BAB 15 BERTUNANGAN

Li Mei terdiam termenung di atas kursi kayu berukir bunga teratai.

Tepat di hadapannya Shaiming duduk memandang ke arah dirinya sembari menggenggam erat tangan Li Mei.

Li Mei yang menyadari perubahan Shaiming padanya menjadi terkejut serta heran melihat sikap Shaiming pagi ini.

Kening Li Mei berkerut saat Shaiming menatapnya teduh.

"Li Mei...", panggil Shaiming.

"Ya... !?", sahut Li Mei.

"Ada yang ingin aku sampaikan pada mu, Li Mei", kata Shaiming.

"Apa...", ucap Li Mei tak mengerti.

"Aku ingin melamarmu menjadi tunangan mu, Li Mei", kata Shaiming.

"Tunangan... Maksudmu kita bertunangan... !?", ucap Li Mei tertegun.

"Benar, Li Mei...", sahut Shaiming.

"Tu--tunggu sebentar... Kita baru saja bertemu dan kita tidak saling mengenal satu sama lainnya, Shaiming...", kata Li Mei.

"Tidak, tidak, tidak...", sahut Shaiming seraya menggeleng cepat.

Shaiming mempererat genggaman tangannya pada Li Mei dengan pandangan tertunduk.

"Aku melamar mu dengan maksud tujuan untuk menjaga mu agar amnesia mu segera sembuh, Li Mei", kata Shaiming.

"Kenapa kamu begitu sangat baiknya, Shaiming ?", ucap Li Mei dengan wajah memerah.

"Bukan karena aku orang baik bagi mu melainkan aku memang bersungguh-sungguh ingin menjaga mu, sampai amnesia yang kau derita segera sembuh", kata Shaiming.

Li Mei hanya bisa memandangi Shaiming tanpa sedikitpun dia mampu menjawab pernyataan Shaiming kepadanya.

SRET... !

Shaiming merogoh saku celananya lantas dia mengeluarkan sekotak perhiasan.

"Ini untukmu, Li Mei", kata Shaiming.

Shaiming menyodorkan kotak perhiasan berwarna biru tua kepada Li Mei seraya tersenyum tipis.

"Apa ini, Shaiming ?", tanya Li Mei.

"Ambillah, hadiah ini !", sahut Shaiming.

"Ta--tapi... Aku tidak dapat menerima hadiah dari mu tanpa aku mengerti alasannya kau memberikannya pada ku, Shaiming...", ucap Li Mei.

"Tidak perlu sebuah alasan untuk memberikan hadiah kepada orang yang kita sukai karena hadiah merupakan perwakilan bentuk dari perasaan kita terhadap seseorang, Li Mei", kata Shaiming.

"Tapi...", gumam Li Mei tersipu malu.

Terlihat Shaiming yang tidak sabaran kemudian dia segera membuka tutup kotak hadiah di tangannya.

SRET... !

Shaiming memasangkan sebuah cincin emas berhiaskan berlian pada jari manis Li Mei dengan cepat.

"Tu--tunggu, Shaiming !", ucap Li Mei terkejut. "Ini tidak mungkin bagi kita menjadi pasangan tunangan, Shaiming !", sambungnya.

"Li Mei !", panggil Shaiming.

Shaiming menatap tajam ke arah Li Mei sedangkan gadis cantik itu hanya bisa terdiam.

"Dengarkan aku, Li Mei ! Mulai dari sekarang kau adalah tunangan ku dan seterusnya aku akan menjaga mu, Li Mei !", ucap Shaiming.

"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, Shaiming !?", kata Li Mei bimbang.

"Percayalah pada ku ! Aku akan menjaga mu dengan baik, Li Mei !", ucap Shaiming.

...***...

SREEEK !

Li Mei langsung berdiri tegap dari tempatnya duduk seraya menatap dingin ke arah Shaiming yang duduk di dekatnya.

Pandangan Li Mei terlihat tajam ketika melihat ke arah Shaiming.

Sebaliknya Shaiming hanya memandanginya sabar serta penuh perhatian kepada Li Mei meski gadis itu terang-terangan menolaknya.

"Ini tidak benar, Shaiming !", ucap Li Mei.

"Dimana letak ketidakbenarannya ??? Coba kau jelaskan pada ku, Li Mei ???", kata Shaiming.

Seluruh tubuh Li Mei gemetaran hebat saat dia berusaha untuk membantah Shaiming.

"Aku tidak mencintaimu...", ucap Li Mei tiba-tiba.

Shaiming tersentak tetapi dia tersenyum kemudian ketika mendengar ungkapan isi hati Li Mei.

Sadar bahwa amnesia yang di alami oleh Li Mei membuat gadis cantik itu melupakan semua hal yang berkaitan dengan Shaiming, baik tentang kenangan mereka saat bersama dahulu maupun perasaan cinta yang dulu pernah ada diantara mereka.

"Dengar, Shaiming !", kata Li Mei lalu menarik nafasnya dalam-dalam. "Kita tidak mungkin bertunangan sekarang ini karena kita tidak saling mencintai, Shaiming !", sambungnya.

Li Mei mulai gugup dengan sikap Shaiming kemudian mencoba menjauh dari laki-laki itu.

"Tunggu, Li Mei !", panggil Shaiming.

Li Mei terdiam sembari menghentikan langkah kakinya tanpa melihat ke arah Shaiming.

Tap... ! Tap... ! Tap... !

"Benar yang kamu katakan bahwa kita memang baru saling mengenal tetapi niatku ini bersungguh-sungguh pada mu, Li Mei", lanjut Shaiming.

Li Mei masih saja terdiam bahkan dia terlihat enggan untuk menoleh ke arah Shaiming yang berdiri di belakangnya.

"Tapi... Aku benar-benar mencintai mu, Li Mei...", kata Shaiming.

Mendadak tubuh Li Mei bergidik hebat seakan-akan dia ingin menghilang segera serta berlari dari tempat ini sejauh-jauhnya.

Pada saat Shaiming menyatakan perasaannya kepada Li Mei.

Membuat gadis cantik itu semakin canggung dengan pernyataan yang di lontarkan oleh Shaiming tentang perasaan cintanya kepada dirinya.

"Maaf, Shaiming... !?", sahut Li Mei sembari memejamkan kedua matanya rapat-rapat.

Terlihat Li Mei berlari cepat keluar ruangan meninggalkan Shaiming seorang diri, yang berdiri tertegun di tengah-tengah ruangan rumahnya.

BLAM !

Terdengar suara keras dari arah luar ruangan seperti pintu tertutup rapat.

"Li Mei... !?", ucap Shaiming.

Sorot mata Shaiming berubah sendu tampak jelas roman kesedihan yang tergambar pada wajah laki-laki tampan itu.

Saat Li Mei melarikan dirinya dari Shaiming setelah dia menyatakan perasaan nya kepada gadis itu.

Tiba-tiba Shaiming tersentak keras setelah kesadarannya kembali pulih. Kemudian dia berlari cepat keluar ruangan lalu menyusul Li Mei.

"Li Mei !!!", teriaknya khawatir.

Shaiming terus berlari keluar menuju ke arah kamar Li Mei.

Namun, Shaiming tidak menemukan keberadaan Li Mei di kamarnya sepertinya gadis itu telah pergi.

"Li Mei... !?", panggil Shaiming mulai cemas.

Shaiming memutar tubuhnya ke arah luar kamar kemudian berlari cepat, melewati sepanjang jalan di luar rumahnya menuju pintu gerbang.

"Li Mei !!!", teriaknya.

Berpapasan dengan Fengyin yang masuk ke dalam rumah Shaiming.

"Shaiming... Ada apa ?", tanyanya.

"Apa kau tidak melihat Li Mei saat kau masuk kemari, Fengyin ?", tanya balik Shaiming.

"Tidak... ", sahut Fengyin sambil menggelengkan kepalanya.

"Astaga !!!", pekik Shaiming bertambah kalut sembari mendongakkan kepalanya ke atas.

"Tapi aku sempat melihatnya berlari jauh dari rumah ini sebelum aku masuk kemari...", kata Fengyin.

Shaiming langsung terdiam ketika mendengar ucapan Fengyin kemudian menoleh ke arah gerbang rumahnya.

BRAK !

Terlihat Shaiming berlari keluar rumahnya dengan terburu-buru tanpa memperdulikan lagi dengan kehadiran Fengyin.

"Apa yang terjadi ?", gumam Fengyin.

Fengyin hanya berdiri termenung seorang diri di halaman rumah Shaiming sedangkan laki-laki tampan itu telah pergi dari sana.

Di luar rumah, tampak Shaiming terus berlarian, mencoba mengejar Li Mei yang telah lari darinya.

Sosok Li Mei terlihat lamat-lamat dari arah kejauhan ketika Shaiming berusaha menyusulnya.

"Li Mei !!!", panggil Shaiming.

Raut wajah Shaiming berubah memucat, merasa dirinya telah bersalah pada Li Mei karena terlalu cepat untuk mengungkapkan tentang isi hatinya kepada gadis itu.

Membuat Li Mei yang amnesia menjadi ketakutan sehingga gadis itu memutuskan untuk pergi dari sisi Shaiming.

Li Mei belum siap menerima semua hal yang terjadi pada dirinya bahkan untuk menerima perasaan Shaiming terhadapnya, dia masih tidak bisa menerimanya.

Gadis itu merasakan segala yang terjadi dalam hidupnya terlalu cepat dan tiba-tiba.

Li Mei masih tidak dapat menerima hal baru dalam hidupnya setelah mengalami hal tak terduga seperti saat dia bertemu Shaiming di tempat yang sangat asing dan hal lainnya seperti dia mengalami amnesia.

Shaiming terus berteriak memanggil nama Li Mei ketika dia mengejarnya tetapi gadis itu seperti sedang berpura-pura tidak mendengar panggilan Shaiming. Dan terus saja berlari cepat sambil membawa sebuah bungkusan besar di punggungnya.

Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!