mengetahui sesuatu

****** Shein Nanendra *******

Membantu bos-nya untuk merancang sebuah bangunan. Dan berulang kali rancangan yang dia buat sangat disukai banyak orang. Tentu, karena keahliannya itu sangat membantu perkembangan proyek sang bos.

"Kamu, sudah lima tahun ikut saya, Shein. Mungkin, selesai gelar master-mu itu, kamu, bisa menjadi seorang bos." Puji pria tua yang bernama Demi itu

"Semoga, pak. Aamiin." Sahut Shein dengan senyum sumringah

"Sebagai anak angkat saya. Saya ikut bangga atas pencapaian yang, kamu, dapatkan untuk saat ini. Kamu, luar biasa sekali."

Demi sendiri banyak membantu Shein. Mengajaknya bekerja, dan membantu jika Shein dalam kesulitan untuk biaya kuliahnya. Walau pun Shein menganggap itu sebuah hutang. Dan tentunya Demi tidak merasa itu sebuah hutang. Melainkan hadiah, karena kegigihan dan tanggung jawab yang dimiliki seorang Shein.

"Sepertinya, kamu, tidak perlu menjadi kuli lagi. Cukup membantu saya disini." Demi memberikan beberapa kertas yang berisi struktur gambar yang terlihat rumit itu

"Saya tidak enak, pak. Masa iya saya menjadi atasan mereka." Shein menolak, takut jika dikatakan bos mereka pilih kasih

"Hey, kamu, yang punya rancangan itu. Harusnya memang, kamu, yang menjalankan semuanya sampai finish. Saya sudah semakin tua, tidak ada pewaris seorang anak laki-laki. Mungkin, kamu, yang mewarisi tugas ini."

Demi terkekeh dan menepuk pelan bahu Shein. "Umur saya mungkin hanya hitungan jam, Shein. Saya juga sakit-sakitan, saya takut jadi tidak amanah. Pekerjaan banyak yang belum di selesaikan."

Shein menatap sendu wajah tua itu. Pria tua yang banyak membantu dirinya, menjadi orang tua angkat untuk dirinya. Dan saat ini, malah memberikan banyak harapan kepada Shein.

"Saya melihat, kamu, anak baik. Saya sudah menuliskan wasiat. Tolong nanti, kamu, jalankan amanah saya itu. Saya tidak punya anak dan keluarga. Saya hidup sebatang kara, dan diurus oleh orang tua angkat yang kaya raya."

Demi kembali terkekeh dibalik wajah sedihnya itu. "Kamu, bisa amanahkan, Shein?"

"Bapak, bicara apa? Tidak baik seperti itu. Saya masih butuh didikan dari, bapak." Sahut Shein

Demi menenggak air hangat itu secara perlahan. Memberikan jus buah kepada Shein. "Saya lebih suka yang hangat. Kamu, jaga kesehatan ya, nak." Ucapnya

Mereka berdua bercerita banyak hal, melupakan pembahasan mereka yang baru saja terjadi. Mencoba menciptakan suasana nyaman dan tanpa merasakan kesedihan. Walau pun ada banyak pertanyaan soal wasiat yang dituliskan oleh Demi untuk Shein.

"Besok, kamu, bisa urus sepenuhnya gedung milik pak Liand. Saya akan urus gedung yang lain, masih tahap awal. Saya akan menaikan gaji, kamu." Demi memberikan satu kartu kepada Shein

Shein mengerutkan dahi memandang kartu di atas meja itu. "Buat apa, pak." Ucapnya

"Sesuka hati, kamu. Saya terlalu banyak, dan mulai bosan." Sahutnya terkekeh

"Ya Allah. Lebih baik untuk fakir miskin atau anak yatim, pak. Sepertinya begitu." Jelas Shein yang merasa keberatan menerima kartu itu

"Terserah, Shein. Saya sudah memberikan setiap bulan rutin. Seperti yang saya tahu, dan yang sering, kamu, ingatkan. Seterusnya, entahlah ...." Demi kembali terkekeh seakan-akan menjadi kaya itu sangat membosankan hidupnya

"Kenapa dari awal, bapak, tidak ingin menikah lagi saja. Kan bisa memiliki anak untuk penerus ini semua." Tanya Shein

Demi terkekeh kembali. "Sekali saja membuat saya trauma, Shein. Bagaimana saya harus menerima yang baru? Mungkin, jodoh saya sudah ada di syurga. Tidak payah memikirkan hal soal jodoh lagi." Jelasnya

"Ya Allah, bisa gitu ya, pak. Saya jadi takut juga kalau menikah."

