BAB 11 ASA TERBAIK

BRUK !

Li Mei terjatuh ke lantai ruangan latihan opera.

Terbaring dengan tubuh penuh keringat saat dia berlatih tarian Bian Lian yang membutuhkan keahlian khusus.

PRAK !

Topeng berwajah gambar perempuan kali ini menghias wajah Li Mei.

"Li Mei !!!", panggil Shaiming.

Tampak Shaiming yang setengah berlari ke arah Li Mei.

"Li Mei ! Kau tidak apa-apa ?", tanya Shaiming.

"Aku baik-baik saja, Shaiming", sahut Li Mei sembari menggeleng pelan.

"Jangan terlalu memaksakan diri mu, berlatihlah pelan-pelan !", kata Shaiming.

Shaiming membantu Li Mei untuk bangun dari lantai latihan opera.

"Mungkin lantai terlalu licin oleh keringat saat aku berlatih tarian Bian Lian...", kata Li Mei sambil beranjak berdiri.

"Kenapa kamu tidak bilang pada ku jika kau ingin latihan tarian ini, Li Mei ?", tanya Shaiming.

"Aku tidak menemukan mu di mana-mana karena itulah aku memaksa untuk berlatih tarian ini sendirian", kata Li Mei.

"Bukankah ada yang lainnya, minta lah pada mereka untuk menemani mu latihan, Li Mei", sahut Shaiming.

"Maaf..., aku tidak enak hati saja harus menyuruh anggota opera lainnya untuk menemani ku sekedar latihan", kata Li Mei.

"Tidak apa-apa, mereka akan sangat senang jika bisa membantu mu", sahut Shaiming.

"Ya...", ucap Li Mei dengan wajah tertunduk.

"Apa kamu masih ingin melanjutkan lagi latihan mu ?", kata Shaiming.

"Tentu saja aku masih ingin berlatih lagi, Shaiming", ucap Li Mei.

Li Mei berdiri mencoba memperbaiki penampilannya, memang dia tidak mengenakan pakaian lengkap untuk tarian Bian Lian.

Hanya mengenakan jubah serta kipas untuk berlatih tarian Bian Lian dengan topeng di wajahnya.

"Agak sulit memang untuk menarikan tarian Bian Lian ini, tidak mudah karena gerakan pada tari ini cukup sulit", kata Shaiming.

Shaiming memapah Li Mei ke tepi tempat latihan dan menyuruhnya untuk beristirahat sejenak.

"Duduk lah dulu, Li Mei ! Beristirahatlah sebentar, nanti kamu lanjutkan lagi latihan tarian mu !", kata Shaiming.

"Aku tidak apa-apa, Shaiming...", sahut Li Mei.

"Tidak, tidak, aku tidak ingin kau terlalu memaksakan diri mu berlatih tarian ini. Ada waktu untuk latihan lagi, tidak harus hari ini saja, Li Mei !", ucap Shaiming.

"Ya, aku mengerti, Shaiming", kata Li Mei.

"Kau juga harus menjaga kesehatan mu, Li Mei", ucap Shaiming. "Sedangkan amnesia mu belum sembuh sebaiknya kau tidak memaksakan diri mu untuk terus latihan", sambungnya.

"Tapi aku ingin sekali menguasai tarian ini dengan cepat", kata Li Mei dengan wajah ditutupi oleh topeng berwarna kuning.

Shaiming terdiam sembari menatap serius ke Li Mei yang berdiri di hadapannya.

"Apa kau benar-benar menyukai tarian ini ?", tanya Shaiming.

Lama mereka saling berpandangan kemudian Li Mei tersenyum cerah.

"Yah ! Aku sangat menyukai tarian Bian Lian ini, Shaiming !", sahut Li Mei.

"Benarkah ?", kata Shaiming.

"Kenapa aku harus berpura-pura pada mu !? Dan aku sangat menyukai tarian Bian Lian ini !", sahut Li Mei dengan senyuman.

"Syukurlah, jika kamu menyenangi latihan ini. Dan katakan lah padaku bahwa jika kau merasa jenuh maka kita akan mengganti tarian ini dengan tarian yang lain, Li Mei", ucap Shaiming.

Li Mei kembali menggeleng pelan lalu merentangkan kedua tangannya lebar-lebar sambil berkata.

"Aku telah jatuh cinta dengan tarian Bian Lian ini, Shaiming !", ucap Li Mei dengan kedua mata berbinar-binar ceria.

"Luar biasa...", sahut Shaiming sambil tertawa senang.

Keduanya bersama-sama tertawa di dekat dinding ruangan latihan opera

Seakan-akan waktu berhenti berputar dan berharap semua akan berlalu dengan cepat, penuh harapan indah di masa nanti.

Mengharap sebuah asa terbaik bagi kehidupan baru mereka setelah melintasi waktu ke masa depan.

Shaiming terlihat bahagia bisa berada dekat bersama Li Mei, tunangannya.

