Chapter 20 - End

Angin laut membelai wajah mereka dengan lembut saat kapal mereka mendekati pantai benua Terra Incognita.

Matahari yang mulai bersinar memberikan cahaya emas yang memantulkan kilauan gemerlap di permukaan air.

Kapal besar mereka melaju dengan gagahnya, menusuk ombak yang tenang dengan gesit.

Pangeran Edward berdiri di dek kapalnya, melihat ke arah horizon yang mulai terhampar luas di depan matanya.

Pedro La Vida, sang raja bajak laut, berdiri di sampingnya, tatapan mereka bertemu dalam momen yang sarat akan makna.

"Pangeran Edward," ujar Pedro, suaranya mengalun tegas namun penuh penghormatan. "Kita hampir mencapai tujuan kita, kita harus berpisah."

Pangeran Edward mengangguk, "Benar, Pedro. Kita harus berpisah di sini." Dia menjulurkan tangan dalam sebuah gestur ramah. "Kita berdua tahu betapa pentingnya untuk menjaga reputasi kita masing-masing di dunia penuh konflik ini. saya tak ingin ada yang mencurigai bahwa keluarga valorian yang agung beraliansi dengan penjahat seperti bajak laut."

Kru bajak laut yang berdiri di sekitar mereka terlihat kesal dan merasa tegang, beberapa di antara mereka menegang dan siap menarik senjata.

Sementara itu, Ksatria Kerajaan yang mengawal Pangeran Edward juga bersiap dalam posisi siaga.

Pedro La Vida dengan tenang mengangkat tangan kirinya, memberi isyarat pada krunya untuk tenang. "Yang di katakan oleh pangeran Edward adalah sebuah kebenaran mutlak, bajak laut adalah profesi seorang penjahat, kenapa kalian terlihat begitu marah."

"Kalian semua, dengarkan!" teriak Pedro La Vida dengan suara yang menggelegar, menghentikan pergerakan gelisah kru bajak lautnya. "Pangeran Edward sedang menjalankan tugas yang penting bagi kerajaan dan benuanya, bukankah kita yang bajak laut tak boleh berteman dengan mahluk agung dan baik hati seperti mereka."

Para kru bajak laut Pedro La Vida mengangguk patuh, menuruti perintah sang kapten dengan penuh hormat.

Mereka tahu bahwa walaupun mereka adalah bajak laut yang ganas, ada saatnya untuk menghormati otoritas yang lebih tinggi.

Setelah Pedro mengucapkan kata-kata itu, Pangeran Edward dan dia saling berjabat tangan dengan tulus.

Mereka menyadari bahwa meskipun keadaan memaksa mereka untuk berpisah, mereka telah membentuk hubungan yang kuat dalam perjalanan ini.

"Dengan ini kita berpisah," kata Pedro La Vida dengan suara yang rendah namun tegas. "Semoga keberuntungan selalu menyertaimu, Pangeran Edward. Dan semoga misi anda berjalan lancar."

Pangeran Edward tersenyum mengangguk. "Terima kasih, Pedro. Aku akan selalu mengingat bantuanmu dalam perjalanan ini."

Setelah berpisah dengan Pedro La Vida, Pangeran Edward dan rombongannya naik ke kapal mereka sendiri.

Kapal itu menunggu di sisi lain, bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju daratan Terra Incognita.

Ketika mereka melangkah ke atas kapal, Pangeran Edward membalas senyum Pedro La Vida dengan hangat. "Aku berterima kasih karena Anda memahami situasi kami," ucapnya dengan penuh hormat.

Pangeran Edward dan rombongannya kemudian memulai perjalanan mereka ke daratan Terra Incognita.

Di kapal bajak laut, Pedro La Vida duduk sambil menenggak anggur miliknya.

"Apakah dia itu dewa? bagaimana dia memiliki kesempurnaan dalam segala aspek." gumam raja bajak laut Pedro la Vida. "Aku sangat iri kepadanya."

kru bajak lautnya tersenyum kepada Pedro la Vida. "Tuan, anda ada adalah seseorang yang sempurna juga!!" puji mereka dengan bangga.

