Dua hari sebelum Pulang ke Rumah Baru..
"Ra, sini." Nand menarik Kejora yang baru saja keluar dari toilet.
Ia nampak sangat terburu-buru seolah tengah menggiring Kejora ke suatu tempat. Mereka berlari menuju basement rumah sakit, lalu bersembunyi di sebuah gudang yang berada di bagian belakang basement.
"Kenapa Nand?" Kejora nampak bingung dengan tingkah Nand yang tiba-tiba.
"Aku janji akan lindungi kamu." Nafas Nand tersengal.
Kejora memperhatikan ke sekeliling basement. Netranya menangkap beberapa orang dengan pakaian hitam seolah tengah mencari sesuatu.
Kejora adalah seorang yang terlatih. Ia sangat pandai merasakan bahaya, bahkan jika itu hanya dengan mengendusnya sekalipun.
"Ada yang ikutin kamu Nand." ujarnya waspada.
Ada belati yang terselip di pinggang mereka, ada juga yang memakai pistol. Kejora paham akan sesuatu, bahwa PT lebih dari dirinya Nand sendiri sadar akan keadaannya. Nand cukup peka dengan bahaya yang tengah mengintainya.
"Kita lari Ra." Nand tengah bersiap dengan perhitungannya.
Baru saja Nand hendak meraih tangan Kejora untuk kabur. Gadis itu malah menepisnya, beralih ke arah lain. Ia menghadang para orang asing itu dan memilih untuk berkelahi dengan mereka.
Nand tak bisa tinggal diam. Ia ikut bertarung dengan tangan kosong, sementara Rara mulai beraksi dengan belati kesayangannya.
Seolah mereka telah terbiasa dengan semua keadaan itu. Mereka saling mengandalkan satu sama lain dan mulai memimpin situasi.
Keadaan pun berbalik. Mereka menang telak, melawan sekitar sepuluh orang pria bersenjata, hingga akhirnya mereka tahu bahwa orang-orang itu diutus oleh seseorang yang memiliki dendam terhadap AJ. Perusahaan milik orang tua Nand.
"Kamu gak kelihatan kaget sama situasi ini." Nafas Nand masih terengah-engah, ketika Kejora menyodorkan sebotol air mineral dingin kepadanya.
Orang-orang suruhan tadi sudah dibereskan oleh orang suruhan ayah Nand. Ia adalah Arya, orang yang selama ini selalu mengawasi Nand secara diam-diam.
Seorang petarung terlatih, yang juga berlatih bersama dengan Evan dan dipersiapkan perusahaan untuk mengawal sang pewaris. Yaitu putra dari pemilik AJ itu sendiri.
"Aku rasa kamu juga tahu By, kalau perusahaan orang tua kita berbasis apa. Wajar kan kalau aku selalu siap untuk hal seperti ini." Kejora menenggak sisa air di botol minum Nand.
Ia nampak berbeda saat ini. Mungkin ini adalah kali pertama Nand melihat sisi Kejora yang ini.
"Selama ini kamu pura-pura atau hanya terlalu baik menyembunyikannya Ra?" Nand menatap lekat nayanika Kejora. Ia berusaha menggali lebih dalam arti dari tatapan itu. Namun zonk, gadis itu memang tak mudah untuk ditebak.
"Mungkin aku terbiasa." jawabnya singkat.
"Kamu juga terlalu hebat untuk seorang yang jauh dari rumah." puji Kejora seolah mengisyaratkan sesuatu.
"Aku harus siap demi Mentari. Almh mama sudah pernah memberitahuku sebelumnya. Meskipun mungkin tanpa pelatihan professional sepertimu, aku cukup baik menanganinya." ujarnya merasa bangga.
Bukannya Nand tidal mengetahuinya. Ia sudah memiliki cukup informasi tentang identitas para sekawan sejak awal, termasuk keluarga serta latar belakang mereka. Tidak terkecuali Rara.
Mungkin, ia juga tahu apa alasan Rara mau menerima pernikahan dengannya.
...****************...
"Apa mengenal kakak sepupumu saja bisa seserius ini? Ayolah Ra, aku gak paham."
Kejora menghembuskan nafasnya kasar. Ia benar-benar panik, atau mungkin tak menyangka semua akan berjalan sejauh ini.
"Kalau Evan muncul di depan kamu, itu artinya dia percaya sama kamu By. Bahkan ia tak pernah menemui Cakra dengan sengaja. Siapa kamu sebenarnya By?" tanya Kejora seolah curiga.
"Permisi." dengan songongnya Evan masuk dan menyela mereka lewat jendela.
"Gue lupa kalau lo yang urus renovasi Kak. Kalau tau gue pakein teralis sama smart door seisi rumah tahu gak, biar lo gak seenaknya " sewot Nand, belum lagi ditambah ekspresi manyun dari Rara.
