BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU

Shaiming berpindah tempat ke tempat lain melalui dimensi pada jam saku miliknya.

Bersama Leyu, mereka menuju ke suatu tempat dimana sinyal jam saku mendeteksi kehadiran Niu, sang utusan Zheng-mi goo.

DRRRT !?

Mereka berdua tiba di atas puncak gedung tertinggi di salah satu bangunan yang ada di Beijing.

"Apa kau mendeteksi Niu ada disekitar sini ?", tanya Leyu.

"Mungkin saja karena jam saku milikku berdetak sebanyak lima kali dengan ditandai sinyal berbahaya'', sahut Shaiming.

"Jika Niu ada disini maka muara pencarian sang utusan akan bertemu di titik pusat Kota Beijing", kata Leyu.

"Yang aku takutkan dia dengan mudah menemukan keberadaan Li Mei di opera kita", ucap Shaiming.

"Lantas ? Apa yang akan kamu lakukan sekarang ?", tanya Leyu.

Leyu menoleh ke arah bawah gedung yang tinggi sembari berdecak keras.

"Ck ! Jika dia melompat dari atas sini maka sewajarnya akan menemukan kita tapi sayangnya dia tidak mengetahui kehadiran kita di Kota ini", kata Leyu.

"Semoga saja dia masih terbuai dalam kesenangan dunia malam", sahut Shaiming.

Bar tempat Niu singgah malam tadi mulai terlihat sepi pengunjung.

Lampu-lampu disko serta para penjaga bar juga tidak hadir di sana, sepi sekali bar saat ini.

Bar dapat dilihat dengan jelas dari arah gedung bertingkat dimana Shaiming dan Leyu berada di atas.

Sorot mata Shaiming memancar sinar tajam ketika dia menatap ke arah bar.

"Rupanya dia sedang mabuk", ucap Leyu.

"Mungkin...", sahut Shaiming.

"Apa kita perlu memberinya sedikit wejangan khusus pada Niu ?", kata Leyu.

"Tidak perlu, kita lihat apa dia akan keluar dari sana atau tidak", ucap Shaiming.

"Menunggunya di atas gedung dengan terik matahari yang menyengat pagi ini !? Kau tidak ingin membuat kulitku melepuh, bukan !?", kata Leyu.

"Pakai saja tabir surya yang ada di zaman modern ini", sahut Shaiming santai.

"Apa kamu punya dan memakainya !?", kata Leyu.

"Yah, pakai saja tabir surya ini ! Aku meraciknya sendiri karena milikku habis dan toko tidak menyediakannya", sahut Shaiming.

"Ya, ampun... !?", ucap Leyu.

Leyu segera meraih tabung kecil berisi tabir surya dari tangan Shaiming lalu memperhatikannya penuh teliti.

"Jika kau menyuruh ku menjual produk tabir surya ini maka aku akan dengan senang hati akan menjualnya", kata Leyu.

"Benarkah !?", sahut Sahiming.

"Daripada aku membuat kostum opera dan menjualnya, aku rasa itu lebih sulit ketimbang menjual produk tabir surya", kata Leyu.

"Sayangnya, tabir surya milikku tidak kujual dipasaran secara umum", sahut Shaiming.

"Ck ! Jual lah ! Maka aku akan menawarkannya ke semua orang untuk aku jual, Shaiming", ucap Leyu.

"Kita kemari bukan untuk membicarakan tentang produk tabir surya tetapi yang kita tuju adalah Niu", sahut Shaiming.

"Sekali dayung tiga pulau terlampaui, bukankah ada pepatah yang mengatakan seperti itu !? Darimana ya asalnya !?", kata Leyu.

"Jangan ngelantur, Leyu !", sahut Shaiming.

Shaiming terus memperhatikan keadaan di bawah sana.

Tampak seorang wanita keluar dari dalam bar dengan wajah merah padam serta langkah sempoyongan.

Penampilannya terlihat acak-acakan serta gaunnya robek tak beraturan.

"Lihat ! Ada seorang wanita baru keluar dari dalam bar !", kata Shaiming.

"Apa kita langsung memburunya ?", tanya Leyu.

"Jangan dulu ! Kita tunggu saja beberapa menit lagi ! Apa ada perkembangan selanjutnya", sahut Shaiming.

"Maksudmu ? Kita akan menunggu Niu keluar dari bar ?", kata Leyu.

"Benar !", sahut Shaiming seraya mengangguk cepat.

"Jika dia tidak keluar dari dalam bar, maka kita kejar wanita itu atau kita masuk ke bar di sana", kata Leyu.

"Kita berpencar, Leyu !", sahut Shaiming.

"Berpencar !?", tanya Leyu.

Shaiming menjawab dengan anggukkan kepala pelan lalu mereka berdua saling berpandangan satu sama lainnya.

"Kita pergi sekarang ?", kata Leyu.

