BAB 16 GERIMIS

Hujan mulai turun perlahan-lahan, membasahi jalan setapak yang di lalui oleh Shaiming saat dia mengejar Li Mei.

Gerimis hujan terasa menyelimuti suasana saat itu, berbaur menjadi satu ketika hari mulai mendung.

Shaiming terus saja berlari mengejar Li Mei yang telah berada di depan sana. Sembari terus berteriak memanggil nama gadis itu tanpa henti.

"Li Mei !!!", panggil Shaiming.

Namun, panggilan Shaiming tak dihiraukan oleh Li Mei yang terus berlari pergi, berusaha menjauh darinya.

PLASH... !

Suara langkah Shaiming terdengar beradu dengan suara gerimis air hujan.

Samar-samar sosok Li Mei mulai semakin jelas terlihat oleh Shaiming yang berhasil mengejarnya.

"Li Mei... !!!", panggil Shaiming.

BLESHHH... !!!

Muncul seseorang dari arah depan dengan melangkah pelan ke arah mereka berdua.

Seorang pria mengenakan topi fedora hitam serta membawa sebuah payung berjalan mendekati Li Mei yang terus berlarian.

Shaiming merasakan tanda bahaya besar sedang mengancam mereka.

"Siapa pria itu ?", pikir Shaiming.

Ketika dia melihat ke arah pria bertopi fedora hitam di arah depan, sedang berjalan ke arah mereka berdua.

"Aku secepatnya membawa Li Mei pergi dari sini", ucap Shaiming was-was.

Jarak diantara Li Mei dengan pria bertopi fedora hitam cukup jauh tetapi beberapa langkah lagi mereka akan berpapasan.

Shaiming yang mulai merasa khawatir akan keselamatan Li Mei berpikir cepat untuk kabur.

"Tidak cukup waktu untuk menghindar tetapi sebaiknya aku menggunakan kekuatan jam saku untuk berteleportasi...", ucap Shaiming.

Tergesa-gesa Shaiming mengeluarkan jam saku miliknya kemudian dia mulai berkonsentrasi penuh untuk mengaktifkan jam tersebut.

Bibir Shaiming mulai bergerak-gerak seperti sedang membaca mantra khusus.

Semenit kemudian, jam saku miliknya bereaksi cepat serta memancarkan sinar cahaya terang dari arah jam itu.

WUSH... ! WUSH... ! WUSH... !

Sinar cahaya terang berwarna keemasan mulai berputar-putar bagaikan angin berbentuk topan kecil.

SRET... !

"Li Mei... !", panggil Shaiming.

Shaiming meraih tangan Li Mei dengan sangat cepat ketika jam saku miliknya mulai bereaksi terhadap perintahnya.

Tampak Li Mei terkejut sembari menoleh ke arah belakang tepat bersamaan tubuh mereka menghilang oleh sinar cahaya terang yang bergerak bagaikan pusaran angin topan kecil.

BLAM !

Suasana di jalan setapak yang dilalui oleh Shaiming serta Li Mei terlihat sepi.

Tak terlihat lagi keberadaan mereka berdua disana, hanya ada jejak air gerimis yang membasahi area permukaan jalan.

SRET... !

Pria bertopi fedora hitam tersentak pelan sembari meraih ujung topi miliknya kemudian menatap tajam ke arah depan.

"Hmmm... !?", gumamnya pelan.

Di bukanya payung hitam miliknya lebar-lebar sembari terus melangkah cepat, melewati jalan setapak yang tadi dilalui oleh Li Mei dan Shaiming.

"Sepertinya aku melihat seorang gadis yang wajahnya amat aku kenal tetapi... penampilannya sedikit berbeda darinya...", ucapnya.

Pria bertopi fedora warna hitam dengan payung hitam di tangannya terlihat terus berjalan.

"Apa mungkin penglihatan ku ini salah !?", ucapnya bergumam pelan.

Gerimis masih terlihat turun membasahi jalan di area jalan setapak yang sepi.

Dua tembok besar yang membatasi area jalan tampak menjulang tinggi di samping kanan dan kiri.

Pria bertopi fedora hitam terus melangkahkan kedua kakinya kemudian lamat-lamat tubuhnya yang gagah menembus hilang di balik gerimisnya air hujan.

PLASH... !

PLASH... !

PLASH... !

Suara air dari gerimisnya hujan terus terdengar membasahi area jalan setapak yang sangat sepi.

...***...

Di suatu tempat lain yang sepi...

Terlihat dua sosok orang tengah berdiri di bawah gerimisnya hujan yang turun.

Seorang laki-laki sedang berdiri dengan sorot mata tajam, terlihat bahwa dirinya saat ini sangat cemas.

"Li Mei... !!!", panggil Shaiming yang masih menggenggam erat tangan Li Mei.

Li Mei menundukkan pandangannya, seakan-akan berusaha menyembunyikan wajahnya dari Shaiming.

"Tolong dengarkan aku dulu, Li Mei !", ucap Shaiming.

