Beringin yang mengakar kuat dalam nadinya itu telah membawa begitu banyak nyawa ingin berteduh di bawahnya. Seolah dunia ini begitu panas jika tanpa ada Kejora di dalamnya. Malam terasa begitu kelam serta siang yang dipenuhi dengan kabut jika ia menghilang barang lima menit saja.
Pelukannya yang begitu hangat dan bisa menampung siapa saja yang terluka telah membuat mereka bergantung.
Pendiriannya yang begitu kokoh, seakan turut menemani rasa ibanya yang dalam. Ia dan belas kasihnya tak dapat dipungkiri jika itu sudah menjadi kebutuhan Dreamies tanpa bisa mereka sadari.
Enam tahun bergelut di dunia yang sama fananya, tak sontak membuat mereka paham bahwa gadis itu juga memiliki dunianya sendiri dan itu adalah Haikala.
Meskipun perasaan cintanya tak ia tunjukkan secara terang-terangan. Serta tak ada kecupan manja di depan umum, tetap tak mampu menandakan bahwa Haikala tak berharga.
Pernah ada masa dimana Kejora begadang seminggu penuh hanya karena Haikala yang harus dirawat inap lantaran demam berdarah.
Padahal jika itu Cakra, ia hanya akan menitipkan makanan hangat lewat asisten rumah tangganya lalu meminta bantuan Jishan untuk menemani adiknya di rumah.
Pernah juga ia meninggalkan Mentari yang tengah cuci darah sendirian hanya karena mendengar Haikal keserempet motor di depan kantor. Padahal kakinya hanya terkilir, serta siku tangannya mengalami lecet ringan.
Untung saja Dokter pribadinya adalah Sandra, istri kesayangan Mahesa. Karena jika tidak, tak akan terbayangkan bagaimana kecewanya Nand kepada dirinya saat itu.
Sandra memilih untuk merahasiakan ini dari para sekawan, termasuk Cakra. Karena ialah yang akan bersikap paling sensitive diantara yang lain jika menyangkut si manis 'Mentari' kesayangannya.
Namun seolah takdir berkehendak lain, Tuhan justru malah semakin menuntunnya ke arah Nand Jemel Algifahri. Pemuda bobrok yang pertama kali ia temui ketika masih duduk di kelas Sebelas SMA. Sekaligus orang pertama yang ia temui ketika sampai di Jakarta untuk menyusul Cakra.
“Kamu yakin Ra?” Genggaman tangan Sandra begitu hangat, namun juga gemetar.
Tugasnya kali ini sangat sederhana. Ia hanya perlu menemani Kejora di ruangan ganti pengantin sampai ijab kabul selesai di laksanakan.
Tak ada yang lebih paham tentang isi hati Kejora melebihi Sandra. Sandra adalah satu-satunya wanita yang ia kenal selain anak-anak Dreamies. Itu juga karena Rara memiliki andil yang sangat besar dalam hubungan Sandra dan juga Mahesa dua tahun lalu.
Karenanya hubungan Mahesa bisa berjalan dengan lancar bahkan sampai jenjang pernikahan. Sandra juga yang sudah menganggapnya lebih dari seorang adik. Ia mencurahkan segala isi hatinya kepada Sandra, dan Sandra adalah kunci yang menyimpan semua rahasia nya begitu rapat.
“Hidup kamu itu adalah tentang Haikala lho.”
“Ada nyawa yang terselamatkan dari pernikahan ini Kak. Aku sudah bicarakan ini dengan Haikal. Kami akan mencoba untuk mengerti. Tapi soal Nand, aku gak bisa jamin.” Mata Rara seketika berkaca ketika nama seorang yang akan menjadi suaminya itu tiba-tiba keluar begitu saja, terucap dari bibirnya.
“Nand pernah bilang kalau dia mencintaiku Kak. Aku paham betul sifatnya, ia takkan memberiku kesempatan untuk kembali dengan Haikal. Ini adalah akhir dari pilihanku kak.” Tangisnya semakin pecah.
Sandra tak memiliki kalimat penghibur apapun. Ia paham sesakit apa rasanya menjadi Kejora, pernikahannya juga pernah gagal sebelum ia bertemu dengan Mahesa. Ia bahkan masih mencintai mantan tunangannya itu hingga kini, dan Mahesa tahu itu.
Namun perjuangan keduanya untuk menjadikan bahtera pernikahan mereka lebih indah telah merubah begitu banyak hal. Hati Sandra perlahan luluh, dan ketulusan Mahesa lah yang merubahnya.
Tapi bagaimana dengan Nand nantinya. Ia pernah tahu dari Mahesa, bahwa Nand adalah tipikal pemuda yang keras kepala. Dan setahunya, Kejora pun sama kerasnya. Ia hanya tak sanggup jika seorang yang telah ia anggap sebagai adiknya itu terluka.
