BAB 5 MIMPI BURUK ITU

"Li Mei... ! Li Mei... ! Li Mei... !"

Terdengar suara memanggil ke arah Li Mei yang sedang duduk.

Li Mei membersihkan pedang emas Ratu Caihong dengan kain khusus, sembari melirik pelan ke arah suara yang memanggilnya.

"Li Mei... !", panggil suara itu kembali.

Terlihat seorang perempuan berlarian ke arahnya sambil melambaikan tangannya.

"Li Mei... !", panggilnya lagi.

Perempuan cantik itu tersenyum lembut sambil memberinya dua tusuk tanghulu buah strawberry.

Li Mei terdiam saat dia menerima tanghulu itu lalu menatap sendu ke arah perempuan itu.

"Ibu...", ucapnya lirih.

"Apa kamu belum makan, Li Mei ?", kata perempuan cantik itu.

"Belum...", sahut Li Mei.

"Makanlah tanghulu itu agar kau memiliki tenaga untuk berlatih ilmu pedang, Li Mei", kata perempuan berwajah cantik itu.

"Baiklah..., aku akan memakannya...", ucap Li Mei.

"Li Mei, kau harus berlatih tenaga dalam agar kamu dapat menggunakan pedang Ratu Caihong dengan sempurna", kata perempuan itu.

"Untuk apa aku harus melatih keahlian pedang ku, Ratu Caihong !? Bukankah kita tidak menginginkan tahta kekaisaran berada di tangan kita !?", sahut Li Mei.

Perempuan cantik yang dipanggil dengan Ratu Caihong itu terdiam seraya memandangi ke arah Li Mei.

Tersenyum sekilas lalu mengusap lembut wajah putrinya.

"Kita tidak memerlukan tampuk pimpinan jatuh pada kita karena kekuasaan itu akan datang dengan sendirinya kepada kita jika kamu berlatih bersungguh-sungguh...", ucapnya.

"Tapi aku bukanlah kesayangan Raja Zheng-mi goo, dia mengharapkan seorang putra untuknya yang akan menggantikannya kelak", kata Li Mei.

"Hmmm..., iya..., memang itu benar...", ucap perempuan itu.

"Ratu Caihong...", panggil Li Mei.

"Ya, Li Mei", sahut perempuan cantik itu.

"Apakah kau menyesal telah melahirkan seorang putri untukmu ?", tanya Li Mei.

Ratu Caihong terdiam seraya menatap teduh ke arah Li Mei yang duduk memandanginya.

"Tidak, sama sekali tidak menyesal, Li Mei...", kata Ratu Caihong lalu tertawa kecil saat mendengar pernyataan Li Mei.

"Untuk apa aku menyesalinya !? Kau adalah putri kandungku satu-satunya, Li Mei !", sahut Ratu Caihong.

Dibelainya lembut rambut indah Li Mei seraya tersenyum.

"Aku menyayangi mu melebihi hidupku, Li Mei", ucapnya lagi.

Perempuan berparas cantik dengan mahkota di atas kepalanya itu lalu memeluk Li Mei dengan penuh kasih sayang.

"Li Mei...", bisiknya lembut.

"Ratu Caihong...", sahut Li Mei.

Li Mei membalas pelukan Ratu Caihong dengan eratnya kemudian tertawa ceria saat Ratu Caihong menyuapinya sebuah tanghulu strawberry.

Suara kicau burung berterbagan di atas langit, memenuhi langit-langit angkasa berwarna biru.

Udara terasa sejuk disekitar mereka saat duduk di area taman buatan di dekat gunung Changping.

Li Mei terlihat sedang berlatih ilmu pedang emas Ratu Caihong dengan meningkatkan tenaga dalamnya, dibimbing oleh Ratu Caihong sendiri yang merupakan pemilik pedang emas.

Keduanya tampak berlompatan tinggi di udara sambil beradu pedang.

Di puncak gunung Changping, mereka berdua berlatih pedang sambil mengerahkan kemampuan mereka untuk menguasai tingkat level tertinggi ilmu pedang Ratu Caihong.

Ratu Caihong terus menempa kemampuan berlatih pedang Li Mei supaya dia mampu menguasai seluruh jurus-jurus ilmu pedang emas Ratu Caihong.

Pedang emas Ratu Caihong terkenal akan kesaktiannya bahkan ilmu pedangnya konon kabarnya mampu membuat pemiliknya mendapatkan anugerah langit serta tahta tertinggi sebagai seorang pemimpin.

