BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI

Li Mei tampak bersandar di bahu sofa panjang dekat jendela rumah sambil meminum sekotak soda ringan rasa jeruk mandarin favoritnya.

Termenung diam seraya memandang langit-langit rumah.

Dibiarkannya rambut hitamnya yang panjang tergerai lurus, tertiup angin yang berasal dari arah luar jendela ruangan.

"Fuih... !?", hela nafas Li Mei.

Li Mei beranjak duduk lalu meletakkan kotak minumannya ke atas meja seraya mengangkat kedua lengannya naik ke atas.

"Rasanya lelah juga setelah seharian berlatih tarian Bian Lian...", kata Li Mei.

Pagi ini, Li Mei berniat hendak melanjutkan lagi latihannya menari tarian Bian Lian dengan teknik menghembus.

Kemarin saat dia mencobanya, Li Mei gagal melakukannya dengan benar, wadah berisi bedak penuh warna jatuh berserakan saat dia menari.

Shaiming tertawa ringan saat itu tetapi bagi Li Mei hal tersebut sangatlah memalukan baginya.

Bukan lantaran dia tidak mahir melakukan teknis berhembus dalam mengubah wajah dengan alat perantara bedak. Namun, yang membuatnya malu karena wadah bedak yang dia pegang sempat mengenai wajah Shaiming sebelum kemudian jatuh ke lantai.

"Aaakhhh !!!", pekiknya malu.

Li Mei menutup wajahnya dengan kedua tangannya seraya menundukkan wajahnya.

Merasa malu ketika dia mengingat kejadian di ruangan latihan opera bersama Shaiming, karena ulahnya yang menyebabkan wajah Shaiming penuh dengan taburan bedak sehingga menutupi topeng di wajahnya setelah terkena wadah semacam mangkuk yang terlempar saat Li Mei menari tarian Bian Lian.

"Apa yang telah aku lakukan !?", ucap Li Mei.

Li Mei masih tersipu malu saat membayangkan wajah Shaiming yang terkena lemparan wadah mangkuk sehingga dahinya memar.

"Aku benar-benar ceroboh sekali...", keluh Li Mei dengan termenung.

"Apa yang ceroboh ?", terdengar suara dari arah pintu masuk ke dalam rumah.

"AAAAAKHHH... !!!", jerit Li Mei dengan ekspresi serta emosi keterkejutan.

Terlihat Shaiming berjalan masuk ke dalam ruangan rumahnya sambil menenteng bungkusan besar.

"Kenapa berteriak, Li Mei ???", ucap Shaiming terlihat tidak mengerti dengan sikap Li Mei barusan.

Gadis amnesia itu bergumam seorang diri kemudian menjerit panik saat dirinya masuk ke rumah.

"Apa yang kau rasakan kini, Li Mei ?", tanya Shaiming.

Shaiming menoleh sambil menatap lurus ke arah Li Mei yang duduk di sofa.

"Tidak ada, aku merasa bahwa diriku dalam keadaan baik-baik saja sekarang", kata Li Mei menyahut pertanyaan Shaiming.

"Benarkah !?", ucap Shaiming dengan kening berkerut.

"Mmm..., iya !", sahut Li Mei.

Wajah Li Mei tersenyum cerah berusaha meyakinkan Shaiming jika dirinya baik-baik saja saat ini.

Shaiming menghela nafas panjang sembari memasukkan bungkusan besar yang dia bawa ke dalam lemari kayu berukir antik.

"Syukurlah, kalau kau dalam keadaan baik-baik saja", kata Shaiming.

Shaiming membalikkan badannya menghadap ke arah Li Mei lalu melagkah mendekat.

Tap... Tap...Tap...

Laki-laki berparas tampan itu kemudian duduk berjongkok tepat di hadapan Li Mei seraya berkata.

"Aku rasa kepala mu mulai kuat setelah berlatih tarian Bian Lian...", ucap Shaiming.

Shaiming meraba kening Li Mei dengan lembutnya.

Sontak perhatian Shaiming membuat Li Mei menjadi sangat malu karena dia tidak pernah mengenal Shaiming sebelumnya.

Li Mei semakin menundukkan wajahnya dari pandangan Shaiming sedangkan kedua tangannya gemetaran.

Senyum membias di wajah Shaiming saat dia melihat kecanggungan yang dialami oleh Li Mei ketika mereka berdua saling berdekatan.

"Hanya saja kita masih perlu pergi ke dokter untuk kontrol rutin, sekedar memeriksakan kondisi kesehatan mu, Li Mei", sambung Shaiming.

Sorot mata Shaiming berubah teduh ketika dia memperhatikan wajah cantik Li Mei yang berada di hadapannya.

"Amnesia mu masih perlu disembuhkan dengan terapi rutin meski akan membutuhkan waktu lama serta menguras tenaga tapi ku harap kamu sabar menjalaninya", kata Shaiming.

"Bisakah kita tidak kembali lagi ke dokter, Shaiming ?", sahut Li Mei.

"Tidak mungkin, Li Mei...", kata Shaiming seraya menggeleng pelan.

"Kenapa ?", tanya Li Mei.

"Aku tahu kegiatan rutin pergi ke dokter sangat membosankan mu tetapi kita harus tetap memeriksakan kondisi mu disana sampai dokter yakin kau telah sembuh", sahut Shaiming.

"Bukan karena aku bosan...", ucap Li Mei.

"Lalu ?", tanya Shaiming sembari menatap tajam ke arah Li Mei dengan kedua mata elangnya.

Li Mei memalingkan wajahnya ke arah lain kemudian menarik nafas dalam-dalam.

"Aku merasa lelah saja setiap kali melihat jalan saat pergi ke tempat dokter", ucapnya dengan raut wajah sendu.

"Yah... !? Hal yang sangat wajar jika kau merasa lelah tetapi kita tetap kesana, Li Mei !", sahut Shaiming.

"Tapi Shaiming... Kita memerlukan banyak biaya untuk periksa ke dokter...", ucap Li Mei.

"Kamu tidak perlu memikirkan hal itu, Li Mei", sahut Shaiming.

TOK... ! TOK... ! TOK... !

Terdengar suara pintu rumah diketuk dari luar ruangan.

Shaiming langsung menolehkan kepalanya ke arah suara itu, seorang pria berpakaian changsan merah sedang berdiri di dekat pintu.

"Leyu !?", ucap Shaiming.

Laki-laki yang dipanggil dengan nama Leyu menganggukkan kepalanya seraya berjalan masuk.

"Ada apa Leyu ?", tanya Shaiming.

"Boleh kita bicara sebentar, Shaiming", sahut Leyu sambil melirik ke arah Li Mei.

"Oh, baiklah, kita bicara di luar saja karena Li Mei hendak beristirahat sekarang", ucap Shaiming dengan senyuman.

"Baik, kita bicara di luar saja", sahut Leyu.

Leyu terdiam sedangkan Shaiming kembali menoleh ke arah Li Mei sembari berujar pada gadis cantik itu.

"Li Mei...", panggil Shaiming.

"Ya, Shaiming", sahut Li Mei.

"Aku akan pergi sebentar bersama Leyu keluar rumah, dan pergilah istirahat sekarang, hari ini aku membebaskan mu untuk tidak latihan", kata Shaiming.

"Baiklah..., aku akan menuruti perintah mu, Shaiming...", sahut Li Mei sambil mengangguk pelan.

Shaiming tersenyum sekilas lalu dia pergi keluar rumah bersama dengan Leyu.

Tinggal Li Mei sendirian di dalam ruangan rumah tanpa melakukan apa-apa saat ini, dia hanya mampu mendesah pelan.

"Siapa aku sebenarnya ?", gumam Li Mei dengan sorot mata meredup.

Li Mei teringat pada bungkusan besar yang terbawa olehnya, waktu itu Shaiming memberikannya kepada Li Mei setelah dia siuman dari pingsannya.

Gadis berparas menawan itu lalu berlari dari ruangan tempatnya duduk bersandar menuju ke kamarnya yang terletak di luar bangunan utama rumah.

Tap... Tap... Tap...

Tampak Li Mei berlarian cepat melewati jalan di luar rumah.

BRAK... !

Li Mei segera berhambur menghampiri lemari di kamarnya lalu membukanya, tanpa ragu-ragu lagi, Li Mei mengeluarkan bungkusan besar dari dalam lemari.

SREK... ! SREK... ! SREK... !

Li Mei membuka bungkusan yang melekat pada benda di dalam kain dengan tidak sabaran.

Sebuah pedang emas terpampang jelas di hadapan Li Mei setelah bungkusan yang menutupinya terbuka.

"Pedang emas... !?", gumam Li Mei terpana kagum.

Diraihnya pedang emas dari atas kain pembungkusnya tiba-tiba pedang emas itu memancar kuat saat Li Mei menggenggamnya.

BLAR... !!!

Cahaya terang berwarna emas memancar ke arah Li Mei hingga mengejutkan gadis itu.

"Ahk !? Panas !!!", jerit Li Mei saat pedang emas berada di pegangan tangannya.

Namun, Li Mei tidak mampu melepaskan pedang emas itu dari tangannya seolah-olah pedang itu menyatu kuat pada dirinya.

"Kenapa pedang emas ini tidak dapat aku lepaskan ???", ucap Li Mei terhenyak kaget.

Li Mei terus berusaha melepaskan genggaman tangannya pada pedang emas meski demikian usahanya tetap tidak membuahkan hasil.

Semakin Li Mei mencoba untuk melepaskan pedang emas dari genggaman tangannya, pedang dari emas berukir namanya itu terasa bertambah kuat memancarkan cahaya terang yang sangat menyilaukan mata.

Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!