BAB 14 APAKAH HALUSINASI

DANG... !

Li Mei terjaga dari lamunannya.

Pedang emas Ratu Caihong terlepas dari tangannya.

Tersentak kaget lalu jatuh terduduk di atas lantai kamar.

Tubuh Li Mei gemetaran, berkeringat dingin serta terasa lemas saat dia kembali tersadar dari pikirannya.

Gambaran tentang Istana Merah yang terbakar habis oleh api masih terngiang-ngiang di benak Li Mei saat dia tersadar penuh.

Pandangan Li Mei tertuju pada pedang emas Ratu Caihong yang tergeletak di atas lantai.

Asap mengepul keluar dari permukaan pedang emas Ratu Caihong, berbau sangit hingga mengeluarkan aura magis yang sangat menyeramkan.

Kedua tangan Li Mei bergetar hebat, tepat berada di atas kepalanya, mencengkeram kuat.

"Apa... Apa ini !? Sebenarnya apa yang terjadi !?", ucap Li Mei.

Bibir Li Mei bergetar kencang sedangkan kedua matanya terbelalak lebar, seperti orang yang sedang ketakutan.

Li Mei hampir seperti orang yang sedang frustasi ketika melihat gambaran istana terbakar dan tampak jelas di hadapannya nyata.

"Si--siapa mereka !? Dan dimana aku tadi ???", ucapnya kaku.

Ekspresi Li Mei terlihat ketakutan bahkan dia masih merasakan efek saat dia mengembara tadi ke dunia lain.

"Apakah aku tadi bertranformasi ke masa lalu ???", ucap Li Mei.

Ekspresi serta emosi di wajahnya berubah keterkejutan dan menjadi kepucatan.

Samar-samar gambaran tentang Istana Merah yang terbakar kembali datang ke dalam ingatannya.

Namun, tetap Li Mei masih tidak mengingat apa-apa meski dia melihat semua gambaran tentang masa lalunya kembali datang dalam benak Li Mei.

"Tidak... Tidak mungkin aku ada hubungannya dengan semua itu... Karena aku tidak mengenal mereka...", kata Li Mei.

Li Mei langsung memejamkan kedua matanya rapat-rapat.

Berusaha untuk mengenyahkan segala pikiran buruk yang datang silih berganti dalam ingatannya.

Hantaman rasa sakit semakin terasa kuat di kepala Li Mei saat dia teringat pada gambaran kejadian Istana Merah yang terbakar serta munculnya dua orang aneh berwajah menyeramkan di hadapannya tadi.

Li Mei mendekap erat tubuhnya yang terasa kedinginan serta bergetar hebat.

Menahan setiap kengerian yang tiba-tiba mendesak masuk ke dalam pikirannya tanpa dia sadari merusak pikiran Li Mei.

Tiba-tiba Li Mei beranjak berdiri lalu berlari kian kemari dengan rasa keterputusasaan yang sangat besar.

"Tidak... Ini semua pasti hanya mimpi...'', ucap Li Mei.

Pandangan Li Mei teralihkan pada pedang emas Ratu Caihong yang masih tergeletak di atas lantai kamar.

"Pedang emas itu apakah milikku !?", kata Li Mei.

Li Mei berdiri dengan mendekap erat tubuhnya, terlihat dirinya sedang melamun seraya memandangi ke arah pedang emas Ratu Caihong.

"Tapi kenapa pedang emas itu berada bersama ku jika bukan milikku ?", kata Li Mei.

Perlahan-lahan Li Mei melangkahkan kakinya, mendekati pedang emas Ratu Caihong yang berada di bawah.

"Jika memang benar pedang emas ini punyaku pasti Shaiming tidak mungkin sengaja memberikannya pada ku", kata Li Mei.

Li Mei merunduk pelan, mencoba meraih pedang emas Ratu Caihong.

"Tunggu !?", ucapnya.

Li Mei menghentikan gerakan tangannya untuk meraih pedang emas Ratu Caihong dari atas lantai.

"Kalau aku memegangnya kembali... Gambaran itu akan kembali muncul dalam pikiran ku bahkan aku akan masuk tersedot ke dalam dunia lain tanpa batas...", kata Li Mei bimbang.

Li Mei terlihat ragu-ragu untuk mengambil kembali pedang emas Ratu Caihong.

Pandangannya kabur lalu dia jatuh terduduk lemas.

"Aku tidak mungkin mengalami halusinasi tapi gambaran kejadian terbakarnya istana berwarna merah tampak sangat nyata bagi ku", kata Li Mei.

Li Mei menundukkan pandangannya seraya menutupi wajahnya dengan kedua tangan sambil menggeleng pelan.

"Anggap saja jika semua itu hanyalah halusinasi belaka", ucap Li Mei.

