BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI

Shaiming memeluk tubuh Li Mei seraya memandanginya penuh cinta.

Tak lagi sama status hubungan mereka karena hari ini mereka telah resmi bertunangan.

Li Mei menyetujui pertunangan ini setelah Shaiming menjelaskan jika ada orang yang sedang berusaha mengejar Li Mei dengan alasan itu pula Shaiming meminta Li Mei untuk bertunangan dengannya supaya Shaiming dapat menjaga Li Mei lebih dekat lagi.

Sejak kedatangan pria asing yang mencurigakan kemarin di area jalan menuju rumah Shaiming.

Shaiming lebih berkeinginan untuk menjaga Li Mei dan memaksa mengadakan acara pertunangan ini.

Meski awalnya Li Mei sempat menolaknya tapi demi keselamatan dirinya akhirnya Li Mei menerimanya. Selain itu Shaiming juga beralasan jika dia merasa sungkan dengan semua orang di sekitarnya karena membawa seorang gadis ke rumahnya.

Alasan itulah menguatkan keinginan Shaiming menggelar acara pertunangan ini supaya tetangga di dekat rumahnya tahu jika Li Mei adalah tunangannya.

"Selamat ! Selamat ! Selamat Shaiming !!! Selamat Li Mei... !!!"

Terdengar suara ucapan dari sejumlah orang yang diundang oleh Shaiming di acara pertunangannya ini.

TRET... !

TRET... !

TRET... !

Suara petasan turut meramaikan suasana pertunangan Shaiming dan Li Mei.

Leyu menghibur sejumlah tamu undangan dengan tariannya serta tabuh drum miliknya yang mengiringi acara pertunangan ini.

Terlihat Genji melayani dengan memberi tamu-tamu yang hadir dengan berbagai jenis hidangan menarik.

Seperti hidangan kue moaci, kue marie wijen kacang, kue bulan lotus, permen, makanan kaleng sampai buah-buahan segar semua terhidang di acara pertunangan ini.

Semua anggota opera kecil milik Shaiming turut hadir meramaikan acara pertunangan Shaiming dan Li Mei.

Mereka juga membawakan hantaran hadiah teruntuk kedua pasangan yang sedang berbahagia itu.

Terlihat Li Mei berdiri di sebelah Shaiming dengan penuh kebahagiaan di wajahnya sedangkan Shaiming terus menebar senyum ramahnya pada setiap orang yang hadir.

"Banyak tetangga yang mau hadir di acara kita ini", ucapnya sambil mengangguk ramah pada tamu yang baru datang.

"Apa kamu mengundang semua orang, Shaiming ?", tanya Li Mei.

"Tidak, aku hanya mengundang sebagian tetangga dekat rumah tapi sisa nya yang melakukannya adalah Genji", sahut Shaiming.

"Dan dia mengundang semua orang", kata Li Mei tersipu malu.

"Bukankah itu lebih baik bagi kita untuk mengumumkan hubungan kita kepada semua orang", ucap Shaiming.

"Tapi agak berlebihan menurutku...", kata Li Mei saat melihat banyak orang berbondong-bondong datang ke acara pertunangannya dengan Shaiming.

Shaiming tertawa pelan seraya menoleh ke arah Li Mei yang berdiri di dekatnya.

"Menurutku tidak terlalu berlebihan karena kita bisa semakin menunjukkan pada semua orang tentang hubungan kita", ucap Shaiming.

"Apa kau senang ?", tanya Li Mei.

"Tentu saja, aku merasa sangat senang bahkan aku bangga bisa bertunangan dengan mu", sahut Shaiming.

"Kau selalu pandai memujiku...", kata Li Mei.

"Dan apakah kamu senang ?", ucap Shaiming.

"Kenapa kamu bertanya seperti itu ?", tanya Li Mei.

"Tidak... Hanya saja, aku merasa kau terlihat tertekan dengan acara ini...", sahut Shaiming.

"Tidak, tidak, tidak...", jawab Li Mei.

Li Mei menjawab dengan menggelengkan kepalanya pelan.

"A--aku..., aku menyukainya...", sahut Shaiming.

"Benarkah !?", kata Shaiming sembari melirik ke arah Li Mei.

"Iya...", sahut Li Mei dengan anggukkan kepala cepat.

Shaiming lalu tertawa pelan sambil mengangkat kedua tangan Li Mei mendekat ke arahnya lalu menciumnya.

"Li Mei...", bisiknya lembut.

"Ya...", jawab Li Mei.

Kedua pandangan mereka saling bertemu, terlihat Shaiming menatap teduh Li Mei yang ada di hadapannya.

"Mulai sekarang kau adalah bagian dari hidupku dan aku merupakan pasangan mu yang akan selalu menemani mu", kata Shaiming.

"Shaiming...", sahut Li Mei tertegun.

"Dan aku berharap kamu dapat menerima ku sebagai pasangan hidupmu...", kata Shaiming.

