Bab 7 ( Setiap perbuatan, akan mendapat balasan )

Bintang menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Sandi, karena Bintang yakin kalau penyebab Bulan muntah karena mencium bau busuk yang ternyata berasal dari jenazah Bu Narsih dan Bang Deni.

"Apa Kak Sandi lupa kalau barusan Kak Sandi juga muntah-muntah saat kita berada di luar, apalagi Bulan sama Kak Lexa berada di dalam, jadi bau nya pasti lebih menyengat," ujar Bintang.

"Eh iya ya, maaf kalau aku sudah salah paham, aku kira kamu sudah berani macam macam sama Adik ipar kesayangan ku," ujar Sandi dengan cengengesan sehingga membuat Bulan, Bintang dan Alexa memutar malas bola mata mereka.

Beberapa saat kemudian, Alex datang dengan beberapa Anak buahnya, dan Bintang menyampaikan tidak ada yang bersedia membantu mengurus jenazah, apalagi Ustadz setempat sedang ke luar kota.

"Kak Alex, sekarang kita harus bagaimana? Kita tidak mungkin terus membiarkan jenazah Bu Narsih sama Bang Deni. Kami sudah menemui Ketua RT, tapi tidak ada satu orang pun yang bersedia membantu mengurus jenazah, bahkan untuk sekedar datang melayat saja mereka tidak bersedia."

Alex terlihat berpikir, sampai akhirnya Alex meminta Anak buahnya untuk mengurus jenazah menggunakan kekuatan mereka.

Setelah jenazah Bu Narsih dan Bang Deni selesai dikafani, jenazah keduanya dibawa dengan cara menghilang menuju kebun belakang kontrakan Bu Narsih, karena mereka akan dikuburkan di samping makam Istri Bang Deni.

Acara pemakaman hanya dihadiri oleh Bulan, Bintang, Sandi, Alexa, Dewa, Alex dan beberapa Anak buahnya, karena Dokter Zacky harus menunggu ketiga pasiennya yang masih belum sadarkan diri.

Acara pemakaman ditutup dengan pembacaan do'a yang dipimpin oleh Sandi, kemudian semuanya kembali ke rumah mendiang Bu Narsih untuk melihat kondisi Ali dan yang lainnya.

Sandi menghela nafas panjang, karena semua yang terjadi kepada Bu Narsih dan Bang Deni benar-benar menyeramkan, apalagi setelah dimasukan ke dalam liang lahat, jenazah Bu Narsih dan Bang Deni langsung dikerubuti oleh ular dan serangga lainnya.

"Semoga semua yang terjadi kepada mendiang Bu Narsih dan Bang Deni menjadi pelajaran bagi kita semua. Selama hidupnya Bu Narsih sudah menyekutukan Tuhan, begitu juga dengan Bang Deni yang mempelajari ilmu hitam dan terus dikuasai oleh dendam. Kalau begitu kami pamit dulu, karena Kak Alex tidak bisa meninggalkan Kerajaan Genderewo terlalu lama, kalau ada apa-apa, kalian panggil saja Kakak," ujar Alex dengan memeluk tubuh Alexa dan Bulan.

"Untung saja Andini belum sadar, kasihan Andini pasti akan semakin sedih kalau dia mengetahui tentang semua yang terjadi kepada mendiang Bu Narsih," ucap Bulan.

"Semua perbuatan akan mendapat balasan, karena tanam tuai akan tetap berlaku," ujar Alex.

Sandi dan Bintang saling berpandangan. Meski pun Alex adalah Kakak kandung Alexa dan Bulan, tapi mereka selalu merasa cemburu apabila ada yang memeluk perempuan yang mereka cintai.

"Kalian jangan seperti Anak kecil, masa kalian cemburu juga sama aku? Aku ini Kakak Alexa sama Bulan, lagian aku sudah memiliki Istri yang cantik, Anak, Cucu dan Cicit sebanyak ratusan, mungkin sebentar lagi jadi ribuan," ujar Alex dengan merangkul bahu Sandi dan Bintang, kemudian Alex mengucap salam sebelum menghilang.

Setelah kepergian Alex, Bulan dan yang lainnnya menghampiri Dokter Zacky yang tengah menunggu ketiga pasiennya.

"Dok, bagaimana kondisi mereka? Apa kita tidak perlu membawa mereka ke Rumah Sakit?" tanya Dewa.

"Kita tunggu beberapa jam lagi, kalau Ali dan yang lainnya tidak kunjung sadar juga, kita harus membawa mereka ke Rumah Sakit," jawab Dokter Zacky.

Beberapa saat kemudian, Ali mulai sadar, dan Ali langsung berteriak menyebut nama Andini.

"Andini"

"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga," ucap Sandi.

"Pa, mana Andini? Dia baik-baik saja kan?" tanya Ali yang terlihat panik.

"Mentang-mentang sudah punya pacar, yang pertama kali kamu ingat pacar kamu, tapi syukurlah ternyata Anak ku tidak belok. Andini baik-baik saja, dia berada di samping kamu," ujar Sandi.

Ali bernafas lega ketika melihat Andini berada di atas kasur yang berada di sebelahnya, tapi Ali terkejut ketika melihat perempuan yang berada di sebelah Andini.

"Ke_kenapa Risma bisa berada di sini?" tanya Ali dengan tergagap.

"Jadi Ali sudah mengenal Kak Risma? Dia Kak Risma Kakaknya Andini," jawab Bulan.

Wajah Ali seketika berubah pucat pasi, karena ternyata mantan kekasihnya adalah calon Kakak iparnya sendiri.

"Kenapa harus dia?" gumam Ali dengan mengacak rambutnya secara kasar.

"Ali baik-baik saja kan Nak?" tanya Alexa.

"Ali_" ucapan Ali terhenti ketika mendengar suara Andini yang memanggil namanya.

"Kak Ali," ucap Andini dengan lirih.

"Syukurlah kamu baik-baik saja, apa ada yang sakit?" tanya Ali yang terlihat mengkhawatirkan Andini.

"Mana Mama? Mama tidak mungkin meninggalkan Andini kan?" tanya Andini dengan menangis ketika mengingat kejadian sebelum dirinya pingsan.

"Dini yang sabar ya, ikhlaskan semuanya, sekarang Bu Narsih dan Bang Deni sudah tenang di alam sana," ujar Bulan dengan memeluk tubuh Andini.

Beberapa saat kemudian, Risma juga sadar, dan Risma langsung memeluk tubuh Andini.

Saat Risma memeluk tubuh Andini, Risma terkejut ketika melihat keberadaan Ali, karena semenjak Risma dikurung oleh Ibu tirinya yaitu mendiang Bu Narsih, serta dijadikan budak nafsu Raja iblis, Risma tidak pernah bertemu dengan Ali lagi.

"A_ali," ucap Risma dengan lirih.

"Apa Kak Risma sudah mengenal Kak Ali?" tanya Andini.

"Sebenarnya Ali adalah_" ucapan Risma terhenti karena Bulan langsung memotongnya.

"Ali adalah calon Suami Andini," ujar Bulan sehingga membuat Risma begitu terkejut.

Sebelumnya Bulan mendapatkan penglihatan tentang masalalu Ali dan Risma, jadi Bulan sudah mengetahui jika Risma dan Ali pernah menjalin hubungan saat mereka kuliah dulu, tapi saat itu Risma tiba-tiba menghilang sehingga membuat Ali patah hati dan mengira jika Risma telah meninggalkannya.

Selama ini Ali selalu menutup rapat tentang masalalunya dengan Risma dari siapa pun juga, termasuk dari kedua orangtuanya, sampai akhirnya Ali bertemu dengan sosok Andini yang bisa kembali menggetarkan hatinya.

"Kak, sekarang Mama sudah meninggal dunia, atas nama Mama, Andini meminta maaf yang sebesar-besarnya, karena selama hidupnya Mama sudah berbuat banyak kesalahan terhadap Kak Risma."

"Sudahlah Din, semua yang terjadi dalam hidup Kakak adalah takdir, dan Kakak tidak pernah menyalahkan siapa pun, apalagi Mama yang sudah membesarkan Kakak dari kecil. Mama juga membenci Kak Risma karena kesalahan yang telah dilakukan oleh mendiang Ibu kandung Kak Risma yang telah merebut Papa dari Mama. Jadi, mulai sekarang kita akan membuka lembaran baru, meski pun kita hanya Adik Kakak satu Ayah, tapi selama ini Kak Risma menyayangi Andini seperti Adik kandung sendiri."

Bulan merasa bersalah terhadap Risma, karena Bulan tidak bisa membiarkan Ali kembali kepada Risma yang sudah bertahun-tahun menjadi budak nafsu Raja iblis.

Kenapa Ali, Andini, dan Kak Risma harus terjebak cinta segitiga? Mungkin ini semua tidak adil untuk Kak Risma, tapi aku tidak rela membiarkan Keponakan ku menikah dengan perempuan yang pernah menjadi budak nafsu Raja Iblis, ucap Bulan dalam hati

*

*

Bersambung

Terpopuler

Comments

Patrick Khan

Patrick Khan

.tenang risma nti km dapet cwo yg nerima km apa ada nya,☺

2024-02-07

1

Sunshine

Sunshine

Kamu jangan merasa bersalah Bulan, seandainya aku berada di posisi kamu, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama.

2024-02-07

3

Sunshine

Sunshine

Aduh ternyata Risma mantan nya Ali

2024-02-07

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!