"Hey, anak muda. Tidak semua wanita itu matre, dan tidak semuanya suka berkhianat. Jadi, pilih wanita-mu dengan hati-hati. Sesuai keinginan hati, bukan hanya pikiran dan nafsu belaka. Itu akan menyesatkan dirimu sendiri endingnya."

"Insya Allah, pak."

...

Shein mulai kembali bekerja, tapi sebagai seorang atasan untuk teman-temannya yang lain. Mereka juga begitu kaget, sebab bos mereka sendiri yang mengatakan itu.

Tanpa mereka ketahui, jika Shein ikut ambil andil dalam tugas pembangunan gedung itu. Termasuk merancang dan merangkai semuanya.

"Maaf kalau saya akan sedikit keras saat ini." Ucap Shein

"Siap ketua!" Tegas temannya yang diakhiri gelak tawa

"Bakal serius dah. Gak ada lagi bermain dalam jam kerja. Harus kerja ikhlas sampai tuntas."

Mereka semua terkekeh, begitu pun Shein sendiri. Bersyukur mereka tidak bersikap berbeda dengan Shein. Jika tidak, mungkin akan membuat Shein tidak nyaman dalam pekerjaannya ini.

Shein mulai memantau pekerjaan para temannya itu. Tidak lupa mencuri perhatian seseorang yang selalu dia lihat. Shein menyadari seseorang yang selalu mengikuti dirinya. Apakah itu salah satu tanda bahaya untuk Shein?

“Entah apa yang dia cari dariku, semoga aja tidak sebuah masalah besar.“ gumam Shein

Shein kembali mengabaikan seseorang yang memantau dirinya itu. Mencoba fokus dalam bekerja, tanpa perduli dengan sikap orang lain yang selalu kepo dengan urusan hidupnya.

Shein sendiri sudah bersiap siaga, jika sesuatu terjadi atau menyerang dirinya. Berpura-pura bodoh dan tidak tahu, yang padahal dirinya mengetahui itu.

Semua berawal dari Shein yang pulang dari kampusnya. Tanpa sengaja, Shein melihat dari kaca spionnya.

“Pria itu seperti bodyguard sang Queen keluarga Liand.“ Gumamnya

Shein mencoba santai, mencoba untuk mengabaikan. Tetapi, pria bertubuh besar itu terus mengawasinya dari kejauhan. Sampai akhirnya Shein mengerjai bodyguard itu, dan Shein sadar jika memang dirinya yang di pantau oleh bodyguard besar itu.

Mengingat hal itu, Shein menjadi waspada. Takut jika terjadi sesuatu disaat dia belum siap menerima keadaan itu.

Episodes
1 terpesona
2 Tentang Shein
3 memiliki teman baru
4 mencari Shein
5 kuli meresahkan
6 mengetahui sesuatu
7 Modus sang Queen
8 modus
9 siapa dia
10 rencana baru
11 di culik?
12 tenaga Kuli
13 Ulah Bryant
14 bukti kuat
15 Pesona Shein
16 terpuruk
17 Di paksa nikah terus
18 next
19 ketemuan
20 menikah
21 akhirnya sah
22 nten bayu
23 Shein pria belok
24 belajar masak
25 romantis
26 ldr
27 veltian
28 zenitha bocil
29 usaha penculikan
30 Ehemz
31 penculikan
32 Shein marah
33 Ke Desa Chuan
34 Jahilnya Abang Shein
35 Kejahilan Shein
36 ngambekan
37 Bucin
38 Liburan
39 honeymoon kacau
40 LDR
41 melepas rindu
42 kejutan untuk Zenitha
43 kembali pulang
44 Aisyah
45 Aldo tercengang
46 veera modus
47 Litha
48 ketemu Litha Lagi
49 jebakan Litha
50 lahiran
51 Bayi kembar
52 Aisyah dan Lulu
53 niat lamaran Lulu
54 mengurus bayi kembar
55 pernikahan Aisyah dan Lulu
56 Kado aneh dari Shein dan Zenitha
57 pesona
58 suami idaman
59 Alfa dan Alfi
60 Alfi di bully
61 Adik manja
62 ada Zidan
63 keberanian Alfi
64 ikatan batin si kembar
65 skakmat pedas!
66 terpesona oleh Juna
67 Belajar bareng Juna
68 selalu sigap
69 Gendongan pertama
70 tragedi Alfi
71 Alaska?
72 Alfi menghilang
73 di hutan
74 di gendong Juna lagi
75 belanja bareng
76 Alfa hampir diculik
77 Nikah
78 Dikira cupu ternyata?
79 Alfa keren
80 Nyaris diculik
81 Dikejar mafia lagi
82 Juna tertembak
83 Zeezi dan Qaseem
84 Sekolah baru
85 bukan pistol biasa
86 guru Oppa BTS
87 kesabaran Alfi sudah habis
88 Alfi jatuh cinta
89 Perkara sambal di wajah Alfa
90 keraguan Juna
91 ternyata Alfa
92 melepas rindu
93 ketahuan
94 Alfa cemburu dengan Juna
95 cemburu
96 keributan di sekolah
97 Austine
98 markas Austine
99 kegilaan Juna
100 aksi
101 tertembak lagi
102 Draft
103 ketemu kembali
104 kebingungan Alfi
105 ultah
106 Kuli
107 alfa
108 gombalan alfa
109 kembalinya Juna
110 skip
111 karena Afifah
112 Alfa
113 magister
114 ketahuan
115 kecelakaan Afifah
116 melamarnya
117 melamarnya 2
118 perkenalan
119 lamaran di desa
120 pernikahan alfa
121 honeymoon
122 pengantin baru
Episodes

