BAB 4 TANGHULU YANG MANIS

Li Mei terduduk diam dengan perban membalut kepalanya.

Dokter menyarankan padanya untuk beristirahat total dari segala aktivitas dan mefokuskan memulihkan kesehatan.

Amnesia yang dia derita akibat kecelakaan menyebabkan benturan keras pada kepalanya sehingga dia harus kehilangan ingatannya.

Li Mei hanya memandangi Shaiming yang terlihat serius mendengarkan penjelasan dokter.

Dokter memberi catatan resep pada Shaiming untuk menebus obat yang harus diminum oleh Li Mei.

"Saya buatkan resep untuk nona Li Mei agar di minum olehnya tiga kali sehari !", kata dokter seraya memberikan catatan resep pada Shaiming.

Shaiming menganggukkan kepalanya pelan seraya mengambil resep dari dokter.

"Jangan lupa datang untuk kontrol minggu depan, ya !", ucap dokter.

"Baik, dokter", sahut Shaiming.

Shaiming beranjak berdiri dari tempatnya duduk lalu memapah Li Mei untuk berjalan keluar ruangan periksa.

"Hati-hati, Li Mei !", kata Shaiming.

"Ya, Shaiming...", sahut Li Mei.

Senyum menghias wajah Li Mei saat Shaiming membantunya berjalan.

"Kita akan mampir membeli obat untukmu", kata Shaiming.

"Tapi, Shaiming...", ucap Li Mei. "Apa kita punya uang untuk menebus obat ?", sambungnya.

"Tenanglah, aku masih ada simpanan untuk menebus obat", sahut Shaiming.

"Maafkan aku, karena aku kamu harus mengeluarkan uang", kata Li Mei.

"Jangan dipikirkan lagi, Li Mei !", sahut Shaiming.

"Biarkan aku bekerja di opera mu, agar aku dapat uang dari pertunjukkan opera", kata Li Mei.

"Iya, iya, kau akan ikut opera nanti setelah kesehatan mu pulih sediakala", ucap Shaiming.

"Apa yang harus aku kerjakan pertama kalinya dalam opera nanti ?", tanya Li Mei.

"Kau hanya cukup untuk berlatih keras agar kemampuan dasar mu dalam opera menjadi mahir", sahut Shaiming.

"Aku tidak memiliki dasar-dasar kemampuan opera... Bagaimana aku bisa mengikuti opera dan membantu mu menghasilkan uang ?", kata Li Mei.

"Aku yang akan melatih mu sendiri supaya kemampuan dasar dalam melakukan opera bisa kamu kuasai", ucap Shaiming.

"Kau akan melatih ku ?", tanya Li Mei.

"Iya, aku yang akan melatihmu", sahut Shaiming.

"Kapan ? Sekarang ?", kata Li Mei antusias.

"Setelah kesehatan mu pulih", sahut Shaiming.

"Tapi kondisi kesehatan ku sudah sehat sekarang hanya saja kepala ku masih terasa pusing jika terlalu banyak bergerak", kata Li Mei.

"Karena itulah aku harus menunggu mu sehat kembali", ucap Shaiming.

"Akan butuh waktu lama untuk memulihkan ingatan ku", kata Li Mei.

"Tidak perlu menunggu ingatan kamu pulih karena aku akan melatih mu setelah tubuh mu kuat seperti sediakala'', sahut Shaiming.

"Emm..., iya...'', ucap Li Mei.

Li Mei mengikuti langkah Shaiming yang berjalan di sebelahnya.

Pemandangan di luar terlihat sangat indah, hamparan taman asri terbentang luas di hadapannya.

Udara sejuk menerpa wajah Li Mei saat dia berjalan di sana.

"Hmmm..., sejuk sekali !", ucap Li Mei sembari membentangkan kedua tangannya.

"Kau suka berada di sini, Li Mei ?", kata Shaiming.

"Tentu saja, aku menyukainya, Shaiming...", ucap Li Mei.

Li Mei tersenyum lembut saat menghirup udara segar di sekitarnya.

"Ini pertama kalinya aku keluar rumah untuk berjalan-jalan menikmati suasana santai...", kata Li Mei.

"Syukurlah, kau merasa senang, Li Mei", sahut Shaiming.

"Iya...", sahut Li Mei seraya memejamkan kedua matanya.

Li Mei terlihat sangat bahagia saat Shaiming mengajaknya berjalan-jalan di luar.

Pikirannya menjadi segar saat menyaksikan pemandangan indah di sekitar mereka sewaktu mereka keluar bersama-sama setelah Li Mei tersadar.

"Apa kau suka camilan itu, Li Mei ?", tanya Shaiming.

"Camilan apa ?", kata Li Mei.

"Itu tanghulu !", sahut Shaiming.

"Tanghulu... !?", ucap Li Mei tertegun diam.

Li Mei terlihat merenung saat Shaiming menyebutkan nama tanghulu seakan-akan dia teringat tentang kenangan masa lalunya yang berhubungan dengan manisan buah.

Sesaat Li Mei mengingat sekilas gambaran tentang jajanan manisan tanghulu di benaknya.

