Bab 2 ( Meregang nyawa )

Bu Narsih memulai ritual dengan membaca mantra untuk memanggil Raja Iblis, dan Deni sudah tersenyum penuh kemenangan ketika merasakan hembusan angin kencang sebagai pertanda Raja iblis akan segera muncul ke tempat ritual.

"Selamat datang Tuan ku, hamba sudah menunggu kedatangan yang mulia untuk menyerahkan Bulan dan Bintang sebagai tumbal," ujar Bu Narsih.

Ali dan Andini saling berpandangan dengan airmata yang terus menetes membasahi pipi mereka. Keduanya hanya bisa pasrah dengan takdir hidup yang harus mereka hadapi, karena Ali dan Andini tidak bisa melakukan apa pun untuk melepaskan diri, apalagi mereka tidak mau kalau sampai Bulan dan Bintang yang menjadi tumbal.

"Apa benar kalau mereka adalah Bulan dan Bintang? Kenapa kamu menutupi wajah mereka?" tanya Raja iblis yang merasa ragu jika kedua orang yang berada di hadapannya adalah Bulan dan Bintang.

"Benar Tuan ku, mereka adalah Bulan dan Bintang. Hamba sengaja menutupi wajah mereka supaya tidak melihat wajah ketakutan mereka saat meregang nyawa," jawab Bu Narsih.

"Kerja bagus Narsih, kamu memang pengikut ku yang paling setia. Tadinya aku akan menjadikan Bulan sebagai Permaisuriku, tapi sekarang aku berubah pikiran dan lebih memilih menyerap kekuatan besar yang Bulan dan Bintang miliki supaya kekuatan ku semakin besar dan tidak ada yang dapat menandingiku," ujar Raja iblis dengan tertawa.

Pada saat Raja iblis mulai menghisap sukma dari tubuh Ali dan Andini, Bu Narsih terkejut karena tiba-tiba Bulan dan Bintang berada di hadapannya.

"Hentikan perbuatan kamu Raja iblis, karena mereka bukanlah kami !!" teriak Bulan dengan suara lantang.

Raja Iblis begitu murka karena merasa dibohongi oleh Bu Narsih, tapi Raja iblis tidak menghentikan perbuatannya, sampai akhirnya Alex menyerang Raja iblis dan terjadilah peperangan antara Anak buah Alex dan Anak buah Raja iblis.

"Tidak, tidak mungkin. Kalau yang aku tumbalkan bukan kalian, lalu siapa mereka?" ujar Bu Narsih yang begitu ketakutan, karena Bu Narsih curiga jika dua orang yang sudah dia tumbalkan adalah Ali dan Andini.

Deni tertawa melihat wajah Bu Narsih yang pucat pasi, dan Deni merasa sangat puas melihat Bu Narsih gemetar ketakutan.

"Deni, siapa mereka? Kenapa kamu menipuku?" teriak Bu Narsih.

"Mereka adalah Ali dan Andini, kamu sudah menumbalkan Anak kesayanganmu sendiri Narsih," jawab Deni dengan terus tertawa.

Tubuh Bu Narsih seketika terasa lemas saat mendengar perkataan Deni, bahkan Bu Narsih yang sudah tidak kuat menopang tubuhnya sampai terjatuh di atas rumput.

"Tidak, tidak mungkin aku menumbalkan Andini? tidak mungkin aku sudah menumbalkan Anak kesayangan ku sendiri? Kenapa kamu menipu Bibi? Kenapa kamu tega sekali melakukan semua itu kepada Andini? Dia itu saudaramu Deni," ujar Bu Narsih dengan menangis.

Bu Narsih begitu menyesal, apalagi tadi Bu Narsih sempat tertawa ketika melihat tubuh Ali dan Andini yang kejang kejang karena merasa kesakitan saat Raja iblis menghisap sukma mereka.

"Lalu apa yang sudah kamu lakukan terhadap Istriku serta Anak yang ada dalam perutnya? Kamu tidak usah berpura-pura lagi Narsih, karena aku sudah tau kalau sebenarnya Anak dan Istriku telah ditumbalkan oleh mu. Selama ini aku sudah menganggap kamu sebagai pengganti orangtuaku, tapi ternyata kamu yang sudah menghancurkan kebahagiaan ku. Kenapa, kenapa kamu tega sekali kepada ku?" teriak Deni yang begitu emosi.

Bu Narsih terkejut karena ternyata Deni sudah mengetahui semua kejahatannya.

"Maafkan Bibi, maafkan Bibi, Deni."

"Kamu bukan Bibi ku Narsih, kalau memang kamu Bibi ku, kamu tidak akan tega melakukan semua itu. Sekarang aku sudah bahagia, karena akhirnya hutang nyawa telah dibayar dengan nyawa. Asal kamu tau Narsih, kalau aku sudah menikmati tubuh Anak mu sebelum dia mati, kamu pasti bisa membayangkan saat aku menghancurkan hidupnya, dia berteriak minta tolong dan meminta ampun karena merasa kesakitan," ujar Deni yang sengaja berbohong supaya Bu Narsih semakin merasa syok.

