Ali meminta waktu kepada Risma untuk berpikir, karena semua itu bukanlah perkara yang mudah untuk diputuskan, apalagi Ali juga merasa berat memutuskan hubungannya dengan Andini.
"Risma, aku minta waktu untuk memikirkan semuanya. Aku tidak mungkin memutuskan hubungan dengan Andini secara tiba-tiba. Aku juga harus meyakinkan Keluarga ku kalau yang aku cintai adalah kamu."
"Baiklah, aku akan memberikan kamu waktu selama satu minggu, kalau kamu lebih memilih menikahi Andini, aku juga akan menerima lamaran Zacky," ujar Risma.
Ali dan Risma kembali ke rumah Bu Narsih, karena mereka akan mengadakan acara tahlil, dan Risma terkejut ketika melihat Zacky yang tengah berteriak kesakitan, karena saat ini Bulan dan Nyai Sekar Kemuning tengah mencoba mengobati Zacky dari pengaruh susuk pemikat Risma.
"Apa yang sedang kamu lakukan kepada Zacky?" teriak Risma dengan mendorong Bulan hingga terjungkal, beruntung Bintang berhasil menangkap tubuh Bulan sebelum terbentur tembok.
"Risma, apa-apaan kamu? Bulan hanya ingin membantu Zacky," teriak Bintang.
"Zacky tidak kenapa-napa, jadi Bulan tidak perlu repot repot mengobatinya. Sayang, sebaiknya sekarang kamu pulang, di sini tidak aman buat kamu," ujar Risma dengan menggandeng Zacky ke luar dari rumah mendiang Bu Narsih.
"Padahal ssbentar lagi aku berhasil mengeluarkan pengaruh susuk pemikat dari dalam tubuh Dokter Zacky," gumam Bulan.
"Sayang, kamu jangan sedih ya, nanti kita masih bisa mencobanya lagi," ujar Bintang.
Ali hanya diam dan tidak berkomentar apa pun, karena di satu sisi Ali mencintai Risma, tapi di sisi lain Ali menyayangi Keluarganya.
"Ali, kenapa kamu tidak membela Bibi kecil kamu?" tanya Alexa yang merasa kesal terhadap Ali, tapi Ali hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Alexa.
"Sudahlah Ma, sebaiknya kita memulai acara tahlil nya. Ali, sekarang kamu pimpin do'a," ujar Sandi.
Sandi sebenarnya merasa curiga kepada Ali, karena sebagai seorang lelaki, Sandi tau betul tatapan Ali terhadap Risma.
Sepertinya Ali memiliki perasaan terhadap Risma, ucap Sandi dalam hati.
Andini sebenarnya merasa sedih, karena sekarang Ali bersikap dingin terhadapnya, tapi Andini berusaha terlihat baik-baik saja di depan semuanya.
Apa yang sebenarnya Kak Ali sembunyikan dari ku? Kenapa Kak Ali sudah terlihat dekat dengan Kak Risma? Batin Andini kini bertanya-tanya.
Ketika semuanya sedang membaca do'a, Risma yang kembali masuk ke dalam rumah setelah mengantar Dokter Zacky, melewati semuanya begitu saja dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
Jangan sampai aku memiliki Menantu seperti Risma, ucap Alexa dalam hati yang tidak suka dengan sikap Risma, karena sebagai seorang Ibu, Alexa juga memiliki feeling jika Ali memiliki perasaan terhadap Risma.
Selesai acara tahlil, Alexa dan Bulan memutuskan untuk menginap di rumah Bu Narsih, karena mereka tidak tega apabila meninggalkan Andini sendirian.
"Ma, Bulan, terimakasih banyak ya karena kalian sudah mau menemani aku, dan aku minta maaf atas sikap Kak Risma," ucap Andini dengan memeluk Alexa dan Bulan.
Sebelumnya Alexa meminta Andini memanggilnya dengan sebutan Mama, tentu saja Andini merasa sangat bahagia karena Kedua orangtua Ali begitu baik terhadapnya.
"Sayang, Andini jangan merasa sungkan seperti itu terhadap kami, apalagi Andini akan segera menikah dengan Ali. Sebaiknya kita juga tidak usah memperdulikan Risma," ujar Alexa.
"Iya Andini, sebentar lagi kamu akan menjadi Keponakan ku juga, dan sudah seharusnya kita berbagi suka dan duka," ujar Bulan.
Bulan tau jika sebenarnya Ali masih mencintai Risma, tapi Bulan tidak mau apabila Ali sampai menjadi tumbal Raja iblis.
Maaf Ali, tapi aku tidak akan membiarkan kamu kembali kepada Kak Risma karena aku tidak mau kamu sampai kenapa-napa, ucap Bulan dalam hati.
"Ma, kalau begitu Papa menginap di kamar kos Ali saja ya," ujar Sandi, dan Alexa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Bintang rasanya tidak rela jika harus berpisah dengan Bulan, sampai akhirnya Bintang terus merengek seperti Anak kecil.
"Sayang, apa aku boleh menginap di sini saja? Aku takut terjadi apa-apa sama kamu," ujar Bintang dengan terus memegang tangan Bulan sehingga membuat Sandi merasa geram.
"Enak saja kamu mau menginap di sini, aku sama Istriku saja harus tidur terpisah. Sebaiknya sekarang kamu cepat ikut kami," ujar Sandi dengan menarik tangan Bintang ke luar dari rumah mendiang Bu Narsih.
Setelah sampai di depan kamar kos Ali, Sandi mengajak Ali dan Bintang untuk mengobrol, karena Sandi masih merasa penasaran dengan hubungan Ali dan Risma.
"Bintang, kamu jangan masuk kamar dulu, sebaiknya kita ngopi sambil ngobrol dulu," ujar Sandi ketika melihat Bintang hendak masuk ke dalam kamar kos Bulan, karena di kamar kos Bintang masih belum ada selimut dan perlengkapan lainnya.
"Sepertinya Kak Sandi masih kepo tentang Risma kan?" ujar Bintang.
"Kamu tempe saja," ujar Sandi dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau begitu Ali tidur duluan Pa," ujar Ali yang mencoba menghindari pertanyaan Sandi.
"Oh, tidak bisa, apalagi kamu adalah pemeran utamanya. Ali, meski pun kamu tidak mengatakan apa pun kepada kami, tapi Papa tau kalau kamu memiliki perasaan terhadap Risma," ujar Sandi.
Ali menghela napas panjang, karena Ali tidak mungkin bisa terus menutupi hubungannya dengan Risma, apalagi Ali diminta oleh Risma untuk memilih antara Andini atau Risma.
"Pa, sebenarnya saat kuliah dulu, Risma adalah pacar sekaligus cinta pertama Ali."
"Sudah kuduga, ternyata tebakan Sandi somplak benar. Terus kenapa kamu dan Risma bisa sampai putus?" tanya Sandi yang semakin merasa penasaran.
"Kami sebenarnya tidak putus, tapi Ali dan Risma los kontek. Ali mengira jika Risma sudah meninggalkan Ali, tapi ternyata selama ini Risma sudah ditumbalkan oleh mendiang Bu Narsih menjadi budak napsu Raja iblis. Seandainya Ali tau dari dulu, Ali pasti akan berusaha membebaskan Risma."
Sandi sebenarnya merasa tidak tega terhadap Ali, apalagi Sandi melihat Ali begitu mencintai Risma, tapi Sandi tidak rela jika Anaknya sampai menikahi perempuan bekas Raja iblis.
"Ali, Papa mengerti bagaimana perasaan kamu, tapi sekarang kamu sudah menjalin hubungan dengan Andini, dan jujur saja Papa tidak rela jika kamu menikah dengan Risma yang sudah bertahun-tahun menjadi budak napsu Raja iblis."
"Tapi Pa, Ali sangat mencintai Risma, Ali akan berusaha menerima Risma apa adanya, dan Ali berniat untuk menikahinya."
Bintang yang mendengar perkataan Ali, mencoba menjelaskan tentang Risma yang masih belum terlepas dari jerat iblis, karena Bintang tidak akan membiarkan Ali menjadi tumbal Raja iblis.
"Ali, maaf kalau aku sudah ikut campur dalam urusan kamu. Tadi kamu dengar sendiri kan perkataan Bulan tentang Risma yang masih belum terlepas dari jerat iblis? Dan kamu harus tau, kalau kamu sampai menikahi Risma, kamu akan menjadi tumbal Raja iblis, karena Risma akan terbebas dari jerat iblis apabila dia menikah sebanyak tujuh kali, dan tujuh Suaminya akan meninggal menjadi tumbal."
Ali mencerna perkataan Bintang, karena dia akan melakukan apa pun supaya Risma bisa terbebas dari jerat iblis.
"Aku akan melakukan apa pun untuk Risma," ucap Ali sehingga membuat Bintang dan Sandi begitu terkejut.
*
*
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Lee
Yaudah lah sana Ali klo msih ngyel mah, ksel sma laki model Ali yg lemah imannya🙄
2024-03-26
1
Sunshine
udah biarin aja s Ali jadi tumbal 🤭
2024-02-13
2
Sunshine
s Risma egois bgt sih, s Ali juga plim plan
2024-02-13
1