Bab 10

Axel tertawa, ia membayangkan bagaimana marahnya Haidar saat melihat foto kirimannya. Jika Haidar mengira Axel akan diam saja saat pria itu masih mengharapkan istrinya, jawabannya salah besar. Jangankan kembali, untuk melihat Raya sekilas saja Axel tidak akan mengizinkannya. Raya adalah miliknya, hanya miliknya.

Axel keluar dari kamar, dia berencana membuat sarapan untuk Raya.

"Loh, Den Axel sudah bangun? Mau Bibi buatkan sarapan?"

"Bibi sudah datang? Tidak usah, Bi. Aku akan membuat sarapan sendiri. Bibi bisa kerjakan pekerjaan yang lain"

Perempuan bernama Irma itu mengangguk, "Kalau pekerjaannya sudah selesai, Bibi bisa langsung pulang. Oh ya, aku ada beberapa belanjaan untuk Bibi, ada di belakang. Bibi bisa membawanya nanti"

"Wah, terima kasih banyak Den Axel. Maaf selalu merepotkan", ucap Irma tidak enak hati

"Tidak sama sekali. Bibi sudah seperti keluargaku sendiri. Jadi jangan sungkan"

Irma merasa sangat bersyukur memiliki majikan seperti Tuan Brama dan Den Axel. Dia bekerja disana menggantikan almarhumah ibunya yang sejak dulu mengabdi pada keluarga ini. Namun, dua tahun terakhir, Tuan Brama meminta Irma datang hanya untuk bersih - bersih saja. Suami Irma mengalami sakit stroke, anaknya juga masih sekolah. Jadi Irma hanya bekerja 2 - 3 jam sehari. Meski demikian, Tuan Brama tetap menggajinya utuh. Bahkan mereka juga membantu memenuhi kebutuhan bulanan keluarganya.

"Semoga Den Axel dan Tuan selalu dilimpahi rejeki dan kebahagiaan yang berlimpah"

"Terima kasih doanya, Bi. Doakan Axel segera punya anak ya?"

"Pasti! Pasti Den"

Axel tersenyum, pria itu melanjutkan acara memasaknya setelah Bi Irma pergi. Tangannya terlihat lincah mengolah beberapa bahan menjadi masakan yang lezat. Tak lupa ia juga membuat teh madu sebagai pelengkap sarapan mereka.

Dua roti isi daging dan dua gelas teh madu sudah selesai dibuat. Pria itu segera membawanya ke kamar. Tiba dikamar, Axel melihat Raya masih tidur. Bukan salah Raya yang bangun kesiangan. Semua karena Axel yang terlalu bersemangat.

"Sayang, bangun dulu. Kita sarapan ya. Sudah siang"

Tak ada sahutan dari perempuan itu. Nafas Raya terdengar teratur, artinya suara Axel tadi tak mempengaruhi kenyamanan tidurnya.

Cup

Satu kecupan belum membangunkan Raya

Cup Cup

Dua kecupan hanya mampu membuat istrinya menggeliat

Cup

Yang terakhir akhirnya berhasil membuat mata Raya terbuka. Jelas saja, tidak hanya kecupan tapi ada sedikit lumatan juga.

"Sudah siang ya?"

"Jam delapan"

Bukannya bangun, Raya malah memeluk pinggang suaminya. Ia kembali memejamkan mata, "Jangan tidur lagi, Sayang. Makan dulu"

"Capek", jawabnya dengan nada manja

"Hehe. Maaf sudah membuatmu kelelahan. Tapi ayo bangun dulu. Dimakan dulu sarapannya"

Akhirnya Raya pasrah, dia menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, "Mas yang buat sarapan?"

"Tentu saja"

Raya menatap roti isi daging buatan suaminya, "Mas tahu aku suka roti isi?"

"Mas tahu semua tentangmu"

"Aku bahkan belum tahu banyak tentangmu"

Axel tergelak, "Masih banyak waktu, Sayang"

Raya mengangguk dan mulai menyantap sarapannya. Begitu suapan pertama, Raya langsung berdecak kagum. Roti isi buatan Axel rasanya pas dan enak.

"Selain bisa mencuci piring dan memasak, apalagi yang kamu bisa Mas?"

"Banyak. Aku bisa membersihkan rumah, mencuci pakaian, menyetrika dan banyak lagi"

"Kamu bisa melakukan semua itu?", tanya Raya tak percaya

"Tentu saja. Sejak remaja, Mas sudah terbiasa melakukannya. Mas ini sudah terlatih"

Raya menatap suaminya bangga, bagaimana mungkin ada pria sesempurna Axel? Tidak hanya tampan, tapi juga bisa segala hal.

"Setelah ini, kita jalan - jalan yuk?", ajak Axel

"Kemana?"

"Nonton"

"Nonton?"

Axel mengangguk, "Ayo kita berkencan. Menghabiskan waktu dengan melakukan hal - hal yang menyenangkan"

"Tentu saja"

Usai sarapan, keduanya bersiap untuk jalan - jalan.

"Jangan dandan terlalu cantik"

"Kenapa?"

