BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN

Hujan masih turun membasahi jalanan di Kota Beijing.

Shaiming membawa Li Mei bersamanya pergi menuju ke arah jalan pulang.

Pemandangan di depan tak terlihat jelas karena tertutup oleh turunnya air hujan yang sangat deras.

Samar-samar Shaiming berjalan di area jalan kecil menuju area rumahnya, disampingnya Li Mei turut serta bersamanya.

PLASH... ! PLASH... ! PLASH... !

Langkah suara kaki Shaiming terdengar beradu satu dengan air hujan yang turun.

Di depan Shaiming, terlihat seorang pria bertopi fedora hitam sedang berjalan di tengah-tengah air hujan yang turun derasnya.

Tatapan Shaiming langsung berubah cemas ketika melihat pria bertopi fedora hitam.

Perasaannya mulai tidak tenang ketika bertemu kembali dengan pria bertopi fedora hitam yang merupakan ciri-ciri dari utusan Niu, petunjuk yang sempat di utarakan oleh Leyu padanya setelah dia menyelidiki keberadaan utusan Niu di bar.

Genggaman tangan Shaiming semakin erat di tangan Li Mei yang berada di sampingnya. Mereka berdiri bersembunyi di balik tiang listrik dekat salah satu ruko makanan menuju jalan pulang.

"Li Mei...", panggil Shaiming.

"Ya..., ada apa, Shaiming ?", tanya Li Mei sembari mendongakkan wajahnya ke arah Shaiming.

"Apakah kamu masih ingat dengan gerakan tari Bian Lian ?", kata Shaiming yang mempererat pegangan tangannya.

"Tentu saja, aku selalu menghafal gerakan tarian Bian Lian. Tapi untuk apa kamu menanyakannya, Shaiming", ucap Li Mei.

"Aku hanya ingin tahu saja", kata Shaiming yang memandang lurus arah di hadapannya.

"Ada yang kamu cemaskan !?", tanya Li Mei.

"Tidak, aku hanya ingin mengatakan pada mu untuk segera mengubah wajah mu dengan topeng Bian Lian", kata Shaiming.

"Sekarang ?", tanya Li Mei.

"Yah, sekarang, ubahlah wajah mu dengan teknik menghembus dan lakukan lah dengan cepat !", kata Shaiming.

"Baik...", sahut Li Mei.

"Tunggu sampai kita berjalan di dekat tikungan jalan maka segeralah ubah wajahmu secepatnya", kata Shaiming.

"Ya, Shaiming", sahut Li Mei.

Shaiming menatap ke arah Li Mei kemudian tersenyum samar sembari mengusap lembut wajah Li Mei.

"Kita mulai sekarang, Li Mei !", kata Shaiming.

Shaiming lantas mengubah wajahnya tidak sampai dalam hitungan satu detik.

Wajah Shaiming langsung berubah cepat dengan berganti wajah berwarna hijau tua kemudian mengibaskan kipas merah di tangannya.

"Aku akan bergerak terlebih dahulu ke depan setelah aku sampai di tikungan jalan, cepatlah kamu menyusul ku dan ubahlah wajah mu, Li Mei", kata Shaiming.

"Baik, Shaiming", sahut Li Mei seraya mengangguk cepat.

"Aku pergi dahulu...", ucap Shaiming.

Shaiming segera menggerakkan tubuhnya seperti sedang menari, memperagakan tarian Bian Lian dengan iringan tabuh genderang.

Terus melangkah maju menuju jalan di tikungan.

...***...

DRANG... !

DRANG... !

DRANG... !

Shaiming menabuh genderang kecil di tangannya sembari terus berjalan sedangkan wajahnya tertutup oleh riasan topeng.

Bergerak dengan menolehkan kepalanya ke arah kanan lalu ke kiri secara bergantian.

DRANG... !

DRANG... !

DRANG... !

Tabuh genderang terus di pukul oleh Shaiming dari arah belakang Li Mei menyusul dengan menari tarian Bian Lian.

Mengibaskan kipas merah di tangannya sembari terus menari.

Pria bertopi fedora hitam langsung mengalihkan pandangannya ke arah Shaiming serta Li Mei yang menari penuh gerak irama riang.

Mengerutkan keningnya ke arah mereka berdua lalu bergumam pelan.

"Penari... !?", Di tengah gerimis hujan... !?", gumamnya.

Shaiming terus berjalan melewati tikungan jalan sedangkan Li Mei yang mengikuti langkah Shaiming mulai bersiap-siap menghilang di tikungan.

Terus mengibaskan kipas di tangannya, Li Mei mencoba mengalihkan perhatian pria bertopi fedora hitam.

SRET... ! SRET... ! SRET... !

Kipas berwarna merah terbuka serta berputar berulangkali di saat bersamaan.

Shaiming melewati pria bertopi fedora hitam yang sedari tadi memperhatikan dirinya dengan sorot mata tajam.

DRANG... !

DRANG... !

DRANG... !

Shaiming menambah tabuhan genderang di tangannya semakin keras sehingga pria bertopi fedora hitam tak kuat menahan gema suara keras dari genderang yang berbunyi.

Senyum menghias sudut bibir Shaiming ketika dia melihat reaksi dari pria bertopi fedora hitam yang mulai terusik. Dengan cepat utusan Niu pergi meninggalkan Shaiming, berjalan dengan langkah panjangnya sembari memegang payung hitam.

Tap... ! Tap... ! Tap... !

Pria bertopi fedora hitam yang diduga adalah utusan Niu mulai melangkah jauh, seiring itu pula Li Mei menghentikan gerakan tariannya.

...***...

"Dia telah pergi...", ucap Li Mei.

DRAAAAANG... !

Sekali lagi Shaiming menabuh genderang lalu berhenti.

"Ya..., dia telah pergi..., kita berhasil membuatnya terganggu", kata Shaiming.

"Kenapa kau begitu mengkhawatirkan orang itu ?", tanya Li Mei.

"Tidak, aku tidak mengkhawatirkannya, hanya saja gerak-geriknya terlalu mencurigakan karena aku melihatnya terus mengamati jalan ini", sahut Shaiming.

"Apa kau pikir dia orang jahat ?", kata Li Mei.

"Mungkin tetapi kita tidak pernah tahu tujuan pria asing itu dan apa di balik niatnya kemari", sahut Shaiming.

"Bukan kah tidak semua orang akan berbuat jahat", kata Li Mei.

"Ya, memang benar yang kamu katakan, tidak semua orang datang kemari memiliki niat jahat, hanya saja dia terus memperhatikan jalan ini", ucap Shaiming.

"Apa yang dia cari sebenarnya ?", kata Li Mei.

"Entahlah, aku hanya menyarankan agar kita lebih berhati-hati", sambung Shaiming.

"Rumah mu sangat dekat dari sini, sebaiknya kita segera mempercepat langkah kita untuk pulang", kata Li Mei.

"Yah... Tapi tetap memakai topeng sampai kita masuk ke rumah, kamu mengerti, Li Mei !", ucap Shaiming.

"Baik, Shaiming", sahut Li Mei yang menuruti perintah Shaiming untuk terus menutupi wajahnya dengan topeng berwarna hijau tua.

"Pergilah dahulu, Li Mei !", ucap Shaiming.

"Lalu bagaimana dengan mu ?", tanya Li Mei seraya menoleh ke arah Shaiming.

"Aku akan menyelidiki pria itu dan kau segeralah pulang ke rumah. Apa kamu mengerti ucapan ku, Li Mei ?", sahut Shaiming.

"Ya, aku mengerti...", ucap Li Mei.

Li Mei berjalan mendahului Shaiming kemudian menolehkan kepalanya kembali ke arah Shaiming yang ada di belakangnya.

"Shaiming... Berhati-hatilah... !", ucap Li Mei.

Shaiming lalu tersenyum setelah mendengar pesan dari Li Mei yang mengingatkan dirinya untuk tetap berhati-hati.

"Ya, Li Mei...", sahutnya. ''Li Mei !", panggil Shaiming.

"Ya, Shaiming...", ucap Li Mei menjawab.

"Kau juga berhati-hatilah ! Segera kunci pintu rumah jika telah sampai nanti ! Kamu mengerti, Li Mei !", kata Shaiming mengingatkan kembali Li Mei.

"Baik, aku akan berhati-hati, Shaiming...", sahut Li Mei sambil menganggukkan kepalanya.

Tampak Shaiming tersenyum lega ketika dia menatap Li Mei yang berdiri di depannya.

"Aku pergi, Shaiming'', pamit Li Mei.

Li Mei segera berlari menuju jalan pulang ke rumah Shaiming yang tak jauh dari tempat dia tadi berdiri bersama Shaiming. Dia mempercepat lagkah kakinya saat berlari tanpa menghiraukan lagi sekelilingnya.

Terlihat Shaiming yang memandanginya dari arah kejauhan, memastikan Li Mei selamat sampai di depan rumah.

Setelah yakin keadaan aman di sekitar tempat ini, Shaiming segera pergi, berniat untuk mengejar pria bertopi fedora hitam yang di duga adalah utusan Niu.

SRET... !

Tubuh Shaiming langsung menghilang dalam sekejap saja. Sedangkan Li Mei telah berhasil sampai di rumah Shaiming.

Tergesa-gesa masuk lalu berlari cepat ke arah kamarnya.

BLAM !

Li Mei mengunci rapat pintu kamarnya dan bersembunyi di balik selimut, diam menunggu.

Tak lupa Li Mei mengubah kembali riasan wajahnya seperti wajah aslinya.

SRET... !

Li Mei menarik selimut tebal agar tubuhnya tertutup rapat, terdiam seraya terus memperhatikan arah pintu kamarnya.

Berjaga-jaga jika bahaya datang ke dalam rumah ini.

Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!