Pertempuran berkobar di tengah hutan yang lebat, ratusan pembunuh elite yang misterius berusaha menghalangi perjalanan Pangeran Edward dan rombongannya.
Dalam keadaan penuh konsentrasi, Pangeran Edward bersiap untuk menguji kekuatan baru Aurora Necrosis yang telah dia kembangkan, mengandalkan kemampuan Aura.
Pangeran Edward berdiri di antara kedua kelompok yang saling berhadapan.
Wajahnya tetap tenang, tetapi matanya memancarkan kepercayaan diri yang membingungkan.
"Apa kalian berani menghadang pangeran Kerajaan Valorian?" desisnya, suaranya penuh keanggunan yang membingungkan.
Beberapa pembunuh elite melangkah maju, wajah mereka tertutup topeng hitam yang membuat identitas mereka sulit terbaca.
Pangeran Edward, tanpa ragu, mulai merentangkan kedua tangannya, menyatukan energi Aura di sekitarnya.
Aura biru yang mempesona mulai menyelimuti tubuhnya, menciptakan pelindung tak terlihat.
"Persiapkan diri kalian," ucap Pangeran Edward dengan suara yang tegas, memerintah Ksatria kerajaan untuk menjaga kereta yang membawa Viona.
Saat pertempuran dimulai, Pangeran Edward meluncur maju dengan kecepatan yang luar biasa.
Dalam sekejap, tangannya menyentuh dua pembunuh elite yang terdekat. Energi Aura Aurora Necrosis menyusup masuk, memanipulasi struktur tubuh mereka dengan kejam.
Mereka terkulai, otot-otot mereka terpelintir dalam kekacauan yang mengguncangkan jiwa.
Beberapa pembunuh yang lain merapat, berusaha menanggapi serangan Pangeran Edward dengan cepat.
Namun, dengan gesit, Pangeran Edward mengubah arah serangannya.
Dia menghindari serangan fisik, seolah tubuhnya bisa merasakan setiap gerakan pembunuh elite dengan presisi yang membingungkan.
"Tidak akan ada tempat berlindung untuk kalian," ujar Pangeran Edward, mengirim serangan Aura yang menghancurkan kepada pembunuh elite yang mendekatinya.
Energi Aurora Necrosis merasuki tubuh mereka, memanipulasi organ dalam dan merobek daya tahan tubuh mereka tanpa meninggalkan bekas luka yang terlihat.
Pertempuran terus berlanjut, dan setiap gerakan Pangeran Edward seakan menjadi tarian mematikan.
Dengan lemah lembut, dia menghancurkan ratusan pembunuh elite dengan kejam, memelintir otot mereka hingga hancur, memanaskan tulang mereka hingga tubuh mereka meleleh.
Semua itu dilakukan tanpa menyentuh mereka, memanfaatkan Aura yang dia kendalikan.
Namun, pembunuh elite bukan lawan yang mudah.
Meskipun terlihat terdesak, mereka merespon dengan mengeluarkan senjata-senjata mematikan yang tersembunyi di balik pakaian mereka.
Pangeran Edward, sambil terus bergerak dengan keluwesan, berhasil menghindari serangan berbahaya tersebut.
Dalam kilatan cepat, Pangeran Edward mengeluarkan serangan yang membingungkan.
Ratusan pembunuh elite terbunuh dalam sekejap, tubuh mereka merasakan panas yang mengerikan, dan organ dalam mereka hancur berantakan.
Sementara itu, Ksatria kerajaan menjaga ketat Kereta Kerajaan, memastikan Viona aman di dalamnya.
Mereka membentuk pertahanan yang solid, menghalau serangan pembunuh elite yang mencoba mendekati kereta.
Viona, di dalam kereta, melihat pertempuran yang dahsyat di luar dan kagum dengan kemampuan Pangeran Edward.
"Pangeran Edward sungguh luar biasa," bisiknya, meskipun terkadang wajahnya tergambar ekspresi khawatir untuk Pangeran.
Pertempuran semakin memanas, dan Pangeran Edward, dengan tatapan tajam dan ekspresi yang tenang, terus membimbing Aura Aurora Necrosis untuk merenggut nyawa pembunuh elite.
