BAB 13 SEPINTAS KENANGAN

Li Mei terus mencoba melepaskan pedang emas yang ada dalam genggaman tangannya dengan sekuat tenaga.

Cahaya terus merambat naik ke atas tangan Li Mei hingga tubuhnya berubah bercahaya terang.

"AAAAAKHHHH... !!!"

Teriak Li Mei penuh kesakitan saat cahaya memancar keluar dari tubuhnya.

BLAR !!!!

Api terlihat membara di area bangunan besar dengan halaman luas disekitarnya.

Asap hitam membumbung tinggi hingga mencapai ke langit yang berwarna gelap ketika hari malam.

Udara panas terasa di sekitar bangunan yang mirip istana, berwarna merah terang seperti warna api yang berkobar-kobar di sekitar istana.

Tiba-tiba Li Mei telah berdiri diantara kobaran api yang menyelimuti istana berwarna merah.

Pandangan Li Mei semakin kian tak menentu ketika api merambat memasuki celah istana di depannya.

BLAR !!!

Kembali suara ledakan hebat terdengar keras memenuhi langit di atas istana.

Li Mei terdiam tertegun memandang kejadian buruk di depan kedua matanya terjadi tanpa dia sadari.

"Api !?", gumam Li Mei.

Tubuhnya bergetar hebat saat melihat lautan api terbentang luas di hadapannya.

"Api... Kenapa tiba-tiba ada api dimana-mana ??? Dan dimanakah aku kini sekarang ???", ucap Li Mei gemetaran.

Li Mei mengedarkan pandangannya ke arah sekitarnya dengan tatapan kebingungan.

Kedua tangannya mendadak bergetar kencang dengan pedang emas Ratu Caihong berada erat di pegangan tangannya.

BLAR... !

BLAR... !

BLAR... !

Suara ledakan kembali terdengar dahsyat di sekitar Li Mei berada kini.

Kobaran api terus membumbung tinggi hingga mencapai atas langit yang gelap oleh malam hari.

"Shaiming... Dimana rumah Shaiming ???", ucap Li Mei terlihat panik.

Li Mei tampak sendirian di tengah-tengah lautan api yang ada di area sekitarnya.

Bangunan mirip istana megah itu berdiri kokoh di hadapan Li Mei, terbakar penuh kepulan asap hitam membumbung tinggi di udara.

Serpihan-serpihan debu api berterbangan tinggi ke arah Li Mei hingga membuat kedua matanya perih.

Li Mei menutupi penglihatannya dari serpihan api dengan lengannya.

Muncul seorang pria berwajah menyeramkan dari arah kobaran api di depan Li Mei, menyeringai marah ke arah Li Mei dengan mencoba meraih Li Mei.

Sontak membuat Li Mei tersentak kaget sehingga dia melangkah mundur untuk menghindari jangkauan tangan pria menyeramkan itu.

"Siapa kau ???", ucap Li Mei ketakutan.

Tubuh Li Mei bergidik gemetaran saat melihat pria berwajah seram itu menatapnya tajam seraya menyeringai lebar.

"Enyah kau !!! Pergi lah jauh dari ku iblis !!!", teriak Li Mei semakin ngeri.

Li Mei melangkah mundur menghindari jangkauan tangan pria asing yang tak dikenalnya itu.

Seorang pria berpakaian jubah naga warna hitam dengan mahkota emas diatasnya terus memburu Li Mei, berusaha meraih tangan Li Mei yang menghindarinya.

"Siapa kau ???", kata Li Mei. "Pergi !!! Pergi !!! Jangan mendekat pada ku !!!", teriak Li Mei.

Muncul sesosok wanita berparas cantik dari arah samping pria berjubah naga hitam lalu tersenyum manis ke arah Li Mei.

Wanita itu juga terlihat mengejar Li Mei seraya mengayunkan belati ke arah Li Mei sambil tertawa keras.

Mendadak wajah wanita berparas cantik itu berubah wajahnya menjadi rusak penuh dengan luka bakar di wajahnya.

"Ahk !!!", teriak Li Mei ketakutan.

Anehnya kedua orang asing yang tidak dikenal Li Mei, tak sedikitpun mereka bersuara.

"Siapa mereka !?", ucap Li Mei kebingungan.

Li Mei tidak mengerti kenapa wanita itu berusaha ingin melenyapkan dirinya dengan menggunakan belati di tangannya.

TRANG !

Terpaksa Li Mei menghadang serangan yang terarah kepadanya dari dua orang aneh di hadapannya.

Li Mei menangkis serangan belati serta pedang dari dua orang di depannya yang menyerangnya secara bergantian dengan menggunakan pedang emas Ratu Caihong yang memancarkan cahaya terang tanpa henti.

KLANG ! KLANG ! KLANG !

