Pangeran Edward dan rombongan Ksatria Kerajaan tiba di tempat berkumpulnya para monster dengan kesiapan penuh.
Dengan taktik yang sudah terencana, Ksatria Kerajaan langsung meluncur ke pertempuran, tanpa memberi kesempatan kepada musuh.
"Ayo maju..!!!" Teriak Ksatria Tristhan kepada Ksatria Kerajaan yang di bawah komandonya.
Sementara Ksatria berhadapan dengan makhluk-makhluk yang ganas, Pangeran Edward berdiri di tengah, menatap lautan musuh dengan tatapan serius.
Pangeran Edward berdiri di puncak bukit, melihat dengan penuh kehati-hatian ke arah gerombolan monster yang berkumpul.
Seiring Pangeran Edward mengangkat tangannya, cahaya biru memancar dari ujung jarinya, membentuk pola yang rumit di udara.
Bisikan telepati mengalir lancar dari pikirannya, menyatukan pikiran para Ksatria kerajaan yang berdiri di sekitarnya.
"Ksatria Tristhan, pimpin pasukan kanan untuk memecah kelompok serigala hitam. Fokuskan serangan pada yang terbesar di antara mereka. Buatlah celah di pertahanan mereka!" perintah Pangeran Edward dengan suara telepati yang terdengar dalam keheningan.
Ksatria Tristhan menatap Pangeran Edward dengan penuh kepercayaan dan mengangguk.
Dengan keahliannya dalam seni pedang, dia memberi isyarat pada pasukannya untuk membentuk formasi yang efektif.
Pasukan kanan segera memisahkan kelompok serigala hitam, mengecoh dan mengambil keuntungan dalam pertempuran.
Sementara itu, Pangeran Edward beralih pandang ke Ksatria Alden. "Ksatria Alden, gunakan Aura. Hancurkan cacing penghancur itu dari bawah tanah. Ciptakan kerusakan sebanyak mungkin!"
Ksatria Alden mengangguk tunduk dan memusatkan Aura pedangnya. Pancaran cahaya biru berseliweran di tanah, meresap ke arah cacing raksasa.
Serangan itu berhasil menghantam monster tanah tersebut, menciptakan ledakan dan merusak struktur tubuhnya.
Pangeran Edward sendiri terus fokus menciptakan barrier pelindung untuk kota.
Dengan gerakan tangan yang terampil, dia mengarahkan energi sihirnya untuk membentuk kubah transparan di atas permukaan kota.
Cahaya biru yang bersinar darinya menjadi tameng kokoh yang melindungi warga kota dari ancaman luar.
Di tengah pertempuran yang semakin kompleks, Pangeran Edward tak henti memberikan instruksi lebih lanjut, "Ksatria Elena, seranglah Cyclops dari belakang. Bidik matanya, itu titik lemahnya!"
Ksatria Elena mengekor perintah dengan lincah, menyelinap melewati pertempuran untuk menghadapi Cyclops.
Dengan penuh keberanian, dia meluncurkan serangan presisi ke mata monster tersebut, mencoba melemahkan kekuatan dan ketajaman serangannya.
Pangeran Edward, tetap berada di puncak bukit, terus memberikan arahan dengan ketajaman pikiran dan kelihaian strategis.
Pertempuran memuncak menjadi koreografi yang kompleks dan dinamis, tetapi Ksatria dari Kerajaan Maestiammea tetap bergerak bersatu dan terorganisir di bawah bimbingan sang pangeran yang penuh kepemimpinan.
Pangeran Edward terus memantau situasi melalui telepatinya, memberikan arahan dan koordinasi kepada Ksatria di garis depan.
Pertempuran berlangsung sengit, tetapi dengan keterampilan taktis Pangeran Edward dan keberanian Ksatria, mereka berhasil menghancurkan sebagian besar pasukan monster.
Barrier yang kuat yang diciptakan oleh Pangeran Edward juga membantu melindungi kota dari serangan yang masuk akal.
Matahari hampir mencapai puncak langit, memberikan sinarnya yang terang kepada pemandangan pertempuran yang masih berlangsung.
Rintihan monster-monster dan sorak sorai pasukan bergabung menjadi harmoni yang menegangkan.
Namun, suasana yang tegang itu tiba-tiba berubah ketika bayangan besar yang menyerupai gunung bergerak mendekat.
Semua pandangan tertuju pada mahkluk raksasa yang muncul dari balik bukit.
Tingginya sekitar 50 meter, dengan tubuh yang berotot besar dan tanduk besar yang melengkung di kepalanya, makhluk ini membawa ancaman baru yang menakutkan.
"Minotaur!" teriak Tristhan, mata mereka terbuka lebar melihat keberadaan monster sehebat itu.
Pangeran Edward, yang berada di puncak bukit, segera melihat ke arah Minotaur.
Wajahnya tak mengalami perubahan ekspresi, tetapi matanya berkilauan dengan ketertarikan.