"Aku tahu kamu gak bisa percaya siapapun Ra, selain aku. Tapi bukannya dia beda ya? Kalian bahkan udah tidur bareng kan."
Plak!!! Rara menampar tepat pada bibir Evan yang menurutnya lemes.
"Gue gak pernah minta lo masuk dalam urusan pribadi gue. Rumah tangga gue, biar gue yang atur Kak." Kejora bersungut-sungut seolah tak terima dengan penuturan kakaknya yang super blak-blakan.
Ia sudah mendiskusikannya dengan Nans sebelumnya. Dengan Nand menerima posisinya sebagai pewaris AJ, itu tandanya bahaya di sekitar Kejora akan naik berkali-kali lipat dari biasanya. Evan hanya mewanti-wanti itu, hingga Nand akhirnya mengizinkan Evan untuk tinggal bersama mereka.
Nand tahu dari Evan, kalau Cakra bukanlah adik kandungnya. Ibu Cakra menikah dengan ayahnya ketika ia tengah mengandung Cakra. Dan itu artinya, Cakra takkan pernah bisa menjadi pewaris. Hanya Kejora yang memenuhi syarat.
Karena itulah Evan telah melatihnya sejak kecil. Entah itu pengetahuan, bela diri, bahkan cara agar dirinya bisa menilai orang dengan baik. Kejora bahkan bisa mengenali orang lebih baik darinya.
Itu artinya, jika Kejora sampai mempercayai Nand. Maka ia akan percaya pada pemuda itu berlipat kali lebih dari pada Kejora sendiri.
"Jadi maksud Rara melindungi Cakra itu adalah menjauhkannya dari keluarga besar. dan memastikannya tak terlibat sebagai pewaris?" Evan mengangguk.
"Dia bahkan lebih mampu dari seorang pria untuk bisa memimpin. Namun ibu tirinya selalu berusaha untuk terus melibatkan Cakra. Tak ada yang tahu perihal kelicikannya kecuali Kejora. Karena itu ia berusaha mengirim Cakra sejauh mungkin dari mansion utama."
Percakapan singkatnya dengan Evan kala itu sudah cukup untuk membuatnya paham akan skenario Kejora. Ia bahkan juga berfikiran sama.
Alasan Nand bergabung dengan Dreamies adalah untuk mencari perlindungan untuk dirinya terlebih Mentari. Jauh dari mansion utama hanya akan membuatnya semakin dekat dengan maut. Apalagi karena semua orang telah mengetahui jati dirinya sebagai penerus.
Ia bahkan tak bisa merasa kecewa dengan sikap Kejora dalam memanfaatkan Dreamies terutama Haikala. Ia hanya bersikap realistis. Ini adalah pertarungan hidup dan mati. Lantas apa salahnya?
"Apa rencana kamu setelah tahu siapa aku sebenarnya?" tanya Kejora dengan sikap lancang. Ia menantang mata Nand seolah pemuda itu adalah musuhnya
Namun sayang, Nand sudah begitu mengenal Kejora bahkan sebelum gadis itu menjadi istrinya. Ia hanya berfikir bahwa gadis itu terlihat menggemaskan sekalipun ia tengah marah.
"Kak, lo mau keluar atau nonton sampai selesai?" seolah mengerti maksud dari pertanyaan Nand. Evan mengangkat kedua tangannya pertanda menyerah lalu keluar kembali lewat jalan yang sama.
Ia bahkan menutup tirainya dan menjaga jendela itu tetap rapat. Namun Haikala terlalu penasaran untuk tak mencari tahu apa yang ada disana.
Ia menyibak kembali jendela itu dan menyaksikan apa yang tak seharusnya ia lihat.
"Aku cuma mau keluarga yang utuh bersama kamu Ra." Nand memajukan langkahnya hingga Kejora tersudut ke arah meja kerja do belakangnya.
Tanpa ada jeda, Nand meraih dagu kejora lalu me*umat bibir Kejora dengan penuh gairah. C*uman itu bahkan semakin dalam, hingga tanpa sadar Kejora telah menanggalkan gaunnya dan membiarkannya jatuh ke lantai. Menyisakan sehelai lingerie yang ia kenakan di bagian dalam gaunnya.
Haikala cukup terkejut dengan apa yang ia lihat. Ia berusaha keras menutup mulutnya agar suara tangisannya tidak keluar.
Keyakinannya bahwa Kejora masih menyimpan namanya jauh di lubuk hatinya pun sirna. Ia kini pahan bahwa semua kemesraan mereka bukanlah sandiwara yang tengah mereka pertontonkan. Semua itu nyata, dan ia merasa tengah di tampar keras oleh kenyataan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments