BAB 2 LI MEI

TRAT... TAT... TAT... TAT... !!!

TRAT... TAT... TAT... TAT... !!!

TRAT... TAT... TAT... TAT... !!!

Suara mercon dari luar terdengar sangat keras disertai iringan musik dari arah drum yang dipukul rancak berirama.

Terdengar pula suara ledakan meriah seperti suara petasan.

DUAR... !

DUAR... !

DUAR... !

Sayup-sayup suara seseorang berbincang-bincang dari arah luar ruangan.

Li Mei yang masih terbaring lemah, hanya mampu menggerakkan kelopak matanya yang terpejam.

KRIET... !

Pintu terdengar di buka, suara langkah kaki mendekat pelan ke arah ranjang.

Li Mei segera bersikap waspada meski dengan tubuh masih terbaring di atas ranjang, dia berusaha tetap berhati-hati.

SRET !

Li Mei segera meraih baju yang dikenakan oleh orang asing itu seraya duduk dan terbangun.

"Siapa kau ?", tanyanya.

Seorang pria tampan berada di hadapannya, menatapnya dengan kedua mata elangnya ke arah Li Mei.

"Seharusnya akulah yang bertanya pada mu ?Siapa dirimu ?", sahut pria itu.

"Aku !?", ucap Li Mei tertegun.

"Kenapa ? Kau lupa siapa namamu ?", kata pria tampan itu.

"Aku... !?", ucap Li Mei mengulang perkataannya lagi.

"Ya, siapa nama mu ?", tanya pria itu.

"A--aku... Aku... Aku !?", sahut Li Mei tergagap.

Tanpa sadar Li Mei memegangi kepalanya yang terasa sakit.

Kepalanya seperti tertusuk-tusuk benda tajam saat dia mencoba mengingat namanya, kedua mata Li Mei langsung terpejam rapat.

"Ahk !?", pekiknya tertahan.

"Hai... Kenapa dengan mu, nona ???", sahut pria itu yang berbalik terkejut saat melihat Li Mei menjerit kesakitan.

"Auwh !!!", teriak Li Mei seraya memegangi kepalanya dengan kedua tangannya erat-erat. "Ini sangat sakit sekali !!!", sambungnya.

"Nona, katakan mana yang sakit ?", kata pria itu cemas.

"Kepalaku sakit sekali !!!", jerit Li Mei.

"Tenanglah ! Tenanglah ! Jangan dipaksakan untuk mengingat apapun !", sahut pria itu bertambah khawatir.

BRUK !

Tubuh Li Mei terhempas keras di atas ranjang tidur dengan kedua tangan tetap memegangi kepalanya yang berdenyut-denyut keras.

"Nona ! Tenanglah !", ucap pria itu.

Kedua mata Li Mei terbelalak lebar serta berair saat dia menahan rasa sakit yang menghinggapi kepalanya.

"Tolong aku !", rintih Li Mei gemetaran.

"Bagaimana caranya aku menolong mu ?", kata pria asing itu.

"Sakit...'', ucap Li Mei.

Tampak Li Mei membolak-balikkan badannya di atas ranjang tidur dengan masih memegangi kepalanya yang luar biasa sakitnya.

"Tolong aku, tuan...'', gumam Li Mei.

"Oh, tidak !? Apa yang harus aku lakukan !?", sahut pria itu panik.

Pria tampan itu menoleh ke arah meja di dekatnya kemudian meraih obat pereda rasa sakit.

"Cobalah kamu meminum obat ini dahulu ! Setelah itu kita akan pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi mu...", lanjut pria itu.

Tidak ada suara jawaban dari Li Mei yang terdiam memandangi pria asing itu dengan wajah penuh keringat dingin.

"Nah, sekarang minumlah obat ini ! Mudah-mudahan rasa sakit di kepala mu tidak akan terasa lagi", ucap pria itu.

Li Mei masih terdiam, tidak ada pilihan lainnya selain mematuhi perkataan pria asing itu.

Pria itu membantu Li Mei untuk menelan obat dengan merebahkan kepala gadis itu di atas dadanya.

"Bersandarlah padaku ! Jangan takut !", kata pria itu.

Li Mei menelan obat pereda sakit kepala agar rasa sakit di kepalanya mereda, tak banyak yang dia ucapkan hanya bersandar diam.

"Nama ku Shaiming, aku tinggal di Beijing ini dengan mengurus sebuah usaha kecil milik keluarga ku", kata pria yang menyebut dirinya dengan nama Shaiming.

"Hmm, iya..., maaf jika aku tidak ingat siapa nama ku...", sahut Li Mei.

Kedua mata Li Mei berubah sendu ketika dia tidak mengingat kembali dirinya.

Ingatannya seluruhnya hilang dalam hitungan detik ketika Li Mei melintasi waktu ke masa depan karena lari dari kejaran pasukan ayahnya, Raja Zheng-mi goo.

Tidak ada satupun kenangan yang tertinggal dalam benak Li Mei, hanya ada kabut gelap yang melingkupi kepala Li Mei saat ini.

''Apa kamu mengalami amnesia ?", tanya Shaiming.

"Mungkin saja... Karena saat aku mencoba mengingat semua yang ada, kepala ku akan langsung terasa sakit...", sahut Li Mei.

"Aku yakin itu disebabkan oleh kecelakaan yang menimpa mu sehingga seluruh ingatan mu hilang dan kamu mengalami amnesia", ucap Shaiming.

"Kecelakaan !?", kata Li Mei terkejut. "Apa aku mengalami kecelakaan ?", sambungnya.

"Iya, saat aku melihat mu pertama kalinya, kau telah terbaring di atas aspal jalan raya, sebuah mobil tepat di depanmu saat itu", sahut Shaiming mengangguk pelan.

"Sebaiknya aku segera pergi dari sini", kata Li Mei yang terburu-buru bangun.

"Kau akan pergi kemana ?", tanya Shaiming.

"Aku... !?", sahut Li Mei tertegun kembali.

"Apa kau tahu rumah mu ?", tanya Shaiming.

Li Mei hanya menggelengkan kepalanya pelan seraya terdiam merenung.

"Aku sarankan pada mu, lebih baik kau tetap tinggal disini sampai ingatan mu pulih kembali", ucap Shaiming memberi saran.

"Tapi aku akan merepotkanmu, Shaiming...", sahut Li Mei.

"Tidak, tidak merepotkan ku", jawab cepat Shaiming.

"Benarkah !?", kata Li Mei bimbang.

"Percayalah pada ku !", sahut Shaiming.

Li Mei hanya memandangi Shaiming yang duduk di sampingnya dengan tatapan terharu, tidak tahu harus membalas apa pada kebaikan Shaiming yang begitu tulusnya terhadap dirinya.

"Terimakasih atas kemurahan hati mu...", lanjut Li Mei.

...***...

Baru pertama kalinya Li Mei dapat tersenyum kembali setelah kedatangannya di Kota Beijing yang menjadi harapan baru baginya di masa depan.

"Oh, iya...", ucap Shaiming.

Shaiming segera memberikan sebuah bungkusan besar yang terikat erat sebuah benang merah dengan liontin giok di ujung ikatannya.

"Aku menemukan bungkusan ini bersama mu saat aku melihat mu untuk pertama kalinya dan kamu mendekapnya erat-erat bungkusan besar ini", kata Shaiming.

"Emm... !?", gumam Li Mei agak termenung.

"Apa ini punya mu ?", kata Shaiming.

"Mungkin...", kata Li Mei.

Li Mei lupa bungkusan apakah itu yang dia bawa bersama dengannya, dia hanya diam seraya memandangi bungkusan besar yang ada di hadapannya.

"Jika kau lupa, tidak perlu kamu paksakan untuk mengingatnya, simpanlah baik-baik bungkusan itu bersama mu, mungkin saja benda itu sangat berharga bagi mu", kata Shaiming.

"Umm... !?", gumam Li Mei.

"Liontin giok ini sangat indah sekali...", ucap Shaiming.

Shaiming lalu meraih liontin giok yang terikat erat pada ujung benang merah yang melilit kuat di bungkusan besar itu.

Diamatinya liontin giok itu dengan seksama kemudian dia membaca sebuah tulisan yang tertera di atas permukaan giok.

"LI MEI... !?", ucap Shaiming.

Shaiming langsung tersenyum ketika dia membaca tulisan yang ada pada giok itu.

"Nama mu Li Mei...", kata Shaiming.

"Aku tidak tahu...", sahut Li Mei.

"Yah, aku tahu jika kamu tidak dapat mengingat apapun", ucap Shaiming.

"Maaf...", jawab Li Mei sambil memalingkan pandangannya ke arah lain.

"Tidak apa-apa...", sahut Shaiming.

Pandangan Shaiming langsung teralihkan pada kalung yang melingkar di leher Li Mei, liontin pada kalung emas itu sangat mirip dengan liontin giok yang ada di ujung ikatan benang merah.

"Boleh aku melihat kalung milik mu ?", kata Shaiming.

"Kalung !?", sahut Li Mei bingung.

"Yah, kalung emas yang kamu pakai itu !", kata Shaiming.

"Oh...", ucap Li Mei segera menundukkan pandangannya ke arah kalung emas yang melingkar di lehernya.

"Kau memakai kalung itu artinya kalung itu sangat berharga buat mu", ucap Shaiming.

Shaiming meraih liontin yang menggantung di kalung emas milik Li Mei, dia juga melihat sebuah tulisan nama yang sama dengan tulisan yang tertera pada giok di ujung ikatan benang merah yang melilit kuat bungkusan besar di tangan Li Mei.

Tertera kembali tulisan sama bernama Li Mei pada liontin kalung emas itu.

"Li Mei... !?", ucap Shaiming kembali. "Nama mu Li Mei dan mulai dari sekarang aku akan memanggil mu dengan nama Li Mei sesuai nama yang ada pada liontin kalung emas ini, Li Mei...", sambungnya.

Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!