BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU

Hujan masih turun derasnya di luar sana, jalan-jalan digenangi oleh air hujan.

Seorang pria bertopi fedora hitam dengan membawa sebuah payung warna senada sedang berjalan di tengah-tengah hujan deras sepanjang jalan yang dipenuhi oleh genangan air hujan malam itu.

Sorot matanya tajam saat melirik ke arah persimpangan jalan raya yang ada di hadapannya. Sambil menarik ujung topi fedoranya, dia memperhatikan arah jalan sekitarnya.

Wajahnya sangat tampan dengan kumis tipis menghias rupanya.

SRET !

Pria itu langsung berbelok ke arah kanan jalan, melangkah cepat di area trotoar dekat pertokoan yang mulai sepi pengunjung.

KRIEEET... !

Pintu terbuka dari luar, suara bunyi lonceng berdering pelan saat masuk ke sebuah toko penjual barang-barang antik kuno.

"Selamat datang !", sapa pemilik toko.

Pria bertopi fedora hitam hanya menganggukkan kepalanya pelan seraya menarik ujung topi yang dia kenakan.

"Malam...", sahut pria itu dengan suara berat.

"Ada yang bisa saya bantu ?", tanya pemilik toko.

"Aku mencari koin emas dengan gambar pedang Ratu Caihong. Apakah toko ini nenjualnya ?", sahut pria itu.

"Koin emas bergambar pedang emas Ratu Caihong !?", kata pemilik toko.

"Ya, aku sedang mencarinya", ucap pria itu.

"Kami tidak menjual koin emas seperti yang anda maksudkan karena benda itu sangat langka sekali", kata pemilik toko.

"Tak ubahnya iblis bersemayam dalam pikiran yang merasuki awan gelap jiwa manusia yang tersesat", ucap pria bertopi fedora hitam.

"Dan iblis akan lenyap seiring berkat langit yang menyertainya", sahut pemilik toko.

"Ada informasi apakah yang aku dapatkan dari penjual toko ?", kata pria itu.

"Tuan Niu, anda datang mencari Li Mei ?", tanya pemilik toko.

"Iya, aku mendapatkan perintah pencarian terhadap Li Mei sebagai buron utama dari Kerajaan Awan Biru sesuai titah baginda Raja Zheng-mi goo", sahut pria bertopi fedora hitam.

"Li Mei... Bukankah gadis itu adalah putri langsung dari Maharani Ratu Caihong dan Raja Zheng-mi goo !? Kenapa justru dia harus ditangkap oleh ayahnya sendiri ?", kata pemilik toko.

"Dia dituduh menyebabkan kebakaran hebat di Istana Merah, kediaman Selir Haoran. Dan saat itu selir kesayangan baginda Raja Zheng-mi goo tengah hamil putra mahkota", sahut Niu.

"Apa hukumannya bagi tuan puteri Li Mei ?", tanya pemilik toko.

"Dia akan diadili sesuai hukum kerajaan", sahut Niu.

"Sayangnya saya tidak memiliki informasi mengenai tuan puteri Li Mei bahkan kabar dia disini, saya tidak mendengarnya", ucap pemilik toko.

"Aku akan memberimu sekantong emas murni jika kamu dapat menemukan informasi tentang Li Mei, sekarang aku akan memberi mu setengahnya saja", kata Niu.

"Saya akan menyimpannya dan segera mengabari anda jika saya mendengar kabar tentang Li Mei", ucap pemilik toko.

Pemilik toko segera menyerahkan sebuah plakat emas kepada pria bertopi fedora hitam bernama Niu.

PLAK !

"Ambil plakat emas ini sebagai tanda masuk ke dunia masa depan agar penjaga pintu langit tidak menghukum mu karena menerobos masuk dunia masa depan tanpa permisi", kata pemilik toko.

"Berapa harga yang harus terbayarkan untuk ini ?", tanya Niu.

"Setengah lusin dari harga emas yang ada di pasaran, tidak murah memang tetapi harga itu berkaitan dengan pajak masuk ke portal waktu", sahut pemilik toko.

"Lumayan mahal juga...", ucap Niu.

"Dibanding harga dari setengah jiwa kita harus tergadaikan di ujung neraka maka sebaiknya membayar harga tersebut sebagai pajak dan hal itu amatlah wajar", kata pemilik toko.

"Cukup pantas sebagai harga nego dari kepala kita !", ucap Niu.

"Hmm, yeah !?", sahut pemilik toko sambil menghitung uang yang diberikan oleh Niu padanya.

"Baiklah, aku akan pergi sekarang. Jangan lupa segera hubungi aku jika kau mendapatkan informasi terkait Li Mei !", sambungnya seraya memasukkan plakat emas sebagai kunci ijin masuk ke dunia masa depan.