Li Mei mulai berpikir keras tentang gambaran yang dilihatnya saat dia menyentuh pedang emas Ratu Caihong, tentang sebuah Istana Merah yang sedang terbakar hangus.

"Apa sebaiknya aku bertanya pada Shaiming !?", kata Li Mei.

Kesadaran Li Mei langsung terjaga sepenuhnya saat dia mengingat Shaiming, dia beranjak bangun lalu menghampiri ranjang tidurnya.

Diambilnya kain pembungkus pedang emas Ratu Caihong kemudian berlari kembali ke arah pedang emas.

Li Mei cepat-cepat membungkus pedang emas Ratu Caihong dengan kain terbuat dari sutra berwarna emas dengan benang merah berujung giok yang melilit.

SRET !!!

Li Mei berhasil mengikatkan dua simpul ujung benang merah dengan hiasan giok di kedua simpulnya.

Tidak terjadi lagi hentakan hebat saat Li Mei menggenggam erat pedang emas Ratu Caihong, dia masih tersadar penuh dan tidak mengalami halusinasi tentang istana yang terbakar.

"Aku tidak mengalami reaksi apa-apa lagi setelah kain pembungkus ini aku gunakan pada pedang emas ini", kata Li Mei.

Li Mei mengerutkan keningnya sambil memperhatikan ke arah pedang emas Ratu Caihong yang telah terbungkus rapi dengan ikatan lilitan benang merah berhias giok.

"Apakah tadi itu merupakan sebuah petunjuk bagi ku ???", kata Li Mei.

Sorot mata Li Mei berubah teduh saat memperhatikan bungkusan besar di atas tempat tidur.

Li Mei menghela nafas panjang berulangkali hingga dia merasa dirinya dalam keadaan baik-baik saja sekarang.

"Sebaiknya aku akan menanyakan hal ini pada Shaiming..., mungkin saja dia mengetahui sesuatu... Tapi bukankah kami baru mengenal satu sama lainnya...", kata Li Mei.

Li Mei lalu menghentikan gerakan tubuhnya untuk pergi.

"Kami baru bertemu setelah aku mengalami kecelakaan sehingga aku amnesia", kata Li Mei. "Tidak mungkin bagi Shaiming untuk mengetahui tentang Istana berwarna merah", sambungnya.

Li Mei kembali terduduk di atas tempat tidurnya dengan tertunduk kemudian dia melirik kembali ke arah bungkusan besar yang berisi pedang emas Ratu Caihong yang berada di sampingnya.

"Mungkinkah aku memiliki hubungan dengan semua itu... Dengan Istana terbakar serta dua orang asing dalam pikiran ku...", kata Li Mei.

Tampak Li Mei duduk termenung, mengingat semua kejadian aneh yang baru saja dia alami tadi ketika dia menggenggam erat pedang emas Ratu Caihong.

"Jika iya, aku pasti mengingat salah satu orang yang ada dalam gambaran Istana yang terbakar...", ucap Li Mei dengan wajah sedih.

Li Mei mendesah pelan sambil mengangkat wajahnya ke arah depan.

"Apakah nama ku memang Li Mei !?", kata Li Mei.

Pandangan Li Mei lalu teralihkan pada kalung emas yang melingkar di lehernya, diraihnya kalung emas itu dengan ujung jari tangannya lalu dipandanginya dengan lamat-lamat.

Kalung cantik dari emas dengan liontin bertuliskan nama Li Mei menghias lehernya.

Tanpa dia tahu kebenaran akan kalung itu, benarkah kalung itu memang miliknya atau seseorang sengaja memakaikannya pada dirinya. Seakan-akan kalung itu bekerja bagaikan tanda dari sebuah petunjuk tentang jati dirinya jika dia bernama Li Mei.

Li Mei benar-benar tidak mengingat apapun bahkan tentang pedang emas itu, dia tidak tahu pasti, apakah pedang emas tersebut memang miliknya.

Semua ingatan Li Mei benar-benar kosong bahkan tak satupun kenangan tertinggal dalam ingatannya.

Li Mei hidup bagaikan orang asing yang tidak memiliki kenangan masa lalu ataupun kenangan akan dirinya bahkan dia tidak mengenal siapa dirinya, tentang asal-usulnya, tentang rumahnya dia tinggal, dari mana dia datang bahkan siapa nama dia yang sebenarnya, Li Mei tidak mengingat semuanya.

Hanya bergerak bagaikan orang aneh dengan pandangan kosong lalu termenung seperti sedang melamun setiap Li Mei terjaga dari tidurnya.

Bangun di pagi hari seperti orang linglung yang tidak tahu menahu hal apa yang harus dia lakukan saat membuka kedua matanya.

Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!