Bersyukur dia dapat menemukan Li Mei setelah peristiwa hebat yang terjadi di Istana Merah secara bersamaan saat melintasi waktu.

Tidak tahu harus mencari kemana sewaktu kejadian buruk itu jika saja Shaiming tidak segera mengikuti Li Mei saat melintasi waktu ke masa depan.

"Li Mei...", gumam Shaiming.

Kesenduan tergambar jelas dari raut wajah Shaiming saat dia memandangi wajah Li Mei yang terus tersenyum.

Disimpannya perasaan rindu dalam hatinya ketika dia harus menahan dirinya untuk tidak memberitahukan jati diri Shaiming sebagai tunangan Li Mei.

"Shaiming, kita lanjutkan lagi latihan tarian Bian Lian ini !", kata Li Mei penuh semangat.

"Baiklah...", sahut Shaiming sembari tertawa kecil.

Li Mei menarik tangan Shaiming ke tengah-tengah area latihan lalu mengajaknya berlatih bersama-sama tarian Bian Lian yang unik.

"Tu--tunggu dulu ! Aku belum memakai jubah latihan !", ucap Shaiming.

"Tenanglah, aku sudah menyiapkan jubah untuk mu, Shaiming", sahut Li Mei.

SRET !!!

Hanya dengan satu gerakan tangan saja, Li Mei menyerahkan sehelai kain berupa jubah warna hitam untuk dikenakan oleh Shaiming.

"Pakailah jubah itu, Shaiming !", kata Li Mei.

"Ya !", jawab Shaiming.

Shaiming segera mengenakan jubah hitam pemberian Li Mei dengan gerakan satu kali putaran.

Dalam hitungan detik saja Shaiming telah merubah wajahnya dengan riasan topeng berwarna merah tua bergambar monyet.

Terlihat Shaiming mulai melakukan gerakan tarian Bian Lian seraya mengibaskan kipas berwarna merah di tangannya.

"Wow !? Kau hebat sekali, Shaiming !!!", pekik Li Mei tampak senang saat melihat perubahan cepat pada Shaiming.

Shaiming kini lengkap mengenakan pakaian Bian Lian dengan riasan topeng di wajahnya dengan gerakan kaki terangkat naik.

Berputar cepat mengikuti irama musik tarian Bian Lian yang rancak.

Alunan musik terdengar berbunyi memenuhi ruangan latihan opera, riang dan penuh semangat.

Shaiming bergerak ringan membawakan tarian Bian Lian seraya mengibaskan jubah hitam yang dia kenakan dengan mengubah topeng di wajahnya.

Di sisi lainnya, Li Mei mengikuti langkah kaki Shaiming saat mereka membawakan tarian Bian Lian yang unik.

Li Mei terus berusaha untuk mengubah topeng Bian Lian di wajahnya meski butuh waktu lama bagi dia melakukannya.

"Li Mei, kau mulai mahir mengubah wajah mu !", kata Shaiming.

"Yah, hanya sebanyak tiga kali mengubahnya tidak semahir diri mu, Shaiming", sahut Li Mei agak kecewa.

"Pelan-pelan saja, nanti kau akan mahir dengan sendirinya", kata Shaiming.

Mendadak Shaiming berhenti membawakan tarian Bian Lian lalu berdiri tegap menghadap ke arah Li Mei dengan sorot mata tajam.

"Ada tiga tingkatan teknik yang perlu kamu pelajari setiap menjelang latihan tarian Bian Lian'', kata Shaiming.

Li Mei hanya terdiam seraya mendengarkan penjelasan Shaiming dengan tertib.

"Pertama adalah teknik menghembus wajah !', kata Shaiming.

Tampak Shaiming memperagakan gerakan tarian Bian Lian, dilakukan dengan menggunakan media bantu berupa wadah semacam mangkuk yang bisa menyimpan tepung atau bedak warna seperti emas, perak, hitam, putih, merah.

"Ini teknik awal untuk mengubah wajah dengan cepat", kata Shaiming. "Perhatikan baik-baik, Li Mei !", sambungnya.

Shaiming bergerak lincah sembari memegang wadah berupa mangkuk.

"Warna bedak pada wadah ini akan ditiup dengan cepat, sehingga melekat ke wajah yang sudah dilabur semacam minyak khusus, sehingga dalam waktu singkat wajah mu sudah berubah, Li Mei !", kata Shaiming.

Topeng di wajah Shaiming langsung berubah cepat berganti dengan wajah baru yaitu wajah seorang komandan Zi Du.

"Kisah seorang komandan tentara bernama Zi Du yang membunuh panglimanya demi meraih ketenaran nama serta harta yang melimpah", kata Shaiming.

Tubuh Shaiming terus bergerak lincah sembari mengibaskan kipasnya kian kemari kemudian dia mengubah wajah topeng komandan Zi Du menjadi emosi keterkejutan.

Dalam sedetik saja topeng di wajahnya berubah warna menjadi kepucatan dengan memakai teknik menghembuskan bedak ke arah wajahnya.

Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!