"Kau akan pergi sekarang, Tuan Niu ?", tanya pemilik toko.

"Tentu saja, aku akan mencari tempat penginapan disini", sahut Niu.

"Ada sebuah bar rahasia di seberang jalan dekat pojok sana !", kata pemilik toko.

"Bar !? Untuk apa aku kesana !?", ucap Niu heran.

"Mungkin saja akan lebih mudah menggali informasi mengenai tuan puteri Li Mei", kata pemilik toko.

"Baiklah, aku akan mencoba berkunjung kesana sesuai anjuran mu", ucap Niu.

"Yah...", sahut pemilik toko sambil menganggukkan kepalanya.

"Ambillah ini !", ucap Niu.

Sebuah koin emas langka terbang cepat ke arah pemilik toko saat Niu melemparkannya ke udara.

Pemilik toko dengan sigap lalu menangkap koin emas itu.

"Harga yang pantas, tuan Niu", ucapnya kemudian tersenyum.

Pria bertopi fedora segera melangkah keluar toko yang menjual barang-barang antik kuno seraya melambaikan tangannya ke arah pemilik toko saat dia pergi.

...***...

Suara hujan masih terdengar turun di luar sana sedangkan pria bertopi fedora hitam telah menghilang di telan kegelapan malam.

Toko barang-barang antik masih buka meski hari telah menjelang tengah malam.

TAP... !

TAP... !

TAP... !

Langkah kaki Niu melangkah cepat menuju ke sebuah bar kecil di pojok jalan. Dia masuk ke dalam bar dengan mudahnya tanpa halangan dari penjaga bar.

Aroma minuman tercium keras dari arah bar, Niu berjalan terus memasuki bar yang sangat ramai oleh pengunjung bar.

"Hai, ada pendatang baru", bisik seorang wanita saat melihat Niu masuk ke dalam bar.

"Apa kau akan melayaninya ?", tanya wanita dengan lesung pipitnya.

"Terserah kau saja, aku hanya pelayan bar disini yang bertugas melayani para tamu bar", sahut wanita berlipstik merah.

"Baiklah, aku akan menemaninya", ucap wanita berlesung pipit.

"Silahkan !", kata wanita berlipstik merah sambil mengangkat gelas minumannya.

"Daagh !", sahut wanita berlesung pipit seraya melambaikan tangan ke arah teman satu profesinya.

Niu duduk di sofa panjang dekat meja bar dengan wajah seriusnya menatap ke lalu lalang orang-orang yang ada di dalam bar.

Wanita berlesung pipit melenggang pelan ke arah Niu lalu duduk di dekatnya sembari menyilangkan kedua kakinya sehingga memperlihatkan kedua paha mulusnya yang terbuka.

"Selamat malam !", sapa wanita itu mencoba menarik perhatian Niu.

Niu tidak lantas menjawab panggilan wanita berlesung pipit di sebelahnya, hanya melirik sepintas lalu terdiam mematung.

"Apa kamu butuh teman malam ini ?", kata wanita itu seraya menyodorkan segelas minuman kepada Niu.

"Teman tidur !?", jawab Niu.

"Woah !? Kau sangat tegas rupanya ! Bagaimana kau menangkap sinyal itu begitu cepatnya ?", kata wanita bar.

"Lantas yang kamu maksudkan teman apa ?", tanya Niu acuh tak acuh.

"Selembar kartu kredit cukup sebagai bayarannya atas jasa aku menemani mu sampai pagi", kata wanita bar.

"Aku merasa tersanjung atas tawaran mu itu tapi aku hanya ingin duduk menikmati malam ini", sahut Niu.

"Apa kau punya tawaran lain selain sekedar menemani mu menikmati malam ini ?", kata wanita bar.

"Kenapa ?", tanya Niu sembari memainkan gelas minuman miliknya.

"Sekedar bertanya saja, mungkin aku dapat membantu mu, tuan muda", sahut wanita bar.

"Aku butuh informasi mengenai gadis ini !", kata Niu.

Pria bertopi fedora hitam lalu mengeluarkan selembar foto kepada wanita bar yang ada di sebelahnya.

"Gadis ini cantik sekali !? Apa dia kekasih mu, tuan ?", tanya wanita bar dengan kagum.

Niu hanya menggelengkan kepalanya saat wanita bar bertanya tentang gadis yang ada di dalam foto.

"Bukan..., dia bukan kekasih ku melainkan putri dari tuan ku", sahut Niu.

"Untuk apa kalian mencarinya ?", tanya wanita bar.

"Ada hal penting yang ingin aku temui dari nya dan aku ingin bertemu dengannya", sahut Niu.

"Siapa nama gadis ini ?", kata wanita bar.

"Li Mei..., namanya Li Mei... !", sahut Niu dengan suara tegasnya kemudian menenggak habis minumannya.

Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!