BAB 7 SHAIMING

BRAK !

Pintu terbuka lebar, seorang pria masuk ke dalam ruangan luas di sebuah rumah.

Shaiming menoleh sekilas ke arah tamu yang datang ke rumahnya lalu kembali sibuk mengamati jam saku di tangannya.

"Kapan kamu akan berterus terang pada Li Mei bahwa kamu adalah tunangannya ?", tanya pria itu kemudian duduk bersandar.

"Kau datang kemari hanya ingin mengatakan hal itu pada ku !?", sahut Shaiming.

"Yah, tentu saja... Lalu apa maksud kita menyusul Li Mei ke masa depan !?", kata pria itu sembari memejamkan kedua matanya.

"Aku hanya merasa khawatir dengannya karena tuduhan Zheng-mi goo padanya yang aku rasa hanya berdasarkan dengan hal yang raja lihat", sahut Shaiming.

"Tentu saja, raja akan langsung menjatuhkan tuduhan kepada Li Mei sebab hanya Li Mei lah satu-satunya orang yang ada di Istana Merah sewaktu kebakaran terjadi", kata pria itu.

"Bukan berarti dia pelakunya, Leyu !", sahut Shaiming.

"Aku tahu itu tapi banyak faktor yang memungkinkan bahwa Li Mei dalang di balik kebakaran itu", lanjut Leyu.

"Faktor, ya !?", gumam Shaiming yang masih memperhatikan jam saku emas yang ada di tangannya. "Faktor tidak sepenuhnya benar, Leyu...", sambungnya.

"Faktor yang mengarahkan sepenuhnya kepada Li Mei bahwa dia memiliki kesenjangan perhatian dari raja karena Selir Haoran merupakan kesayangan raja", kata Leyu.

"Kau percaya hal itu !?", sahut Shaiming.

Leyu terdiam menatap ke arah Shaiming dengan pandangan dingin sedangkan Shaiming hanya memandangnya tajam.

"Percaya atau tidak, kita sendiri belum menemukan bukti kuat bahwa Li Mei adalah pelaku kebakaran Istana Merah", sahut Leyu.

"Artinya kamu menyetujui tuduhan raja pada Li Mei, bukan hanya itu saja, tuduhan raja harus menyebabkan Li Mei terpuruk lebih dalam lagi hingga dia amnesia", kata Shaiming.

"Amnesia yang di derita oleh Li Mei bukankah karena kecelakaan yang terjadi padanya, bukan karena dia terpuruk", sahut Leyu.

"Kau tahu keadaannya sekarang, sangat memprihatinkan... Bahkan kau akan melihat kesedihan di matanya sangat jelas terlihat...", kata Shaiming.

"Yah..., aku paham itu, Shaiming...", sahut Leyu termenung.

Leyu mendesah pelan lalu mendongakkan kepalanya ke atas sembari memegangi kepalanya yang terasa pusing.

"Lama tidak meminum tuak, agak membuat tubuh ku terasa kaku sekarang", keluh Leyu.

"Tidak baik juga kau terlalu banyak meminum tuak, Leyu, akan membuatmu semakin tidak bergairah", kata Shaiming.

"Bergairah !? Bagaimana aku dapat bergairah sedangkan Genji sama sekali tidak bereaksi pada diri ku", sahut Leyu.

"Kau seharusnya bersemangat mendekatinya sejak kita datang ke masa depan, kalian terlihat sangat jauh dibandingkan saat kalian di waktu lalu", kata Shaiming.

"Opera itu sangat menyita perhatian Genji bahkan dia seolah-olah hidupnya kini adalah bagian dari sebuah opera", keluh Leyu.

"Bukankah hal itu lebih baik daripada kalian sibuk bertengkar", kata Shaiming.

"Yah, memang... Hanya saja aku merasa di duakan oleh opera dan Genji !?", sambung Leyu.

"Kau bisa saja berkelakar", sahut Shaiming.

Shaiming tersenyum simpul lalu memperhatikan kembali jam saku dari emas yang dia pegang.

Terlihat Leyu memperhatikan Shaiming yang sejak tadi, terus-menerus mengamati jam saku itu.

"Kenapa sedari tadi aku lihat kamu sibuk memperhatikan jam saku di tangan mu !?", kata Leyu.

"Hmm..., aku pikir waktu itu bagaikan jam pasir..., Leyu...", jawab Shaiming.

"Yah, memang benar", timpal Leyu.

"Bergerak pelan tetapi terbatas waktunya, tidak memberikan kesempatan lain jika massa pasir telah habis, lambat tapi sangat cepat", kata Shaiming.

"Unik, menurutku", sahut Leyu.

"Dan apakah masih ada kesempatan untuk kami bersatu ?", kata Shaiming.

Leyu menatap diam ke arah Shaiming, entah apa yang sedang dipikirkan oleh temannya itu tetapi dia tahu kalau Shaiming sangat merindukan Li Mei.

Sejak menghilangnya Li Mei setelah peristiwa kebakaran hebat terjadi di Istana Merah, Shaiming terus mengejar Li Mei melalui lintasan waktu yang juga digunakan oleh Li Mei secara bersamaan pada kejadian itu.

