Li Mei menangkap topeng yang diberikan oleh Shaiming dengan sekali tangkap.
Terlihat senyum menghias sudut bibir Shaiming ketika melihat perkembangan Li Mei yang mulai menunjukkan perkembangannya.
Topeng yang di pegang oleh Li Mei merupakan karakter dewa macan kemudian dia segera mengenakan topeng itu di wajahnya.
Gerakan Li Mei mulai terlihat berirama setelah dia menghafal gerakan dari Shaiming yang memberinya contoh tarian Bian Lian.
Tarian Bian Lian cukuplah sulit karena setiap gerakan tari pada tarian itu memiliki level kesulitan yang terbilang cukup tinggi. Bahkan hanya untuk di tiru, tidaklah mudah dilakukan sang penari jika menarikannya untuk pertama kalinya.
"Rupanya Li Mei tidak melupakan gerakan bela dirinya meski dia mengalami amnesia", kata Shaiming.
Li Mei terlihat bergerak lincah saat memperagakan tarian Bian Lian berusaha melatih teknik mengubah topengnya dalam hitungan detik.
Berkat ilmu bela dirinya yang tinggi, memudahkan Li Mei untuk melakukan gerakan tari Bian Lian.
Kelincahan tubuhnya sangat jelas terlihat ketika Li Mei bergerak gesit dalam membawakan tarian Bian Lian yang sulit.
HUP... !
HUP... !
HUP... !
Tubuh Li Mei bergerak bagaikan gerakan macan yang gesit.
Shaiming terus memandangi setiap gerakan Li Mei dari arah tepi arena latihan opera dengan sangat serius.
WOSH !
Shaiming lalu terjun bersama Li Mei membawakan tarian Bian Lian di tengah-tengah area latihan opera.
Berusaha mengarahkan tarian Bian Lian yang Li Mei lakukan agar lebih luwes lagi.
"Bagus, Li Mei ! Teruskan latihannya !", ucap Shaiming memberi arahan.
Li Mei terus menggerakkan tubuhnya mengikuti arahan Shaiming dalam menarikan tarian Bian Lian.
"Sekarang, Li Mei !", kata Shaiming.
"Ya !?", sahut Li Mei lalu menoleh ke arah Shaiming.
Li Mei agak kebingungan dengan perintah Shaiming.
"Ganti topeng mu !!! Li Mei !!!", kata Shaiming.
Li Mei langsung memahami petunjuk Shaiming dengan cepat Li Mei mencoba mengganti topengnya dengan topeng lainnya.
SRET !
Topeng dewa macan di ubah dengan topeng berwajah laki-laki.
Namun, Li Mei hanya dapat mengganti satu topeng saja dalam gerakan tarian Bian Lian pada waktu satu menit.
Seharusnya dia dapat mengganti topeng yang dia kenakan sebanyak enam topeng secara cepat dalam waktu singkat.
"Yah... Aku hanya dapat mengganti satu topeng saja... !?", gumamnya dengan wajah tertunduk memelas.
Li Mei menghentikan gerakan tariannya dan berdiri mematung di hadapan Shaiming sedangkan kepalanya tertunduk ke bawah.
"Li Mei...", gumam Shaiming.
Sorot mata Shaiming berubah menjadi teduh ketika menatap ke arah Li Mei yang berdiri tak jauh dari hadapannya.
"Maafkan aku, Shaiming...", ucap Li Mei.
Shaiming berubah cerah seraya berkata pada Li Mei untuk tidak menyerah dalam melatih tarian Bian Lian.
"Semangat lah, Li Mei !", kata Shaiming.
Li Mei masih menundukkan wajahnya sembari menggeleng pelan.
Rona wajah Li Mei berubah merah padam saat kepalanya menghadap ke arah bawah, seakan-akan malu dengan kelemahannya.
"Setiap orang memiliki kemampuan terbatas dan untuk menjadi mahir tidaklah mudah dalam sekejap mata meski tarian Bian Lian penuh sarat magis serta sulap", kata Shaiming.
Shaiming lalu melangkah pelan mendekati Li Mei yang menggenggam erat topeng dewa macan.
"Tapi tarian ini bukanlah sulap ataupun magis melainkan butuh latihan rutin setiap harinya untuk melatih diri menjadi sempurna serta ahli, Li Mei...", ucap Shaiming.
Laki-laki berparas tampan dengan bibir merah menyegarkan itu lalu menghentikan langkah kakinya tepat di depan Li Mei.
Menatapnya lurus dengan sangat seriusnya ke arah perempuan cantik yang mengalami amnesia itu.
Meraih tangan Li Mei yang menggenggam erat topeng dewa macan.
"Percayalah pada dirimu sendiri, Li Mei !", bisik Shaiming seraya tersenyum.
"Tapi...", sahut Li Mei bimbang.
