BAB 3 OPERA KECIL

Li Mei terdiam saat Shaiming memberinya semangkok mie pangsit untuk menambah tenaganya.

Perhatian Shaiming begitu tulusnya terhadap Li Mei yang sangat telaten melayaninya saat dia makan di meja bundar yang ada di dalam kamar.

"Makanlah mie pangsit ini, Li Mei !", kata Shaiming seraya menyidorkan dua sumpit kayu kepada Li Mei.

Li Mei masih terdiam saja ketika Shaiming memberinya semagkok mie pangsit serta dua sumpit kayu kepadanya.

"Kau perlu makan banyak, untuk menambah energi mu agar kesehatanmu cepat pulih kembali, Li Mei", kata Shaiming.

"Emm... !?", gumam Li Mei yang hanya melirik ke arah mangkok berisi mie pangsit dengan dua sumpit kayu di atasnya tanpa bersuara.

"Cepat kamu makan mie itu sebelum dingin !", pinta Shaiming.

"Terimakasih...", sahut Li Mei.

"Tak perlu merasa sungkan pada ku, semua adalah kewajiban bagiku untuk menolong sesama yang membutuhkan'', ucap Shaimin.

"Tetap aku harus mengucapkan rasa terimakasih ku pada mu karena telah tulus hati menolong ku", sahut Li Mei.

Shaimin menatap Li Mei dengan tertegun lalu tersenyum lembut.

"Setelah ini kita akan pergi", kata Shaiming.

"Kemana ?", tanya Li Mei sembari menatap serius ke arah Shaiming.

"Memeriksakan kondisi mu", sahut Shaiming.

"Aku rasa itu tidak perlu... Dan aku merasa jika aku baik-baik saja, hanya merasa pusing saat harus memaksa mengingat...", ucap Li Mei.

Li Mei lalu memasukkan sesumpit mie pangsit ke dalam mulutnya.

"Sebab itulah, kita harus memeriksakan kondisi mu, Li Mei", sahut Shaiming yang menuangkan minuman ke dalam cangkir kecil.

"Nanti akan teringat kembali, semua ingatanku seiring waktu, Shaiming", kata Li Mei.

"Yah, aku tahu itu tetapi alangkah baiknya jika kita periksakan keadaan mu, aku hanya akan merasa lebih tenang", ucap Shaiming.

"Percayalah padaku, Shaiming... Aku baik-baik saja saat ini, setelah meminum obat maka kepala ku akan segera sembuh", kata Li Mei.

"Mungkin itu pikiran mu tapi aku tidak akan merasa tenang sampai mengetahui sendiri kondisi mu dari dokter", ucap Shaiming.

"Emm... !?", gumam Li Mei.

Li Mei hanya menundukkan pandangannya ke arah mangkok di tangannya kemudian menghabiskan mie pangsit itu dengan lambat. Sedangkan Shaiming menenggak habis minumannya.

"Aku tidak memiliki pakaian ganti...", ucap Li Mei.

"Hmm !?", gumam Shaiming.

Shaiming menoleh ke lemari antik dekat jendela besar yang menghadap ke taman.

"Tunggu..., mungkin aku punya sesuatu yang bisa kamu kenakan...", ucapnya lalu beranjak menghampiri lemari antik.

SRET... !

Shaiming membuka lemari seraya mencari-cari sesuatu di dalam sana lalu termenung sesaat.

"Ada pakaian yang mungkin cocok untuk mu tapi ini pakaian khusus opera", kata Shaiming.

"Opera ?", ucap Li Mei.

"Ya, aku punya sebuah opera kecil yang menampilkan berbagai kesenian, mulai dari tari, musik hingga nyanyian", kata Shaiming.

"Wow !?", sahut Li Mei yang berubah senang.

Shaiming tersenyum sekilas seraya melangkah mendekat ke arah meja bundar, dimana mereka duduk tadi.

"Pakailah gaun ini ! Aku pikir akan cocok untuk mu, Li Mei !", kata Shaiming.

"Terimakasih...", sahut Li Mei dengan tersenyum lembut.

"Bergantilah segera setelah itu kita pergi ke dokter hari ini !", kata Shaiming.

"Shaiming...", panggil Li Mei saat Shaiming hendak melangkah keluar kamar.

Shaiming menoleh ke arah Li Mei seraya menjawab panggilannya.

"Yah, ada apa, Li Mei ?", tanyanya.

"Bolehkah aku melihat opera milik mu sebelum kita berangkat ke dokter ?'', kata Li Mei.

Shaiming terdiam sejenak seraya berpikir tentang niat Li Mei yang terlihat antusias untuk melihat opera kecil miliknya.

Laki-laki bernama Shaiming itu segera menganggukkan kepalanya cepat sembari tertawa kecil.

"Baiklah, kita akan mampir sebentar ke tempat opera kecil milik ku sebelum berangkat ke dokter", kata Shaiming.

"Benarkah itu !?", ucap Li Mei seraya bertepuk tangan.

"Aku melihat niat mu sungguh besar terhadap opera, dan aku senang bahwa kamu menaruh perhatian pada sebuah opera", sambung Shaiming.

"Opera adalah hal baru bagi ku...", sahut Li Mei berbohong.