"Apa rencana mu selanjutnya setelah memeriksakan kondisi Li Mei ?", kata Leyu.

"Aku tidak tahu...", sahut Shaiming.

"Sebaiknya kau segera memberitahukan padanya tentang jati diri kalian sebelum semua terlambat", kata Leyu.

"Mengapa kau beranggapan demikian !?", ucap Shaiming.

"Karena kita tahu sewaktu Li Mei tersadar dari amnesia yang dideritanya maka dia akan mengingat sepenuhnya tentang kisah kalian, dan akan mengecewakan dirinya jika kau terus menutupi hubungan kalian yang sebenarnya", kata Leyu.

"Hmm... !?", hela nafas Shaiming.

"Sebaiknya kau segera mengakui semuanya pada Li Mei", kata Leyu.

Shaiming menghela nafas panjang lalu terdiam sedangkan pandangannya masih tetap sama tertuju pada jam saku terbuat dari emas yang dia pegang.

"Seiring waktu aku akan mengatakannya tetapi sekarang aku akan terus melatih Li Mei di opera", sahut Shaiming.

"Tujuan kita adalah menyamar disini, karena itu kita membentuk opera sebagai alat penyamaran kita sampai Li Mei diketemukan", kata Leyu.

Leyu menatap lurus ke arah jendela ruangan yang terbuka lebar di depannya.

"Dan sekarang Li Mei telah kita temukan", sambung Leyu.

"Benar sekali...", sahut Shaiming.

"Apa masih opera kita teruskan !? Bukankah sebaiknya kamu lebih mefokuskan diri untuk penyembuhan Li Mei !?", kata Leyu.

"Yah, seharusnya demikian... Namun, aku akan tetap melanjutkan opera kita sampai Li Mei sadar dari amnesia nya...", sambung Shaiming.

"Apa memang itu rencana mu sebelumnya ?", kata Leyu.

"Ya, aku ingin tinggal di sini bersama Li Mei dan meninggalkan dunia masa lalu kami sebagai orang biasa atau pemain opera", ucap Shaiming.

"Dan kau akan tinggalkan jabatan mu sebagai panglima serta calon pewaris kerajaan Tepi Langit !", kata Leyu.

"Mungkin...", sahut Shaiming sembari tersenyum tipis.

"Ya, ampun...", desah Leyu hampir tak percaya dengan yang dia dengar.

"Bukankah sama saja menjadi panglima dalam dunia opera, akan lebih menantang serta menarik perhatian banyak orang", kata Shaiming.

Leyu tersenyum kecut saat mendengar ucapan Shaiming padanya sembari mendesah pelan, dia memejamkan kedua matanya.

"Kau harus sabar karena menahan untuk tidak meminum tuak, Leyu", kata Shaiming.

"Itu bukanlah masalah bagi ku karena aku bisa mengatasinya dengan hal lainnya", sahut Leyu.

"Dengan apa kau akan mengganti kebiasaan itu, Leyu !?", kata Shaiming.

"Entahlah... Aku sendiri tidak tahu harus mengganti kebiasaan ku meminum tuak dengan minuman apa sekarang ini !?", ucap Leyu.

"Bagaimana kalau kau menyibukkan diri membuat kostum opera ?", kata Shaiming.

"Kostum opera !???", sahut Leyu agak sedikit terkejut.

"Yah, hitung-hitung, kita bisa berjualan kostum opera untuk yang lainnya, dari omzet penjualan kita bisa memperbesar opera kita", kata Shaiming.

"Kemahiran ku hanyalah bermain pedang ! Bagaimana bisa aku mengubah keahlian ku dengan membuat kostum opera ???", sahut Leyu.

"Sama dengan memainkan peran opera, ganti peran serta mengubah kebiasaan lama sebelumnya dengan hal baru", kata Shaiming.

"Wow !?", pekik Leyu kaget.

Shaiming tertawa kecil kemudian memasukkan jam saku emas miliknya ke dalam kantung bajunya.

"Jam saku ku telah berdetak sebanyak lima kali dan artinya akan ada perubahan suasana baru", kata Shaiming.

"Suasana baru apa itu ?", tanya Leyu.

"Jam saku ku menunjukkan ada pergerakan baru di portal waktu sepertinya kita akan kedatangan tamu agung dari Raja Zheng-mi goo", sahut Shaiming.

"Emmm !? Apa Niu telah sampai di masa depan ini ?", kata Leyu sambil membuka kedua matanya yang terpejam tadi.

"Sepertinya utusan penting dari Zheng-mi goo sengaja dikirim kemari untuk menangkap Li Mei", sahut Shaiming.

"Dan kita harus lebih berhati-hati mulai dari sekarang", kata Leyu.

"Yah, benar...", sahut Shaiming lalu menghela nafas panjang. "Kita perlu ekstra hati-hati dalam melakukan pertunjukkan opera mulai dari sekarang karena kita tidak tahu pergerakan Niu disini", sambungnya.

Suasana menjadi sunyi senyap, tidak ada lagi suara yang keluar dari keduanya dan keadaan kembali tenang.

Terpopuler

Comments

stumble guy

stumble guy

lanjut Thor ♥️

2024-02-04

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!