Bunda Karisma

Berhari-hari Mentari merawat pasien kecelakaan itu. Kondisinya lebih baik, dan hari ini sudah boleh pulang. Mentari jadi akrab karena pasien orang yang ramah dan menyenangkan.

"Alhamdulillah Bunda Karisma bisa pulang hari ini, tapi siangan ya, nunggu infusnya habis dulu." Kata Mentari.

"Terimakasih ya Dokter Mentari... " Sahut Bunda Kharisma tersenyum.

" Dokter apa sudah menikah?" Tanyanya.

"Hehehe belum Bun, belum terlihat hilalnya." Sahut Mentari terkekeh malu

" Berapa usianya Dok?" Tanya Bunda Kharisma.

" Saya 25 tahun Bun... " Jawab Mentari.

" Tapi sepertinya Jodoh masih tersimpan Bun jadi masih betah sendiri deh... hahaha" Canda Mentari.

" Sama anak Bunda gimana Dok, 28 Tahun tapi masih betah juga sendiri." Bunda Kharisma menyahut tapi dengan wajah sendu.

" Wah... Bunda ada-ada saja, ya kalau Putra Bunda Mau sama saya..." Mentari bersemu merah.

Tiba-tiba seorang pemuda masuk dan menyahut suara Mentari dari belakang sambil memasukan tangannya ke saku.

" Kalau mau apa Dokter bersedia?" Sahutnya tapi masih tetap dengan wajah datar.

" Wah... Anda di sini..." Wajah Mentari semakin memerah menahan malu.

" Maaf bunda, dan Tuan saya ada pasien berikutnya jadi tidak bisa berlama-lama. Selamat istirahat... Nanti siang saya jabut infusnya." Tutup Mentari dari obrolannya dan Pamit keluar Ruangan.

Nafasnya masih tercekat dan jantungnya berdetak tak karuan karena ibu dan anak tadi.

" Huhhhh... ya ampun... Bisa mati berdiri aku di sana lama-lama. " Batin Mentari.

Suster Ani yang mendampinginya menahan tawa sambil menyahut. "Wah Dokter Mentari kenapa kabur... Tuan Langit ganteng banget loh... Tajir juga... " Kata Ani.

"Iss... Ani... please ya kutub Utara kaya tadi mana bisa jadi suami." Sahut Mentari sambil tersenyum geli.

" Ih... jangan nilai di sampulnya aja Dok..." Bela Ani.

" Hehe menurutku kalian serasi dan jodoh deh kayaknya..." Kata Ani lagi sambil terkekeh.

Mentari bergidik ngeri membayangkan jika menikah sama sosok dingin, kaku, datar dan menyebalkan macam Langit tadi.

***

Di ruang rawat Bunda Kharisma tengah mengobrol dengan putra sulungnya yang semenjak pulang dari jakarta berubah seperti Kutub Utara jika bertemu sama wanita.

"Langit... " Panggil Bunda Kharisma.

"Ya Bun..." Jawab Langit sambil memainkan tangan Bundanya.

"Sudah 8 Tahun berlalu, apa masih belum bisa..." Ujar Bundanya.

"Untuk...?" Tanya Langit pura-pura tidak tahu.

" Menikah... Bunda Sudah ingin menimang cucu, Adikmu juga sudah punya calon... Kamu kapan? " Tatap mata Bundanya sendu.

"Heem... " Langit tak mau menjawab hanya berdehem.

" Tidak kah Kamu tertarik pada Dokter Mentari... Dia baik loh..." Ucap Bunda Kharisma berharap.

"Tahun Depan Adikmu akan menikah, mereka sudah bertunangan... Apa kamu tidak ingin..." Lanjut Bunda Kharisma lagi.

"Bunda ingin sebelum Bunda meninggal sudah melihatmu menikah."Tambahnya lagi.

"Jadi sebelum Adikmu menikah, Kamu duluan yang harus menikah ya..." Mohon Bunda Kharisma lagi.

"Langit, tidak semua perempuan sama dengan Lucy... Jangan di pukul rata nak..." Nasehat Bunda Kharisma lembut.

" Seumur hidup Aku tidak akan menikah!!!

Bagiku tidak ada wanita yang setia selain Bunda dan Nenek!!!" Seru Langit dalam batinnya. Langit hanya diam tak mau menjawab bundanya.

Masih ada gelora amarah tiap kali mengingat tentang wanita itu di benak Langit. Baginya semua wanita sama saja tidak ada yang bisa menjaga hubungan dengan setia.

"Langit... dengar Bunda tidak ???" Kesal Bunda Kharisma pada Akhirnya.

"Ngapain pusingin Langit sih Bun... Udah Fokus aja sama kesehatan Bunda..." Jawab Langit Pada Akhirnya.

***

Terpopuler

Comments

kaliptra_78

kaliptra_78

usia 25 th, kalau normal (bukan akselerasi) lulus SMA 18th, kuliah dokter 4 th, lulus 22 th, coass 3 th, 25 th, itu pun masih jd "dokter fresh graduate" ya klo lgsg keterima kerja, yg kalau tindakan masih didampingi dokter senior, apalagi melakukan operasi,harusnya dokter spesialis, ehm....jd dokter jaga IGD lebih masuk akal thor #masukan aja

2025-03-11

1

Tati Suwarsih

Tati Suwarsih

tdk semua wanita gitu kallli

2024-06-10

2

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒋𝒅 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝒈𝒂𝒌 𝒎𝒂𝒖 𝒏𝒊𝒌𝒂𝒉 𝒌𝒂𝒓𝒏𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒑𝒆𝒓𝒄𝒂𝒚𝒂 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒑𝒆𝒓𝒆𝒎𝒑𝒖𝒂𝒏 𝒍𝒈

2024-05-29

2

lihat semua
Episodes
1 Runtuhnya Langit
2 Tidak Ada kesempatan
3 Rumah Sakit
4 Bunda Karisma
5 Senyumnya
6 Terluka
7 Dokter Pribadi
8 Pulang
9 Menunggu Kabar
10 Kutub Utara mulai mencair
11 Ujian pertama
12 Berapa Juz?
13 Berangkat
14 Imam Isya'
15 Rindu yang terluka
16 Mentari tak bersinar
17 Tidak ada harapan
18 Permohonan Langit
19 Hanya Kamu Seorang
20 Jangan Pergi
21 Keajaiban
22 Tengah Malam
23 Subuh
24 Love you
25 Bertemu Mantan
26 Aku Masa depanmu
27 Pulang
28 Cerita Senja
29 Subuh yang indah
30 Kencan
31 Kencan 2
32 Bumbu rumah tangga
33 Bandara
34 Berpisah dulu
35 Rindu
36 Kesibukan
37 Malarindu
38 Weekend
39 Marahan
40 Tidur apa pingsan
41 Melepas Rindu
42 Kesiangan
43 Salah paham
44 Mengadu
45 Kelahi
46 Maaf
47 Cerita Masa Lalu
48 Begadang
49 Perayaan Pernikahan
50 Kedatangan Natasya
51 Penegasan
52 Mengarungi rasa
53 Bulan Madu
54 Pantai
55 Bukit indah
56 Hotel
57 puasa pertama
58 Godaan Saat Puasa
59 Kembali Bekerja
60 Pasien Aneh
61 Langit sore
62 Buber Riuni
63 Malioboro
64 Telat Bangun
65 Kado tanpa pengirim
66 Cemburu
67 Kado istimewa
68 Sahur
69 Nyidam
70 sia-sia
71 pengumuman
72 Pingsan
73 Sesederhana itu
74 Tamu tak di undang
75 khawatir
76 Pulang
77 8 bulan kemudian
78 Dejavu
79 Pergi
80 Ending
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Runtuhnya Langit
2
Tidak Ada kesempatan
3
Rumah Sakit
4
Bunda Karisma
5
Senyumnya
6
Terluka
7
Dokter Pribadi
8
Pulang
9
Menunggu Kabar
10
Kutub Utara mulai mencair
11
Ujian pertama
12
Berapa Juz?
13
Berangkat
14
Imam Isya'
15
Rindu yang terluka
16
Mentari tak bersinar
17
Tidak ada harapan
18
Permohonan Langit
19
Hanya Kamu Seorang
20
Jangan Pergi
21
Keajaiban
22
Tengah Malam
23
Subuh
24
Love you
25
Bertemu Mantan
26
Aku Masa depanmu
27
Pulang
28
Cerita Senja
29
Subuh yang indah
30
Kencan
31
Kencan 2
32
Bumbu rumah tangga
33
Bandara
34
Berpisah dulu
35
Rindu
36
Kesibukan
37
Malarindu
38
Weekend
39
Marahan
40
Tidur apa pingsan
41
Melepas Rindu
42
Kesiangan
43
Salah paham
44
Mengadu
45
Kelahi
46
Maaf
47
Cerita Masa Lalu
48
Begadang
49
Perayaan Pernikahan
50
Kedatangan Natasya
51
Penegasan
52
Mengarungi rasa
53
Bulan Madu
54
Pantai
55
Bukit indah
56
Hotel
57
puasa pertama
58
Godaan Saat Puasa
59
Kembali Bekerja
60
Pasien Aneh
61
Langit sore
62
Buber Riuni
63
Malioboro
64
Telat Bangun
65
Kado tanpa pengirim
66
Cemburu
67
Kado istimewa
68
Sahur
69
Nyidam
70
sia-sia
71
pengumuman
72
Pingsan
73
Sesederhana itu
74
Tamu tak di undang
75
khawatir
76
Pulang
77
8 bulan kemudian
78
Dejavu
79
Pergi
80
Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!