"Apa kamu tidak pernah melihat pertunjukkan sebuah opera ?'', tanya Shaiming.

"Tidak...", jawab Li Mei.

"Kebetulan juga, opera membutuhkan pemain baru agar penonton tidak bosan jika melihat pertunjukkan opera kami", kata Shaiming.

"Mungkin saja, aku dapat mengisi peran baru untuk pemain opera...", sahut Li Mei.

"Apa kamu berminat terhadap opera ?", tanya Shaiming.

"Jika kamu mengijinkannya maka aku akan dengan senang hati mengikuti opera mu", sahut Li Mei.

Ingatan Li Mei tertuju pada suara aneh yang pernah dia dengar ketika dia jatuh tak sadarkan diri.

Saat itu Li Mei mendengar tentang perannya yang memiliki identitas baru sebagai Li Mei, seorang pemain opera.

Mungkinkah hal itu berkenaan dengan sesuatu yang tidak dia ingat, dan menjadi alasan buatnya kehilangan ingatan, serta mengalami amnesia.

Li Mei tertunduk ke arah meja di depannya sembari terus memperhatikan mangkok kosong di tangannya.

...***...

Tak beberapa lama Shaiming mengajaknya keluar rumah untuk pergi ke tempat opera kecil milik Shaiming.

Ternyata tempat opera kecil kepunyaan Shaiming berada tepat di sebelah rumah Shaiming sehingga mereka tidak perlu berjalan lama untuk pergi ke tempat opera kecil, cukup berjalan beberapa langkah maka sampai di tempat tujuan.

"Opera kecil ku sengaja aku bangun di dekat rumah agar aku tidak perlu berjalan lama jika ingin sampai ke tempat opera", kata Shaiming.

"Kamu sangat hebat, bisa memiliki sebuah opera, Shaiming", ucap Li Mei.

"Yah, tidak besar tapi opera milikku kerap manggung di berbagai pertunjukkan festival besar di Beijing", sahut Shaiming.

"Luar biasa...", puji Li Mei.

Mereka masuk ke dalam tempat yang dipenuhi oleh sejumlah orang yang sedang berlatih teater.

"Hai, Shaiming !", sapa seorang wanita dari arah duduknya sembari melambaikan tangannya.

"Hai, Fengying...", balas Shaiming.

"Siapa dia, Shaiming ?", tanya seorang pria muda kepada Shaiming saat melihat Li Mei berjalan bersamanya.

"Perkenalkan ini Li Mei, dia akan menjadi anggota baru kita di opera ini", sahut Shaiming yang memperkenalkan Li Mei pada anggota opera miliknya.

"Hai, Li Mei !", sapa yang lainnya dengan ramah.

"Selamat datang di opera ini ! Semoga kamu merasa betah disini, Li Mei !", ucap seorang perempuan cantik yang mengenakan hiasan rambut mencolok.

Berdiri dengan berkacak pinggang sedangkan mulutnya dipenuhi asap rokok tebal.

"Jangan ganggu dia, Genji !'', ucap pria berkepala botak.

"Biar saja, Yelu ! Ini adalah salam perkenalan dari kita, kenapa kamu tidak terima !?", sahut Genji melengos kesal.

"Beri dia ruang untuk beradaptasi, Genji ! Dia masih anggota baru di opera ini !", ucap pria lainnya.

"Ahk ! Kau juga Hao Yu ! Jangan ikut-ikutan usil seperti Yelu !", sahut Genji sembari menghembuskan asap rokoknya.

"Hai, Shaiming ! Ajak dia masuk ! Kasihan gadis itu, sepertinya dia masih muda'', ucap Hao Yu.

"Iya, dia memang baru di sini, dari luar daerah jadi tidak kenal tempat ini, Hao Yu'', sahut Shaiming.

"Oh, begitu ya...", ucap Hao Yu.

"Yup !", sahut singkat Shaiming.

"Ajak dia latihan opera, bukankah kita masih perlu pemain baru mengisi karakter untuk pegelaran nanti'', kata Yelu.

"Iya, benar. Tapi aku masih harus membawanya ke dokter sekarang ini'', ucap Shaiming.

"Dokter !? Memangnya kenapa dengan dia, hai, Shaiming !? Apa kau menghamilinya ??? Hah !?", kata Genji.

"Apa yang kau katakan itu, Genji ! Bersikaplah hormat pada anggota baru kita. Dasar kau ini, tidak bisa bersikap formal !", sahut Hao Yu.

"Fuih !?", hela nafas Genji sembari mengepulkan asap rokok yang ada di tangannya. "Untuk apa aku harus bersikap formal, aku hanya artis opera kecil, bersikap bak artis besar, aku pikir sangatlah berlebihan, Hao Yu", sambungnya.

"Kau ini... !?", sahut Hao Yu.

Shaiming hanya tersenyum simpul saat mendengar ucapan dari anggota-anggota opera miliknya, yang selalu saja kerap menggoda dirinya.

Terpopuler

Comments

horse win

horse win

amazing 🎎

2024-02-22

1

stumble guy

stumble guy

keren Thor 🎎

2024-02-04

1

exit 05

exit 05

ok... lanjutttttt....
semoga up nya teratur ga putus ditengah jalan 💪💪💪

2024-02-01

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!