Chapter 4 - Kota Richtenborn (3)

Pagi itu, suasana taman milik Count Leony Richtenborn menyambut langkah-langkah Pangeran Edward.

Sinarnya yang lembut membelai rerumputan yang hijau, dan bunga-bunga yang sedang mekar menambah kecantikan taman tersebut.

Saat Edward mencapai puncak bukit di tengah taman, dia melihat sosok wanita cantik yang sedang memperdalam pemahaman sihir di bawah sinar matahari pagi.

"Siapa dia?" pikir Pangeran Edward. "Dia sangat berbakat dalam sihir." lanjutnya.

Rambut pirang dan gaun putihnya yang berdesain elegan menambahkan pesona pada sosok tersebut.

Itu adalah Viona Richtenborn, anak dari Count Leony. Namun, yang membuat Pangeran Edward tertarik bukanlah kecantikan fisiknya, melainkan bakat sihir yang terpancar dari setiap gerakan Viona.

Pangeran Edward memperhatikan tanpa terlihat, menilai kemampuan Viona.

Pangeran Edward mendekati Viona dengan langkah yang tenang.

"Halo, Viona Richtenborn, bukan?" sapa Pangeran Edward dengan senyuman ringan.

Viona mengangguk sopan. "Ya, Pangeran Edward. Ada yang bisa saya bantu?"

Edward membalas senyuman Viona. "Saya secara tidak sengaja melihat keahlian sihir Anda yang luar biasa. Sangat mengagumkan."

Viona tersenyum malu. "Terima kasih, Pangeran. Saya hanya belajar dari para ahli di kerajaan ini."

Pangeran Edward tersenyum dan tanpa memberi kesan langsung, dia mencoba membujuk Viona untuk menjadi rekan.

"Saya yakin kerajaan kita akan semakin aman jika memiliki seseorang sepertimu. Apakah kamu tertarik bekerja sama melindungi kerajaan Maestiammea?"

Viona merasa hatinya berdebar lebih kencang, tak hanya oleh tawaran bekerja sama, tetapi juga oleh pesona yang terpancar dari wajah Pangeran Edward.

Matanya yang biru memantulkan keanggunan dan kebijaksanaan, membuat Viona tak bisa berhenti menatap.

"Orang-orang mengatakan bahwa Pangeran adalah pria tertampan di dunia, mungkin itu tidak salah," bisik Viona dalam hati.

Seiring matahari pagi memantulkan cahayanya pada wajah Pangeran, Viona melihat detil kelembutan dan ketegasan yang menyatu dengan harmoni. Garis halus di wajahnya seperti diukir oleh tangan dewa.

Setiap kata yang terucap dari bibir Pangeran Edward menjadi pesona tersendiri, dan Viona merasa terhipnotis oleh kehangatan dan keyakinan yang terpancar dari setiap ekspresi wajahnya.

Dia lupa sejenak tentang keajaiban sihirnya yang begitu dihargainya, karena sekarang, mata dan hatinya terfokus pada sang pangeran.

"Wanita ini, dia jatuh dalam pesona milikku?" pikir Pangeran Edward, yang sadar akan perhatian Viona.

Setelah beberapa saat percakapan, Pangeran Edward merasa bahwa saatnya untuk mengungkapkan niatnya. "Viona, apakah kamu ingin berjalan-jalan bersamaku? Aku ingin lebih tahu tentang sihirmu."

Viona tersenyum dan setuju dengan senang hati. Mereka berjalan-jalan di taman, berbagi pengetahuan dan cerita.

Pangeran Edward menatap Viona. "Apakah ini benar? Membuang-buang waktu hanya untuk bakat sihir yang bagus" pikirnya penuh ragu.

Seiring berjalannya waktu, Viona sendiri terpesona oleh ketampanan dan kepribadian Pangeran Edward.

Pangeran Edward, dengan senyum palsu yang telah terlatih dengan baik, menyadari bahwa ada peluang untuk memanfaatkan perasaan Viona.

Pangeran Edward, dengan penuh kelembutan, menyampaikan pertanyaannya pada Viona, "Viona, apakah Anda bersedia menjadi salah satu rekan saya?"

Tanpa pikir panjang, ekspresi wajah Viona langsung berubah menjadi antusias.

"Tentu saja, Pangeran," ujarnya dengan penuh semangat.

Dengan senyuman tipis di wajahnya, Pangeran Edward memandang Viona dan berbisik pada dirinya sendiri, "Sepertinya sukses dengan sangat baik."

Pangeran Edward pergi ke ruangan Count Leony, mencoba meyakinkan Count Leony untuk membawa Viona pergi.

"Count Leony," ujar Pangeran Edward dengan penuh keanggunan, "Viona adalah seorang penyihir yang luar biasa, dan dia dapat membantu kita dalam misi yang kami emban. Saya dapat memastikan keselamatannya."

Dengan keraguan di matanya, Count Leony menyahut, "Ini adalah keputusan berat, Pangeran. Saya mencintai Viona, dan saya ingin dia aman."

"Apa anda meragukan kemampuan saya?" Tanya Pangeran Edward dengan nada kesal.

Count Leony tersentak, tubuhnya bergetar ketakutan melihat tatapan Pangeran Edward yang sangat tajam.

