****** SZ ******
Zenitha melongo, berulang kali mengedipkan kedua matanya menatap pria di depannya. Bersyukur pria itu menariknya, jika tidak. Entahlah ...
"Abang?"
"Queen?"
Mereka berdua saling mengerutkan dahi, saling tatap dan keheranan.
"Ada apa sih?" Aisyah langsung keluar dari kamarnya. Melihat Abang dan sahabatnya itu sama bengong-nya. "Abang." Ucapnya menepuk punggung sang Abang
"Tidak ada." Sahut Shein dengan santai
"Zenith? Kamu, oke?" Tanya Aisyah yang memerhatikan Zenitha. Pikirnya Zenitha lagi terkesima dengan abangnya.
"Oke. Hampir terjatuh, keinjak kain pintu ini." Ucapnya terkekeh kecil.
"Ya Allah. Kirain ada apa loh kalian." Aisyah menggelengkan kepalanya. "Abang, ini Zenitha sahabat Adek. Adek mau nginap di rumahnya, boleh ya?"
Shein memandang bergantian Aisyah dan Zenitha. "Kerumah dia?" Tanyanya
Aisyah mengangguk. "Iya, bang. Kasihan, Daddy-nya lagi keluar kota." Jelas Aisyah yang padahal abangnya sendiri mengetahui itu
"Yasudah, jangan keluar malam." Tegasnya
"Oke. Thank you Abang aku yang paling tampan." Ucap Aisyah yang memeluk manja tangan Shein
Sontak Zenitha melototkan mata melihat kejadian itu. Apakah dia cemburu?
"Adek udah masakin lauk kok. Abang, mau makan siang dulu?" Tanya Aisyah yang terbiasa melayani abangnya seperti ayahnya
"Nanti Abang ambil sendiri." Sahut Shein yang terlihat datar. Mungkin dia masih syok akibat melihat wanita lain di kosannya. Apa lagi banyak wanita yang memang suka sengaja untuk diam-diam menemuinya.
Shein langsung pergi ke dapur, mencoba mengabaikan adik dan temannya. Zenitha sendiri malah semakin senang, karena tahu pria yang dia sukai adalah Abang sahabatnya sendiri.
"Ayo, Zenith."
Mereka berdua meninggalkan kosan itu. Membiarkan Shein sendirian di kosan dengan rasa kaget dan syok berat itu. Bagaimana tidak syok? Shein sendiri mulai sadar dengan tingkah Zenitha. Banyak wanita yang menyukainya, itu yang membuatnya faham dengan sikap wanita.
”Akan lebih mudah untuk dia menemuiku.“ batin Shein
...
Aisyah merasa heran dengan Zenitha yang terlihat sumringah sejak tadi. Apakah Zenitha juga terpesona dengan ketampanan abangnya?
"Zent, jangan bilang kalau, kamu, terpesona dengan Abang aku juga. Dari tadi, kamu, aneh banget nih." Ucapnya
Zenitha terkekeh kecil. "Kamu, harus tahu sesuatu." Zenitha bangkit dari kasurnya. Menunjuk taman dan ruangan yang di bangun oleh Abang Aisyah sendiri.
"Ini semua ... Abang, kamu, yang buatin. Dan, taman juga baru selesai hari ini." Jelasnya dengan senyum nyengir
Aisyah melongo memerhatikan tawa Zenitha. "Jadi, kamu, udah tahu Abang aku dong."
Zenitha mengangguk dan tersenyum nyengir.
"Jadi, lebih tampan mana? Abang aku atau Abang Kuli yang, kamu, suka?" Tanya Aisyah yang penasaran
"Sama aja tuh." Sahutnya terkekeh
"Lah? Masa sih, Zent."
"Ya sama, orangnya juga sama kok." Sahutnya terkekeh
"Ha?" Aisyah langsung terduduk di atas kasur king size itu. "Jadi, Abang aku yang, kamu, suka itu? Ya Allah ... Bisa-bisanya." Aisyah terkekeh sambil berguling di kasur itu
"Nah, kamu, juga merasa lucu kan. Bisa kebetulan gini." Sahut Zenitha
"Gak tahu deh aku mau ngomong apa lagi. Bakalan rumit deh kayaknya. Soalnya Abang aku belum pernah tuh kenal sama cewe. Apa lagi kita berbeda kasta, ya kali Daddy, kamu, mau menerima Abang aku." Jelasnya
"Itu masalahnya, Ai. Aku masih bingung, Herry juga lagi berusaha buat mantau keluarga calon aku. Ya, semoga aja Bryant tidak sebaik yang diucapkan oleh Daddy."
"Husst! Tidak baik mendoakan keburukan kepada orang lain." Tegas Aisyah
"Hemm, sorry. Sebel banget sih aku-nya."
Aisyah dan Zenitha mencoba berpikir satu cara, walau pun sangat rumit. Memikirkan bagaimana menyatukan kedua manusia yang berbeda kasta ini. Apa lagi, mereka belum tahu soal Shein.
"Nanti, aku akan coba tanya ke Abang. Dia sudah punya calon atau belum. Soalnya ayah dan paman Demi menyuruhnya untuk cepat menikah." Jelas Aisyah
"Paman Demi ...." Zenitha duduk di sebelah Aisyah di kasurnya. Mencoba memikirkan sesuatu soal Demi. "Bukankah dia anak angkat paman Demi? Mungkin, ini bisa lebih mudah." Zenitha tersenyum sumringah, Lantara tahu jika Demi dan Deddy-nya adalah teman baik sejak lama.
"Barangkali Deddy mau mengganti calon mantunya." Sambungnya terkekeh
Aisyah mengangguk memandang Zenitha yang sedang berpikir keras itu. "Mudah-mudahan ya, Zent. Soal Abang Shein, biar aku yang urus deh." Sahutnya tersenyum
Dan ... Apakah berhasil?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
lilis indri hastuti
semangat zenith...
2024-02-10
1