Sebuah kios kecil berada di sudut jalan yang ramai oleh lalu lalang orang-orang yang lewat disana.

Seorang gadis berpakaian kuno sedang berjalan dengan membawa dua manisan segar di tangannya sedangkan sebuah pedang tersampir di belakang punggungnya saat dia berjalan.

Li Mei merasa bahwa gadis itu adalah dirinya yang sedang berjalan dengan membawa dua tanghulu.

Mendadak ingatan Li Mei kembali sadar dan dia telah sepenuhnya berada di dunia nyata.

Dimana Shaiming telah berada disisinya lagi sedangkan gambaran tentang kenangan masa lalunya menghilang perlahan-lahan.

"Shaiming ! Mari kita beli tanghulu...", ucap Li Mei.

Shaiming terdiam memandang ke arah Li Mei yang tersenyum senang saat dia mengajaknya membeli tanghulu.

"Ya... Li Mei...", sahut Shaiming.

"Kita beli sebanyak-banyaknya tanghulu !", kata Li Mei.

"Jika kau menyukainya maka aku akan dengan senang hati untuk membelinya untuk mu, Li Mei", ucap Shaiming.

Senyum merekah menghiasi wajah Li Mei saat mendengar ajakan Shaiming untuk membeli tanghulu.

Li Mei lalu menggandeng tangan Shaiming untuk berjalan ke tempat penjual tanghulu yang ada di sudut jalan.

"Ayo, Shaiming !", ucap Li Mei dengan senyum manis menghiasi wajahnya.

"Iya...", sahut Shaiming.

...***...

Keduanya berlarian kecil menuju ke sebuah kios penjual tanghulu, ada beberapa kios yang menjual camilan manis dari buah-buahan segar.

Mulai buah melon, nanas, strawberry hingga buah plum.

Manisan-manisan itu dipajang di deretan kios penjual tanghulu, manisan berbentuk sate itu sangat digemari oleh anak-anak dan keluarga dari orang dewasa hingga orang lanjut usia.

"Shaiming... Shaiming... Shaiming...", panggil lembut Li Mei.

Li Mei tertawa renyah saat Shaiming membelikannya beberapa tanghulu untuknya.

"Li Mei...", sahut Shaiming tersenyum lembut.

"Manisan ini segar sekali, rasanya manis dan menyenangkan hati, Shaiming", kata Li Mei.

"Ya, aku juga suka dengan tanghulu ini", ucap Shaiming.

Li Mei berlarian sambil mengayunkan tanghulu ditangannya sedangkan Shaiming hanya berjalan pelan di belakangnya.

Tampak Shaiming menghela nafas lega ketika melihat senyum merekah di wajah Li Mei.

Kekhawatirannya terhadap kesehatan Li Mei telah terobati ketika melihat senyuman menghiasi wajah gadis cantik itu.

"Rasa segar dari buah plum ini sangat kontras dengan rasa manis yang ada saat kita memakannya dalam mulut", ucap Li Mei.

"Yah, enak dan terasa segar", kata Shaiming.

Shaiming tersenyum ketika Li Mei menyodorkan satu buah manisan plum kepadanya.

"Cobalah, kamu makan manisan plum ini !", kata Li Mei.

"Ya... Ya... Ya..., aku akan memakannya jika kamu suka...'', ucap Shaiming.

"Aaaaaa... !!!", kata Li Mei seraya memaksakan tanghulu dari buah plum kepada Shaiming agar masuk ke dalam mulut lelaki tampan itu.

Shaiming hanya menganggukkan kepalanya pelan sedangkan mulutnya dipenuhi oleh manisan buah plum.

"Lezat bukan !?", ucap Li Mei.

"Hmmm, iya, lezat sekali...", sahut Shaiming sambil tertawa renyah.

"Kalau begitu, kau harus memakan semua tanghulu ini, Shaiming !!!", kata Li Mei lalu memberikan semua tanghulu miliknya kepada Shaiming.

Shaiming terkejut pelan saat melihat tanghulu-tanghulu milik Li Mei berada di tangannya hingga penuh.

"Hai, Li Mei ! Kamu juga harus memakan tanghulu-tanghulu ini !", kata Shaiming.

"Tidak ! Kau saja yang menghabiskannya, Shaiming !", sahut Li Mei.

Suara tawa Li Mei berderai-derai keras mengiringi langkah kaki Li Mei saat dia berlarian kecil.

Menjauh dari Shaiming yang berusaha mengejarnya untuk memaksanya memakan tanghulu yang ada di tangan laki-laki tampan pemilik opera itu.

Li Mei melambaikan tangannya ke atas saat dia berlari menghindari Shaiming yang terus mengejarnya.

Mereka berdua terlihat saling bekejar-kejaran sepanjang jalan menuju pulang ke rumah Shaiming.

Terpopuler

Comments

stumble guy

stumble guy

bagi tanghulu nya Thor 🤗 jadi pengen mencicipi tanghulu 🍓🍓🍓

2024-02-04

1

Bouyan

Bouyan

semangat thor

2024-02-03

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!