Bab 12 ( Berada dalam dilema )

Andini terkejut mendengar perkataan Risma, karena Andini sama sekali tidak menyangka jika Risma akan menyuruhnya untuk mengusir Bulan dan yang lainnya.

"Kak, kenapa Kakak menyuruh aku mengusir Bulan dan yang lainnya? Mereka sudah banyak membantu kita, seharusnya kita berterimakasih kepada mereka," ujar Andini yang tidak mungkin mengusir Bulan dan Keluarganya.

"Kamu tadi dengar sendiri kalau Bulan sudah memfitnah Kakak, dan Kakak tidak terima dituduh memakai susuk pemikat," teriak Risma yang begitu emosi.

"Kak, Bulan pasti tidak bermaksud seperti itu," ujar Andini.

"Jadi sekarang kamu lebih memilih membela oranglain dari pada Kakak kamu sendiri? Kalau begitu Kakak yang akan ke luar dari rumah ini, dan malam ini juga Kakak akan menikah dengan Zacky," ujar Risma.

Risma mengajak Dokter Zacky untuk pergi dari rumah mendiang Bu Narsih, dan Bulan yang melihatnya sudah berniat untuk mencegah Risma dan Dokter Zacky pergi, tapi tiba-tiba Ali angkat suara sehingga menghentikan langkah kaki Risma.

"Tunggu Risma, ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu," ujar Ali.

Andini sebenarnya merasa penasaran dengan pembicaraan Ali dan Risma, apalagi Ali mengajak Risma bicara berdua di depan kamar kos nya supaya tidak ada orang yang mendengar percakapan mereka.

"Mau apa kamu mengajak aku ke sini Adik ipar?" tanya Risma dengan tersenyum mengejek.

"Risma, aku minta maaf karena selama ini aku mengira jika kamu sudah meninggalkan ku. Seandainya dari dulu aku tau kalau kamu sudah ditumbalkan oleh Bu Narsih, aku pasti akan berusaha membebaskan kamu," ucap Ali dengan mata berkaca-kaca.

Risma tiba-tiba tertawa sekaligus menangis, karena Risma berpikir jika sekarang semuanya sudah terlambat, apalagi Ali akan segera menikah dengan Andini.

"Sekarang kamu pasti merasa jijik terhadap ku Ali, karena aku bukan Risma yang dulu lagi, aku adalah perempuan kotor, apalagi sudah bertahun-tahun aku menjadi budak nafsu Raja iblis."

"Kamu salah Risma, aku tidak pernah berpikir seperti itu, aku tulus mencintai kamu," ujar Ali dengan menangkup kedua pipi Risma, Ali juga menghapus air mata yang mengalir membasahi pipi Risma.

"Kamu bohong Ali, kalau kamu cinta kepada ku, kamu pasti tidak akan menikahi Andini !!" teriak Risma.

Ali menghela napas panjang, karena saat ini Ali masih berada dalam dilema.

"Selama bertahun-tahun aku selalu menutup pintu hatiku untuk perempuan mana pun, karena aku tidak pernah bisa melupakan kamu. Sampai akhirnya aku bertemu dengan Andini, tapi aku sadar kalau aku jatuh cinta kepada Andini karena melihat sosok kamu dalam dirinya," ujar Ali.

"Sudahlah Ali, kamu jangan pernah membahas tentang masalalu kita lagi. Sebaiknya sekarang kita harus berusaha untuk saling melupakan. Aku akan menikah dengan Zacky, dan kamu bisa menikah dengan Andini," ujar Risma.

Ali merasa tidak rela mendengar Risma ingin menikah dengan lelaki lain, apalagi Bulan sudah melarang Risma menikah dengan dokter Zacky, dan Ali percaya jika Bulan tidak mungkin mengarang cerita tentang Risma yang masih belum lepas dari jerat iblis.

"Risma, aku mohon jangan menikah dengan Dokter Zacky," ucap Ali dengan menggenggam erat tangan Risma.

"Kenapa aku tidak boleh menikah dengan lelaki lain sedangkan kamu sendiri akan menikah dengan Andini?"

Ali hanya diam tanpa bisa menjawab pertanyaan Risma, karena Ali yakin jika Kedua orangtua serta Keluarganya tidak akan membiarkannya menikahi Risma.

"Ali, aku akan membatalkan pernikahan ku dengan Zacky, tapi sebagai gantinya kamu harus menikahi ku," ujar Risma sehingga membuat Ali semakin berada dalam dilema.

......................

Di tempat lain, Zahra merasa gelisah karena Bisma masih belum kembali juga.

"Kemana perginya Tuan iblis? Kenapa dia masih belum kembali juga? Padahal tadi dia bilangnya cuma pergi sebentar," gumam Zahra dengan terus mondar mandir.

Bu Maesaroh merasa heran ketika melihat tingkah Zahra yang terlihat cemas.

