Bab 17 ( Pemilik tubuh yang sebenarnya )

Sandi dan yang lainnya terlonjak kaget melihat Risma yang tiba-tiba sudah berada di belakang mereka.

"Kayak jelangkung saja, datang tidak di undang, pulang tidak di antar," gerutu Sandi dengan memegangi dadanya.

Risma kembali bertanya tentang Zacky, tapi tidak ada yang bersedia menjawab pertanyaannya, bahkan Bintang langsung mengajak Bulan supaya bergegas pergi.

"Sayang, sebaiknya kita segera berangkat."

"Aku ikut, aku itu calon Istrinya Zacky," ujar Risma.

"Memangnya siapa yang ingin pergi ke rumah Zacky? Aku mau bawa Bulan ke rumah ku," ujar Bintang yang mencoba mencari alasan.

"Kalian pasti berbohong kan? Bilang saja kalau kalian iri kepada ku," ujar Risma.

Bintang memberikan kode kepada Sandi supaya memegangi tangan Risma saat dirinya dan Bulan akan masuk ke dalam mobil, dan Sandi langsung saja mengunci tangan Risma supaya tidak mengejar Bulan dan Bintang.

"Lepaskan aku, kenapa kalian jahat kepada ku?" teriak Risma.

"Cukup Risma, jangan membuat keributan lagi. Sebagai seorang Kakak, seharusnya kamu menjadi contoh yang baik untuk Adik kamu. Mama kalian baru saja meninggal dunia, tapi kamu hanya memikirkan diri sendiri," ujar Alexa.

"Narsih bukan Ibu kandung ku, dia adalah orang kejam yang sudah membuat hidup ku hancur. Kalian tidak tahu apa-apa, jadi kalian tidak usah ikut campur urusan ku," ujar Risma dengan mata nyalang.

Andini menangis mendengar perkataaan Risma, apalagi sekarang sikap Risma berubah.

"Kak, bukannya kemarin Kakak sudah memaafkan kesalahan yang telah Mama lakukan semasa hidup nya? Kenapa Kakak bicara seperti itu?" tanya Andini.

"Apa dengan minta maaf bisa mengembalikan semua milik ku yang telah hilang karena perbuatan Ibu kamu? Kamu harus tau Andini, selamanya aku tidak akan rela karena Ibu kamu telah membuat aku berpisah dengan lelaki yang sangat aku cintai," ujar Risma dengan melihat ke arah Ali.

Ali hanya tertunduk dan tidak berani mengatakan apa pun, apalagi di sana ada Sandi dan Alexa yang pasti akan marah kepadanya jika Ali membela Risma.

"Kak, apa yang harus aku lakukan supaya Kakak bersedia memaafkan mendiang Mama?" tanya Andini dengan tatapan memohon.

"Kamu ingin tau apa yang harus kamu lakukan?" tanya Risma, dan Andini menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Lepaskan Ali, karena Ali adalah cinta pertama sekaligus cinta terakhir ku, dan aku tidak akan pernah rela melihat Ali menikah dengan kamu !!" tegas Risma.

Alexa dan Andini yang belum mengetahui tentang hubungan Ali dan Risma begitu terkejut mendengar perkataan Risma, begitu juga dengan Ali dan Sandi yang tidak mengira jika Risma akan mengungkapkan hubungannya dengan Ali.

"Ali, katakan jika semua itu tidak benar. Mama tidak rela kamu menjalin hubungan dengan perempuan seperti Risma," ujar Alexa yang nyaris pingsan karena syok.

"Maaf Ma, tapi semua itu benar. Risma adalah perempuan baik, dan Risma hanyalah korban. Andini, aku minta maaf, karena perempuan yang aku cintai adalah Risma, dan aku sudah berniat untuk menikahinya," ujar Ali.

Sandi dan yang lainnya semakin terkejut mendengar keputusan Ali, bahkan Andini dan Alexa sampai pingsan.

"Mama, Andini, kenapa kalian malah pingsan berjamaah sih? Semua ini gara-gara kamu Ali. Sebaiknya sekarang kamu gendong Mama ke dalam rumah, biar Papa yang menggendong Andini, soalnya kamu dan Andini bukan muhrim," ujar Sandi yang terlihat bingung.

"Bukannya Papa sama Andini juga bukan muhrim?" ujar Ali.

"Kalau begitu Risma saja yang gendong Andini, mereka kan sama-sama perempuan," celetuk Sandi.

Risma membulatkan matanya karena tidak percaya jika Sandi menyuruhnya untuk menggendong Andini.

"Aku mana kuat menggendong Andini," ujar Risma dengan mendelikkan matanya.

"Kalau begitu kita gotong saja," ujar Ali, dan Risma terpaksa menyetujui usul Ali untuk menggotong Andini.

......................

Sebelum ke rumah Dokter Anwar, Bintang terlebih dahulu mengajak Bulan mampir ke rumahnya, apalagi Mama Rika sudah kangen sekali sama Bulan.

Bulan dan Bintang mengucap salam pada saat melihat Mama Rika yang sudah menunggu kedatangan mereka di depan teras rumah, dan Mama Rika begitu bahagia ketika melihat kedatangan Anak serta calon Menantunya.

"Sayang, Mama kangen sekali sama Bulan," ucap Mama Rika dengan memeluk tubuh Bulan.

"Baru juga gak ketemu beberapa hari," ujar Bintang.

"Bilang saja kalau kamu cemburu kan karena Mama lebih perhatian sama Bulan? Sayang, sebaiknya kita masuk, kita tidak perlu menghiraukan perkataan Bintang," ujar Mama Rika dengan menggandeng Bulan masuk ke dalam rumah.

Semenjak Bintang mengingat jika dirinya adalah Pangeran Sabda Alam, Bintang merasa bersalah kepada Mama Rika dan Papa Panji, karena dirinya bukanlah pemilik tubuh yang sebenarnya.

Ma, maafin Bintang karena tidak bisa jujur sama Mama jika yang saat ini berada dalam tubuh Anak Mama bukanlah Bintang yang asli, ucap Pangeran Sabda Alam dalam hati.

"Tolong, tolong."

Bintang tiba-tiba mendengar suara seorang lelaki yang meminta tolong, tapi dirinya tidak menemukan siapa pun di sekitar sana.

"Siapa yang barusan meminta tolong?" gumam Bintang.

Kepala Bintang tiba-tiba terasa sakit, apalagi ketika dirinya melihat cermin, karena Bintang melihat sosok seorang laki yang begitu mirip dengan dirinya.

"Si_siapa kamu?" tanya Bintang dengan tergagap.

"Aku adalah pemilik tubuh yang kamu pakai. Sebaiknya sekarang juga kamu ke luar dari dalam tubuh ku, karena aku akan mengambil kembali tubuh ku."

"Tidak, aku tidak mau menjadi makhluk halus lagi, aku ingin menjadi manusia," teriak Bintang dengan terus memegangi kepalanya.

Bulan dan Mama Rika yang terkejut ketika mendengar teriakan Bintang bergegas menghampiri Bintang yang masih berada di ruang tamu.

"Sayang, Bintang kenapa?"

"Bintang, kamu kenapa?"

Tanya Mama Rika dan Bulan secara bersamaan.

Bintang yang melihat Bulan, langsung memeluk tubuh perempuan yang sangat dicintainya tersebut.

"Bulan, aku takut, aku takut berpisah sama kamu," ujar Bintang dengan berlinang airmata.

"Bintang, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu berbicara seperti itu? Kita tidak akan pernah berpisah, karena hanya maut yang dapat memisahkan kita," ujar Bulan dengan menepuk punggung Bintang supaya merasa lebih tenang.

Pada saat Bintang kembali melihat ke arah cermin, dia sudah tidak melihat lagi bayangan lelaki yang mengaku sebagai pemilik tubuh yang saat ini dirinya tempati.

"Bintang, sebaiknya sekarang kamu istirahat saja, biar aku yang pergi ke rumah Dokter Anwar," ujar Bulan yang merasa khawatir karena wajah Bintang terlihat pucat.

"Tidak, aku tidak mau jauh-jauh sama kamu," ujar Bintang dengan terus memegangi tangan Bulan.

"Ma, kalau begitu kami ke rumah Dokter Anwar dulu, nanti kami ke sini lagi."

"Iya sayang, kalian hati-hati ya, semoga Zacky tidak kenapa-napa. Nanti kalian juga tidak perlu membeli makanan buat acara tahlil, biar Mama minta Asisten rumah tangga untuk menyiapkan semuanya."

"Makasih banyak ya Ma, maaf kalau Bulan sudah ngerepotin."

"Sayang, Bulan jangan bicara seperti itu, Bulan itu puteri Mama, jadi kalau ada apa-apa Bulan jangan sungkan."

Mama Rika menghela napas panjang melihat kepergian Bulan dan Bintang. Meski pun Mama Rika belum mengetahui semuanya, tapi Mama Rika selalu merasa heran dengan perubahan sikap Bintang semenjak bangun dari koma

"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Bintang?"

*

*

Bersambung

Terpopuler

Comments

Lee

Lee

malah ngelawak smuanya liat org pingsan 🤣

2024-03-31

1

Lee

Lee

mulutnya pak de...🤣🤣

2024-03-31

1

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

Makin Seru Kk
DinDut Itu Pacarku Mampir

2024-02-23

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!