Beberapa pembunuh elite menyadari bahwa serangan langsung tidak akan berhasil, sehingga mereka mulai bekerja sama untuk menciptakan strategi bertahan yang lebih efektif.
Pangeran Edward melihat ini sebagai peluang untuk menguji batas Aurora Necrosis.
Dengan lincah, Pangeran Edward melompat ke atas pohon yang berdekatan.
Aura biru yang mempesona semakin intens di sekitarnya, menciptakan kilatan yang memikat.
Pembunuh elite bingung, mencoba mencari posisi terbaik untuk menghadapi Pangeran Edward.
"Sudahkah kalian merasakan kekuatan Aurora Necrosis?" tanya Pangeran Edward dengan nada yang merendahkan, menciptakan efek psikologis pada lawannya.
Tanpa menunggu jawaban, dia mengarahkan Aura ke bawah, menciptakan gelombang energi yang membanjiri area di sekitarnya.
Pembunuh elite yang berada di bawah merasakan tekanan yang luar biasa.
Beberapa dari mereka terjatuh ke tanah, merasakan kekuatan Aura yang begitu mematikan.
Pangeran Edward melanjutkan serangannya dengan gerakan yang terkoordinasi, menghancurkan pertahanan lawannya satu per satu.
Tiba-tiba, seorang pemimpin pembunuh elite muncul.
Dengan seragam hitam yang mencolok, dia melangkah maju dengan percaya diri.
"Pangeran Edward Valorian, ini akan menjadi akhir perjalananmu!" teriaknya, menggertakkan pedangnya.
Pangeran Edward tersenyum, melepaskan Aura yang mempesona sekelilingnya.
"Ayo kita lihat apakah kau bisa menghadapi ini" ucapnya dengan lembut, melompat ke depan dengan kecepatan kilat.
Edward dengan lincah menghindari serangan pedang lawan, sementara Aura biru melingkupi lawannya, memanipulasi setiap pergerakan mereka.
Pembunuh elite terus jatuh satu per satu, tak berdaya menghadapi kekuatan Aurora Necrosis.
"Pangeran Valorian, apa yang sebenarnya kau lakukan dengan Aura itu?" tanya seorang pembunuh elite sambil mencoba menghindari pukulan Pangeran Edward.
Pangeran Edward tersenyum, "Aku menggabungkan Aura dengan seni beladiri tingkat tinggi, Aurora Necrosis. Kombinasi ini memungkinkanku mengendalikan energi dalam tubuh lawan, merusak organ-organ mereka tanpa meninggalkan bekas luka yang terlihat."
"Dia benar-benar menjawabnya...?" pikir seorang pembunuh elite, bingung karena pertanyaannya di jawab.
Seiring waktu berlalu, keanggunan dan kekuatan Pangeran Edward semakin terlihat.
Ratusan pembunuh elite yang tadinya menghadang mereka kini berbaring tak berdaya.
Pertempuran mereda, meninggalkan hutan yang sunyi dan penuh dengan jejak kehancuran.
Pangeran Edward, yang masih dikelilingi oleh Aura biru yang mempesona, menatap sekelilingnya dengan tatapan dingin.
"Aurora Necrosis, seni beladiri ini benar-benar bersifat menghancurkan," gumamnya.
Ksatria kerajaan yang sebelumnya berjaga-jaga di sekitar kereta, kini menyusun formasi kembali.
Pangeran Edward melangkah menuju kereta dan membuka pintu. "Kita akan melanjutkan perjalanan, apakah kau baik-baik saja?" tanya Pangeran Edward pada Viona.
Viona, yang sebelumnya hanya bisa memandangi pertempuran dengan mata terbelalak, mengangguk dengan gemetar. "Ya, saya baik-baik saja, Pangeran Edward."
Viona langsung memeluk Pangeran Edward dengan Erat, menahan rasa takutnya.
Pangeran Edward tersenyum, "Wah, dia benar-benar takut." pikir Pangeran Edward sambil membalas pelukan Viona.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments