terpuruk

****** SZ ******

"Terpuruk, Daddy." Ucap Zenitha dengan tatapan sendu

Zenitha sangat frustasi sekali, setiap kali bertemu orang lain Zenitha akan mendapatkan kata kasihan. Seperti mitos di kota mereka, jika gagal dalam lamaran akan sulit untuk mencari pengganti untuk menikah nantinya.

Zenitha tidak menyesal gagal bertunangan dengan Bryant. Tetapi Zenitha sangat risih dengan ucapan mereka. Cukup mengganggu mentalnya untuk saat ini.

"Capek, Mommy. Mereka seakan-akan mengejek Zenith. Selama ini mereka terlalu tidak perduli, karena adanya bodyguard yang selalu mengawasi Zenitha. Dan saat ini, mereka mendadak sok kenal dan akrab dengan Zenith. Hanya untuk mengatakan sebuah mitos itu. Malu banget." Ucapnya 

"Gara-gara Bryant, masalah semakin runyam." Ucap Liand

"Daddy, penyebabnya kan? Zenith udah bilang, jangan di jodohkan dengan Bryant. Zenith tidak suka!" Tegasnya

"Tenang, sayang. Daddy akan melakukan sesuatu untuk mengalahkan mitos ini. Daddy yakin ini hanya mitos." Ucapnya

"Sudah banyak biaya yang kita keluarkan untuk ganti rugi. Terutama biaya pesta, sangat memalukan." Sahut Mommy-nya

"Tenang, itu tidak seberapa. Kita juga butuh biaya untuk memberikan imbalan kepada anak Demi. Yah, walau pun dia tidak mau menerima apa pun itu. Cukup mandiri sekali anak itu, seandainya Daddy memilki putra seperti itu. Sangat membanggakan." Ucapnya 

"Daddy, menyesal memiliki putri?" Tanya Zenitha

"Tidak, sayang. Kamu, keturunan wanita dari keluarga Liand. Kamu, satu-satunya. Bagaimana mungkin Daddy menyesal."

"Lalu ... Kenapa, Daddy, mengatakan itu!" Zenitha terlihat tidak suka dengan ucapan Daddy-nya

"Nanti Daddy juga memiliki seorang putra, walau pun hanya menantu." Sahutnya

"Bilang saja kalau, Daddy, mau menjodohkan Zenitha lagi. Tidak perlu terlalu dramatis begitu."

Zenitha menatap tidak suka dengan Daddynya. Memilih untuk pergi ke kamar dan mengabaikan semuanya. Sangat mengusik mood dan ketenangan Zenitha. Tidak ada pilihan lain selain menerima.

"Zenitha."

"Sudahlah, sayang. Nanti dia akan mengerti, jangan rusak moodnya dulu." Sahut Mommy Zenitha

...

Aisyah dan Zenitha bekerja sama mengerjakan tugas mereka. Walau pun berbeda, mereka sering melakukannya bersama. Mencari kenyamanan dan ketenangan untuk konsentrasi khusus. Mungkin, konsentrasinya bisa bertambah jika melihat Shein.

Bukannya fokus dalam tugas, justru mereka bisa santai karena ada Shein yang membantu. Konsentrasi belajar kini beralih menjadi konsentrasi memerhatikan pria tampan di hadapannya.

"Heh!"

Shein memukul Zenitha dengan lembar tugasnya. Aisyah terkekeh melihat kejadian langka itu. Zenitha mengerucutkan bibirnya, mengelus pelan kepalanya yang tidak terasa sakit itu.

"Kalian tidak membayar biaya les sama saya." Tegas Shein

"Mulai deh perhitungan sama adik sendiri." Sahut Aisyah

"Malah Abang yang kalian bikin pusing. Kerjain sendiri, kita beda jurusan!" Tegasnya

"Abang, tega banget lah!" Aisyah menggerutu karena Shein mulai malas membantunya lagi

"Abang mau lanjut kuliah lagi, banyak yang harus diselesaikan terlebih dulu. Abang udah pusing malah, kamu, tambahi pusingnya."

"Ngapain kuliah lagi sih, bang. Apa gak pusing kepalanya buat mikir terus setiap hari? Pikirin tuh calon istri, ayah udah ngebet banget pengen mantu!" Sahut Aisyah

"Ai!" Shein terlihat lebih tegas kali ini, membuat Aisyah mengejek kepadanya

Zenitha tersenyum dan menahan tawa melihat kedua saudara kandung dihadapannya. Apakah memang seseru itu memiliki saudara? Jika iya, Zenitha mendadak menginginkan itu.

"Bapak udah membelikan rumah buat kita. Besok kita harus pindah." Jelasnya

"Ha? Bukannya, Abang, selalu nolak?"

"Hadiah keberhasilan buat Abang." Sahutnya dengan santai

"Wih, keren." Sahut Aisyah yang bertepuk tangan bersama Zenitha

"Kalian di rumah aja ya. Abang mau ketemu pak Demi." Ucapnya yang meraih beberapa kertas yang penuh gambar dengan pola garis-garis itu

Aisyah dan Zenitha memilih untuk fokus di tugas mereka. Membiarkan Shein dengan segala kesibukannya. Lagi pula, Zenitha bisa mengirim pesan kepada Shein setiap saat. Tentu tanpa sepengatahuan Aisyah.

"Abang aku semakin sering bertemu Daddy-mu. Apa, kamu, belum mengatakan sesuatu soal perasaan, kamu?" Aisyah memerhatikan Zenitha yang terlihat tersenyum

"Nanti saja. Aku masih terlalu takut, Ai." Sahutnya

"Terserah, kamu, saja. Aku rasa, Abang juga belum ada calon. Dia juga di desak banget buat nikah."

"Ai, selesai kuliah ini Daddy mau jodohin aku lagi. Aku pusing banget, makanya memilih untuk lebih dekat aja sama Abang, kamu. Mau gimana nanti, terserah deh. Yang penting nantinya aku jujur dulu ke Abang." Jelasnya

"Fokus ke kuliah dulu ya, Zent."

"Iya, ai. Apa lagi Abang, kamu, mau lanjut S3 kan. Menunggu dalam doa dulu deh."

Semoga berjodoh pikirnya. Dan apakah memang bisa?

Episodes
1 terpesona
2 Tentang Shein
3 memiliki teman baru
4 mencari Shein
5 kuli meresahkan
6 mengetahui sesuatu
7 Modus sang Queen
8 modus
9 siapa dia
10 rencana baru
11 di culik?
12 tenaga Kuli
13 Ulah Bryant
14 bukti kuat
15 Pesona Shein
16 terpuruk
17 Di paksa nikah terus
18 next
19 ketemuan
20 menikah
21 akhirnya sah
22 nten bayu
23 Shein pria belok
24 belajar masak
25 romantis
26 ldr
27 veltian
28 zenitha bocil
29 usaha penculikan
30 Ehemz
31 penculikan
32 Shein marah
33 Ke Desa Chuan
34 Jahilnya Abang Shein
35 Kejahilan Shein
36 ngambekan
37 Bucin
38 Liburan
39 honeymoon kacau
40 LDR
41 melepas rindu
42 kejutan untuk Zenitha
43 kembali pulang
44 Aisyah
45 Aldo tercengang
46 veera modus
47 Litha
48 ketemu Litha Lagi
49 jebakan Litha
50 lahiran
51 Bayi kembar
52 Aisyah dan Lulu
53 niat lamaran Lulu
54 mengurus bayi kembar
55 pernikahan Aisyah dan Lulu
56 Kado aneh dari Shein dan Zenitha
57 pesona
58 suami idaman
59 Alfa dan Alfi
60 Alfi di bully
61 Adik manja
62 ada Zidan
63 keberanian Alfi
64 ikatan batin si kembar
65 skakmat pedas!
66 terpesona oleh Juna
67 Belajar bareng Juna
68 selalu sigap
69 Gendongan pertama
70 tragedi Alfi
71 Alaska?
72 Alfi menghilang
73 di hutan
74 di gendong Juna lagi
75 belanja bareng
76 Alfa hampir diculik
77 Nikah
78 Dikira cupu ternyata?
79 Alfa keren
80 Nyaris diculik
81 Dikejar mafia lagi
82 Juna tertembak
83 Zeezi dan Qaseem
84 Sekolah baru
85 bukan pistol biasa
86 guru Oppa BTS
87 kesabaran Alfi sudah habis
88 Alfi jatuh cinta
89 Perkara sambal di wajah Alfa
90 keraguan Juna
91 ternyata Alfa
92 melepas rindu
93 ketahuan
94 Alfa cemburu dengan Juna
95 cemburu
96 keributan di sekolah
97 Austine
98 markas Austine
99 kegilaan Juna
100 aksi
101 tertembak lagi
102 Draft
103 ketemu kembali
104 kebingungan Alfi
105 ultah
106 Kuli
107 alfa
108 gombalan alfa
109 kembalinya Juna
110 skip
111 karena Afifah
112 Alfa
113 magister
114 ketahuan
115 kecelakaan Afifah
116 melamarnya
117 melamarnya 2
118 perkenalan
119 lamaran di desa
120 pernikahan alfa
121 honeymoon
122 pengantin baru
Episodes

Updated 122 Episodes

1
terpesona
2
Tentang Shein
3
memiliki teman baru
4
mencari Shein
5
kuli meresahkan
6
mengetahui sesuatu
7
Modus sang Queen
8
modus
9
siapa dia
10
rencana baru
11
di culik?
12
tenaga Kuli
13
Ulah Bryant
14
bukti kuat
15
Pesona Shein
16
terpuruk
17
Di paksa nikah terus
18
next
19
ketemuan
20
menikah
21
akhirnya sah
22
nten bayu
23
Shein pria belok
24
belajar masak
25
romantis
26
ldr
27
veltian
28
zenitha bocil
29
usaha penculikan
30
Ehemz
31
penculikan
32
Shein marah
33
Ke Desa Chuan
34
Jahilnya Abang Shein
35
Kejahilan Shein
36
ngambekan
37
Bucin
38
Liburan
39
honeymoon kacau
40
LDR
41
melepas rindu
42
kejutan untuk Zenitha
43
kembali pulang
44
Aisyah
45
Aldo tercengang
46
veera modus
47
Litha
48
ketemu Litha Lagi
49
jebakan Litha
50
lahiran
51
Bayi kembar
52
Aisyah dan Lulu
53
niat lamaran Lulu
54
mengurus bayi kembar
55
pernikahan Aisyah dan Lulu
56
Kado aneh dari Shein dan Zenitha
57
pesona
58
suami idaman
59
Alfa dan Alfi
60
Alfi di bully
61
Adik manja
62
ada Zidan
63
keberanian Alfi
64
ikatan batin si kembar
65
skakmat pedas!
66
terpesona oleh Juna
67
Belajar bareng Juna
68
selalu sigap
69
Gendongan pertama
70
tragedi Alfi
71
Alaska?
72
Alfi menghilang
73
di hutan
74
di gendong Juna lagi
75
belanja bareng
76
Alfa hampir diculik
77
Nikah
78
Dikira cupu ternyata?
79
Alfa keren
80
Nyaris diculik
81
Dikejar mafia lagi
82
Juna tertembak
83
Zeezi dan Qaseem
84
Sekolah baru
85
bukan pistol biasa
86
guru Oppa BTS
87
kesabaran Alfi sudah habis
88
Alfi jatuh cinta
89
Perkara sambal di wajah Alfa
90
keraguan Juna
91
ternyata Alfa
92
melepas rindu
93
ketahuan
94
Alfa cemburu dengan Juna
95
cemburu
96
keributan di sekolah
97
Austine
98
markas Austine
99
kegilaan Juna
100
aksi
101
tertembak lagi
102
Draft
103
ketemu kembali
104
kebingungan Alfi
105
ultah
106
Kuli
107
alfa
108
gombalan alfa
109
kembalinya Juna
110
skip
111
karena Afifah
112
Alfa
113
magister
114
ketahuan
115
kecelakaan Afifah
116
melamarnya
117
melamarnya 2
118
perkenalan
119
lamaran di desa
120
pernikahan alfa
121
honeymoon
122
pengantin baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!