3. tahun kemudian

Di sebuah ruangan dengan suasana temaram seorang pria dengan menggunakan sebuah jubah tidurnya. Sebelah tangannya berkacak pinggang dan tangan lainnya memegang sebuah gelas yang berisi anggur. Pria itu terus menerus teringat dengan foto tersebut.

Drt

Maxiliam mengangkat panggilan di ponsel pintarnya tersebut. Seorang pria yang di tugaskan untuk menyelidiki wanita itu pada malam itu.

“Tuan kami sudah mengirimkan vidio tersebut, namun wajahnya tidak jelas.”

Maxiliam membuka leptopnya dan melihat sebuah vidio. Ia melihat seorang wanita yang membelakangi kamera dan beberapa saat kemudian ia melihat dirinya masuk. Beberapa menit kemudian ia keluar dan seorang pria masuk namun tidak lama pria itu keluar kembali.

Maxiliam mempercepat putaran vidio tersebut dan ia sama sekali tak melihat dengan jelas wajah wanita tersebut.

“Siapa dia?”

“Sayang.” Sapa seorang wanita. Wanita itu menggunakan dinas malamnya yang seksi.

Maxiliam menutup laptopnya dan menaruhnya di atas meja. Ia mengerti, ini malam pertama mereka. 

Lili duduk di pangkuan Maxiliam dan mulai mencium bibirnya. Kini pria itu tergoda, namun sekelibat bayangan malam itu, ciuman bibir yang terasa manis membuatnya menolak ciuman dari Lili. 

“Sayang maaf, aku harus menyelesaikan pekerjaan ku dulu dan kau pasti capek.”

“Tapi sayang ini malam pertama kita,” ucap Lili dengan wajah cemberut. 

“Sayang maaf, lain kali kita akan melakukannya.” 

Lili mengangguk, ia berdiri dari pangkuan Maxiliam dan menuju ke ranjangnya. Walaupun ia kecewa namun ia mengerti bahwa suaminya sibuk.

Dalam hitungan detik, Lili tertidur lelap. Maxiliam masih terjaga, ia menghampiri Lili dan melihat wajah polosnya yang tidur.

“Apa karena foto itu aku tidak bisa fokus?” Maxiliam mengambil sebotol anggurnya dan menuangkannya ke gelas. Ia pun meneguknya hingga tandas.

“Siapa sebenarnya wanita itu?”

Maxiliam melihat ponselnya yang berdering. Ia mengerutkan keningnya saat ada laporan jika ia menemukan lokasi dari nomor yang telah menghubunginya.

Keesokan harinya.

Maxiliam dan Lili pulang dari hotel yang menjadi tempat malam pertama yang gagal. Wanita itu di bawa ke rumah Maxiliam.

“Sayang aku harus ke luar kota.” Maxiliam sebenarnya tidak enak, namun ia ingin tau tentang kebenarannya.

Lili mengangguk mengerti. “Iya jangan pulang terlalu lama.”

“Kau bisa menginap di rumah Dad dan Mom.” Ia tidak ingin Lili merasa kesepian karena tidak ada dirinya.

“Iya sayang.” Lili keluar dari mobil yang di tumpanginya dan berdiri sambil melihat mobil tersebut kembali keluar dari halaman rumahnya.

4 tahun kemudian.

Seorang wanita tengah merangkai bunga. Wanita itu sambil bersenandung dan terkadang menghirup aroma bunga mawar tersebut.

“Mommy!” Teriak seorang anak kecil. Anak tersebut lari dan memeluknya. “Aku punya gambal yang bagus.”

Rosetta berjongkok, ia melihat gambar yang di berikan putra semata wayangnya. “Dia melihat ada empat orang.”

“Ini Mommy, Daddy, Javel dan tante Emely.”

Rosetta tersenyum, ia mengusap lembut kepala putranya. Ia selalu mengatakan bahwa ayahnya pergi bekerja di tempat yang jauh. “Wah, gambar Javer bagus. O iya sayang, Mommy punya kue untuk Javer. Pasti Javer lelah menggambarkan?”

“Javel memang penat, lapal.” Javer mengelus perutnya yang terlihat buncit. Baru saja anak itu sarapan pagi dan kini sudah lapar.

“Kau ini rajanya makan. Ayo Mommy akan menyuapi Javer.” Rosetta menggenggam tangan Javer, ia sengaja mengalihkan pembicaraan mereka. 

Rosetta menaruh Javer di sebuah kursi tempat anak kecil. Ia pun menaruh kue keju yang ia buat. Javer pun memakannya dengan lahap dengan kedua pipinya yang mengembang. 

Rosetta mengambil vidio Javer. Ia selalu ingin menciptakan momen saat bersama Javer. Tak lupa pula ia memperlihatkan wajahnya di depan kamera sambil tersenyum.

“Mommy kenapa Daddy tidak pulang?” Tanya Javer. Dia kembali teringat dengan sosok ayahnya. 

“Javer kenapa bertanya Daddy? Kan Daddy kerja sayang.”

Javer memanyunkan bibirnya. “Bagaimana kalau Daddy punya istli lain?”

Deg

Jantung Rosetta seakan berhenti. Kedua bibirnya langsung terkatup rapat.

“Javel punya teman, ayahnya tidak pulang dan telnyata ayahnya punya istli lain katanya.” 

Rosetta tersenyum, entah apa yang harus ia jelaskan lagi. “Sayang ada beberapa hal yang harus Javer ingat dan tidak ingat. Javer harus ingat kalau Daddy berada di tempat yang jauh dan bekerja dan Javer tidak boleh ingat jika Daddy punya istri yang lain. Daddy sayang pada Javer buktinya setiap ulang tahun Daddy kirim kado untuk Javer.” Setiap ulang tahun ia sengaja mencari kado dan mengatasnamakan dengan nama ayah Javer.

Javer mengangguk yang di katakan ibunya benar. Ayahnya pasti pulang dan memberikan kado untuknya. “Iya Daddy Javel tidak sepelti Daddynya Rio.”

Rosetta memeluk Javer dan mencium keningnya.

“Rosetta.” 

“Emely.”

“Tante.” Sapa Javer.

“Aku harus pulang Rosetta. Ibu ku sakit,” ucapnya tanpa basa-basi.

Rosetta dan Javer terkejut. 

“Kau harus pulang Emely, tapi aku …”

“Aku tau kau tidak usah ikut.” Emely sangat paham jika sahabatnya belum siap bertemu dengan keluarganya. “Aku akan menghubungi dan Javer.”

“Kita ikut Tante Mom.”

Emely menoleh dan merangkup wajah Javer yang gembul. “Tidak sayang, kau masih kecil tidak boleh jalan jauh nanti sakit. Biar Tante saja yang pulang nanti tante kabari Javer dan Mommy.”

“Aih, padahal aku pengen ikut.” Dengan terpaksa ia harus diam diri di rumahnya. Padahal ia ingin ikut dan melihat ibu dari tantenya. Entah kapan ia bisa besar dan bisa jalan jauh.

….

Beberapa hari kemudian.

Emely keluar dari ruang rawat ibunya. Ia hendak membeli makanan di luar namun siapa sangka ia berpapasan dengan ibunya Rosetta, Diane.

Emely hendak berbalik, ia tidak ingin mengatakan apa pun tentang Rosetta. Sudah pasti wanita itu akan bertanya tentang Rosetta.

“Tunggu Emely!” Teriak Diane.

Emely menghentikan langkahnya dan mendesis. Dengan terpaksa ia berbalik kembali dan tersenyum. “Iya Tante.”

“Tante ingin berbicara dengan mu. Sudah lama tante mencari mu.”

“Ada apa ya Tante?” Tanya Emely.

“Sebaiknya kita berbicara di taman rumah sakit.”

Emely mengekori Diane sampai di taman rumah sakit. Ia duduk dengan rasa takut di hatinya. Semoga saja kebohongannya lancar.

Diane menoleh ke arah wanita yang berada di sampingnya. Sejenak ia menatap Emely, ia yakin Emely tau keberadaan Rosetta.

“Emely kau pasti menebak apa yang ingin aku tanyakan pada mu.”

Memang benar ia tau, kalau bukan menanyakan Rosetta mau menanyakan apa lagi pikirnya.

“Rosetta baik-baik saja Tante.” Akhirnya niat untuk berbohong langsung sirna melihat tatapan wajah kasihan dari Diane. 

Diane tersenyum getir, sudah tiga tahun putrinya tidak mengabarinya. “Dimana dia? Aku ingin bertemu dengannya.”

“Maaf Tante, Rosetta belum siap.”

Diane teringat dengan alat kehamilan yang di temukan di apartemen Rosetta. “Apa anak Rosetta baik-baik saja?”

Emely terkejut, kedua matanya membulat. Entah dari mana wanita di depannya tau. Tidak mungkin ibunya membocorkan rahasia Rosetta.

“Kau tidak perlu terkejut, setelah Rosetta pergi aku mendatangi Apartemennya pada saat itu aku tidak tau Rosetta telah pergi.”

“Namanya Javer, dia tampan dan gembul.” Emely tersenyum mengingat wajah Javer yang begitu lucu.

Diane tersenyum, tapi hatinya terasa sakit. “Apa dia sudah menikah?”

“Tidak Tante, kejadian itu hanya kesalahan dan pria yang menghamili Rosetta sudah menikah dan dia tidak tau jika Rosetta hamil. Aku pernah menyarankan Rosetta untuk mengatakannya, tapi Rosetta tidak mau dengan alasan dia tidak ingin menghancurkan hubungan orang lain. Pasti saat ini dia sudah bahagia bersama istri dan anak-anaknya.”

Dada Diane terasa nyeri, ia tidak tau jika putrinya dalam kesulitan. “Apa kamu bisa mempertemukan ku dengan Rosetta?” Tanya Diane dengan tatapan penuh harap.

“Maaf Tante aku tidak bisa.” Tolaknya. Emely bergegas pergi meninggalkan Diane. Ia tidak ingin berlama-lama meladeni Diane, bisa-bisa ia mengatakan tempat Rosetta.

Terpopuler

Comments

Neni Suhandi

Neni Suhandi

sampai di bab ini aku suka Thor .... lanjuuuuutttt

2025-03-29

0

Siti solikah

Siti solikah

bagus

2025-03-20

0

Khoerun Nisa

Khoerun Nisa

di ab ini belum selesai udh 4 THN kemudian sllu bgtu.novel mu emng bnyak tp syg TK dpt apa2 peneliti pun taun novel mu GK nyambung wlu bgus tolong jgn trsinggung krna ini kenyataan

2024-06-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!