Pangeran Edward berdiri di tengah ruangannya, membiarkan cahaya lembut dari lampu kristal meresapi jubahnya yang indah.
Seorang Pelayan dari mansion Count Leony sibuk mengatur detail terakhir, tetapi fokus Pangeran terpecah oleh pertanyaan yang bergelayut di benaknya.
"Pangeran yang sempurna..." gumamnya pelan, lebih kepada dirinya sendiri daripada kepada siapa pun.
Pelayan itu mendongak, memperhatikan Pangeran dengan lembut. "Apakah Yang Mulia memerlukan sesuatu?" tanya Pelayan dengan sopan.
Pangeran tersenyum padanya. "Tidak apa-apa, hanya sedang merenungkan diri sendiri."
Saat Pelayan itu kembali menjalankan tugasnya, Pangeran melangkah mendekati jendela besar yang menghadap ke taman.
Dengan tatapan melayang ke luar, Pangeran berbicara dengan lembut, "Julukan ini memberatkan, bukan? Pangeran yang sempurna..."
Dia menggigit bibirnya, membiarkan keraguan merasuk ke dalam. "Seolah dunia melihat saya sebagai sosok tanpa cela, padahal aku merasa penuh dengan kekurangan."
Pelayan itu berhenti sejenak, memberikan pandangan yang penuh pengertian. "Maaf jika lancang, yang mulia."
"Yang Mulia telah melakukan banyak hal untuk kerajaan ini. Mungkin julukan itu adalah penghargaan untuk dedikasi dan usaha Yang Mulia." Lanjut pelayan tersebut.
Pangeran mengangguk, meski keraguan masih terbaca di matanya. "Mungkin," bisiknya, seolah merenungkan beban dari julukan yang mungkin melebihi dirinya sendiri.
"Pangeran, apakah Anda membutuhkan bantuan dengan sesuatu lagi?" tanya pelayan wanita itu dengan penuh sopan.
Pangeran Edward tersenyum lembut, "Tidak, terima kasih. Saya sudah cukup siap sekarang."
Setelah proses persiapan selesai, Pangeran berjalan menuju pintu keluar ruangannya. Ksatria Kerajaan dan Count Leony bersama anaknya, Viona, telah menanti di koridor.
Senyum ramah terukir di wajah mereka sambil menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan.
Count Leony melangkah maju, "Pangeran Edward, kami tidak akan pernah bisa cukup membalas budi atas bantuan Anda. Wilayah kami berhutang banyak padamu."
Pangeran Edward menanggapi, "Itu adalah tugas kami untuk melindungi dan membantu. Tidak perlu berterima kasih."
Saat mereka melangkah keluar dari mansion, cahaya senja menyinari perjalanan mereka menuju kereta kerajaan yang telah disiapkan.
Pangeran Edward dan Ksatria Kerajaan melangkah tegap, diikuti oleh Count Leony dan Viona. Langkah kaki mereka menggema di koridor yang mewah.
Perjalanan menuju kereta berlangsung dalam suasana ramah, Count Leony berbicara tentang masa depan dan harapannya setelah insiden monster.
Pangeran Edward merenung sejenak, berpikir tentang tanggung jawabnya sebagai pangeran dan julukannya yang disematkan oleh orang-orang, "Pangeran yang Sempurna."
Meskipun ia merasa dirinya jauh dari sempurna, dia menyimpan pemikiran tersebut di dalam hatinya.
Pangeran Edward melangkah dengan mantap menuju kereta kerajaan, pintu terbuka lebar menanti kedatangannya.
Pelayan-pelayan kerajaan yang berdiri di sekitarnya memberi hormat pada kedatangan Pangeran. Langkahnya yang tegap menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri.
Sementara itu, di luar kereta, Viona masih berada di pelataran mansion. Wajahnya mencerminkan perasaan campur aduk
"Terima kasih, Ayah," ucap Viona dengan suara lembutnya, menyiratkan rasa terima kasih dan kebersamaan. Count Leony tersenyum sambil menyentuh lembut rambut putrinya.
"Kau berhati-hatilah di perjalanan, Viona. Jangan ragu untuk memperlihatkan keahlian sihirmu," pesan Count Leony, mencoba memberikan semangat pada putrinya.
Viona mengangguk, air mata hampir menetes dari matanya. Setelah beberapa kata pamit dan doa dari ayahnya, Suara isak tangis kecil terdengar, menciptakan momen yang penuh emosi.
Pelukan hangat memanfaatkan momen terakhir sebelum perpisahan. Viona menyeka air matanya dengan lembut, berusaha menahan keharuan.
Setelah perpisahan yang mengguncangkan, Viona menoleh ke arah kereta.
Pangeran Edward memandangnya dari dalam, tersenyum ramah, "Apa kau tidak ingin bergabung, Viona? Kita akan segera berangkat."
Viona tersentak dan kemudian tertawa kecil, "Maaf, Pangeran. Saya tidak bisa menaiki kuda."
Pangeran Edward melangkah keluar sejenak, "Tidak perlu khawatir tentang itu. Sini, masuklah." Dia membuka pintu kereta dan memberikan tangan untuk membantu Viona masuk.
Wajah Viona memerah saat menerima tawaran Pangeran Edward. Dia memasuki kereta dengan perasaan campur aduk.
Meskipun salah tingkah, dia merasa senang diperlakukan begitu baik oleh pangeran yang sangat disukainya.
Pangeran Edward dan rombongannya meninggalkan mansion, melewati jalan-jalan kota yang dipenuhi oleh penduduk setempat.
Antusiasme mereka terlihat jelas saat mereka melambaikan tangan dan memberikan senyuman kepada Pangeran yang melintas di antara mereka.
Wanita-wanita yang berada di dekatnya bahkan terpesona hingga beberapa di antara mereka sampai mengalami mimisan, terdistraksi oleh kehadiran yang memesona.
Di dalam kereta yang mewah, suasana hangat dan gemerlap cahaya lampu memperindah interior.
Pangeran Edward duduk dengan elegan, diapit oleh Ksatria kerajaan yang setia, sedangkan Viona tampak gugup duduk di sebelahnya.
Dalam keheningan sejenak, Viona memandang Pangeran dengan mata yang penuh keterkejutan dan gugup.
Beberapa kali Viona mencoba membuka mulut, tetapi kata-kata terasa terjebak di tenggorokannya.
Pangeran Edward memperhatikan ekspresi Viona dengan senyum yang lembut, menunjukkan sifatnya yang ramah dan penuh perhatian.
"Viona, apa yang ingin kau tanyakan?" ujar Pangeran Edward dengan suara yang tenang dan memikat.
Viona, yang masih gugup, akhirnya menemukan keberanian untuk berbicara.
"A-apa itu benar, Pangeran? Apa sebenarnya Singularity Destruction?" Suaranya sedikit gemetar, dan wajahnya memerah memunculkan ekspresi malu.
Pangeran Edward menjawab dengan senyum lembut, merasakan gugupnya Viona. "Singularity Destruction... itu hanyalah sihir penghancur."
Viona dengan gugup berkata. "Bolehlah anda menjelaskannya dengan rinci"
Pangeran Edward mengangguk pelan, menyadari ketertarikan Viona pada kemampuan sihirnya.
"Viona, Singularity Destruction melibatkan prinsip-prinsip dasar fisika yang cukup mendalam. Mari kita mulai dengan pembahasan mengenai antimateri." Pangeran Edward memberikan dasar pemahaman mengenai antimateri, menjelaskan bagaimana partikel-partikel tersebut berinteraksi dan memberikan kontribusi pada kekuatan sihirnya.
"Pahami, Viona, bahwa antimateri adalah substansi dengan muatan yang berlawanan dengan materi yang umumnya kita kenal. Ketika kedua jenis materi ini bertemu, mereka menghasilkan reaksi yang sangat kuat, menciptakan peristiwa yang disebut sebagai annihilasi. Inilah yang menciptakan kekuatan destruktif dalam Singularity Destruction." Pangeran Edward terus menjelaskan dengan penuh antusiasme, merinci proses reaksi antara antimateri dan materi dalam konteks sihir.
Viona, yang awalnya gugup, mulai menangkap esensi penjelasan Pangeran Edward. "Jadi, kekuatan destruktif itu berasal dari reaksi annihilasi antara antimateri dan materi, bukan?" tanyanya dengan cermat.
"Tepat, Viona," jawab Pangeran Edward sambil tersenyum. "Namun, tidak hanya itu. Dalam Singularity Destruction, Aku juga mengintegrasikan kontrol terhadap medan gravitasi, menciptakan semacam 'titik hitam' mini yang memberikan dampak destruktif yang luar biasa. Semua itu memerlukan pemahaman mendalam akan fisika, dan latihan yang intens untuk menguasainya."
Pangeran Edward, sambil menjelaskan, tetap menunjukkan sifatnya yang ramah dan penuh perhatian, membuat Viona semakin terpesona.
Viona, duduk di dalam kereta, melihat Pangeran Edward dengan mata yang penuh keingintahuan.
"Pangeran," ucapnya dengan lembut, "apakah ada penyihir yang memiliki pemahaman sihir lebih mendalam daripada Anda?"
Pangeran Edward, sedikit terkejut oleh pertanyaan Viona, tersenyum kecil sambil memutar matanya. "Apakah ini cara halusmu untuk memujiku? Tampaknya ini terlalu berlebihan."
Viona menggeleng tegas. "Bukan itu maksudku, Pangeran. Saya bertanya dengan serius."
Pangeran Edward memandang Viona dengan tatapan serius, dia merenung sejenak sebelum menjawab.
"Yusse Angevin...dia dianggap sebagai penyihir terbaik yang pernah ada. Dia seperti dewa dalam ilmu sihir di benua Arcanis," ungkap Pangeran Edward, suaranya penuh penghormatan. "Dia dikenal sebagai 'Penjaga Ilmu Sihir' karena kebijaksanaan dan kekuatannya dalam ilmu sihir."
Viona mendengarkan dengan seksama, wajahnya mencerminkan ketertarikan dan kekaguman.
Viona mengangguk beberapa kali, seolah memahami perkataan Edward. "Anda benar, Tuan Yusse Angevin memang seorang pria yang luar biasa. dia bahkan termasuk salah satu dari 10 orang terkuat."
Viona menunjukkan wajah penuh rasa takjub. "Tapi Pangeran Edward, bukankah Anda juga termasuk dalam 10 orang terkuat di dunia?" tanya Viona dengan tanda kekaguman.
Pangeran Edward tersenyum, merasa sedikit malu. "Benar, Aku diberi julukan 'Pangeran yang sempurna' karena bisnis, kekuatan, dan kepemimpinanku. Namun, di antara mereka, Aku merasa masih banyak yang harus dipelajari."
Viona mengangguk penuh pengertian. "Anda memang luar biasa, Pangeran Edward. Aku merasa sangat beruntung bisa bersama dengan seseorang sehebat Anda."
Pangeran Edward menoleh ke arah Viona, matanya penuh dengan kehangatan. "Jangan terlalu memujaku. Aku hanya manusia biasa dengan keinginan untuk melindungi tempat lahirku."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...TOP 10 STRONGEST HUMANS...
...1. Augustus Valorian - Raja Terkuat: Dikenal sebagai penguasa benua Arcadia, keberanian dan kekuatan luar biasa membuatnya dijuluki "Raja Terkuat." Dan "Manusia Terkuat"...
...2. Fairris Beaumont - Ksatria Utama: Sebagai pemimpin Serikat Ksatria di benua Serica, ketangguhan dan keberaniannya memberinya gelar "Ksatria Utama."...
...3. Yusse Angevin - Penjaga Ilmu Sihir: Memiliki kekuatan ajaib di benua Arcanis. ia dikenal sebagai "Penjaga Ilmu Sihir" karena kebijaksanaan dan kekuatannya dalam ilmu sihir....
...4. Leon De Vincenzo - Jenderal Tak Terkalahkan: Prestasi perang dan kepemimpinan tak tertandingi memberinya julukan "Jenderal Tak Terkalahkan" di benua solaris....
...5. Sera Solya - Ratu Bijaksana: Pemimpin benua Aetheria, ia dihormati sebagai "Ratu Bijaksana" karena kebijaksanaan dan kepemimpinannya....
...6. Dion Lionit - Pahlawan Tanpa Ampun: Diakui sebagai pahlawan di benua Terra incognita, pandangan rasisnya menciptakan ketegangan, dan ia diberi julukan "Pemburu Tanpa Ampun."...
...7. Edward Valorian - Pangeran yang sempurna: pewaris langsung takhta, kehebatan bisnis, kekuatan, dan kepemimpinan memberinya julukan "Pangeran yang sempurna."...
...8. Erlia Angevin - Pelindung Hutan: Dikenal sebagai penjaga hutan di benua arcanis , kemampuan memanahnya membuatnya dijuluki "Pelindung Hutan."...
...9. Pedro La Vida - Raja Bajak Laut: Memimpin "Armada bajak laut" di seluruh lautan, berasal dari benua Aetheria, ia diberi gelar "Raja Bajak Laut" karena keberaniannya di lautan....
...10. Genzo Febian - Penjelajah Pemberani: Petualang dari benua msytara ini diakui sebagai "Penjelajah Pemberani" yang telah mengarungi samudra-samudra yang belum dijelajahi....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments
CBJ
"Pandangan Rasisnya" nih orang pasti suka ngomongin orang lain kulitnya item/Chuckle//Chuckle/
2024-02-01
1
Callian
WATEFFAAKKK, APA-APAAN, MANA PAHAM GW COK FISIKA/Sob//Sob//Sob/
2024-02-01
2