Shaiming menatap tajam ke arah Li Mei yang berdiri disampingnya tanpa menoleh ke arahnya.

"Kenapa kau pergi ?", kata Shaiming.

Li Mei masih terdiam, dan sikap Li Mei membuat Shaiming jengah.

"Li Mei...", panggil Shaiming.

Tampak Shaiming berusaha keras menarik perhatian Li Mei kepadanya seraya mencoba memaksa Li Mei menghadap kepadanya.

"Li Mei !!!", panggil Shaiming.

Li Mei berusaha menahan dirinya dari Shaiming supaya dia tidak melihat ke arah laki-laki pemilik opera itu.

"Li Mei !", panggil Shaiming sekali lagi.

Tiba-tiba Li Mei menjerit keras.

"Cukup, Shaiming !!!", ucapnya dengan wajah penuh air hujan.

"Li Mei... Dengarkan penjelasan ku...", bujuk Shaiming.

"Aku tidak ingin mendengar apapun sekarang ini !!! Biarkan aku pergi !!!", jerit Li Mei.

"Tidak, Li Mei !", sahut Shaiming yang masih mencengkeram kuat tangan Li Mei. "Aku mohon kembalilah bersama ku !", sambungnya.

"Aku bukan lah siapa-siapa bagimu yang pantas kamu cintai...", sahut Li Mei.

"Li Mei..., aku benar-benar mencintai mu...", ucap Shaiming.

"Tapi aku hanyalah perempuan yang tidak waras, perempuan yang ingatannya hilang...", sahut Li Mei.

Kedua mata Li Mei mulai berkaca-kaca menahan kesedihannya.

"Bagaimana mungkin kamu bisa hidup dengan ku yang seperti ini... Shaiming... !?", ucap Li Mei.

"Tidak, Li Mei !", sahut Shaiming.

"Aku tidak sempurna untuk mu...", kata Li Mei.

Li Mei mulai kehilangan kendali dirinya, dan dia mulai menangis tersedu-sedu.

Sikap Li Mei membuat Shaiming terhenyak keras ketika dia melihat Li Mei yang tampak menangis sedih.

"Jangan ucapkan itu !", sahut Shaiming.

"Aku hanyalah gadis yang menderita amnesia, tidak mungkin aku bersama mu bagaikan orang normal", kata Li Mei.

Tampak Li Mei berurai air mata saat menjawab ucapan Shaiming kepadanya.

"Ku mohon... Biarkan aku pergi, Shaiming...", ucap Li Mei gemetaran.

Shaiming dengan tiba-tiba menarik wajah Li Mei dengan kedua tangannya kemudian mencium bibir Li Mei.

Lama ciuman Shaiming terasa hangat dirasakan oleh bibir Li Mei yang merekah merah. Dan ciuman Shaiming sangat dalam dan terasa penuh cinta.

Ciuman Shaiming menyentakkan Li Mei saat dia melihatnya.

Berusaha menarik dirinya agar menjauh dari dekapan Shaiming tetapi laki-laki itu terlalu kuat memeluk erat Li Mei.

"Li Mei...'', bisik Shaiming di sela-sela ciuman mesranya kepada Li Mei.

"Ke--kenapa kamu mencium ku !?", kata Li Mei hampir tak percaya.

"Karena aku mencintai mu... Li Mei...", sahut Shaiming.

"Shaiming...", gumam Li Mei tersipu malu.

"Aku berjanji padamu, tidak akan pernah meninggalkan mu dan akan selalu bersamamu, Li Mei...", kata Shaiming.

Air mata Li Mei bercucuran semakin derasnya dari kedua matanya yang berubah meredup terharu.

Tangisnya mulai pecah ketika Shaiming mengungkapkan isi hatinya kepada Li Mei dengan sangat serius serta sungguh-sungguh.

"Shaiming...", bisik Li Mei yang terus menangis.

"Ku mohon padamu, tolong, jangan menangis sesedih ini, Li Mei... !", ucap Shaiming memohon.

"Shaiming !!!", panggil Li Mei kemudian memeluk Shaiming.

"Li Mei...", gumam Shaiming.

Shaiming akhirnya dapat bernafas lega ketika Li Mei mulai dapat menerimanya meski gadis cantik itu masih tidak mengingat apa-apa dengan semua kenangan masa lalu mereka berdua.

Namun, sikap yang ditunjukkan oleh Li Mei yang mulai luluh pada perhatian Shaiming telah membuat laki-laki tampan itu dapat tersenyum bahagia. Karena Li Mei mau menerima dirinya meski gadis iti tidak dapat mengingat Shaiming.

Shaiming mempererat pelukannya di tubuh Li Mei, keduanya terlihat berpelukan erat di bawah gerimisnya air hujan yang turun di sekitar area mereka saat ini.

Suasana tegang yang tadinya terjadi diantara mereka berdua mulai berganti dengan suasana yang romantis di penuhi dekapan hangat oleh keduanya.

Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!