"Tuan, hari ini ada meeting terakhir dengan Nona Regina"
"Kamu saja yang handle"
"Tapi manager Nona Regina meminta bertemu langsung dengan Anda, katanya ada yang ingin beliau disampaikan"
Axel mendengus, "Bukankah semuanya sudah beres? Persiapan juga sudah matang, tinggal proses syutingnya saja. Apa lagi yang ingin dibahas?"
"Kalau itu, saya kurang tahu Tuan"
"Katakan pada mereka untuk datang ke Mega Cafe. Ruang VVIP seperti biasa"
"Baik Tuan", Edo segera menghubungi pihak Regina untuk mengkonfirmasi tempat meeting mereka.
"Langsung ke Mega Cafe, Tuan?"
"Hm"
Edo mengemudikan mobilnya menuju ke Mega Cafe karena setengah jam lagi sudah waktu makan siang. Karena lokasi meeting pertama dengan Mega Cafe tidak terlalu jauh, hanya dalam waktu dua puluh lima menit, mereka sudah tiba disana. Edo langsung melakukan reservasi ruangan VVIP.
"Mari Tuan", ucap Edo
Axel melangkah dengan langkah lebar. Mega Cafe merupakan salah satu Cafe yang bekerja sama dengan B'Store. Axel juga sering melaksanakan di meeting disini, jadi dia sudah hafal dimana ruangan VVIP nya.
"Nomor berapa?"
"Tiga, Tuan"
Begitu tiba didepan ruangan nomor tiga, mereka segera masuk kedalam.
"Apa mau pesan sekarang, Tuan?", Axel mengangguk, "Untuk menunya, Anda ingin makan siang dengan apa?"
"Pesan saja seperti biasa"
"Baik, Tuan"
Axel mengecek ponselnya karena sejak tadi, ia tidak ada waktu. Dia tersenyum saat melihat pesan dari istrinya
[Mas, aku mau mengingatkan, siang ini aku akan pergi dengan Camelia]
Axel tersenyum, [Tentu Sayang. Jangan lupa makan siang]
[Kami sedang makan siang sekarang]
"Maaf kami sedikit terlambat, Tuan Axel", Axel menatap Regina dan asistennya, Damian. Dia meletakkan ponselnya diatas meja
"Tidak masalah, silahkan duduk"
Regina dan Damian duduk di depan Axel. Tak lama, pelayan datang membawa makanan dan menyajikan beberapa menu diatas meja.
"Sebaiknya kita makan dulu, sudah waktunya makan siang"
Regina tersenyum, "Tentu"
Mereka berempat makan dengan hening. Sudah menjadi kebiasaan Axel, ia tidak suka jika makan dengan berisik. Dan para rekan kerjanya sudah paham akan hal itu. Axel selalu memasang mode kaku dan irit bicara jika bersama orang lain. Kecuali jika bersama Raya, ia akan banyak mengeluarkan kata.
"Jadi, apa yang ingin kamu sampaikan? Bukankah semuanya sudah rampung? Aku rasa tidak perlu ada meeting lagi"
Damian menatap Regina sekilas, "Em, sebenarnya hal ini agak privasi. Jika diperkenankan, Regina ingin bicara berdua saja dengan Anda, Tuan Axel?"
Axel mengibaskan tangannya ke arah Edo, Edo yang paham langsung undur diri, "Kalau begitu, saya akan menunggu diluar"
"Saya juga akan menunggu diluar", susul Damian
Kini hanya tersisa Axel dan Regina didalam ruangan, "Jadi hal penting apa yang ingin kamu sampaikan?"
"Em", Regina tampak Ragu, "Sebenarnya ini tentang-", Regina kembali menjeda ucapannya.
"Ada apa?", tanya Axel sedikit tak sabar
"Apa perlu sekaku ini saat kita berdua? Kita sudah lama saling mengenal"
"Saat ini kita bertemu sebagai rekan kerja. Dan aku orang yang profesional"
Regina menghela nafas, "Sebenarnya aku-"
"Langsung ke intinya saja", potong Axel
Regina menatap Axel sambil tersenyum kecut, "S-sebenarnya, ini tentang perasaanku. Aku ... Sudah lama aku memendam perasaan padamu. Aku menyukaimu, Xel"
Axel menatap Regina dengan tatapan dinginnya, "Aku sudah menikah. Dan seharusnya, kamu tidak mengatakan itu!"
"Aku tahu. Tapi, apakah tidak ada kesempatan sedikit saja?", ucap Regina penuh harap
"Tidak ada. Dan tidak akan pernah ada"
Regina tersenyum miris. Kontrak kerjasamanya dengan B'Store akan segera berakhir. Sebenarnya masalahnya bukan itu. Ini tentang perasaannya yang ia pendam sejak lama pada Axel. Regina tahu jika Axel sudah menikah. Tapi, perasaannya terlalu kuat untuk di abaikan. Jadi dia memutuskan mengatakan semua perasaannya. Siapa tahu saja ada harapan. Tapi ternyata, tidak ada sama sekali. Sepertinya Axel begitu mencintai istrinya.
"Baiklah, aku mengerti", Regina tersenyum, "Kontrak kerjasama kita akan segera berakhir. Dan aku memutuskan untuk pergi keluar negeri setelah ini. Jadi, aku tidak bisa lagi bekerja sama dengan B'Store"
"Kamu tidak melakukan ini karena penolakan dariku, kan?", selidik Axel
Regina tertawa, "Tidak. Rencana ini sudah lama aku pikirkan. Tapi, bolehkan aku meminta satu perminataan padamu?"
"Apa?"
"Aku ingin berfoto denganmu sebagai kenang - kenangan"
Axel menatap wajah Regina sekilas, "Baiklah. Tapi jangan terlalu dekat"
"Baiklah"
Ucapan yang Regina lontarkan nyatanya tidak sesuai dengan kenyataan. Setelah kamera ponselnya siap, perempuan itu tiba - tiba menggandeng lengan Axel lalu menekan tombol foto dengan cepat.
"Bukankah sudah aku bilang, jangan terlalu dekat! Hapus foto itu! Jangan sampai karena foto itu, terjadi kesalahpahaman", peringat Axel
"Maaf. Aku akan menghapusnya", Regina melihat hasil fotonya tadi. "Sudah aku hapus. Ayo kita berfoto sekali lagi dengan benar"
Walau malas, Axel terpaksa mengiyakan. Lebih cepat lebih baik menurutnya. Ia tidak tahu saja jika Regina tidak benar - benar menghapus foto mereka. Dia malah mengunggahnya di media sosial.
🌿🌿🌿
Raya dan Camelia sedang makan siang disalah satu Cafe. Keduanya berencana akan kesalon dan jalan - jalan bersama.
"Kamu tidak ada rencana bulan madu?"
Camelia mengangguk, "Ada. Tapi belum sekarang. Teo sedang mempersiapkan acara untuk pamerannya"
Raya mengangguk, "Mas Teo memang desainer yang berbakat"
"Aku setuju. Suamimu memang hebat"
"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu setelah ini? Kamu memutuskan untuk berhenti jadi model?"
"Aku memang mengundurkan diri, tapi tidak sepenuhnya keluar dari dunia model. Setelah ini aku membantu Teo menjadi model dari hasil karyanya"
"Wah, bagus itu. Aku yakin, usaha Mas Teo akan semakin berkembang karena kamu yang jadi modelnya"
"Hahah. Usaha Teo akan jadi usaha kami bersama setelah ini", sahut Camelia sambil memainkan ponselnya. Namun, beberapa detik kemudian tawa diwajah Lia mendadak hilang, matanya sedikit melotot
"Ray!!"
"Apa?"
"Lihat ini!", Lia menunjukkan ponselnya pada Raya. Dilihatnya postingan Regina lima menit yang lalu. Seorang artis tentu sudah biasa jika memposting kegiatan mereka, namun kali ini agak berbeda. Perempuan itu memposting fotonya bersama Axel. Foto yang tangannya mengapit lengan suami Raya dengan caption, [Thank for today]
"Are you, okey?" tanya Lia khawatir
"I am okey" , Raya menjawab dengan senyum, namun tanpa Lia ketahui, wanita itu meremas gaun miliknya.
"Coba hubungi suamimu, siapa tahu-"
"Nggak perlu, Lia. Biarkan saja"
Camelia tidak melanjutkan ucapannya. Wajah masam Raya terlihat jelas menunjukkan bagaimana perasaan wanita itu.
"Harusnya kamu nggak perlu nunjukin foto itu, Lia. Kenapa sifat ceplas - ceplosmu tidak bisa dihilangkan sedikit saja?!", sesal Camelia
"Kalau kamu mau pulang, kita pulang saja"
"Kita lanjutkan saja. Aku sungguh baik - baik saja. Tidak perlu khawatir"
Lia mengangguk, keduanya beranjak, namun tanpa sengaja mereka justru melihat Axel keluar dari dalam Cafe bersama Regina. Raya tersenyum kecut, rupanya mereka makan di tempat yang sama. Kenapa dunia terasa begitu sempit?
"Ray, itu kan Axel?"
Raya hanya mengedikkan bahu, dia hendak pergi tapi Camelia malah berteriak memanggil Axel
"Axel!!"
Tentu saja pria itu langsung mengetahui keberadaan mereka. Raya mengumpat dalam hati, merutuki apa yang Lia lakukan.
"Kamu ngapain malah manggil Axel, Lia!"
"Tenang, Ray. Ini urusanku!"
Axel dan Regina mendekat ke arah mereka, jika Axel tersenyum melihat keberadaan istrinya, berbeda dengan Raya yang tampak biasa saja.
"Kalian makan disini juga?", tanya Regina lebih dulu
"Iya nih. Kebetulan kita juga makan disini"
"Kok nggak bilang kalau makan disini?", tanya Axel pada Raya
"Ya mana kita tahu, Xel. Kalaupun tahu, kita juga nggak mungkin ganggu meeting kalian! Apalagi, sepertinya meetingnya sangat privasi!", sindir Lia
Regina tersenyum canggung, "Kami meetingnya beramai - ramai kok, tidak berdua saja"
Axel menatap wajah Raya yang terlihat datar.
"Tadi ada Edo dan asistennya Regina juga kok, Sayang" tambah Axel
Ucapan Regina dan Axel membuat Raya menatap keduanya lalu tersenyum sinis, "Aku tahu. Kamu pernah mengatakan bahwa kalian tidak pernah meeting berdua saja. Tapi kenyataannya, tidak ada Edo dan assiten Regina disini. Artinya, ucapanmu kemarin hanya bualan semata!"
Deg
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Susanty
tuhkan bener yang aku ngmng, bibit pelakor itu ganas, 😩
dasar rengginang tidak punya malu, masih ajah buat kesempatan biar apa coba, mengunggah foto bersama Alex, biar Alex sama raya salah faham, trus berantem,itu tidak akan terjadi rengginang 😡
2024-03-13
1