"Tidak, tidak mungkin, tidak mungkin Anak ku Andini_" teriak Bu Narsih kemudian berlari menghampiri Andini yang masih terbaring di meja pemujaan.

Saat membuka penutup kepala Andini, tangis Bu Narsih semakin pecah, karena yang saat ini berada di hadapan nya benar-benar Andini, apalagi Bu Narsih sudah mengira jika Andini telah meninggal dunia.

"Bangun Andini, bangun. Maafin Mama Nak, Mama tidak tau kalau ini kamu," ucap Bu Narsih dengan memeluk tubuh Andini.

"Semuanya sudah terlambat Narsih, Anak kesayangan kamu sudah meninggal dunia, dan kamu sendiri yang telah membunuhnya. Bagaimana rasanya? Kamu pasti hancur kan melihat orang yang kamu sayangi mati di depan mata kepalamu sendiri. Sekarang giliran kamu Narsih, karena aku akan mengirim kamu menyusul Andini ke Neraka," teriak Deni kemudian mengeluarkan cahaya dari telapak tangannya untuk membunuh Bu Narsih.

Bu Narsih terluka parah setelah terkena tenaga dalam yang dikeluarkan oleh Deni, tapi Bu Narsih tidak melepaskan pelukannya dari Andini.

Saat ini masih belum ada yang membantu Bu Narsih dari siksaan Deni, karena Bulan, Bintang dan Nyai Sekar Kemuning ikut bertarung melawan Anak buah Raja iblis yang semakin lama semakin banyak.

Crash crash

Duar duar

Kilatan cahaya serta ledakan terdengar menggema dalam arena pertarungan, tapi sebelumnya Alex sudah membuat pagar gaib di sekeliling lapangan supaya tidak mengganggu orang orang yang tinggal di sekitar sana.

"Kamu harus waspada Bulan, jangan sampai kamu lengah," ujar Nyai Sekar Kemuning yang melihat Bulan lengah ketika Bintang terluka.

Bulan melawan makhluk halus yang memiliki wajah serta tubuh bermacam macam bentuk, ada yang bertubuh manusia tapi berkepala kuda, ada juga yang memiliki kepala serigala.

"Bulan, kamu tidak boleh mengasihani mereka, karena mereka adalah iblis yang sudah menyesatkan umat manusia," ujar Nyai Sekar Kemuning.

Bulan semakin bersemangat untuk mengalahkan Anak buah Raja iblis setelah melihat mereka melukai Bintang, bahkan tubuh Bulan tiba-tiba terasa ringan, sehingga dengan mudahnya Bulan melompat dan berlari.

Bulan dan Bintang yang melihat Raja iblis ingin kembali menghisap sukma Ali dan Andini untuk menambah kekuatan, mencoba menghalanginya dengan menggunakan pagar gaib untuk melindungi tubuh Ali dan Andini, sampai akhirnya Raja iblis menghisap sukma Deni yang masih menyiksa Bu Narsih.

Deni sempat melakukan perlawanan kepada Raja iblis, tapi kekuatannya tidak sebanding dengan Raja iblis, apalagi kekuatan Deni sudah banyak yang terhisap oleh Raja iblis, sampai akhirnya Deni meregang nyawa di tangan Raja iblis.

"Sekarang aku sudah bisa mati dengan tenang, karena aku telah berhasil membalaskan dendam atas kematian Anak dan Istriku," ucap Deni dengan lirih sebelum mengembuskan nafas terakhirnya.

Setelah tubuh Ali dan Andini dipulihkan oleh kekuatan Bulan dan Bintang, secara perlahan keduanya mulai membuka mata.

"Alhamdulillah, Andini, Ali, akhirnya kalian sadar juga," ucap Bulan dan Bintang.

"Bulan, Bintang, apa kami masih hidup?" tanya Ali dengan lirih, karena tubuhnya masih terasa lemas.

"Kalian masih hidup Ali, Andini. Maaf kalau kami sudah datang terlambat," ujar Bulan.

Andini terkejut ketika melihat Bu Narsih yang tengah memeluk tubuhnya dalam keadaan sekarat, bahkan dari mulut Bu Narsih sudah banyak memuntahkan darah akibat luka dalam yang sangat parah.

"Mama, bangun Ma," ucap Andini dengan menangis memeluk tubuh Bu Narsih.

"Andini sayang, Mama bersyukur kamu masih hidup Nak. Tolong maafkan semua kesalahan Mama, selama ini Mama sudah melakukan dosa yang sangat besar. Semoga Andini selalu bahagia dan tidak melakukan kesalahan seperti yang telah Mama lakukan," ucap Bu Narsih sebelum mengembuskan napas terakhirnya.

"Mamaaaaaa"

*

*

Bersambung

Terpopuler

Comments

Lee

Lee

merinding ih mati krna saling bnuh .😱

2024-03-13

1

Noor Khasanah

Noor Khasanah

beh tegang sekali

2024-02-27

1

Sunshine

Sunshine

semangat terus Thor, vote mendarat

2024-02-02

3

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!