****** SZ ******
Beberapa hari bekerja di rumah keluarga Liand, membuat Shein menjadi lebih sering mengobrol dengan Zenitha. Walau pun obrolan mengenai bangunan, tapi cukup membuat Zenitha senang.
"Abang Shein, sebenarnya tinggal dimana sih?" Zenitha duduk santai memerhatikan pekerjaan mereka di tamannya
"Saya dari desa Chuan. Tidak jauh dari kota ini kok." Sahutnya dengan ramah
Tanpa Zenitha pikirkan sama sekali, jika seorang Shein adalah tipe pria yang menyenangkan. Selain kalem, Shein juga sangat pintar menurutnya. Bisa di ajak bercanda, dan bisa di ajak serius. Sesuai waktu dan tempat.
"Saya mau cerita boleh gak?" Zenitha memasang wajah sendu
Shein memerhatikan sekilas Zenitha. Ikut duduk di depannya, walau pun tidak terlalu jauh. "Cerita lelucon atau horor?" Tanya Shein
"Ih, cerita yang bener lah. Soal pernikahan." Ucap Zenitha. Zenitha mulai terlihat serius. "Saya akan di jodohkan oleh putra keluarga Sham. Rasanya berat sekali, masa nasib saya seperti Siti Nurbaya."
Shein terkekeh kecil mendengar ucapan Zenitha. "Bukankah itu hal biasa? Setahu saya sih begitu di dunia bisnis. Kalau tidak suka, emang tidak boleh menolak?"
Zenitha menggelengkan kepalanya. "Tidak bisa. Daddy sangat keras sekali. Alasannya, nanti saya salah pilih pria." Jelasnya
"Wajar sih. Kamu, anak satu-satunya dan satu-satunya wanita dari keluarga Liand. Pasti sangat khawatir sekali pak Liand." Sahut Shein
"Bantuin saya doa dong, bang." Ucap Zenitha
"Doa apa?" Shein mengerutkan dahinya
"Doain saya batal menikah dengan pria itu. Tapi, doain saya menikah dengan-"
"Ha?" Shein terbengong mendengar ucapan Zenitha. "Dengan siapa? Apa tidak masalah?"
"Siapa aja deh, asal baik dan kalem kayak, Abang Shein. Jangan yang dingin seperti kulkas." Sambungnya
"Lah, kenapa harus seperti saya juga." Shein menggelengkan kepalanya, menyadari ucapan Zenitha mulai ngelantur. "Nanti lagi ceritanya ya, saya sibuk." Sahutnya
Zenitha sedikit merengut memandang kepergian Shein. Pasalnya, Shein sendiri masih mengingat betul ucapan Zenitha yang keceplosan. Mengatakan jika ingin menikah dengan dirinya. Tentu Shein merasa sedikit risih, apa lagi dengan perbedaan mereka yang luar biasa itu.
Zenitha memilih untuk memerhatikan pekerjaan mereka. Sesekali Zenitha memotret proses pembangunan ruang baru di taman itu. Ruangan yang transparan dan tidak terlalu besar. Sampai kameranya menyorot wajah Shein yang tertawa bersama temannya.
Seketika itu Zenitha terkesima dan malah merekamnya. Tanpa dia sadari dan fahami jika Shein mulai menyadarinya. Menatap Zenitha dan tentu terlihat di handphonenya. Dengan cepat Zenitha menghentikan rekaman itu. Kembali mengantungi handphonenya.
"Masih belum selesai, belum bagus juga kalau di potret." Ucap Shein
"Bagus kok, bagus banget malah." Ucap Zenitha tersenyum nyengir. Bagus karena melihat senyum Shein maksud pikirannya. Dasar Queen!
...
Di kampus, Zenitha bercerita banyak hal kepada Aisyah. Mengatakan soal Shein dan juga perjodohan itu. Tentu Aisyah terkekeh, apa lagi soal nekat dan kemodusan seorang Queen
"Kamu, modus banget. Malu ah!" Aisyah terkekeh
"Kamu, pernah cerita. Ada seorang wanita yang mengatakan langsung jika dia mencintai pria itu. Saya mencoba melakukan itu, selagi yang tidak salah." Sahut Zenitha
"Jauh beda sama, kamu. Kamu, mah modus, Zenith. Kalau suka ya bilang aja, biar gak ada kata dosa dan zinah yang, kamu, lakukan setiap hari. Soal dia terima atau kagak, ya terima nasib. Tapi, jangan minta buat pacaran ya. Haram!" Tegas Aisyah
"Hemm, apa saya berani ya mengatakan kalau saya mau menikah dengan dia."
"Coba aja dulu. Dari pada hati, kamu, kagak nyaman begini." Jelasnya
"Tapi, pasti Daddy tidak mengijinkan. Apa lagi dia kuli kan."
"Sabar dulu, masih banyak waktu loh." Sahut Aisyah menyemangati
"Setahun lagi, saya akan menikah. Gimana caranya untuk menolak." Ucapnya lirih
"Lebih baik, kamu, fokus sama calon, kamu, itu. Menyelidiki dia, seperti apa kehidupannya atau apalah. Sama seperti, kamu, menyelidik Abang Kuli itu. Mana tahu dia benar baik orangnya. Sayang kan di tolak." Jelas Aisyah
"Kayaknya memang benar deh. Melakukan penyelidikan." Sahut Zenitha
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Hikari Puri
lnjt thor,up yg banyak2☺️☺️💪
2024-02-01
2