Kerajaan awan biru yang merupakan tampuk kekuasaan dari Maharani Ratu Caihong sangatlah disegani dan luas kekuatannya. Bahkan Raja Zheng-mi goo yang merupakan penguasa lembah alam mampu ditundukkan oleh kehebatan Ratu Caihong.

Keduanya saling bertemu satu sama lain saat adanya pertarungan di arena pedang, dimana saat itu seluruh pendekar pedang saling berlomba memperebutkan Ratu Caihong.

TENG !

TENG !

TENG !

Suara lonceng terdengar keras dari arah Istana Kerajaan Awan Biru.

Seseorang berlari panik menuju mimbar agung istana yang terletak di dekat singgasana kerajaan.

"BERITA BURUK ! BERITA BURUK !", teriaknya dengan roman muka pucat.

Semua orang yang melintas di jalan Istana Awan Biru teralihkan perhatiannya ke suara lonceng dari dalam istana.

Mereka saling berbisik-bisik pelan seperti sedang berbicara.

"MAHARANI RATU CAIHONG TELAH WAFAT !", isi dari berita tersebut.

Sontak seluruh istana menjadi ramai oleh berita atas meninggalnya Ratu Caihong yang merupakan maharani dari Kerajaan Istana Awan Biru.

"Maharani Ratu Caihong wafat !? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi ?", tanya beberapa orang yang ada di area sekitar istana.

"Bukankah dia masih dalam keadaan baik-baik saja tiga hari yang lalu !?", kata orang yang lainnya.

"Benar, saat itu Maharani Ratu Caihong masih memimpin upacara kerajaan di hari senin sebagai tradisi penghormatan bagi leluhur Kerajaan Awan Biru", ucap seorang wanita.

"Apa yang terjadi sebenarnya !?", kata seorang perempuan bersanggul tinggi.

"Entahlah... Pasti ada kekeliruan pada berita itu...", ucap yang lainnya.

"Kasihan putri Li Mei..., dia terlalu muda untuk kehilangan sosok seorang ibu...", timpal seorang wanita.

...***...

BLAM !

Pintu ruangan kamar terkunci rapat.

Li Mei berdiri mematung di depan sebuah peti mati terbuat dari emas.

Wajahnya berubah pias saat melihat peti itu sedangkan di salah satu tangannya yang lain, dia menggenggam erat pedang emas Ratu Caihong.

Li Mei tidak mengerti kenapa Ratu Caihong bisa meninggal secepat itu karena dia masih bertemu dengan ibunya dalam keadaan baik-baik saja.

"Ratu Caihong...", bisiknya bergumam pelan.

Li Mei masih berdiri tertegun menghadap ke arah peti mati di depannya.

Tidak ada yang bisa dia lakukan sekarang saat mengetahui berita akan kematian Ratu Caihong yang begitu cepatnya.

TAP... !

TAP... !

TAP... !

Langkah kaki terdengar cepat dari arah luar ruangan.

Li Mei segera menghilang, bersembunyi di tempat lainnya saat pintu terbuka dari arah luar.

Muncul sosok selir Haoran berjalan masuk ke dalam ruangan dimana peti mati Ratu Caihong bersemayam.

"Selir Haoran dimana saya harus meletakkan bungkusan buah serta tanghulu ini ?", tanya seorang dayang.

Wanita berparas anggun itu lalu menolehkan pandangannya ke arah dayang yang berdiri di dekatnya sembari membawa bungkusan buah di tangannya.

"Letakkan saja, di meja sana !", kata Selir Haoran.

"Baik, yang mulia", sahut dayang itu.

"Coba kamu nyalakan dupa !", kata Selir Haoran. "Dan jangan lupa lilin penerangan di dalam ruangan ini !", sambungnya.

"Baik, Selir Haoran !", sahut dayang lainnya.

Selir Haoran melangkah mendekat ke arah peti emas tempat Ratu Caihong bersemayam di dalamnya.

"Bagaimana kau bisa pergi secepat ini, Ratu ku ?", ucap Selir Haoran.

Selir Haoran mengusapkan sehelai kain saputangannya ke arah wajahnya yang mulus bak porselen.

"Seharusnya, kau memberi kabar pada ku jika kau sedang sakit, Ratu...", ucap Selir Haoran.

Pundak Selir Haoran berguncang hebat saat dia melihat jasad maharani Ratu Caihong terbaring kaku di dalamnya.

