Tentang Shein

***** Shein Nanendra *****

"Apa yang terjadi dengan, Queen?" Mandor itu menatap Shein dengan serius

Shein menggelengkan kepalanya. "Kecelakaan kecil." Sahutnya dengan santai

"Shein, dia itu anak pak Liand. Yang memiliki gedung ini, gedung yang lagi kita bangun. Lain kali hati-hati, atau hidup kita akan mendapatkan masalah karena anaknya itu. Dia itu bagaikan emas yang tidak boleh tergores sedikit pun." 

Shein hanya mengangguk dan kembali bekerja. Baginya, sangat aneh jika seorang anak terlalu di kekang. Apa lagi terlalu berlebihan seperti itu. Yang ada, itu akan membuat banyak masalah di mental anaknya sendiri.

"Abang, Shein."

Shein kembali mengehentikan kerjaannya, menoleh kebelakangnya yang sudah ada seorang wanita. Wanita cantik yang selalu menemuinya dimana pun Shein bekerja.

Shein memalingkan wajahnya. "Saya sedang sibuk, Vera." Ucapnya yang kembali bekerja

"Saya bawa makan siang, bang. Di makan ya, walau pun tidak mau melihat Vera." Jelasnya dengan suara yang terdengar pelan itu

"Tidak perlu repot begini. Saya dapat jatah makan siang dari mandor. Kamu, jangan terlalu repot lain kali ya. Saya jadi tidak enak kalau begini terus." Shein memandang sekilas wajah wanita itu, menerima makanan yang di berikan wanita itu

"Saya tidak repot, bang." Sahutnya dengan senyum manis

"Ver, lain kali bawakan Abang saja ya. Shein tidak doyan dengan wanita. Tapi Abang doyan kok, termasuk sama, kamu." Teman Shein menyahut ucapan wanita itu dengan gelak tawa

"Lama-lama Abang, Shein, bakal terbiasa dengan saya. Abang, jangan ngarep deh." 

"Tapi Shein tidak menyukaimu, Vera. Jangan ngarep banyak, sama abang aja ya."

Brak!

Mereka semua terperanjat kaget, Shein menjatuhkan alat kerjanya begitu saja. "Sudah waktu Zuhur, saya break." Ucapnya dengan santai

"Seperti marah saja." Teman Shein terkekeh memerhatikan Shein yang meraih tasnya itu. Pasalnya, mereka pun tahu jika Shein sangat risih dengan Vera yang selalu mendekatinya itu

Shein meninggalkan mereka yang masih bercanda di gedung yang masih belum selesai itu. Melangkah sendirian menuju masjid di sebrang bangunan yang mereka kerjakan. Shein sendiri, merupakan anak dari seorang tokoh agama di kampungnya

Shein memilih untuk mandiri, bekerja keras demi mencapai sebuah cita-cita yang dia impikan. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan dan juga biaya kuliahnya. Walau pun terkadang masih belum cukup untuknya dan adiknya.

"Sepertinya Vera tidak main-main denganmu, Shein. Selalu datang kemana pun, kamu, berada." 

Seorang pria yang lebih dewasa itu menatap Shein dengan serius. Walau pun sesekali dia terlihat ingin menahan tawanya sendiri, mungkin merasa lucu dengan tingkah wanita itu.

"Justru saya menjadi malu karena dia, pak." Shein membenarkan kopiah di kepalanya itu. "Saya akan adzan." Ucapnya 

Pria itu mengangguk dan tersenyum. "Silahkan, anak muda." Sahutnya

****** SN ******

"Lebih baik menikah saja, Shein. Dari pada, kamu, sibuk bekerja dan kuliah. Apakah tidak lelah?" Ayah Shein memberikan kopiah kepada Shein

Shein menerima kopiah itu dan tersenyum. "Shein punya impian, ayah. Doakan saja, semoga Shein bisa sukses." Sahutnya

"Katakan jika sudah bosan, Shein. Ayah sudah semakin tua, ingin melihat putra ayah menikah dan memberikan cucu." Ucap pria tua itu lagi

Mereka berdua sholat Maghrib berjamaah di salah satu masjid di kampung itu. Shein sendiri, setiap sebulan sekali pasti akan pulang. Melepas rindu kepada kedua orang tuanya itu.

Hidup di perkampungan yang indah, membuat Shein sering merasakan rindu di tempat itu. Sawah dan juga kolam ikan yang indah. Keseharian orang tuanya yang hanya bekerja di sawah. Dan sebagian sawah itu juga sudah terjual demi membiayai kuliah sang adik.

"Shein, apa kabar." Ucap pria tua yang mendekati Shein

Shein mencium takjim tangan pria itu. "Alhamdulillah, pak. Bapak sendiri bagaimana?" Tanyanya balik

Pria itu tersenyum. "Alhamdulillah." Sahutnya menepuk bahu Shein dengan pelan. "Pasti ayah, kamu, bangga sekali. Memiliki anak yang mandiri dan pekerja keras seperti, kamu, ini. Apa tidak lelah Shein? Berulang kali menempuh pendidikan tinggi. Apakah mau jadi profesor?"

Shein terkekeh kecil dan menggaruk kepalanya. "Hanya ingin jadi orang sukses dan berguna dimasa depan, pak. Hidup kita sangat terabaikan jika tidak berjuang. Masa saat ini, sangat sulit di perhatikan orang lain jika menjadi orang susah." Jelasnya

"Ya, memang benar sekali. Tapi, apakah dengan pendidikan, mu, sebelum ini masih belum cukup? Kenapa lanjut terus?" Pria itu kembali bertanya, seolah-olah sangat heran dengan tingkah Shein yang terus belajar menempuh pendidikan tinggi

"Masih belum puas denga hasilnya, pak." Sahut Shein terkekeh

"Memang anak muda zaman sekarang, tidak pernah puas dengan apa yang dia capai." Pria tua itu ikut terkekeh. "Katakan jika, kamu, ingin menikah. Ada adikmu di rumah yang siap di lamar olehmu, Shein." Sambungnya

"Hehe, saya belum siap menikah, pak." Sahut Shein

"Shein, Ayuk." Ayah Shein mengajak untuk kembali kerumah

"Permisi, pak. Saya mau balik ke kota, besok udah harus kerja lagi."  Ucap Shein 

"Iya, nak. Silahkan."

Shein kembali kerumah ayahnya, membereskan apa yang perlu di bawa ke kota. Hanya sehari Shein bisa menginap di rumah itu. Jadwal yang padat karena pekerjaan dan juga kuliahnya yang belum selesai itu. 

Adiknya sendiri jarang pulang, sesekali ikut pulang dengannya. Karena mereka berada di kosan yang sama di kota. Adiknya yang baru masuk kuliah, masih merasa semangat dan enggan cuti walau pun hanya sehari saja.

"Ibu bawakan lauk, nanti suruh adikmu untuk memanaskan lauknya. Biar tidak basi." Ucap Ibunya Shein

"Insya Allah, Bu. Shein pamit ya. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam." Sahut kedua orang tuanya 

Shein langsung pergi, menggunakan motor matic yang biasa digunakan untuk mengantar adiknya ke kampus. Membawa beberapa bekal yang di masak oleh ibunya sendiri. Mungkin, itu salah satu kenikmatan yang akan dia rindukan nantinya. Tentu setelah Shein sampai di kota.

Perjalanan yang tidak terlalu jauh, cukup memakan waktu selama tiga jam. Antara kota dan kampung Shein, tidak terlalu berjauhan. Dan itu yang membuat Shein mudah untuk pulang ke rumah ayahnya.

Di perjalanan, Shein juga sering mampir di masjid ketika waktu sholat. Shein sendiri, selalu mengingat pesan sang ayah. Dimana pun, tidak akan pernah meninggalkan sholat. Termasuk dalam bekerja sekali pun.