"Shaiming...", ucap Li Mei terharu.

"Katakan pada ku bahwa kamu menyukai ku, Li Mei...", kata Shaiming.

"Shaiming... !", sahut Li Mei dengan berlinangan air mata.

Shaiming terkejut panik dengan sikap Li Mei yang tiba-tiba berubah menangis.

"Kenapa ? Kenapa dengan mu ? Li Mei ???", tanya Shaiming mulai cemas.

Shaiming menarik tubuh Li Mei lebih mendekat kepadanya lalu menatapnya lekat-lekat.

"Apa ada yang sakit ? Aa--aapa kepala mu terasa sakit ???", kata Shaiming.

"Tidak..., aku hanya merasa terharu saja dengan kebaikan mu...", sahut Li Mei.

" Li Mei...", ucap Shaiming.

"Aku terharu karena kamu mau menerima ku sebagai pasangan mu meski keadaan ku seperti ini, menderita amnesia", kata Li Mei.

"Dan aku mencintai mu...", sahut Shaiming kemudian mendekap erat tubuh Li Mei.

"Terimakasih telah menemani ku, Shaiming !!!", ucap Li Mei seraya membalas dekapan Shaiming padanya.

Genji mencolek lengan Leyu yang ada di dekatnya.

"Apa ?", tanya Leyu.

"Coba kau lihat mereka !", sahut Genji.

Genji mengarahkan telunjuk tangannya ke arah Shaiming dan Li Mei.

"Rupanya Li Mei mulai menerima Shaiming", kata Leyu.

"Tentu saja, bukankah Li Mei memang tunangan Shaiming !", sahut Genji sambil memukul Leyu.

"Maksudku mereka berdua dulunya memang dua pasangan yang bertunangan sebelum melintas kemari...", sambung Leyu.

"Hush ! Sssst... ! Jangan keras-keras nanti ada orang yang mendengar suara mu, Leyu !", ucap Genji mengingatkan.

"Bukankah akan lebih baik jika ada yang tahu kalau mereka memang pasangan yang sudah bertunangan", kata Leyu.

"Tapi tidak ada yang tahu kalau kita datang dari masa lalu, dunia ghaib !!!", sahut Genji.

"Dunia ghaib !???", ucap Leyu.

Leyu terlihat bingung ketika Genji menyebut diri mereka berasal dari dunia ghaib.

"Hai, Genji ! Bagaimana bisa kau menyebut kita dari dunia ghaib !?", kata Leyu tak terima.

"Pada kenyataannya memang demikian, bukan !?", sahut Genji.

"Astaga !? Kau ini mengada-ada saja !?", ucap Leyu.

"Kenapa memangnya !? Bukankah usia kita ratusan tahun ???", kata Genji.

"Tapi kita bukan makhluk ghaib ! Kita ini manusia hidup !!!", sahut Leyu.

Leyu mengerutkan keningnya sambil mengunyah kue moaci ke dalam mulutnya cepat.

"Terserah padamu saja, Leyu", ucap Genji sambil berlalu pergi dari hadapan Leyu.

Genji melenggang pergi dari sisi Leyu yang berdiri termenung menatap ke arah Genji yang melangkah menjauh darinya.

"Ada-ada saja wanita satu itu... Bagaimana bisa menyebut kami manusia ghaib !???", ucap Leyu.

Leyu kembali menoleh ke arah Shaiming yang berdekatan dengan Li Mei, dan mereka tampak bahagia sedang duduk di kursi pelaminan sambil saling tersenyum mesra.

"Semoga Shaiming dapat menjaga Li Mei sampai Li Mei sembuh dari amnesianya...", gumam Leyu.

Acara pertunangan Shaiming dan Li Mei berjalan sangat meriah bahkan dipenuhi oleh berbagai acara hiburan menarik dari anggota opera lainnya.

Fengying menghibur tamu undangan dengan menyanyikan lagu bertema cinta, diiringi oleh musik erhu yang dimainkan oleh Hao Yu.

Mereka tampil berduet dengan apiknya saat menghibur semua orang yang hadir di acara pertunangan ini.

Di sisi lain Ye Lu sibuk menyalakan kembang api di tangannya.

Suasana di rumah Shaiming sangat ramai, penuh dengan orang-orang yang di undang datang ke acara pertunangan Shaiming dan Li Mei.

Di sudut pojok lain, Genji berdiri mengamati jalannya seluruh acara pertunangan dengan serius dan waspada. Dia memang ditugaskan untuk mengawasi semua orang yang datang ke acara ini.

Shaiming sengaja meminta pada Genji untuk menjaga keamanan jalannya acara pertunangannya bersama Li Mei kepada Genji sebab wanita itu memiliki keahlian bela diri lebih tinggi dari anggota opera kecil lainnya.

Terpopuler

Comments

horse win

horse win

wow 🌝🌝🌝

2024-02-23

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!