Pak RT dan Bu RT memberanikan diri membuka gorden jendela kamar untuk melihat siapa orang yang sudah mengganggu tidur mereka.
"Siapa sih yang sudah mengganggu tidur kita?" gerutu Pak RT yang terlihat kesal.
Pak RT dan Bu RT membulatkan mata ketika melihat sosok menyeramkan yang berada di luar jendela.
"Pak RT, Bu RT buka jendelanya," ucap hantu Bu Narsih sehingga membuat bulu kuduk Pak RT dan Bu RT merinding.
"Ha_ha_han_," ucap Pak RT dengan tergagap.
"Hantu Pak, gitu aja kok susah banget," ujar Bu RT.
"Iya Bu, itu maksud Bapak."
Bu RT yang kembali menyadari jika sosok yang berada di hadapannya adalah hantu Bu Narsih, langsung gemetar ketakutan.
"Pak, Ibu sepertinya mau pingsan, Ibu gak kuat melihat wajah menyeramkan hantu Bu Narsih. Ternyata hantu di dunia nyata lebih menyeramkan dibandingkan dengan yang di film film," ujar Bu RT.
"Kalau mau pingsan, pingsan aja Bu gak usah bilang-bilang. Bapak juga gak berani lihat," ujar Pak RT dengan terus memejamkan kedua matanya.
Bu RT yang sudah tidak kuat lagi akhirnya pingsan juga.
"Aduh, kenapa Ibu jadi pingsan beneran. Kalau begitu sebaiknya Bapak ikutan pingsan juga," ujar Pak RT yang akhirnya ikut pingsan juga.
Hantu Bu Narsih tertawa ketika dirinya berhasil menakut-nakuti Pak RT dan Bu RT, kemudian Bu Narsih mendatangi satu persatu rumah tetangganya sehingga membuat geger warga sekitar rumah Bu Narsih.
"Hi hi hi hi hi, aku akan terus menakut-nakuti kalian, karena kalian semua tidak mau membantu mengurus jenazah ku," ujar Bu Narsih sehingga membuat orang-orang ketakutan, bahkan ada yang sampai ngompol di celana.
......................
Di tempat lain, Zahra sama sekali tidak bisa memejamkan matanya karena terus memikirkan Bisma yang tidak kunjung kembali.
"Tuan iblis, kamu dimana? Kenapa kamu belum kembali juga?" gumam Zahra.
Entah kenapa Zahra merasakan sesuatu yang hilang ketika Bisma tidak berada di sampingnya, bahkan tanpa terasa air mata Zahra tiba-tiba menetes membasahi pipi nya.
"Kenapa dengan ku? Kenapa aku menangis? Perasaan apa ini?" gumam Zahra lagi.
Di tempat lain, Bisma juga merasakan hal yang sama, Bisma terus merasa gelisah karena merindukan sosok Zahra yang sudah mengisi relung hatinya.
"Sepertinya aku sudah benar-benar jatuh cinta kepada Zahra. Aku harus mencari cara supaya bisa terbebas dari rantai sakti yang dibuat oleh Ayahanda, tapi bagaimana caranya?" gumam Bisma.
Bisma sampai kehabisan tenaga karena terus berusaha membuka rantai sakti Raja iblis, sampai akhirnya Bisma tidak sadarkan diri karena kekuatannya habis terserap oleh rantai sakti.
Di alam bawah sadarnya, Bisma mendengar suara Zahra yang terus memanggil namanya.
"Tuan iblis, apa kamu tidak merindukan ku? Kenapa kamu tidur? Apa kamu tidak ingin bertemu dengan ku lagi?"
Secara perlahan Bisma mulai membuka matanya karena suara Zahra terus terngiang-ngiang pada telinganya.
"Ternyata aku hanya mimpi. Zahra, aku sangat merindukan mu, dan aku akan melakukan apa pun supaya bisa bertemu denganmu," gumam Bisma.
Bisma terkejut karena tiba-tiba ke luar energi yang begitu besar dari dalam tubuhnya, bahkan energi tersebut bisa membuat rantai sakti Raja iblis meleleh karena kekuatan besar yang Bisma keluarkan.
"Bagaimana mungkin Pangeran bisa mengeluarkan kekuatan yang begitu besar, bahkan Pangeran bisa melepaskan rantai sakti paduka Raja. Ini benar benar luar biasa," ucap Tabib Atmaja yang baru masuk ke dalam kamar Bisma untuk memeriksa kondisi tubuhnya.
Tabib Atmaja begitu terkejut melihat kekuatan dahsyat yang berada di depan matanya, apalagi tubuh Tabib Atmaja sampai terpental karena terkena kekuatan Bisma.
"Tabib tidak kenapa-napa kan? Maaf kalau aku sudah melukai Tabib, aku tidak bermaksud melakukan semua itu," ujar Bisma dengan membantu Tabib Atmaja berdiri.
"Tidak apa-apa Pangeran, hamba justru merasa takjub karena bisa melihat kekuatan besar yang dikeluarkan oleh Pangeran. Apa sekarang Pangeran sedang jatuh cinta?" tanya Tabib Atmaja sehingga membuat Bisma merasa heran.