Terpopuler

Comments

Miss_D

Miss_D

interesting

2024-01-30

1

lihat semua
Episodes
1 terpesona
2 Tentang Shein
3 memiliki teman baru
4 mencari Shein
5 kuli meresahkan
6 mengetahui sesuatu
7 Modus sang Queen
8 modus
9 siapa dia
10 rencana baru
11 di culik?
12 tenaga Kuli
13 Ulah Bryant
14 bukti kuat
15 Pesona Shein
16 terpuruk
17 Di paksa nikah terus
18 next
19 ketemuan
20 menikah
21 akhirnya sah
22 nten bayu
23 Shein pria belok
24 belajar masak
25 romantis
26 ldr
27 veltian
28 zenitha bocil
29 usaha penculikan
30 Ehemz
31 penculikan
32 Shein marah
33 Ke Desa Chuan
34 Jahilnya Abang Shein
35 Kejahilan Shein
36 ngambekan
37 Bucin
38 Liburan
39 honeymoon kacau
40 LDR
41 melepas rindu
42 kejutan untuk Zenitha
43 kembali pulang
44 Aisyah
45 Aldo tercengang
46 veera modus
47 Litha
48 ketemu Litha Lagi
49 jebakan Litha
50 lahiran
51 Bayi kembar
52 Aisyah dan Lulu
53 niat lamaran Lulu
54 mengurus bayi kembar
55 pernikahan Aisyah dan Lulu
56 Kado aneh dari Shein dan Zenitha
57 pesona
58 suami idaman
59 Alfa dan Alfi
60 Alfi di bully
61 Adik manja
62 ada Zidan
63 keberanian Alfi
64 ikatan batin si kembar
65 skakmat pedas!
66 terpesona oleh Juna
67 Belajar bareng Juna
68 selalu sigap
69 Gendongan pertama
70 tragedi Alfi
71 Alaska?
72 Alfi menghilang
73 di hutan
74 di gendong Juna lagi
75 belanja bareng
76 Alfa hampir diculik
77 Nikah
78 Dikira cupu ternyata?
79 Alfa keren
80 Nyaris diculik
81 Dikejar mafia lagi
82 Juna tertembak
83 Zeezi dan Qaseem
84 Sekolah baru
85 bukan pistol biasa
86 guru Oppa BTS
87 kesabaran Alfi sudah habis
88 Alfi jatuh cinta
89 Perkara sambal di wajah Alfa
90 keraguan Juna
91 ternyata Alfa
92 melepas rindu
93 ketahuan
94 Alfa cemburu dengan Juna
95 cemburu
96 keributan di sekolah
97 Austine
98 markas Austine
99 kegilaan Juna
100 aksi
101 tertembak lagi
102 Draft
103 ketemu kembali
104 kebingungan Alfi
105 ultah
106 Kuli
107 alfa
108 gombalan alfa
109 kembalinya Juna
110 skip
111 karena Afifah
112 Alfa
113 magister
114 ketahuan
115 kecelakaan Afifah
116 melamarnya
117 melamarnya 2
118 perkenalan
119 lamaran di desa
120 pernikahan alfa
121 honeymoon
122 pengantin baru
Episodes

Updated 122 Episodes

1
terpesona
2
Tentang Shein
3
memiliki teman baru
4
mencari Shein
5
kuli meresahkan
6
mengetahui sesuatu
7
Modus sang Queen
8
modus
9
siapa dia
10
rencana baru
11
di culik?
12
tenaga Kuli
13
Ulah Bryant
14
bukti kuat
15
Pesona Shein
16
terpuruk
17
Di paksa nikah terus
18
next
19
ketemuan
20
menikah
21
akhirnya sah
22
nten bayu
23
Shein pria belok
24
belajar masak
25
romantis
26
ldr
27
veltian
28
zenitha bocil
29
usaha penculikan
30
Ehemz
31
penculikan
32
Shein marah
33
Ke Desa Chuan
34
Jahilnya Abang Shein
35
Kejahilan Shein
36
ngambekan
37
Bucin
38
Liburan
39
honeymoon kacau
40
LDR
41
melepas rindu
42
kejutan untuk Zenitha
43
kembali pulang
44
Aisyah
45
Aldo tercengang
46
veera modus
47
Litha
48
ketemu Litha Lagi
49
jebakan Litha
50
lahiran
51
Bayi kembar
52
Aisyah dan Lulu
53
niat lamaran Lulu
54
mengurus bayi kembar
55
pernikahan Aisyah dan Lulu
56
Kado aneh dari Shein dan Zenitha
57
pesona
58
suami idaman
59
Alfa dan Alfi
60
Alfi di bully
61
Adik manja
62
ada Zidan
63
keberanian Alfi
64
ikatan batin si kembar
65
skakmat pedas!
66
terpesona oleh Juna
67
Belajar bareng Juna
68
selalu sigap
69
Gendongan pertama
70
tragedi Alfi
71
Alaska?
72
Alfi menghilang
73
di hutan
74
di gendong Juna lagi
75
belanja bareng
76
Alfa hampir diculik
77
Nikah
78
Dikira cupu ternyata?
79
Alfa keren
80
Nyaris diculik
81
Dikejar mafia lagi
82
Juna tertembak
83
Zeezi dan Qaseem
84
Sekolah baru
85
bukan pistol biasa
86
guru Oppa BTS
87
kesabaran Alfi sudah habis
88
Alfi jatuh cinta
89
Perkara sambal di wajah Alfa
90
keraguan Juna
91
ternyata Alfa
92
melepas rindu
93
ketahuan
94
Alfa cemburu dengan Juna
95
cemburu
96
keributan di sekolah
97
Austine
98
markas Austine
99
kegilaan Juna
100
aksi
101
tertembak lagi
102
Draft
103
ketemu kembali
104
kebingungan Alfi
105
ultah
106
Kuli
107
alfa
108
gombalan alfa
109
kembalinya Juna
110
skip
111
karena Afifah
112
Alfa
113
magister
114
ketahuan
115
kecelakaan Afifah
116
melamarnya
117
melamarnya 2
118
perkenalan
119
lamaran di desa
120
pernikahan alfa
121
honeymoon
122
pengantin baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!