menikah bukan? Atau ... Apa perlu aku jelaskan bagaimana merdunya suara Raya saat-"
Brak
"Urusan kita belum selesai!"
Axel menyunggingkan senyum melihat Haidar pergi dengan wajah kesal. Di sudut kasir, Axel melihat Teo mengacungkan jempol dengan tawa di bibirnya. Tak lama dari itu, Raya kembali ke meja mereka
"Sudah selesai?", Raya mengangguk, "Kok lama?"
"Toiletnya agak penuh. Dua lagi sedang diperbaiki"
"Ya sudah, ayo makan dulu"
Axel menambahkan lauk diatas piring Raya, "Terima kasih"
"Kembali kasih"
Mereka mulai menyuapkan makanan ke dalam mulut. Kalau soal rasa, rumah makan ibunya Teo tidak perlu diragukan lagi. Itulah kenapa rumah makan ini tidak pernah sepi.
"Enak kan?"
Raya mengangguk, "Bungkus buat Papa juga ya. Takutnya Papa belum makan"
"Kalau masak aja gimana? Kata Mama masakan kamu enak. Udah dari lama loh sebenarnya Mas pengen nyicipi masakan kamu"
Raya tersenyum, "Ya ampun, kasihan sekali suamiku. Baiklah, nanti aku akan masak buat makan malam"
"Terima kasih, Sayang"
Wajah Raya merona mendengar kalimat yang Axel lontarkan. Entahlah, Raya memang belum yakin dengan perasaannya saat ini pada Axel. Namun ia akui, hatinya menghangat atas semua perlakuan Axel padanya.
"Aku suka wajah merona kamu", puji Axel, "Apalagi wajahmu saat-"
"Stop Mas!"
Axel tergelak, "Cantiknya istriku kalau sedang malu"
Raya cemberut, ia kembali melanjutkan makan meski dengan perasaan salah tingkah.
"Jangan di tekuk begitu dong mukanya. Jadi pengen nyium deh"
"Jangan mulai deh. Ini tempat umum"
"Berarti kalau dirumah boleh dong?", goda Axel
Raya hanya berdecak tanpa menjawab pertanyaan suaminya. Usai makan dan berpamitan pada Teo, mereka berdua segera pulang. Tak lupa membeli kue kesukaan Papa Brama dulu.
"Kamu nggak mau bertanya tentang mantan kamu tadi?"
"Emangnya penting ya?", tanya Raya balik
"Ya nggak lah, Sayang. Maksud Mas, kamu nggak penasaran bagaimana cara Mas membuatnya pergi?"
"Itu urusan Mas lah"
Axel mencubit pipi Raya gemas, "Pokoknya sampai dirumah, kamu harus Mas hukum"
"Loh, kok gitu? memangnya aku salah apa?"
"Salah kamu karena kamu terlalu cantik hingga membuat mantanmu itu masih tergila - gila sama kamu!"
"Ck. Ada - ada saja"
🌿🌿🌿
Tepat pukul setengah satu siang, mereka tiba dirumah. Papa Brama sudah berada di teras depan. Pria itu berdiri menyambut kedatangan anak dan menantunya.
"Akhirnya kalian datang juga. Selamat datang dirumah kita, Sayang", ucapnya memeluk Raya
"Terima kasih, Pa"
"Nih, kue kesukaan Papa. Khusus dibelikan oleh menantu Papa yang cantik", Axel memberikan kue itu pada Papanya
"Wah, terima kasih banyak loh Sayang"
"Sama - sama, Pa"
"Ya sudah. Sebaiknya kalian istirahat dulu. Pasti capek kan?"
Raya mengangguk, "Kalau begitu, kami pamit ke kamar dulu ya, Pa"
"Raya duluan nggak papa kan? Papa ada perlu sebentar dengan Axel"
Raya menatap mertuanya lalu tersenyum, "Iya nggak papa kok, Pa"
"Terima kasih, Sayang"
Setelah Raya masuk ke dalam rumah, Papa Brama segera mendekati putranya, "Gimana?"