"Baik, kita berpencar sekarang", sahut Shaiming.

"Siapa yang mengejar wanita itu ? Aku atau kamu ?", kata Leyu.

"Terserah pada mu saja, Leyu", sahut Shaiming.

"Kalau begitu aku akan mengejar Niu, dan kau sebaiknya selidiki saja wanita bar itu !", kata Leyu.

''Baiklah, aku yang akan mengikuti wanita bar itu. Dan berhati-hatilah !", sahut Shaiming.

"Ya... Ya... Ya... !", kata Leyu.

Leyu membuka payung miliknya sembari tersenyum lebar ke arah Shaiming dengan melambaikan tangannya.

Tak lama kemudian Leyu melompat turun dari atas gedung menuju ke arah bar yang ada di bawah sana.

SRET... !

Tubuh Leyu terlihat melayang-layang di udara saat terjun turun ke arah bawah.

"Hai, Shaiming ! Di atas sini benar-benar sangat menakjubkan, kau bisa melihat seluruh pemandangan di mana saja dari arah kau terbang landai, Shaiming !", kata Leyu.

Leyu menoleh ke arah Shaiming dari balik payungnya saat dia terjun bebas, turun ke arah bawah.

"Ya...", gumam pelan Shaiming.

Giliran Shaiming yang pergi sekarang dari atas gedung untuk mengejar wanita bar yang baru saja keluar dari dalam sana.

Shaiming menggunakan jam saku miliknya untuk berteleportasi.

Diketuknya jam saku di tangannya sebanyak tiga kali ketukan kemudian tubuh Shaiming telah berpindah tempat ke arah wanita bar yang sedang berjalan.

Dalam sekejap mata, Shaiming telah terlihat sedang berjalan mengikuti langkah kaki wanita bar yang ada di depannya.

Tap... Tap... Tap... !

Langkah kecil kaki Shaiming terdengar cepat ketika dia mengikuti wanita bar.

Ekspresi Shaiming sangat serius saat memperhatikan arah di depannya, tergesa-gesa, Shaiming berjalan mengejar wanita bar itu.

Sesekali pandangan Shaiming teralihkan ke arah samping, memastikan bahwa keadaan di sekitarnya benar-benar aman dari siapapun juga.

Tepat di belokan kanan jalan, wanita bar itu menghilang, terburu-buru Shaiming mempercepat langkah kakinya, mengejar wanita bar itu.

Saat dia berhasil mengejar wanita bar, Shaiming melihat wanita itu sedang masuk ke salah satu gedung bertingkat.

Gedung itu mirip dengan apartemen dan Shaiming ikut masuk ke dalam sana.

BLAM !

Suara langkah kaki Shaiming terdengar mengikuti langkah kaki wanita bar yang berjalan ke salah satu Lift menuju lantai atas.

Shaiming mengikutinya dari arah belakang sambil mengamati lantai yang baru saja di tuju oleh wanita bar.

"Dia menuju lantai 5", gumam Shaiming.

Shaiming melirik ke arah jam saku di tangannya lalu mengetuk kembali jam tersebut sebanyak dua kali ketukan jari tangan.

Tuk... ! Tuk... ! Tuk... !

Sekejap saja tubuh Shaiming berpindah tempat menuju ke lantai 5 pada gedung ini.

DRRRT... !

Muncul kembali Shaiming di lantai 5 sedangkan wanita bar itu terus berjalan sepanjang koridor apartemen.

Lima menit kemudian wanita bar masuk ke dalam kamar.

Shaiming berlari kecil menyusul wanita bar lalu berdiri tepat di depan pintu kamar yang ditempati oleh wanita itu.

Kamar nomer 234 !

Shaiming membaca nomer yang tertera pada pintu kamar yang merupakan tempat tinggal wanita bar.

"Rupanya dia tinggal di sini !?", kata Shaiming.

Shaiming menatap ke arah jam saku miliknya kemudian kembali memperhatikan pintu kamar di depannya.

"Sebaiknya aku segera pergi dari sini karena tidak terlihat tanda-tanda tertentu dari wanita bar yang mencurigakan", kata Shaiming.

Tampak Shaiming menghela nafas panjang kemudian memutuskan untuk pergi dari apartemen ini dengan menggunakan kesaktian jam saku miliknya.

Tuk... ! Tuk... ! Tuk... !

Kembali Shaiming mengetuk jam saku miliknya. Dan dalam hitungan detik tubuhnya langsung menghilang, berpindah tempat ke tempat lainnya.

Tidak terlihat lagi kehadiran Shaiming di area apartemen, tempat dimana wanita bar itu tinggal. Target utama Shaiming saat ini adalah mengejar wanita bar yang menjadi buruannya sekarang ini setelah mengetahui tentang keberadaan Niu, sang utusan dari Zheng-mi goo.

Terpopuler

Comments

Bouyan

Bouyan

lanjut...

2024-02-04

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!