"Aku tahu kabar akan kehamilanku menjadi pukulan berat bagi mu, dan kau tahu aku sedang mengandung putra mahkota Raja Zheng-mi goo", ucapnya.

Tampak senyum tipis menghias sudut wajah Selir Haoran sembari mengusap air matanya yang berlinangan.

"Dan aku menyesal telah memberitahukan pada mu bahwa aku akan melahirkan seorang putra bagi raja", ucapnya.

DEGH !?

Jantung Li Mei mendadak berhenti cepat ketika mendengar penjelasan Selir Haoran yang menyebutkan bahwa dia sedang mengandung putra dari Raja Zheng-mi goo.

Tiba-tiba seluruh tubuh Li Mei bergetar hebat, keringat dingin mulai bercucuran membasahi tubuhnya.

Pemandangan menyedihkan itu langsung menyentakkan kesadaran Li Mei.

Li Mei terbangun dari tidurnya dan terjaga dari mimpi buruknya lalu dia terduduk sambil memegangi kepalannya yang kembali berdenyut kencang.

Terpopuler

Comments

exit 05

exit 05

makin seru... lanjutttttt 💪💪💪

2024-02-04

1

Bouyan

Bouyan

bakal seru nih ceritanya

2024-02-03

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 KUTUKAN ITU
2 BAB 2 LI MEI
3 BAB 3 OPERA KECIL
4 BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5 BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6 BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7 BAB 7 SHAIMING
8 BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9 BAB 9 LATIHAN OPERA
10 BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11 BAB 11 ASA TERBAIK
12 BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13 BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14 BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15 BAB 15 BERTUNANGAN
16 BAB 16 GERIMIS
17 BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18 BAB 18 MENGINTAI
19 BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20 BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21 BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22 BAB 22 KONDISI LI MEI
23 BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24 Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25 BAB 25 PENDAPAT YELU
26 BAB 26 TUGAS BARU
27 BAB 27 MENJENGUK
28 BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29 BAB 29 BUNGA PEONY
30 BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31 BAB 31 KENANGAN SAMAR
32 BAB 32 KEKUATAN BARU
33 BAB 33 BERLATIH OPERA
34 BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35 BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36 BAB 36 MO LI HUA
37 BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38 BAB 38 RESTORAN CINA
39 BAB 39 PEKERJAAN BARU
40 BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41 BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42 BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43 BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44 BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45 BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46 BAB 46 BENAR TERJADI !
47 BAB 47 MENCARINYA
48 BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49 BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50 BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51 BAB 51 PETAKA
52 BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53 BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54 BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55 BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56 BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57 BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58 BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59 BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60 BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61 BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62 BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63 Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64 Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65 Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66 BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67 BAB 67 BERTEMU
68 BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69 BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70 BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71 BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72 BAB 72 HARI TENANG
73 BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74 BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75 BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76 BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77 BAB 77 INFORMASI PENTING