"Apanya?", tanya Axel pura - pura tak mengerti
"Ck. Jangan sok polos. Semalam gol tidak?"
Axel tersenyum, bukannya menjawab pertanyaan Papanya, dia malah masuk kedalam rumah.
"Xel! Nggak sopan kamu sama Papa!", pria paruh baya itu mengikuti sang putra
"Lagian, mau tau aja urusan anak muda"
"Papa cuma mau mastiin, cucu Papa sudah diproses apa belum!"
Axel kembali tersenyum, "Kalau mau tahu, nanti malam nguping saja!", ucap pria itu santai lalu menaiki tangga
"Dasar begundal tidak berakhlak! Turunan siapa sih dia, Sayang?", tanya Papa Brama pada foto mendiang istrinya. Pria itu lalu tersenyum, "Iya ya. Dia turunanku!"
Axel menggeleng melihat tingkah Papanya. Dia bukan tidak paham jika tingkah konyol Papanya itu hanyalah cara untuk menutupi rasa kesepiannya selama ini.
"Ma, doakan semoga Raya segera mengandung cucu kalian ya. Biar Papa nggak kesepian lagi"
Ceklek
Begitu masuk kedalam kamar, Axel melihat Raya sudah memakai mukena, "Sholat dulu Mas"
Pria itu mengangguk, ia bergegas ganti baju lalu mengambil wudhu. Ini pertama kalinya Axel menjadi imam untuk Raya setelah status mereka sah sebagai suami istri. Keduanya beribadah dengan kusyuk. Tak lupa memanjatkan doa juga rasa syukur atas semua nikmat yang Dia berikan.
Usai melaksanakan ibadah wajib, mereka beristirahat. Raya memeluk pinggang suaminya. Walau masih sedikit canggung, Raya mulai membiasakan diri.
"Tidurlah, Sayang. Kamu pasti capek kan?"
Raya mengangguk, perempuan itu mulai memejamkan mata. Dia menyandarkan kepalanya di dada Axel. Sesekali bergerak mencari posisi ternyaman. Tak butuh waktu lama keduanya pun masuk ke alam mimpi.
🌿🌿🌿
Axel meraba kasur disebelahnya, terasa kosong. Perlahan ia membuka mata. Benar, Raya sudah tidak ada disana.
"Dia sudah bangun?", Axel melihat jam diatas nakas. Masih jam setengah empat sore, "Kemana dia? Apa mungkin sudah masak untuk makan malam?"
Axel turun dari ranjang, saat kakinya hendak melangkah keluar kamar, telinganya mendengar suara percikan air didalam kamar mandi. Pria itu tersenyum lalu menyusul kedalam.
"M-mas?"
"Kok nggak bangunin Mas, Sayang?", Axel langsung memeluk istrinya dari belakang. Raya sudah selesai mandi, sudah memakai kimono handuknya
"Mas kelihatan capek, jadi nggak aku bangunin"
"Kamu wangi banget, Sayang"
Raya menggigit bibir bawahnya, Axel memang seberani itu melakukan apapun pada dirinya sesuka hati. Tidak ada rasa canggung sama sekali.
"A-aku sudah mandi, loh Mas"
"Kenapa? Air dirumah nggak pernah kering. Masih bisa mandi lagi nanti"
Kalau sudah begitu, Raya hanya bisa pasrah. Ia terus mengingat petuah Mamanya. Menolak ajakan suami itu dosa.
"Ayo buat bayi yang lucu", bisik Axel pelan
🌿🌿🌿
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Anita Jenius
Baca sampai sini dulu.
2024-04-14
0
Arifin Wiwik
sukses xel
2024-03-17
0
Susanty
semoga cepat jadi yah Axel 🤭😂
2024-03-12
0