"Cucu Nenek yang cantik kenapa mondar mandir terus seperti setrikaan?" tanya Bu Maesaroh dengan menepuk bahu Zahra sehingga membuatnya terlonjak kaget.

"Tuan iblis, Tuan iblis, Tuan iblis," cerocos Zahra.

Bu Maesaroh mengernyitkan dahinya ketika mendengar Zahra menyebut Tuan iblis.

"Siapa Tuan iblis?" tanya Bu Maesaroh yang merasa penasaran.

"Astagfirullah Nek, Nenek ngagetin Zahra saja," ucap Zahra dengan mengelus dadanya.

"Dari tadi Nenek ngetuk pintu, terus Nenek juga manggil manggil Zahra, tapi Zahra sama sekali tidak memperdulikan Nenek."

"Maaf Nek, Zahra sedang khawatir sama Tuan iblis, karena dia belum kembali juga," ujar Zahra kemudian langsung menutup mulutnya karena sudah keceplosan.

"Dari tadi kamu nyebut Tuan iblis Tuan iblis terus, siapa dia? Apa dia pacar kamu?" tanya Bu Maesaroh.

"Ma_maksud Zahra bukan begitu Nek. Tadi Zahra nonton film tentang cerita Iblis, jadi sampai sekarang Zahra masih kepikiran."

"Ooooh seperti itu, baguslah kalau begitu, tadinya Nenek khawatir kalau kamu seperti Sepupu kamu Putri yang menikah dengan makhluk halus, meski pun sudah berubah menjadi manusia, tapi rasanya gimana gitu. Ya sudah, kalau begitu sebaiknya kita makan dulu, Nenek tidak mau jika nanti Kedua Orangtua kamu mengira kami tidak memberi kamu makan kalau kamu menjadi kurus," ujar Bu Maesaroh dengan menggandeng Zahra menuju meja makan.

Tuan iblis, semoga kamu baik-baik saja, ucap Zahra dalam hati.

"Zahra," teriak Bisma yang baru sadarkan diri setelah bertarung dengan beberapa Pengawal Raja iblis yang berusaha menangkapnya.

"Akhirnya Pangeran sadar juga," ucap Tabib Kerajaan iblis.

"Tabib, kenapa aku bisa berada di Istana?" tanya Bisma.

"Tadi Pangeran tidak sadarkan diri setelah bertarung dengan utusan Paduka Raja yang ditugaskan untuk menjemput Pangeran dari alam manusia," jawab Tabib.

Bisma melihat kaki dan tangannya yang terikat oleh rantai, karena Raja iblis tidak akan membiarkan Bisma kabur lagi.

"Tabib, tolong lepaskan aku. Aku harus kembali ke alam manusia, karena aku sudah berjanji kepada seseorang," ujar Bisma dengan wajah memelas.

"Maaf Pangeran, saya tidak bisa menentang perintah Paduka Raja. Sebaiknya sekarang Pangeran istirahat supaya luka Pangeran segera pulih," ujar Tabib.

Beberapa saat kemudian, Raja iblis masuk ke dalam kamar Bisma, dan Raja iblis begitu murka karena Bisma selalu mencoba kabur dari Kerajaannya.

"Dasar Anak tidak tahu di untung, aku berniat menjadikan kamu sebagai Pangeran mahkota supaya nanti kamu bisa menjadi penggantiku, tapi kamu masih saja berangan-angan menjadi manusia. Kamu seharusnya menerima takdir kamu yang terlahir sebagai Iblis. Tugas iblis itu menyesatkan manusia, bukan untuk jatuh cinta kepada manusia," teriak Raja iblis.

"Tapi Ayahanda tidak bisa memaksa kehendak Bisma, karena Bisma ingin bebas dan menjadi diri sendiri."

Plak

Tamparan keras mendarat pada pipi Bisma, karena Raja iblis semakin geram ketika mendengar perkataan Bisma yang selalu melawan perintahnya.

"Sekali lagi kamu berani melawan ku. Aku tidak akan segan segan menghukum kamu dengan membakar kamu di dasar Neraka," ujar Raja iblis kemudian ke luar dari dalam kamar Bisma.

Apa yang harus aku lakukan? Zahra pasti khawatir karena aku belum kembali juga. Tunggu aku Zahra, aku pasti akan kembali, karena aku sudah janji akan selalu menjaga kamu dalam seumur hidup ku, ucap Bisma dalam hati.

*

*

Bersambung

Terpopuler

Comments

Lee

Lee

So sweet bgt sih Bisma ..😍😍 2 iklan mndarat kak..ganbatte

2024-03-26

1

Lee

Lee

Tuh kan jdi skandal..😤 biarin ajalah Ali mati biar Risma nyesel gk egois, kasian Andini q thor

2024-03-26

1

Lee

Lee

Ali jg plin plan gini, jdi kasihan Andini

2024-03-26

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!