78 BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79 BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80 BAB 80 YANG KURASAKAN
81 BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82 BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83 BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84 BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85 BAB 85 KISAH YANG UNIK
86 BAB 86 LABIRIN WAKTU
87 BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88 BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89 BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90 BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91 BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92 BAB 92 UNGKAPAN HATI
93 BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94 BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95 BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96 BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97 BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98 BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99 BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100 BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101 BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102 BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 KUTUKAN ITU
2
BAB 2 LI MEI
3
BAB 3 OPERA KECIL
4
BAB 4 TANGHULU YANG MANIS
5
BAB 5 MIMPI BURUK ITU
6
BAB 6 KEDATANGAN UTUSAN ITU
7
BAB 7 SHAIMING
8
BAB 8 BERPUTARNYA JAM SAKU
9
BAB 9 LATIHAN OPERA
10
BAB 10 TARIAN BIAN LIAN
11
BAB 11 ASA TERBAIK
12
BAB 12 WAKTU SENGGANG LI MEI
13
BAB 13 SEPINTAS KENANGAN
14
BAB 14 APAKAH HALUSINASI
15
BAB 15 BERTUNANGAN
16
BAB 16 GERIMIS
17
BAB 17 SAAT YANG MENEGANGKAN
18
BAB 18 MENGINTAI
19
BAB 19 WAKTU YANG INDAH
20
BAB 20 ACARA TUNANGAN RESMI
21
BAB 21 RASA KUE BULAN ITU
22
BAB 22 KONDISI LI MEI
23
BAB 23 KLINIK DOKTER LIU YAOSAN
24
Bab 24 TERHARU, TENTU IYA !
25
BAB 25 PENDAPAT YELU
26
BAB 26 TUGAS BARU
27
BAB 27 MENJENGUK
28
BAB 28 QIPAO YANG MEMIKAT HATI
29
BAB 29 BUNGA PEONY
30
BAB 30 TAMAN JINGSHAN
31
BAB 31 KENANGAN SAMAR
32
BAB 32 KEKUATAN BARU
33
BAB 33 BERLATIH OPERA
34
BAB 34 BAKAT TERPENDAM
35
BAB 35 SUASANA DI TEMPAT OPERA KECIL
36
BAB 36 MO LI HUA
37
BAB 37 RENCANA PERGI KELUAR
38
BAB 38 RESTORAN CINA
39
BAB 39 PEKERJAAN BARU
40
BAB 40 AWAL DEBUT LI MEI
41
BAB 41 TEPUK TANGAN UNTUK PERTAMA KALINYA
42
BAB 42 TARIAN YANG MEMUKAU
43
BAB 43 PESANAN UNTUK LI MEI
44
BAB 44 NYANYIAN LI MEI
45
BAB 45 PERCAKAPAN PAGI HARI
46
BAB 46 BENAR TERJADI !
47
BAB 47 MENCARINYA
48
BAB 48 TERJEBAK DALAM SITUASI
49
BAB 49 PERTEMPURAN KECIL
50
BAB 50 SEMAKIN SENGIT
51
BAB 51 PETAKA
52
BAB 52 APA KUTUKAN ITU ADA ?
53
BAB 53 NASIB LI MEI, SUNGGUH KASIHAN
54
BAB 54 PROSES PENYEMBUHAN
55
BAB 55 SEBUAH HADIAH KHUSUS
56
BAB 56 INGATAN MILIK LI MEI
57
BAB 57 PERTENTANGAN BATIN
58
BAB 58 RASA SEDIH YANG ADA
59
BAB 59 SUATU ALASAN BAGI SHAIMING
60
BAB 60 PEMBICARAAN DI BERANDA
61
BAB 61 FESTIVAL SEPULUH
62
BAB 62 KEDATANGAN SANG UTUSAN NIU
63
Bab 63 PENAMPILAN OPERA KECIL
64
Bab 64 SERANGAN DARI LAWAN
65
Bab 65 DEWI PENYELAMAT
66
BAB 66 PERTEMPURAN SENGIT
67
BAB 67 BERTEMU
68
BAB 68 PANGGUNG FESTIVAL YANG BERUBAH
69
BAB 69 SEKELOMPOK MUSUH
70
BAB 70 CARA UNTUK PERGI
71
BAB 71 LEYU TERKENA RACUN
72
BAB 72 HARI TENANG
73
BAB 73 TRANSISI ZHENG-MI GOO
74
BAB 74 KABAR YANG DISAMPAIKAN
75
BAB 75 BENDA KECIL BERSIMBOL
76
BAB 76 PERCAKAPAN DI SEBUAH TAMAN
77
BAB 77 INFORMASI PENTING
78
BAB 78 PEMBICARAAN SERIUS
79
BAB 79 PINDAHAN YANG UNIK
80
BAB 80 YANG KURASAKAN
81
BAB 81 SERBUAN KELOMPOK JUBAH HITAM
82
BAB 82 GEDUNG BERTINGKAT UNIK
83
BAB 83 KEHIDUPAN BARU
84
BAB 84 MISTERI SEBUAH LIPSTIK
85
BAB 85 KISAH YANG UNIK
86
BAB 86 LABIRIN WAKTU
87
BAB 87 MENGHADAPI BAYANGAN
88
BAB 88 USAINYA PERTEMPURAN
89
BAB 89 KEPANIKAN TERJADI
90
BAB 90 MENCARI DI SUPERMARKET
91
BAB 91 BERTEMU KEMBALI
92
BAB 92 UNGKAPAN HATI
93
BAB 93 MENCARI JALAN PULANG
94
BAB 94 TETAPLAH DISISIKU
95
BAB 95 SERPIHAN INGATAN
96
BAB 96 PETUNJUK UNTUK PERGI
97
BAB 97 KEAJAIBAN TERJADI
98
BAB 98 RATU YANG PERNAH ADA
99
BAB 99 RAHASIA DIPEGUNUNGAN SALJU
100
BAB 100 KEKUATAN LANGIT YANG SESUNGGUHNYA
101
BAB 101 MALAM YANG DINGIN
102
BAB 102 KEJUTAN DIPAGI HARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!