Chapter 17 - Keberangkatan

Mereka berjalan melintasi jalanan yang ramai menuju pelabuhan Kota Orzon.

Langit biru cerah dan angin sepoi-sepoi memberikan kesegaran pada pagi yang cerah.

Pelabuhan tampak hidup dengan aktivitas kapal yang bersandar, suara burung laut, dan keramaian pedagang lokal yang berusaha menjual barang dagang mereka.

Pangeran Edward memandu rombongannya dengan langkah yang mantap, mengikuti jalan yang berkelok-kelok sepanjang tepi laut.

Adrien dan Viona terlibat dalam percakapan yang penuh semangat, sementara Ksatria Kerajaan menjaga kewaspadaan di sekitar mereka.

"Orzon adalah kota yang indah," ujar Adrien sambil menatap gedung-gedung dan pelabuhan yang sibuk.

Viona mengangguk setuju, "Saya mendengar bahwa pelabuhan ini menjadi pusat perdagangan utama di wilayah ini."

Pangeran Edward tersenyum, "Orzon memang kota penting bagi kerajaan kita. Pelabuhan ini menjadi pintu gerbang untuk menjalin hubungan dengan berbagai kerajaan di Benua Arcadia."

Mereka mencapai pelabuhan yang ramai.

Kapal-kapal layar dan kapal perdagangan berjajar di dermaga, menambah kehidupan pada pemandangan laut yang luas.

Aroma asin laut bercampur dengan bau kayu dan bahan-bahan dagangan yang baru tiba.

"Pangeran Edward, kapal kita sudah siap untuk berlayar," kata seorang kapten kapal yang membungkuk hormat.

Pangeran Edward mengangguk, "Terima kasih, Kapten kapal."

Mereka menaiki kapal yang megah, dengan layar berkibar di atasnya.

Ksatria Kerajaan menjaga posisi di sekitar kapal, siap melindungi rombongan ini.

Adrien dan Viona memandang pemandangan pelabuhan yang semakin menjauh dengan tatapan penuh antusiasme.

Pangeran Edward memandang ke horison yang luas, membiarkan angin laut membelai wajahnya. "Terra Incognita."

"Apakah tujuan kita di Terra Incognita, Pangeran?" tanya Viona dengan rasa penasaran.

"Kita pergi untuk menjalin aliansi dengan Dion Lionit, Pahlawan Tanpa Ampun."

Adrien menatap horison dengan penuh semangat, "Saya harap, saya bisa belajar banyak."

Tristhan tersenyum, "Semangatmu sangat dihargai, Adrien."

Ombak lautan bergelombang, dan kapal berlayar melaju dengan anggun di atas air biru yang luas.

Pangeran Edward berdiri di geladak kapal, rambutnya berkibar-kibar oleh angin laut yang sejuk.

Adrien dan Viona juga turut berdiri di sisi kapal, menikmati pemandangan yang meluas hingga ke ujung horison.

Adrien terlihat bahagia, "Saya belum pernah berlayar sejauh ini sebelumnya. Ini benar-benar pengalaman yang baru bagi saya."

Viona menyahut, "Lautan yang tak terbatas dan misterius."

Pangeran Edward menunjuk ke depan, "Di sana, Benua Terra Incognita menunggu kita. Sebuah tanah yang belum terungkap, penuh dengan rahasia dan keajaiban."

Sementara mereka menikmati perbincangan, Ksatria Kerajaan tetap berdiri di sekitar mereka, menjaga kewaspadaan terhadap setiap potensi ancaman yang dapat muncul di lautan.

Adrien melihat seorang pelaut di tiang layar, berteriak riang, "Lihat! ada sekelompok lumba-lumba!"

Semua berpaling ke arah yang ditunjuk Adrien, melihat kelompok lumba-lumba meloncat-loncat di sepanjang sisi kapal.

Suara riang mereka dan gerakan yang lincah menyemarakkan suasana di kapal.

Viona tertawa, "Mereka seperti penjaga laut yang menyambut keberangkatan kita."

Perlahan, kelompok lumba-lumba itu meluncur pergi, tetapi kehadiran mereka meninggalkan kesan kegembiraan di hati para penumpang kapal.

Waktu berlalu, dan malam tiba.

Kapal melaju di bawah langit yang dipenuhi bintang, menciptakan pemandangan magis yang tak terlupakan.

Pangeran Edward, Adrien, dan Viona duduk bersama di geladak kapal, menyaksikan gemerlap bintang dan mendengarkan suara ombak yang menghantam sisi kapal.

Tristhan mulai menceritakan cerita-cerita dari masa lalu, petualangannya, dan kisah-kisah kerajaan.

Adrien dan Viona mendengarkan dengan penuh antusiasme, terpesona oleh setiap kata yang keluar dari mulut Tristan.

"Dan di sana," ujar Tristhan, menunjuk ke arah langit, "adalah rasi bintang yang disebut sebagai 'Kesatria Agung.' Dalam legenda, mereka adalah penjaga perdamaian dan keadilan di seluruh Benua Arcadia."

Viona tersenyum, "Legenda dan cerita seperti itu membuat perjalanan ini semakin istimewa. Bagaimana Anda tahu semua ini, sir?"

Tristhan menjawab, "Sejak kecil, saya sering mendengar cerita-cerita dari para ahli sejarah dan pujangga di istana. Pengetahuan itu menjadi bagian dari hidup saya, dan saya merasa penting untuk menyampaikan warisan budaya kita kepada generasi berikutnya."

Adrien mengangguk, "Saya merasa beruntung bisa mendengar langsung dari Anda, sir. Ini lebih bermakna daripada hanya membaca di buku."

Malam terus berjalan, dan kapal melaju melalui lautan yang tenang.

Tiba-tiba, Ksatria Kerajaan yang berjaga-jaga memberi isyarat. "Ada sesuatu di horison. Kapten, kami perlu meningkatkan kewaspadaan."

Pangeran Edward, Adrien, dan Viona mengikuti pandangan Ksatria Kerajaan ke arah yang ditunjuk.

Di kejauhan, mereka melihat siluet hitam yang tampaknya melayang di atas air.

"Apakah itu kapal?" tanya Viona, merapatkan diri ke pagar kapal.

Pangeran Edward memandang serius, "Kita harus tetap waspada. Persiapkan diri untuk kemungkinan apa pun."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!