"Nanti banyak yang melirik kamu. Mas nggak suka"

"Tapi ini cuma pakai bedak sama liptint aja kok"

"Sudah, nggak perlu ditambahi lipstiknya. Begitu sudah cukup"

Raya menghela nafas, "Ya sudah, ayo pergi"

Keduanya berjalan bergandengan tangan menuruni tangga. Begitu tiba di teras, Axel membukakan pintu mobil untuk Raya, pria itu mengitari mobilnya lalu duduk di kursi kemudi.

🌿🌿🌿

Mereka tiba di salah satu Mall. Begitu masuk, wajah cantik Raya mampu menyedot perhatian banyak pria. Axel dengan posesif memeluk pinggang sang istri, untuk menunjukkan jika dialah pawangnya. Jika dirumah, khususnya dikamar, Axel akan mode manja. Berbeda jika berada diluar. Lihatlah, tatapan Axel begitu datar dan dingin.

"Mau nonton apa?"

"Kamu suka film genre apa?"

"Horor"

Axel menatap Raya sekilas, akhirnya mereka memutuskan menonton salah satu film. Keduanya masuk kedalam bioskop tak lupa dengan popcorn dan dua cup lemon tea. Entah kebetulan atau tidak, kursi mereka berada di bangku pojok paling atas.

Penonton lain mulai menduduki kursi masing - masing. Tak lama, film pun mulai di putar. Selama menonton, dua - duanya terlihat fokus pada layar. Bagi Axel, film ini tidak terlalu seram. Hingga ke menit delapan belas, Axel mengalihkan pandangannya pada Raya. Wajah Raya terlihat serius. Saat sound terdengar mendebarkan, beberapa penonton menjerit ketakutan, berbeda dengan Raya yang menjerit karena Axel menggigit lehernya. Raya menatap kesal, Axel justru tertawa. Lampu bioskop yang gelap membuat Axel kembali mengecup bibir istrinya singkat. Raya menoleh ke kanan kiri, takut ada yang memperhatikan mereka. Nyatanya, fokus semua orang tertuju film. Kini keduanya tidak lagi fokus pada layar bioskop, mereka malah asyik dengan keromantisan mereka sendiri.

Film baru saja selesai, satu per satu penonton meninggalkan ruangan begitupun Axel dan Raya. Mereka kembali bergandengan tangan seolah tak ingin terpisahkan.

Usai dari bioskop, Axel mengajak istrinya makan di salah satu Resto cepat saji. Mereka memilih beberapa menu khas Jepang.

"Lain kali, nggak usah nonton lagi"

"Kenapa?"

"Sayang film nya nggak di tonton"

Axel tergelak, "Benar juga. Lebih baik nonton dirumah. Di kamar kita"

Raya menatap geli suaminya saat pria itu menekankan kata kamar kita. Lihatlah ekspresi wajah itu, pasti Axel sedang merencanakan sesuatu.

"Apa yang sedang Mas rencanakan?", selidik Raya

"Bagaimana kalau kita pergi bulan madu?"

"Bukannya agenda Mas masih padat bulan ini?"

"Mas akan segera mengatur waktu agar kita bisa pergi bulan madu"

"Kenapa mendadak?"

"Mas tiba - tiba teringat salah satu film yang pernah Mas tonton. Kita bisa menikmati bulan madu di atas kapal yacht. Sepertinya akan menyenangkan"

"Tidak! Tidak!", tolak Raya

"Kenapa?"

"Mas ingin jadi seperti Maximo dan Laura? Itu hanya film. Tidak ada di dunia nyata"

Axel tertawa, "Kamu berpikir kita akan bercinta di atas kapal yacht? Hahah. Pikiran kamu liar juga ya, Sayang. Padahal Mas nggak berpikir ke arah sana"

Wajah Raya memerah, dia jadi malu sendiri. Lihatlah sekarang, Axel tertawa mengejek ke arahnya. Apa benar jika Raya yang terlalu berpikir liar? Ah ... Malunya.

"Tapi kalau kamu mau, Mas bisa-"

"Nggak!"

"Mas Axel?! Ah, benar. Ternyata memang kamu", sapa seorang wanita cantik pada Axel

"Camelia"

Perempuan itu duduk didepan Axel, "Senang bisa melihat Mas disini", Camelia mengusap bahu Axel

Axel menatap wajah Raya yang berubah masam, bagaimana tidak, wanita bernama Camelia itu memakai pakaian seksi yang memperjelas lekuk tubuhnya. Pria mana yang tidak akan tergoda?

"Lia, kenalkan ini Raya, istriku"

"Istri?", Camelia menatap Raya, "Mas sudah menikah? Kalau Mas menikah dengan perempuan ini, lalu apa artinya kebersamaan kita di hotel waktu itu?"

Deg

Terpopuler

Comments

Evi

Evi

seperti suami ku GK suka,,
klw dandan selalu ditanyak adek mau kemana dandan cantik",, maksud hati mau nyenengin suami tapi kata suami gk usah, nanti klw ada yg naksir gimana?? 😜😜😜😜
suamiku lebai amat yah 😄😄😄😄😄

2024-05-19

0

marisa yohana

marisa yohana

lah baru juga nikah, udah muncul aja tuh hama pengganggu

2024-03-19

2

Susanty

Susanty

mulai ada problem,disaat lagi aget²nya😔

2024-03-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!