Updated 122 Episodes

1
terpesona
2
Tentang Shein
3
memiliki teman baru
4
mencari Shein
5
kuli meresahkan
6
mengetahui sesuatu
7
Modus sang Queen
8
modus
9
siapa dia
10
rencana baru
11
di culik?
12
tenaga Kuli
13
Ulah Bryant
14
bukti kuat
15
Pesona Shein
16
terpuruk
17
Di paksa nikah terus
18
next
19
ketemuan
20
menikah
21
akhirnya sah
22
nten bayu
23
Shein pria belok
24
belajar masak
25
romantis
26
ldr
27
veltian
28
zenitha bocil
29
usaha penculikan
30
Ehemz
31
penculikan
32
Shein marah
33
Ke Desa Chuan
34
Jahilnya Abang Shein
35
Kejahilan Shein
36
ngambekan
37
Bucin
38
Liburan
39
honeymoon kacau
40
LDR
41
melepas rindu
42
kejutan untuk Zenitha
43
kembali pulang
44
Aisyah
45
Aldo tercengang
46
veera modus
47
Litha
48
ketemu Litha Lagi
49
jebakan Litha
50
lahiran
51
Bayi kembar
52
Aisyah dan Lulu
53
niat lamaran Lulu
54
mengurus bayi kembar
55
pernikahan Aisyah dan Lulu
56
Kado aneh dari Shein dan Zenitha
57
pesona
58
suami idaman
59
Alfa dan Alfi
60
Alfi di bully
61
Adik manja
62
ada Zidan
63
keberanian Alfi
64
ikatan batin si kembar
65
skakmat pedas!
66
terpesona oleh Juna
67
Belajar bareng Juna
68
selalu sigap
69
Gendongan pertama
70
tragedi Alfi
71
Alaska?
72
Alfi menghilang
73
di hutan
74
di gendong Juna lagi
75
belanja bareng
76
Alfa hampir diculik
77
Nikah
78
Dikira cupu ternyata?
79
Alfa keren
80
Nyaris diculik
81
Dikejar mafia lagi
82
Juna tertembak
83
Zeezi dan Qaseem
84
Sekolah baru
85
bukan pistol biasa
86
guru Oppa BTS
87
kesabaran Alfi sudah habis
88
Alfi jatuh cinta
89
Perkara sambal di wajah Alfa
90
keraguan Juna
91
ternyata Alfa
92
melepas rindu
93
ketahuan
94
Alfa cemburu dengan Juna
95
cemburu
96
keributan di sekolah
97
Austine
98
markas Austine
99
kegilaan Juna
100
aksi
101
tertembak lagi
102
Draft
103
ketemu kembali
104
kebingungan Alfi
105
ultah
106
Kuli
107
alfa
108
gombalan alfa
109
kembalinya Juna
110
skip
111
karena Afifah
112
Alfa
113
magister
114
ketahuan
115
kecelakaan Afifah
116
melamarnya
117
melamarnya 2
118
perkenalan
119
lamaran di desa
120
pernikahan alfa
121
honeymoon
122
pengantin baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!