"Mungkin kau tidak akan pernah percaya pada ucapan ku tetapi percayalah pada dirimu sendiri ! Dengan kemampuan mu maupun dengan diri mu sendiri !", kata Shaiming.
"Shaiming...", gumam Li Mei dengan mata berkaca-kaca.
"Li Mei !?", ucap Shaiming tersentak kaget.
Ketika melihat perubahan mimik wajah Li Mei yang tampak sangat sedih saat melihat ke arahnya.
Tanpa Shaiming sadari, ujung jarinya membelai lembut wajah Li Mei yang memerah.
"Jangan sedih, Li Mei...", ucap Shaiming iba.
Sahiming kemudian memeluk tubuh Li Mei untuk menenangkan gadis itu sedangkan Li Mei sendiri membenamkan seluruh wajahnya ke dalam pelukan Shaiming.
"Suatu saat nanti semua akan kembali semula, Li Mei...", bisik Shaiming.
Di tepuknya dengan lembut punggung Li Mei.
"Dan saat semua ingatan mu kembali lagi maka kau akan ingat siapa jati dirimu yang sesungguhnya", kata Shaiming.
Hal yang dilakukan oleh Shaiming dengan melatih Li Mei tarian Bian Lian karena alasan untuk melindungi Li Mei dari kejaran utusan Niu.
Pada saat Li Mei menguasai keahlian tarian Bian Lian maka dia akan mudah memadukan nya dengan ilmu beladirinya yang dia miliki selama Li Mei mengingatnya.
Namun, keadaan Li Mei yang amnesia agak membuatnya lupa akan keahliannya itu dalam mengusai ilmu pedang. Dan alasan Shaiming melatih tarian Bian Lian kepada Li Mei supaya gadis itu dapat cepat menyembunyikan dirinya dengan topeng.
Shaiming berusaha sabar dengan Li Mei karena kekurangannya sekarang ini.
Amnesia yang di derita oleh Li Mei memang merepotkan bagi Shaiming karena segala yang berhubungan dengan Li Mei telah hilang seluruhnya dari memori kepala Li Mei.
"Li Mei, aku hanya akan melatih mu tarian Bian Lian saja karena tarian-tarian lainnya mungkin memerlukan waktu lama untuk kamu kuasai dalam membawakan opera", kata Shaiming.
Li Mei menengadahkan pandangannya ke arah Shaiming lalu menyahut ucapannya.
"Kenapa aku harus berlatih tarian ini ?", tanya Li Mei dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Karena dalam opera tarian Bian Lian ini merupakan topik paling utama untuk memikat perhatian para penonton opera", sahut Shaiming.
"Dan juga untuk melindungi ku, bukan", kata Li Mei.
"Yah..., benar...", sahut Shaiming sambil menghela nafas panjang.
"Tapi bolehkah aku menari tarian lainnya, Shaiming ?", kata Li Mei yang bergelayut manja di lengan Shaiming.
"Tarian lainnya !?", ucap Shaiming.
"Yah, seperti tarian wanita mungkin", kata Li Mei.
DEGH !?
Wajah Shaiming berubah memucat saat mendengar ucapan Li Mei, tubuhnya langsung menegang tinggi.
Shaiming secara tidak sadar mengatupkan mulutnya rapat-rapat, berusaha menyembunyikan kecemasan yang datang secara mendadak pada dirinya.
"Li Mei !", panggilnya tegas.
"Ya...", sahut Li Mei.
Pandangan mereka saling bertemu satu sama lainnya lalu sama-sama terdiam serta saling menatap.
"Untuk tarian lainnya terutama khusus untuk perempuan, aku bukan tidak ingin mengajarkan kepadamu", ucap Shaiming.
"Kenapa ???", tanya Li Mei tak mengerti.
"Sebab semua perhatian akan terfokus seluruh perhatiannya ke arah mu, Li Mei", kata Shaiming.
"Bukankah itu akan lebih baik bagi perkembangan opera mu, dan akan banyak penonton yang tertarik untuk menyaksikan pertunjukan opera milik mu, Shaiming", ucap Li Me.
"Iya, yang kamu katakan itu benar memang tetapi tidakkah kau merasa khawatir, Li Mei ?", sahut Shaiming.
"Apa yang harus aku khawatirkan, Shaiming ?", ucap Li Mei.
"Tidak ada...", kata Shaiming cepat-cepat meralat omongannya.
Shaiming kemudian menatap lurus ke arah depan sambil terus melangkah pelan sedangkan Li Mei masih bergelayut manja di lengannya saat mereka berjalan bersama-sama.
Tidak membantah dengan yang dikatakan oleh Li Mei bahwa daya tarik gadis itu sangatlah menyita perhatian semua orang jika memandang kecantikan yang dimiliki oleh Li Mei. Dan hal itu pasti tentunya akan menambah pendapatan opera menjadi jauh lebih meningkat tinggi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
horse win
/Rose/
2024-02-22
1
Bouyan
lanjut thor
2024-02-07
2