"Minotaur," gumam Pangeran Edward. "Ini menjadi lumayan menarik" lanjutnya.
Pangeran Edward segera mengirimkan perintah pada Tristhan menggunakan telepati, "Perintahkan semua pasukan untuk mundur"
Tristhan yang mendapatkan perintah langsung berteriak sekencang mungkin. "Mundur semua pasukan! Jaga kota dengan ketat! Pangeran akan mengurus sisanya!"
Pasukan segera bergerak kembali menuju kota, meninggalkan pangeran yang berdiri tegak di puncak bukit.
Tanpa ragu, Pangeran Edward mengumpulkan energi sihirnya dan dengan gesit terbang menuju Minotaur yang mendekat.
Minotaur itu menggertakkan giginya, membuat tanah bergetar setiap kali kakinya menghancurkan sebagian darinya.
Pangeran Edward turun dari langit dengan kecepatan tinggi, mendarat di depan kaki Minotaur yang raksasa.
"Dia terlihat lebih besar dari dekat." gumam Pangeran Edward melihat Minotaur raksasa di depannya.
Minotaur melontarkan serangan marahnya, mengayunkan tangan raksasanya menuju Pangeran Edward.
Tanpa terlihat tergesa-gesa, Pangeran Edward dengan cepat menarik pedangnya, sebuah senjata yang berkilau dengan keindahan dan keanggunan.
Wajah Pangeran tetap tanpa ekspresi, namun matanya berkilauan dengan ketertarikan dan kegembiraan yang terpendam.
"ini adalah Minotaur terbesar yang pernah kulihat. Apakah kekuatan miliknya sebanding dengan ukurannya?." gumam Pangeran Edward penasaran.
Pertarungan itu menjadi tontonan yang luar biasa. Pangeran Edward bergerak dengan kecepatan yang hampir tidak dapat diikuti mata, menghindari setiap serangan Minotaur dengan ketangkasan yang memukau.
Begitu tangan Minotaur mendekat, Pangeran Edward segera melancarkan serangan balasan.
Dengan gerakan yang indah dan presisi yang menakjubkan, Pangeran Edward memutari tangan Minotaur dari jari hingga bahu.
Pedangnya berputar dengan lincah, menebas tangan Minotaur dalam gerakan yang sulit ditebak.
Darah Minotaur memercik. Minotaur mengeluarkan deru kemarahan, kesakitan terpancar jelas di matanya.
Namun, Pangeran Edward tidak memberi kesempatan pada musuhnya untuk membalas. Dengan gerakan yang tiba-tiba, Pangeran Edward mengeluarkan sihirnya.
"Singularity Destruction!" gumam Pangeran Edward sambil mengarahkan tangan ke arah Minotaur.
Energi sihir terkumpul dengan cepat, membentuk sebuah pusaran kegelapan yang mengerikan.
Seketika, energi itu dilepaskan dengan kekuatan yang tak terbayangkan. Gelombang kejut sihir memenuhi seluruh area, menghancurkan segala sesuatu yang ada di sekitarnya.
Skala kehancuran yang dihasilkan oleh sihir ini begitu besar, meninggalkan efek yang luar biasa pada medan pertempuran.
Ketika debu dan puing-puing menyebar, terlihat Pangeran Edward berdiri di tengah reruntuhan, masih dengan wajah tanpa ekspresi.
Minotaur yang sebelumnya menjadi ancaman besar kini hanya tinggal kenangan, bagian-bagian tubuhnya berserakan di tanah, dan area sekitarnya hancur berantakan.
"Energy gelap apa itu tadi?" pikir Pangeran Edward sambil menyeka debu yang menempel di bajunya dengan tenang.
Pasukan bersorak kemenangan, terkesima oleh kehebatan Pangeran Edward. Sorakan kegembiraan memenuhi udara, dan para Ksatria di sekitarnya tak dapat menyembunyikan kekaguman mereka.
Salah seorang Ksatria Kerajaan mendekati Pangeran Edward, "Mengapa Pangeran menyuruh kami mundur? Kami cukup yakin bisa mengatasi monster tersebut dengan mudah."
Pangeran Edward melirik Ksatria itu dengan wajah serius, "Aku ingin mengakhiri ini dengan cepat. Tugas kita masih panjang, dan aku tidak ingin ada satu pun dari kalian terluka. Setiap luka akan menjadi beban yang sulit kutanggung, dan kita harus tetap dalam kondisi terbaik untuk melanjutkan perjalanan."
Ksatria itu mengangguk mengerti, melihat kebijaksanaan dan kepedulian Pangeran terhadap keselamatan pasukannya.
Mereka merasakan kepemimpinan yang kuat dan bijaksana dari Pangeran Edward, yang tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga pada kesejahteraan pasukannya.
Pangeran Edward melanjutkan untuk memerintahkan pasukannya membersihkan sisa-sisa monster dan merestorasi ketertiban kota yang terguncang oleh serangan tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments
CBJ
smbg bgt kau
2024-01-29
2