BAB 9 LATIHAN OPERA

Li Mei memperhatikan arahan dari Shaiming yang memintanya menirukan gerakan tangannya.

"Tarian ini memang agak sulit dilakukan karena butuh latihan sekitar sepuluh tahun untuk menguasainya...", ucap Shaiming.

Li Mei hanya terdiam sembari memperhatikan gerakan tangan Shaiming.

"Tarian Bian Lian memang sengaja diperuntukkan buat laki-laki...", kata Shaiming yang terus bergerak.

Shaiming terus memperagakan tarian Bian Lian di tengah-tengah sanggar opera nya.

"Tapi aku ingin kamu menguasai teknik tari Bian Lian ini, supaya kau mampu melindungi dirimu, Li Mei", lanjut Shaiming.

WOSH... !

WOSH... !

WOSH... !

Shaiming memutar badannya dengan cepatnya sembari mengenakan topeng di wajah tampannya.

"Perhatikan gerakan tarian Bian Lian ini !", perintah Shaiming.

Shaiming melompat tinggi seraya menghunuskan pedang, lurus ke arah depan lalu memutar jubah yang dia kenakan dalam hitungan detik.

Topeng yang Shaiming kenakan langsung berubah cepat dengan topeng yang lainnya.

Kembali terlihat Shaiming berloncatan di udara lalu mengganti pedangnya dengan sebuah kipas.

SRET... !

Dalam sekejap saja, topeng yang dikenakan oleh Shaiming berubah kembali dengan topeng yang berbeda dari sebelumnya.

Ketika Shaiming menggerakkan kipas di tangannya dalam hitungan detik.

TRANG... !

TRANG... !

TRANG... !

Suara alunan musik yang mengiringi tarian Bian Lian terus terdengar keras saat Shaiming menggerakkan badannya berulangkali.

Tarian Bian Lian adalah tarian mengubah topeng yang dikenakan oleh penari hanya dengan mengibaskan kipas atau jubah yang mereka kenakan saja. 

Shaiming membawakan tarian Bian Lian dengan sangat sempurna.

Setiap para penari dalam Bian Lian bisa mengubah tampilan wajahnya yang berupa topeng hanya dalam hitungan detik. Dalam 1 menit, mereka bisa melakukan gerakan sambil mengubah topeng hingga berkali-kali

WUSH... !

WUSH... !

WUSH... !

Shaiming terus mengubah topengnya hingga gerakan terakhir. Kemudian berdiri tegap seraya menghadap ke arah Li Mei.

Membungkukkan setengah badannya seperti gerakan memberi hormat. Dan membuka topeng Bian Lian nya dengan cepat.

"Bagaimana, Li Mei ?", kata Shaiming.

"Woah !?", pekik Li Mei terkagum-kagum.

"Apa kau terhibur dengan tarian Bian Lian ku ini ?", tanya Shaiming.

"Luar biasa !!! Kau sungguh hebat, Shaiming !", sahut Li Mei hampir tak percaya jika Shaiming mampu menarikan Bian Lian sehebat itu.

"Aku suka sekali, Shaiming...", ucap Li Mei berseru pelan.

Kedua mata Li Mei berubah berbinar-binar saat melihat Shaiming mampu menyelesaikan tarian Bian Liannya dengan sempurna.

PLOK... ! PLOK... ! PLOK... !

Tanpa Li Mei sadari dia bertepuk tangan kemudian berhambur memeluk Shaiming.

"Kau keren sekali, Shaiming !!!", teriaknya terkagum-kagum.

Pelukan Li Mei membuat Shaiming terkejut kaget saat melihatnya.

Tak pernah menyangka sambutan Li Mei akan se-antusias itu terhadap tarian Bian Lian yang Shaiming bawakan tadi.

"Li Mei...", gumam Shaiming terpana.

"Latihlah aku agar aku bisa sehebat dirimu, Shaiming !", kata Li Mei.

"Apa kau bersungguh-sungguh, Li Mei ?", tanya Shaiming.

"Ya, aku ingin sehebat dirimu dalam menarikan Bian Lian meski tarian itu untuk para laki-laki", kata Li Mei.

"Memang benar, aku ingin kamu mengusai tarian Bian Lian ini dengan mahir supaya kamu dapat melindungi diri mu saat membawakan opera nanti", sahut Shaiming.

"Tapi... Aku tidak mungkin sehebat diri mu, Shaiming...", kata Li Mei.

"Tentu saja, Li Mei. Memang tidak mudah membawakan tarian Bian Lian karena butuh waktu lama untuk melatihnya", ucap Shaiming.

Shaiming memandangi wajah Li Mei yang menatapnya teduh lalu membelai lembut wajah gadis itu.

"Suatu saat nanti kau akan mengerti maksud dan tujuan ku, memaksa mu untuk berlatih tarian ini, Li Mei", kata Shaiming.

...***...

Bukan tanpa alasan, mengapa Shaiming meminta Li Mei berlatih tarian Bian Lian ini karena saat dia mengetahui kedatangan utusan Niu ke masa depan.

Shaiming langsung berniat untuk mengajari tarian Bian Lian sebagai bekal Li Mei saat nanti dia tampil dalam pertunjukan-pertunjukan besar opera.

Pada saat Li Mei manggung dalam pertunjukkan opera nanti, gadis itu dapat menggunakan tarian Bian Lian untuk menutupi dirinya dari pengamatan utusan Niu, yang mungkin saja dia akan datang dalam perhelatan opera di Beijing.

Utusan Niu pasti akan menyelidiki setiap pertunjukan opera untuk mencari tahu keberadaan Li Mei meski dia tidak tahu secara pasti akan keberadaan Li Mei di Beijing, kemungkinan utusan Niu akan segera mengetahuinya dari informan-informan yang dia sebar di kota ini.

"Li Mei...'', ucap Shaiming.

"Ya, Shaiming", sahut Li Mei.

"Maafkan aku jika aku terlalu keras pada mu", kata Shaiming.

"Tidak, Shaiming... Aku tahu bahwa semua yang kau lakukan pada ku karena kau sangat mengkhawatirkan diri ku...", sahut Li Mei.

"Yah, itu benar tapi aku merasa terlalu menekan mu untuk menjadi sempurna sebagai seorang pemain opera", kata Shaiming.

"Dan apakah kau menyesalinya, Shaiming !?", ucap Li Mei.

"Tidak, aku sama sekali tidak merasa menyesalinya", sahut Shaiming.

"Benarkah itu !?", kata Li Mei.

"Ya, Li Mei", sahut Shaiming tegas.

"Mengapa kau sangat mencemaskan ku dan meminta ku agar aku dapat menarikan tarian Bian Lian ?", tanya Li Mei.

"Karena aku ingin kau bisa melindungi dirimu, Li Mei", sahut Shaiming.

"Adanya dirimu bagi ku saat ini sudah sangat cukup mampu membuat ku merasa terlindungi oleh mu, Shaiming", kata Li Mei.

"Tapi tidak selamanya aku berada di dekatmu, Li Mei", sahut Shaiming.

"Kenapa ? Apakah kau akan meninggalkan ku, Shaiming ?", kata Li Mei.

"Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, Li Mei", sahut Shaiming seraya menatap teduh ke arah Li Mei.

"Lantas kenapa kau berkata demikian seolah-olah kau akan pergi jauh dari ku, Shaiming", kata Li Mei.

"Baiklah, aku tidak akan pergi kemana-mana dan akan terus berada di dekatmu, Li Mei", sahut Shaiming

Sudut bibir Shaiming membentuk seulas senyuman lembut.

"Li Mei...", panggil Shaiming berbisik lembut.

"Ya, Shaiming...", sahut Li Mei.

"Berjanjilah pada ku Li Mei !", kata Shaiming.

"Berjanji untuk apa, Shaiming ?", tanya Li Mei.

"Berjanjilah untuk berlatih dengan sungguh-sungguh tarian Bian Lian ini, Li Mei !", sahut Shaiming.

"Jelaskan pada ku alasannya, Shaiming !", kata Li Mei.

"Sudah aku utarakan padamu tentang alasannya bahwa aku ingin kau terlindungi, Li Mei", sahut Shaiming.

"Apa kalau aku menyetujuinya maka kau akan merasa tenang, Shaiming ?", kata Li Mei.

"Yah, aku akan merasa sangat tenang, Li Mei", sahut Shaiming.

"Mmm..., baiklah..., aku berjanji pada mu, Shaiming...", ucap Li Mei.

"Terimakasih atas kesedianmu untuk memenuhi janji ini, Li Mei", sahut Shaiming lega.

...***...

Sejak kedatangan utusan Niu yang dikirim oleh Zheng-mi goo ke masa depan untuk mencari Li Mei dan menangkapnya.

Kekhawatiran Shaiming terus bertambah berkali-kali lipat akan keselamatan Li Mei di sini meski kecil kemungkinan utusan Niu untuk segera mengetahui tentang Li Mei yang telah berhasil sampai melintasi waktu ke masa depan.

Leyu juga belum memberinya kabar mengenai utusan Niu sejak mereka berpencar di bar untuk menyelidikinya. Bahkan Shaiming masih belum juga melanjutkan penyelidikannya terhadap wanita bar itu.

Disebabkan Shaiming sibuk dengan rencananya untuk melatih Li Mei agar dia bisa ikut dalam pertunjukan opera nanti.

Keputusan Shaiming jatuh pada tarian Bian Lian karena dia tahu bahwa Li Mei sangat menguasai bela diri pedang Ratu Caihong yang legendaris itu.

Kemampuan dasar ilmu beladiri yang telah dikuasai oleh Li Mei akan memudahkannya untuk menyerap setiap dasar dari gerakan tarian Bian Lian yang sangat sulit.

Hampir mirip tarian Bian Lian dengan kemampuan dasar ilmu beladiri terutama pada setiap gerakannya yang sama-sama membutuhkan kemahiran khusus serta latihan keras. Bedanya tarian ini banyak di tarikan oleh laki-laki tapi tidak menutup kemungkinan juga ditarikan oleh Li Mei, meskipun dia seorang perempuan.

Terpopuler

Comments

Faniah Haidar

Faniah Haidar

ceritanya beda dari yang lain nih

2024-07-21

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!