Pangeran Edward, dengan tatapan tajam dan penuh percaya diri, melanjutkan, "Count Leony, Jika anda terus mengurung bakat sebaik ini, dia tidak akan bisa berkembang."

Count Leony menghembuskan napas panjang. "Baiklah, mungkin ini yang terbaik untuknya." ujar Count Leony dengan penuh keraguan

Saat Pangeran Edward dan Count Leony sedang terlibat dalam pembicaraan, pintu ruangan terbuka dengan keras.

Jorge, Ksatria terbaik yang setia kepada Count Leony, melangkah masuk dengan ekspresi serius di wajahnya. menunggu izin untuk memberikan berita penting.

"Jorge, apa yang membawa Anda ke sini?" tanya Count Leony dengan serius.

"Pangeran Edward, Count Leony," ujar Jorge dengan hormat, "Kami sedang dihadapkan pada ancaman yang serius. Kota kita diserbu oleh sekelompok hewan bermutasi dan monster-monster kuat. Mereka lebih kuat dari yang pernah kita hadapi sebelumnya."

Count Leony menatap Pangeran Edward, dan keduanya saling bertukar pandang serius. Ancaman ini jelas bukanlah hal yang bisa diabaikan.

Jorge memberikan laporan rinci tentang serangan tersebut, menjelaskan tentang kelompok serigala berbulu hitam yang mampu menandingi beruang, cacing raksasa yang mampu merusak tanah dengan mudah, serta monster-monster seperti Cyclops dan gray Orc yang terlibat dalam serangan.

Pangeran Edward segera berpaling kepada Tristhan dan Ksatria kerajaan yang sedang berjaga di dekat pintu.

Dengan suara tegas dan lantang, ia memberikan instruksi, "Tristhan, kita tidak bisa membiarkan kota ini jatuh ke tangan makhluk-makhluk ini. Segera bersiaplah dan bawalah para ksatria kita untuk menghadapi ancaman ini. Habisi mereka sebelum terlambat."

Tristhan mengangguk penuh semangat, "Tentu, Pangeran. Kami akan melindungi kota ini dengan segala yang kami miliki."

Saat rombongan ksatria bersiap-siap meninggalkan ruangan, Pangeran Edward menoleh ke arah Count Leony, "Count, saya akan menganggap ini sebagai bayaran untuk membawa putri anda pergi bersama saya."

Count Leony menyingsingkan lengan jubahnya. "Baiklah, saya akan menganggapnya demikian"

Mereka berjalan melalui lorong, Ksatria Kerajaan mengikuti Pangeran dengan penuh kepercayaan.

"Pastikan untuk memahami kemampuan mereka dengan baik. Kita tidak boleh menganggap enteng makhluk-makhluk ini," tegas Pangeran Edward, suaranya mencerminkan otoritas dan kebijaksanaan seorang pemimpin.

"Seperti yang Anda perintahkan, Pangeran," jawab Ksatria Kerajaan dengan penuh ketaatan.

Di ruangan Count Leony, Jorge memandang Pangeran Edward dan beberapa Ksatria Kerajaan yang meninggalkan ruangan. Kekhawatiran tergambar jelas di wajahnya.

"Count," panggil Jorge kepada Count Leony, suaranya seiring dengan kerendahhatian seorang ksatria. "Apa aku terlalu lemah?" tanyanya, merenungkan keterbatasannya.

Count Leony tersenyum dan tertawa dengan nada lembut, "hahaha, bukan kau yang lemah, tetapi mereka yang terlalu kuat," ujarnya, sambil merujuk pada Pangeran dan Ksatria Kerajaan.

"Kemampuan milikku yang termasuk dalam 100 orang terkuat di benua yang luas ini," gumam Jorge, suaranya mencerminkan rasa hormat yang mendalam.

"Tidak sebanding dengan salah satu dari mereka," lanjutnya, mengakui kehebatan Pangeran Edward dan para Ksatria yang mengikuti.

"Kekuatan mereka mungkin luar biasa, tetapi setiap orang memiliki peran dan takdirnya masing-masing, Jorge." Ujar Count Leony.

"Kau adalah ksatria terbaikku, dan peranmu sangat berharga dalam pertahanan wilayah Richtenborn." Lanjutnya dengan Suaranya memancarkan seorang pemimpin yang penuh pengertian.

Jorge merasa tersentuh dengan perkataan Count Leony dan mengeluarkan sedikit air mata.

"Anda adalah pemimpin terbaik, Saya berjanji akan melindungi kota ini dengan nyawa saya taruhannya.." ujar Jorge dengan dramatis.

Tiba-tiba Count Leony memasang wajah kesal. "Lalu kenapa kau masih disini sialan!!!" teriaknya kepada Sira Jorge. "Bantu Pangeran sana" lanjutnya.

"Ah benar" gumam Jorge. "Saya lupa kalo jika sedang dalam bahaya"

Jorge langsung berlari keluar ruangan dan dengan sangat cepat Mengikuti Pangeran Edward dan rombongannya.

Terpopuler

Comments

Fushito UwU

Fushito UwU

Penulis memiliki kemampuan luar biasa dalam menciptakan atmosfir.

2024-01-28

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!