"Memangnya apa hubungannya kekuatanku yang tiba-tiba muncul dengan aku yang jatuh cinta?"
"Dulu saat Pangeran lahir, para tetua Kerajaan telah meramal jika kekuatan besar yang dimiliki oleh Pangeran akan ke luar ketika Pangeran jatuh cinta, makanya paduka Raja bersikeras ingin menjadikan Pangeran sebagai Pangeran mahkota, supaya suatu saat nanti Kerajaan iblis memiliki perisai yang kuat, apalagi saya yakin jika kekuatan Pangeran akan jauh lebih besar dibandingkan dengan yang mulia paduka Raja," jelas Tabib.
"Tabib, tapi aku tidak ingin menjadi seorang Raja. Aku hanya ingin hidup bersama dengan perempuan yang aku cintai, jadi tolong jangan tahan aku untuk pergi, biarkan aku meraih kebahagiaan ku." ujar Bisma dengan tatapan memohon supaya Tabib Atmaja membiarkannya pergi.
Sebenarnya saat ini Bisma bisa saja pergi tanpa meminta ijin kepada Tabib Atmaja, apalagi dia sudah memiliki kekuatan yang sangat besar, tapi bagaimanapun juga Bisma menghormati orang yang lebih tua, apalagi selama ini Tabib Atmaja selalu bersikap baik terhadap dirinya.
"Baiklah, jika memang semua itu sudah menjadi keputusan Pangeran, hamba hanya bisa mendo'akan semoga Pangeran selalu bahagia."
"Terimakasih banyak Tabib, aku pasti tidak akan pernah melupakan kebaikanmu," ucap Bisma dengan memeluk tubuh Tabib Atmaja.
"Sebaiknya sekarang juga Pangeran cepat pergi dari sini, jangan sampai yang mulia Raja kembali menahan Pangeran," ucap Tabib Atmaja.
"Kalau begitu aku pergi dulu. Tabib juga harus menjaga diri baik-baik," ucap Bisma kemudian menghilang menuju alam manusia.
Semoga Pangeran tidak bertemu dengan Prajurit kerajaan, ucap Tabib Atmaja dalam hati.
Beberapa saat kemudian, Raja iblis datang ke kamar Bisma setelah mendapatkan laporan dari Prajurit nya jika di dalam kamar Bisma terlihat sebuah cahaya.
"Tabib Atmaja, apa yang sudah terjadi? Kenapa kamu bisa terluka seperti ini? Dimana Pangeran Bisma?" tanya Raja iblis.
"Maaf yang Mulia, Pangeran Bisma berhasil kabur, dan hamba tidak bisa menahannya," jawab Tabib Atmaja.
"Mustahil Bisma bisa melepaskan diri dari rantai sakti ku," teriak Raja iblis.
"Saya juga tidak percaya jika Pangeran bisa melepaskan diri, tapi sekarang kekuatan besar yang dimiliki oleh Pangeran sudah ke luar," ujar Tabib Atmaja.
"Ternyata ramalan itu benar, kalau Bisma akan mengeluarkan kekuatan besar ketika dia jatuh cinta. Bagaimana ini? Sekarang aku akan lebih sulit menahan dia untuk tetap tinggal di Kerajaan. Siapa perempuan yang sudah membuat Bisma jatuh cinta?" gumam Raja iblis.
......................
Bisma tersenyum bahagia karena akhirnya dia bisa kembali melihat pujaan hatinya yang saat ini tengah tertidur.
"Tuan iblis, Tuan iblis," gumam Zahra yang tengah mengigau.
"Zahra, aku sudah kembali, aku datang untuk menepati janjiku," ucap Bisma dengan mengecup kening Zahra.
Zahra terbangun ketika mendengar suara Bisma, dan Zahra langsung mencubit pipi Bisma karena mengira jika dirinya tengah bermimpi.
"Awww sakit. Kenapa kamu mencubit ku Zahra?" ujar Bisma dengan memegangi pipinya.
"Jadi aku tidak sedang bermimpi?" tanya Zahra dengan tersenyum bahagia.
"Memangnya kamu pikir yang berada di hadapan kamu ini siapa?" ujar Bisma.
"Tapi kenapa Tuan iblis baru kembali? Dari tadi aku mengkhawatirkan Tuan iblis," ujar Zahra dengan cemberut.
"Maaf kalau aku sudah membuat kamu khawatir. Tadi aku ditangkap oleh Prajurit Kerajaan iblis, dan aku dikurung, bahkan tangan dan kaki ku dirantai."
"Terus bagaimana ceritanya Tuan iblis bisa bebas?" tanya Zahra yang merasa penasaran.
Bisma menceritakan semuanya kepada Zahra, dan Zahra mendengarkan cerita Bisma secara seksama.
"Jadi kekuatan Tuan iblis muncul karena Tuan iblis telah jatuh cinta? Siapa nama perempuan yang Tuan iblis cintai?"
*
*
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Lee
Bu Rt ngelawak dlu sblum pingsan..🤣🤣
2024-03-31
1
Lee
wkwk..bu Rt bisa aja, namanya org kaget liat hntu jdi gagap gtu
2024-03-31
1
🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻
Ngakak Ry mah
mana ada org pingsan bilang sih
2024-02-23
1