"Sempurna mbah mu" umpat Pedro La Vida kepada mereka. "Tampang seperti monster, badan penuh bekas luka, dan terkenal karena kejahatannya kau bilang sempurna" ucap Pedro la Vida dengan sedikit kesal, namun juga sedikit senang.

Kapal rombongan pangeran Edward melaju dengan cepat, memotong ombak yang terbentang luas di hadapan mereka.

di kapal pangeran Edward. Tristhan mendekati pangeran Edward yang sedang melihat laut yang luas.

"Pangeran, kenapa anda terlihat sangat senang" ucap Tristhan dengan penuh hormat.

Pangeran Edward tersenyum melihat lautan. "Sir Tristhan. apa yang kau pikirkan tentang Raja bajak laut Pedro la Vida." tanya pangeran Edward kepada Tristhan.

Tristhan memegang dagunya, mencoba berpikir. "Seorang bajak laut yang brutal dan bengis?" jawab Tristhan dengan penuh keraguan.

Pangeran Edward menggelengkan kepalanya, kemudian dia menunjuk lautan dari sisi kanan hingga kiri.

"Kau pikir hanya dengan kekuatan yang brutal akan dapat menguasai seluruh lautan ini?" ujar Pangeran Edward dengan senyuman yang terukir jelas di wajahnya.

"Dia adalah seseorang yang di hormati oleh krunya dengan sepenuh hati, krunya pasti rela mati demi sang kapten." ucap pangeran Edward, angin laut menerpa dirinya, membuat rambutnya terbang. "kekuatannya mungkin emang brutal, tapi dia memiliki sesuatu yang tak dimiliki oleh orang lain. bahkan mungkin diriku tak memilikinya."

Tristhan terlihat bingung. "anda tak memilikinya? apa itu sebenarnya, mengapa terlihat begitu spesial.." tanya Tristhan dengan penuh kebingungan dan pertanyaan.

Pangeran Edward menatap langit. "aku tak tau nama pastinya." jawab pangeran Edward dengan ragu. "Mungkin bisa disebut sebagai.... Romantisme?" ujar nya sambil menatap Tristhan.

Sinar mentari pagi menyinari wajah pangeran yang terlihat seperti malaikat, angin lembut menerpa wajahnya.

"Romantisme?" tanya Tristhan di dalam hati, merasa bingung namun juga tertarik dengan apa yang dimaksud oleh pangeran Edward sebagai Romantisme.

Pangeran Edward berjalan pergi dari tempat itu, dia berjalan menuju dek kapal. Tristhan memandangi pangeran Edward yang semakin menjauh darinya.

"Pangeran Edward... sepertinya anda juga memiliki sesuatu yang disebut sebagai, Romantisme." gumam Tristhan sambil memandangi punggung pangeran Edward yang terlihat sangat kokoh.

Setelah sampai di dek kapal, pangeran Edward menutup matanya pelan-pelan. "Laut benar-benar tenang." gumamnya.

Pangeran Edward mengalirkan auranya menuju kakinya, kemudian dia loncat dari dek kapal.

Dengan kecepatan yang tidak masuk akal, Pangeran Edward terbang sendirian menuju tempat yang terlihat sangat kosong dan hanya ada kehampaan yang tak terbatas.

Di tempat sebelumnya, Tristhan merogoh sakunya. menemukan sebuah surat dari pangeran Edward.

...----------------...

...Surat itu berisi...

...Sir Tristhan, aku mempercayakan mereka semua kepadamu. kurasa, aku telah di panggil oleh para dewa untuk bertemu dengan mereka. jadi, jangan kecewakan aku karena sudah memberikan seluruh kepercayaan ku kepada anda....

-Dari Pangeran Edward Valorian.

...----------------...

Terpopuler

Comments

DEMON LORD AIMAN

DEMON LORD AIMAN

Cmtu je habis

2024-08-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!