Senjata terus beradu kuat, Li Mei berusaha mengerahkan seluruh tenaganya untuk menghadang serangan-serangan lawan meski dia tidak mengerti cara untuk melakukannya.

Tubuhnya bergerak sendiri dengan gesit ketika menghindari lawan yang terus menyerangnya.

"Siapa mereka ??? Kenapa mereka menyerang ku tanpa ampun ???", ucap Li Mei.

Tubuh Li Mei bergerak ringan naik ke udara lalu melompat tinggi sedangkan pria berjubah naga hitam dengan mahkota emas di kepalanya terus mengejar Li Mei seraya menghunuskan pedang miliknya lurus ke arah Li Mei.

Wosh ! Wosh ! Wosh !

Li Mei melayang tinggi di udara, berlompatan menghindari kejaran pedang pria itu. Dari arah samping tampak wanita berparas buruk serta penuh luka bakar turut menyerang Li Mei sembari mengayunkan belati di tangannya.

"Cepat sekali gerakan wanita itu... Aku hampir saja terkena sabetan belati miliknya...", gumam Li Mei.

Tetap sama kedua orang di hadapan Li Mei masih saja tidak bersuara bahkan seolah-olah mereka bergerak bagaikan hantu.

Mengejar Li Mei serta menakuti dirinya dengan mimik wajah yang selalu tersenyum menyeringai kepada Li Mei.

Sangat menyeramkan menurut pandangan Li Mei ketika menatap ke arah dua orang asing itu.

Tiba-tiba wanita dengan wajah luka bakar mendongakkan kepalanya ke atas seakan-akan dia merasa kesakitan.

KLANG !

Belati di tangannya jatuh ke bawah sedangkan dirinya jatuh terduduk dengan tubuh membungkuk, menahan rasa kesakitan.

"Kenapa dengannya !?", ucap Li Mei merasa ngeri saat melihat perubahan sikap wanita menyeramkan itu.

Gaun panjang terbuat dari kain sutra serta bersulamkan benang emas terlihat terkoyak-koyak hingga mengeluarkan percikan api di seluruh tubuhnya.

Tubuh wanita dengan wajah penuh luka bakar itu mulai perlahan-lahan menghilang dari pandangan Li Mei.

Berasap tipis kemudian tak terlihat lagi kehadiran wanita menyeramkan.

Li Mei tersentak kaget saat menyadari wanita itu hilang dari pandangannya, tak berjejak bahkan pria berjubah naga warna hitam serta mahkota di atas kepalanya juga tak terlihat lagi keberadaannya di area istana.

Seiring perginya wanita dengan wajah penuh luka bakar begitu pula keberadaan sosok pria berwajah menyeramkan dari pandangan Li Mei.

"Mereka menghilang... Apa yang terjadi sebenarnya ???", ucap Li Mei termenung diam.

Tubuh Li Mei perlahan-lahan bergerak turun ke arah bawah.

Memancarkan cahaya keemasan terang di seluruh area tubuh Li Mei, tubuh Li Mei bergerak ringan saat dia turun.

"Siapa mereka ? Kenapa mereka bisa hadir disini ? Dan kenapa mereka juga menyerangku secara brutal !?", ucap Li Mei.

Li Mei semakin tak mengerti tetapi saat dia melihat bangunan mirip istana yang ada di hadapannya masih terbakar habis oleh kobaran api yang membesar di sekitarnya tanpa henti-hentinya.

Kenapa istana itu terbakar !?

Bagaimana Li Mei tiba-tiba berada di sana, seorang diri !?

Hanya satu yang mulai dia ingat setelah dirinya berjumpa pria berjubah naga warna hitam dengan mahkota di kepalanya serta wanita bergaun merah bersulam benang emas itu hadir di hadapannya.

Wajah seorang pria penuh wibawa membayang di pikiran Li Mei.

Seorang pria yang sangat familiar bagi Li Mei dan dia seakan-akan mengenalnya dekat, sangat dekat bahkan Li Mei merasa memiliki ikatan kuat dengan pria berjubah naga itu.

Ingatan Li Mei mulai datang silih berganti di kepalanya, terasa menghatam keras di dalam pikiran Li Mei sehingga membuat rasa sakit yang tak terperihkan di dalam kepala Li Mei.

"Aaakhhh !!! Aaaakhhh !!! Akhhhhhhhhh... !!!"

Li Mei menjerit keras sembari menarik kuat-kuat rambut di kepalanya.

"Ayaaaaah... !!!!", teriak Li Mei kesakitan.

Tubuh Li Mei jatuh terduduk dengan kedua mata tampak berkaca-kaca sedangkan wajahnya berubah sedih.

Li Mei menangis tersedu-sedu di sekitar area istana yang dipenuhi oleh lautan api.

Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!