Apalagi karena Kejoralah yang telah memberikan surga itu untuknya. Kehadiran Mahesa, sesuatu yang telah menjadikan bahagianya begitu nyata.
“Beib.” Mahesa yang baru saja berkeliling dibenak Sandra pun muncul dari balik pintu yang terbuka hanya setengahnya.
“Acaranya sudah selesai. Aku minta tolong kamu bawa Rara ya. Ada berkas yang harus mereka berdua tanda tangan. Ada acara penyerahan mahar juga.” Sandra hanya mengangguk, begitupun Mahesa yang langsung menghilang tanpa sempat melihat raut wajah adiknya yang lara.
“Aku sudah menjadi istri orang Kak.” Tangis Rara akhirnya benar-benar pecah, setelah begitu susah payah untuk ia tahan.
Sandra hanya bisa memeluknya begitu erat, membiarkan seluruh tangisnya tumpah ruah tanpa lagi memedulikan riasannya yang mungkin saja akan luntur karena tangisnya yang begitu keras.
Seolah dunia memang tak pernah adil baginya, bahkan takdir pun turut serta mempermainkan hidup gadis yang penuh kasih sayang itu.
Alasannya selama ini menetap di Jogja adalah demi melindungi adiknya Cakra yang dididik terlalu keras. Sang pewaris perusahaan yang harus belajar kerasnya hidup sejak ia masih begitu kecil untuk mengerti.
Kejora membiarkannya pergi, basket adalah impiannya. Ia tak pernah tergiur dengan perusahaan, sebesar apapun perusahaan ayahnya berkembang. Dan kini, sekali lagi perusahaanlah yang menjadi alasan hidupnya harus mengalah.
Tak cukup dua puluh empat tahun ia ditempa begitu keras perihal keberlangsungan perusahaan. Tak diizinkan menjadi yang kedua, hanya ada tempat yang terbaik untuk bisa menduduki posisi pemimpin. Begitulah sang ayah mendidiknya selama ini.
Ia bahkan harus mengorbankan mimpinya menjadi dokter demi melepaskan Cakra dari belenggu yang sama.
Dan kini, inilah jalan takdir yang dipilih sang ayah untuknya. Perjodohan bisnis. Siapa sangka jika anak dari kawan bisnis sang ayah ternyata adalah Nand, sahabat dari kekasihnya sendiri.
“Kamu gak pernah bilang kalau kamu pewaris AJ Group.”
“Ayah gak pernah anggap aku dan Mentari sebagai keluarga selama ini. Jadi untuk apa?” Kejora kehilangan keberaniannya untuk kesekian kalinya pada satu hari yang sama.
Sekilas ia mengulang pertemuan pertamanya dengan Nand. Ia selalu memakai jaket berinisial AJ ketika membawa motornya. Hanya ketika ia berubah menjadi berandalan. Ia sengaja membawa nama itu untuk semua perilaku buruknya.
"Kamu benar-benar menghabiskan seluruh hidupmu dengan pemberontakan. Lalu ada apa dengan kali ini?"
Pertanyaan itu terlontar begitu saja ketika Nand tengah sibuk menyematkan cincin pernikahan di jari Rara. Nand bungkam seolah ia sendiri tak pernah memiliki jawaban dari pertanyaan Rara untuknya.
Selama ini baik Rara maupun Haikal bisa merasa tenang, karena jati diri Haikal yang juga merupakan seorang pewaris perusahaan. Namun siapa sangka jika Nand, sang anak yang bahkan tak pernah dianggap justru adalah seorang yang mendaki begitu tinggi.
"Aku sudah menduga jika Papa akan menikahkan ku dengan seorang berkedudukan tinggi. Awalnya kukira orang itu adalah Haikala. Aku tak pernah menyangka jika itu kamu."
Melihat sang kekasih harus bersanding dengan sahabat karibnya sendiri, Haikala benar-benar merasa telah ditelanjangi oleh dunianya sendiri. Segalanya tentang hidupnya telah direnggut, tak ada lagi yang benar-benar ia miliki sebagai kepunyaannya pribadi. Semua telah dirampas dengan begitu kejamnya, bahkan oleh sahabatnya sendiri.
“Lebih dari kamu, aku ngerti bagaimana rasanya Kal.” Lirih Sandra yang baru saja bergabung setelah mengantar Kejora menuju ke sisi Nand.
Namun semua hanyalah sekedar kata. Tak pernah bisa menghibur hati Haikal yang begitu luluh lantak tak bersisa.
**********
Dr. Sandra
Mentari (12th)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments